Istri Kecilku Yang Dingin

Istri Kecilku Yang Dingin
Kembali


__ADS_3

Kini 3 sekawan sudah tiba di mansion keluarga Wijaya. Wajah Arion yang tampan yang biasanya dingin kini tersenyum secerah matahari. Begitu juga dengan para sahabatnya. Mereka tersenyum bahagia melihat Arion tersenyum.


Namun, ketika memasuki rumah senyumnya hilang berganti dengan wajah dinginnya. Tentu saja para sahabatnya bingung dengan perubahan tiba-tiba Arion. Mereka saling berpandangan dan mengangkat bahunya tanda tak mengerti.


Arion mengedarkan pandangannya mencari Maria. Ia melihat mamanya tengah bercengkraman dengan papanya di ruang keluarga. Di sana ia melihat meja yang penuh dengan bingkisan. Karena keasyikan mengobrol Maria dan Amri tak menyadari kehadiran 3 sekawan.


"Ma, Pa?" panggil Arion.


"Sore Om, Tante," sapa Sam dan Calvin bersamaan.


"Ehhh ... kalian sudah pulang?" tanya Amri kaget.


Mereka bertiga mengangguk mengiyakan.


"Ya sudah. Ngapain kalian bengong berdiri di sana? Ayo duduk sini," ujar Maria. Mereka pun duduk bergabung dengan Maria dan Amri.


"Ma ... ada yang ingin aku tanyakan," ucap Arion dingin.


"Ya tanyakan saja ... ada apa Ar?" tanya Maria. Sejujurnya dia bingung tapi tidak ia perlihatkan.


"Apa yang telah Mama lakukan?" tanya Arion.


Maria mengernyit bingung tanda tak mengerti.


"Maksudnya?" tanya Maria kembali.


"Sudahlah Mama gak usah pura-pura gak tau. Apa yang Mama lakukan hingga Karina setuju menikah dengan aku?" ucap Arion dengan nada marah.


"Mama gak ngerti dan satu lagi Mama gak ngelakuin apa pun," tegas Maria.


"Hehehe ... BOHONG!! Sekali lagi apa yang Anda lakukan padanya?? Apa Anda mengancam dia, jawab Ma?" teriak marah Arion.


"Sudah cukup. Jaga ucapan kamu, Ar ??Mamamu telah berusaha dan berhasil membujuk Karina malah kamu nuduh yang enggak-enggak ... buka sikit mata kamu Ar!" Kali ini Amri yang angkat bicara karena ia cukup marah dan kesal dengan anaknya ini.


"Sabar Om ... loe juga Ar jangan gitu loe...," nasehat Calvin.

__ADS_1


"Iya Ar, dengerin dulu naapa penjelasan Mama loe ...," sambung Sam.


Tumben otak ini anak encer, batin Calvin.


"Ar? Apa menurut kamu Karina itu orang yang mudah diancam?? Bahkan ancaman Mama pun tak bisa membuatnya gentar malah dia tersenyum menantang?" tanya balik Maria pada Arion.


Arion terdiam. Memang Karina bukan tipe orang mudah diancam. Ia merasa bahwa karina tidak semudah yang dilihat. Ada banyak misteri dalam diri Karina yang tidak Ia ketahui. Melihat kebungkaman Arion, Maria melanjutkan ucapannya.


"Apa yang Mama lakukan itu gak penting!!Yang penting kamu bahagia dan tersenyum apapun akan Mama lakukan. Mama gak akan ngelakukan apapun yang akan membuat kamu semakin jauh dari Mama. Bahkan kalau harus berkorban nyawa Mama pun rela Ar," ucap Maria sambil terisak.


"Sudah dengar kamu kan?? Mamamu gak akan ngancam Karina lagian diancam pun gak mempan!" ucap final Amri yang membuat Arion semakin terdiam.


"Hmm ...," jawab singkat Arion.


Sejujurnya hati kecilnya bahagia dengan apa yang dilakukan Maria dan sedih melihat Maria menangis. Arion lalu berdiri dan mendekati Maria dan langsung memeluknya. Maria kaget.


"Maaf ... maafin Ar ya Ma ...," ucap Arion pelan.


"Ehhh ... gak Nak. Bukan kamu yang salah. Mama yang salah gak bisa ngasih perhatian yang banyak untuk kamu," ujar Maria sambil membalas pelukan Arion.


"Gak Ma. Ini salah Arion maaafin Ar ya Ma," kekeh Arion sambil melepas pelukannya dan menatap manik coklat mamanya.


"Iya Sayang. Mama maafin kok ...," ucap Maria.


Sam, Calvin dan Amri yang melihat itu pun tersenyum dan ikut larut dalam kebahagiaan itu. Tanpa sadar air mata mereka menetes tapi buru-buru mereka menghapusnya. Takut diejek Arion.


"Sudah kan sudah baikan!! Sekarang ayo siap-siap untuk lamaran babang tampan malam nanti," potong Sam yang membuat mereka kesal dan menatap tajam Sam.


"Ada apa kok natap aku kayak gitu sih ... apa ada yang salah dengan wajah tampan aku?" ucap Sam dengan nada manja dan wajah polos.


"Ihhdiiihhh ... jijik gue lihat loe!" timpal Calvin.


"Ehhh dasar kampret loe Sam ganggu suasana haru aja loe." Kali ini Arion yang kesal.


"Sudah-sudah. Ayo siap-siap!! Ar ayo sana kamu naik. Siap-siap untuk nanti malam. Pakaian kamu sudah di atas di kamar. Dan satu lagi anak Mama gak boleh nangis," ucap tegas Maria sambil mengusap air mata Arion.

__ADS_1


"Iya Ma," jawab Arion.


Arion segera naik ke atas menuju kamarnya.


"Ehh Tante untuk kita ada gak?" tanya Sam sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal.


Maria tersenyum.


"Ada kok ... sana naik ke kamar Arion ... semuanya ada di sana," jawab Maria.


"Horeee!!" teriak kegirangan Sam dan Calvin.


"Ya sudah Tante kami ke atas dulu ya," pamit Sam.


"Hmm iya," balas Maria.


Akhirnya mereka berdua naik menuju kamar Arion. Dan jangan lupa kebiasaan mereka berdua yaitu masuk dengan menendang pintu yang membuat Arion mengeram marah dan pelakunya hanya tertawa dan menggoda Arion. Walaupun wajahnya tetap datar namun terlihat jelas sembura wajah merah pada wajahnya yang membuat Sam dan Calvin semakin tertawa kencang.


Maria tersenyum mendengar keributan dari kamar Arion. Ia yakin bahwa Sam dan Calvin telah menjahili Arion.


"Akhirnya Pa ... kita berhasil ...," ucap Maria sambil menyandarkan tubuhnya di bahu Amri.


"Iya Ma kita berhasil," balas Amri sambil memainkan rambut panjang Maria.


"Sudah yuk Pa kita siap-siap juga," ajak Maria


yang diangguki Amri.


Sore itu kebahagiaan keluarga Wijaya kembali dengan kembalinya senyum Arion dan membaiknya hubungan Ibu dan Anak. Para pelayan yang mendengar dan melihat itu tersenyum senang melihat majikannya bahagia. Mereka berharap kebahagiaan ini untuk selamanya. Dan tak akan pudar di makan waktu.


HAI READERS🤗👋👋TINGGALKAN JEJAK SEHABIS MEMBACA YA🙏PLEASE COMMENT UNTUK KRITIK DAN SARAN UNTUK AUTHOR🙏🤗😊 DAN LIKE DAN VOTE UNTUK MENDUKUNG AUTHOR🤗🤗


TERIMA KASIH🙏🤗🤗


Tbc...🤗😊😊

__ADS_1


__ADS_2