
"Sayang apa kamu sudah selesai?"
Arion yang tengah merapikan penampilannya di depan cermin menoleh sekilas ke arah ruang ganti.
"Sebentar," sahut Karina dari dalam.
Hari ini adalah hari H peresmian Tirta Garden. Acara peresmian akan dimulai pukul 10.00 nanti. Masih tersisa waktu kurang lebih tiga jam sebelum itu.
Arion tampil elegan dengan setelan jas berwarna ungu. Rambut disisir rapi memperlihatkan dahi mulus sempurna.
Bibir yang sedikit kemerahan dipadukan dengan bulu mata lentik. Sebuah jam jangan merk ternama melingkar sempurna di pergelangan tangan Arion. Dua cincin melingkar di jadi manis dan tengah.
Penampilan sempurna untuk peresmian sekaligus resepsi mendadak mereka. Ya resepsi berjalan di bawah acungan pedang.
Arion dan Karina sama-sama tidak menggunakan jasa penata rias. Terlebih Karina yang memang tidak pernah menggunakan jasa penata rias walaupun punya segudang penata rias yang siap melayaninya, kecuali pada hari pernikahannya.
Alasannya Karina lebih nyaman dengan riasan yang ia buat sendiri. Untuk Arion, ada istrinya yang siap untuk menata dirinya.
Karina keluar dari ruang ganti dengan menggunakan dress berwarna ungu. Rambut digerai seperti biasa, make tipis dengan bibir cherry yang selalu membuat Arion candu, perhiasan hadiahnya kemarin, serta alas kaki berwarna senada dengan dress.
"Bagaimana?"tanya Karina meminta penilaian Arion.
Arion yang masih mengagumi penampilan Karina tersentak pelan, menatap wajah Karina.
"Kau cantik menggunakan apapun," jawab Arion.
Melangkah dan menarik Karina dalam peluknya. Tak ketinggalan sebuah kecupan hangat mendarat di dahi Karina.
"Tapi sepertinya kau ada yang kurang," ujar Karina, melepas pelukan Arion, mengalungkan kedua lengan di leher Arion.
"Apa itu?"tanya Arion, ia sendiri merasa penampilannya sudah perfect.
"Sakumu kosong," jawab Karina, memasukkan satu telapak tangan ke bagian saku vest jas Arion.
"Menurutmu harus diisi dengan apa saku ini? Kain? Bunga?"
Arion kini melingkarkan kedua tangan di leher Karina. Karina menilai sejenak.
"Hm. Aku berubah pikiran. Penampilanmu sudah sempurna. Tidak perlu tambahan apapun," jawab Karina tersenyum.
"Baiklah. Kalau begitu ayo turun dan sarapan lalu berangkat," ajak Arion.
Karina mengangguk. Arion mengambil tas yang Karina gunakan untuk acara nanti. Keduanya keluar dari kamar menuju meja makan untuk sarapan.
Selesai sarapan, keduanya segera berangkat menuju lokasi peresmian. Mobil ferrari yang pernah Arion gunakan untuk balapanpun menjadi kendaraan pilihan keduanya. Arion dan Karina satu mobil dan tidak menggunakan sopir.
*
*
*
Taman ini menjadi taman terbesar di negera ini. Beragam koleksi tanaman tersedia di dalamnya. Berbagai icon sebagai penambah keindahan juga ada.
Koleksi kendaraan seperti pesawat terbang dan mobil turun mengisi taman, kendaraan-kendaraan itu dijadikan sebagai tempat rambat dan pot bunga.
Ada delapan pintu masuk dan keluar taman. Semuanya disusun sesuai arah mata angin. Pengawasan ketat ditandai dengan banyaknya penjaga dan kamera pengawas.
Taman bukan sekedar taman, di dalamnya terdapat koleksi tanaman dengan harga yang lumayan tinggi bahkan fantastis. Harga tiket masuknya saja mencapai angka ratusan
Hari peresmian adalah hari yang ditunggu oleh banyak orang terutama pemburu fotografi. Taman tidak langsung dibuka untuk umum setelah peresmian ini, melainkan seminggu setelahnya. Barulah taman dibuka perdana untuk umum.
Para wartawan sudah berkumpul jauh sebelum waktu yang ditetapkan. Mereka menunggu di depan gerbang tinggi menjulang berwarna biru, menantikan kehadiran pemilik proyek besar dan tamu undangan.
Pukul 09.30, para tamu undangan sudah hampir memenuhi tempat yang disediakan, yakni di pusat taman. Para tamu terkagum dengan cara penyambutan yang dilakukan oleh Tirta Garden. Bagaimana tidak?
Begitu mereka memasuki gerbang, mereka disambut dengan iringan marching band dan pilihan perang yang diacungkan ke atas, apalagi kalah bukan pedang pora.
Para tamu yang kebanyakan membawa pasangan mereka merasa bahagia juga gugup. Bagi pasangan yang sudah menikah, mereka merasa kembali kepada waktu di mana mereka baru sah dan menuju pelaminan.
Bagi yang belum, merasa mereka seakan mereka melihat masa depan hubungan mereka. Yap, pernikahan.
Para wartawan langsung tertuju pada satu titik saat ferrari merah berhenti tepat di depan gerbang.
Kilatan lampu flash langsung riuh. Para wartawan dan tamu yang masih berada di sekitar gerbang dan tempat parkir sudah menebak siapa pemilik mobil seharga lebih dari 100 milyar itu.
Beberapa pria berpakaian pengawal langsung membuat pagar melindungi pemilik mobil dan mobil itu sendiri dari ganasnya para wartawan dalam memburu berita.
Kedua pintu mobil terbuka secara bersamaan. Yang pertama turun adalah Arion, merapikan penampilannya sejenak tanpa melepas kacamata hitamnya.
Arion kemudian berjalan ke sisi pintu Karina, mengulurkan tangan kepada Karina. Karina menyambut tangan tersebut, keluar dengan wajah datar dan tatapan mata yang mendominasi.
Arion menggenggam tangan dan merangkul Karina. Senyum tipis mereka berikan untuk dokumentasi.
__ADS_1
Arion memberikan kunci mobil pada penjaga untuk diparkirkan. Keduanya bersamaan dalam melepas kacamata. Sorot mata tajam langsung menyebar, membuat para wartawan berhenti gaduh.
"Aku tidak suka keributan, jadi jangan membuatku kesal!"pesan Karina datar.
Karina dan Arion kemudian melangkah memasuki gerbang tinggi menuju tempat peresmian berlangsung.
Arion dan Karina berjalan bergandengan tangan dengan langkah kaki yang sama. Wajah mereka memang tidak tersenyum lebar, tapi senyum tipis mereka berhasil membuat pesona dan wibawa mereka semakin meningkat.
Saat tiba di tengah barisan pedang pora, kelopak bunga berwarna ungu disebarkan mengiringi langkah mereka.
Tiba di ujung barisan, keduanya dipakaikan mahkota dari rangkaian bunga.
Para tamu yang sudah mengisi tempat duduk langsung menoleh ke arah Karina dan Arion begitu penjaga mengumumkan kedatangan mereka. Para tamu sontak langsung berdiri dan menyapa hormat Karina.
Tak peduli setinggi apa jabatan tamu yang diundang, mereka menghormati Karina dan Arion. Terutama Karina, pemegang kendali ekonomi serta pemilik kekuatan besar di negara ini.
Karina dan Arion hanya mengangguk. Para tamu kembali duduk. Keduanya kini duduk di tempat yang telah disediakan.
Karina mengedarkan pandangan. Ia mendapati Sasha dan Aleza sibuk kesana-kemari untuk memulai acara.
Lila dan Raina duduk di samping Sam dan Calvin. Kedua kepercayaan Karina itu datang sebagai Nyonya muda dari Alantas dan Anggara Company.
Karina tersenyum lembut saat mendapati Amri dan Maria yang juga hadir bersama dengan Alia.
Setelah serangkain acara, akhirnya tiba bagian Arion dan Karina untuk sama-sama menyampaikan kata sambutan mereka sekaligus memotong pita merah secara simbolis tanda Tirta Garden sudah diresmikan.
Yang pertama pastinya adalah ucapan terima kasih kepada Tuhan Yang Maha Esa. Kepada Yang Maha Tinggi yang telah melancarkan pembangunan tanpa kendala berarti.
Ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan, baik dari petinggi hingga pekerja terendah, Karina dan Arion mengucapkan banyak terima kasih.
Kepada Amri dan Maria yang selalu mendukung dan memberi mereka arahan. Kepada pemerintah yang telah memberi izin pembangunan. Serta kepada Arion dan Karina yang telah bekerja sepenuh hati hingga proyek besar ini selesai pada waktunya.
Tak lupa menyampaikan harapan mereka. Tirta Garden diharapkan tidak hanya mengisi perbendaharaan perusahaan, tetapi juga perbendaharaan negara. Menjadi salah satu tujuan utama destinasi wisata baik dalam manapun luar negeri.
Tirta Garden juga menjadi pusat penelitian tumbuhan dan tempat pembelajaran bagi anak-anak atau study tour.
Kini tiba waktunya pemotongan pita. Arion memegang gunting, Karina meletakkan tangannya di atas tangan Arion.
Hitung mundur dimulai.
Tiga
Dua
Pinta merah itu terpotong. Tepuk tangan meriah langsung terdengar. Karina dan Arion ikut bertepuk tangan.
Akhirnya. Aku mewujudkan ucapanku!
Karina membatin seraya melirik Sam yang masih tidak menyangka proyek mangkrak yang tidak pernah diperhatikan kini menjelma menjadi kawasan hijau nan cantik.
"Penyesalannya terlihat jelas," bisik Karina pada Arion begitu kembali ke tempat duduk mereka.
Arion menoleh ke arah Sam yang langsung melambaikan tangan menyapa dirinya.
"Hm."
Arion hanya menjawab singkat.
Acara puncak telah berakhir. Acara selanjutnya hanyalah acara hiburan untuk para tamu. Yang ditampilkan adalah kesenian daerah. Baik tari, lagu, hingga permainan alat musik daerah.
Para tamu yang semula hanya duduk di tempat masing-masing boleh berpindah, berbincang dengan tamu-tamu yang lain.
Karina dan Arion tetap di tempat karena merekalah yang didatangi oleh para tamu. Karina dan Arion berdiri ketika pemimpin pemerintahan negara ini menghampiri mereka.
Presiden bersama istri berikut dengan wakilnya juga juga bersama sang istri menyapa ramah Karina.
Arion yang sedikit terkejut dengan hubungan baik Karina dengan pemerintahan, padahal Karina adalah seorang mafia berusaha menahan rasa penasarannya.
Mereka berbincang sambil duduk dan menikmati sajian di meja.
"Bagaimana kabarmu, Presdir Karina?"tanya Presiden ramah dan sopan.
"Saya baik, Pak. Bagaimana dengan Anda sekalian?"
"Saya dan semua baik-baik saja. Kamu terlihat sangat berbeda dengan kondisi seperti ini," jawab Presiden, melempar candaan pada Karina.
"Anda juga terlihat berbeda. Anda juga Pak Wakil. Setelah beberapa waktu tidak bertemu kalian sepertinya kehilangan berat badan. Pasti kalian terlalu sibuk mengurus negara hingga melupakan mengurus diri sendiri," sahut Karina, membalas candaan tersebut.
Istri kedua pejabat tersebut membenarkan ucapan Karina yang mana membuat kedua pejabat tinggi itu tersenyum malu.
"Hahaha bisa saja kamu ini."
Pak Presiden tertawa pelan. Begitu juga dengan wakilnya. Arion tersenyum melihat interaksi Istrinya dengan dua tokoh penting di negara ini. Arion merasa ia sulit untuk menyatu dalam pembicaraan ini. Arion mengedarkan pandangan. Matanya menangkap Sam dan Calvin yang melambai padanya. Arion mengangguk kecil.
__ADS_1
"Sayang, aku akan menemui Sam dan Calvin dulu ya," ujar Arion berbisik.
Karina mengangguk walau awalnya tampak tidak setuju.
"Semuanya, saya permisi dulu ya," ucap Arion sopan pada keempat orang tua itu.
"Eh mau kemana Nak?"tanya Ibu negara.
"Ada urusan Bu," jawab Arion.
"Silahkan lanjutkan dan nikmati pembicaraan kalian," ujar Arion.
Setelah itu Arion melangkah meninggalkan meja menuju meja Sam dan Calvin.
"Suamimu sedikit pemalu ya," ujar istri Wakil Presiden.
Karina tersenyum. Karina memang punya hubungan yang sangat baik dengan pemerintahan dari waktu ke waktu, berbicara dengan mereka pun Karina sangat santai.
"Ah mengenai proyek pembangunan, saya suka desain lokasi yang kamu buat," ujar Pak Presiden.
"Syukurlah jika Anda suka. Untuk bentuk istana, saya masih memikirkan bentuknya. Menurut Anda lebih baik bentuk biasa atau bentuk yang mencerminkan negara ini?"
"Hm, lebih baik kamu buat keduanya," jawab Pak Presiden.
*
*
*
Kedua pejabat tinggi itu tidak lama berbincang dengan Karina. Kesibukan dan kepadatan jadwal membuat mereka harus segera undur diri.
Sebelum pergi, kedua penjabat itu meminta Karina untuk berkunjung ke istana negara. Karina mengangguk walau tidak tahu kapan ia akan kesana.
Karina yang ingin menghampiri Arion, tertahan dengan kehadiran jenderal serta kepala kepolisian negara. Karina menggerutu kesal pada Lila dan Raina yang terlalu banyak mengundang tokoh penting.
"Wah-wah, ternyata srikandi kita tengah hamil, pantas saja tidak pernah lagi datang ke markas," ucap jendral negara tersebut.
"Hahaha Anda benar sekali. Jujur aku sudah rindu latihan tanding dengan anggota Anda," sahut Karina.
"Apa jenis kelamin pewaris pertamamu ini?"tanya kepala kepolisian.
"Perempuan dan laki-laki. Tapi aku tidak tahu yang mana yang akan lahir duluan," jawab Karina.
"Bayi kembar? Selamat untukmu, anakku," tutur kepala kepolisian.
*
*
*
Karina langsung menghampiri Arion dan lainnya begitu kedua orang itu pamit undur diri.
Karina langsung mendudukan diri di samping Arion, minum sampai air di botol tinggal setengah.
"Kakak Ipar, hubunganmu dengan pemerintah dan militer sangat baik ya," kagum Calvin.
"Tentu saja. Karina tidak merugikan mereka malah membuat mereka untung. Selain negera mereka memiliki bantuan dalam bidang miller, pemerintah juga berdiri tegak karena sokongan ekonomi. Ah Papa lupa, satu lagi, keadilan hukum di negeri ini juga ada campur tangan Karina melalui anggotanya. Papa benarkan, Karina?"
Karina tersenyum dengan jawaban Amri.
"Jika bisa berteman mengapa harus bermusuhan?"tambah Karina.
"Aku merasa rugi menjual kawasan itu padamu, Kakak Ipar," celetuk Sam dengan wajah yang dibuat lesu.
"Salahmu sendiri," sahut Karina.
"Apanya kau ini? Memangnya kalian bisa membuat konsep dan membangun taman seperti ini? Bukannya meremehkan dirimu, tapi jikapun kau tidak menjual kawasan ini dulu dan membangun sebuah taman, aku yakin hasilnya tidak seperti ini," sambung Arion.
"Aku saja belum tentu bisa," tambah Arion.
"Sudahlah Sam. Lain kali lihat siapa lawan bicaramu. Ini pasti karma karena kau pernah mengatakan bahwa Presdir KS Tirta Grub buta secara terang-terangan di depan orangnya," ujar Calvin.
"Eh?"
Sam menatap Karina yang menatap dirinya dengan senyum smirk.
"Aku kalah," ujar Sam mengangkat kedua tangan ke atas.
"Dalam hubungan bisnis, kawan jadi lawan dan sebaliknya sudah lazim. Tapi Papa harap kalian akan terus menjadi kawan sampai keturunan kalian nanti," tutur Amri.
"Pertentangan dalam suatu hubungan itu hal biasa. Untuk mengakhirinya jangan kedepankan emosi. Emosi itu hanya membuat semua semakin runyam. Kalian paham maksud Mama kan?"
__ADS_1
Maria memberi nasehat. Ketiga pasangan muda itu mengangguk.