Istri Kecilku Yang Dingin

Istri Kecilku Yang Dingin
IKYD EPISODE 95_Konferensi Pers_


__ADS_3

Pukul 09.00 Karina tiba di basemen khusus CEO. Sekilas di lobby tampak para wartawan sudah berkumpul. Entah dari jam berapa mereka sudah di sana.


Lila dan Raina membungkuk hormat saat Karina keluar dari mobil. Didi ikut keluar dengan wajah canggungnya.


Bingung masih berada dalam dirinya. 


"Nona, semua telah sesuai rencana," ujar Lila.


"Hmm…," sahut Karina melangkahkan kakinya masuk ke dalam lift diikuti Lila dan Raina. Didi masih berdiri kaku, tak tahu mau melakukan apa.


"Mengapa kau diam di situ? Bukankah tadi kau yang memaksa ikut tadi?" tanya Karina kesal, satu langkah lagi ia memasuki lift.


"Eh? Saya boleh masuk Nyonya?" tanya Didi heran.


"Hmm …," jawab Karina. Didi segera melangkahkan kakinya cepat menyusul Karina.


Lift meluncur secepat kilat menuju lantai Presdir Room. Lila dan Raina sibuk menjelaskan tentang konferensi pers hari ini. Karina hanya mengangguk tak banyak bicara. 


Astaga?! Aku baru sadar bahwa Nyonya Karina adalah pemilik perusahaan ini. Kau sungguh hebat Nyonya, batin Didi kaget.


Sesampai di lantai ruangan Karina, derap langkah tegas memasuki ruangan Presdir. Karina segera duduk di kursi kebesarannya.


Lila mendekat dan membisikkan sesuatu pada Karina. Karina menarik senyum sinis. Ia tertawa kecil namun mampu membuat siapa saja bergidik takut.


"Hmm … Didi bisakah kau tinggalkan kami bertiga? Kau bisa keluar dan mencari udara segar," tanya Karina tegas tak dapat di bantah. 


"Baik Nyonya," jawab Didi segera beranjak keluar. Menutup rapat pintu.


"Syukurlah. Lebih baik aku tak satu ruangan dulu dengan mereka," gumam Didi lega. Berada satu ruang dengan Karina yang sedang merencanakan sesuatu membuatnya tidak merasa nyaman.


"Bagaimana dengan wanita ular itu? Apa ada pergerakan?" tanya Karina.


"Untuk saat ini tidak ada Nona. Tapi kami menemukan bahwa sekitar empat atau lima hari lalu wanita itu menuju pinggir kota bertemu dengan …," lapor Raina namun terhenti. Ia tampak kesal, marah dan juga sedih.


"Dengan siapa?" tanya Karina tak sabaran.

__ADS_1


"Dengan tunangan saya, Calvin," jawab Raina dengan jantung berdebar kencang.


Karina memejamkan matanya.


"Lantas apa yang mereka bicarakan?" tanya Karina lagi. Berusaha menahan emosi yang siap meledak.


"Detailnya sudah saya kirim ke email Anda, Nona," ucap Raina. Karina segera membuka laptop dan membuka emailnya. Mencari email yang dimaksud oleh Raina. 


"Good damn!!!" ucap Karina dengan napas memburu. Lila dan Raina tersentak kaget. 


Bagaimana tidak? Setelah sekian lama memutuskan untuk berdamai, mereka malah merencanakan untuk membalas dendam dan mencelakainya. Apalagi dengan ikut sertanya Joya dalam rencana itu.


Sepuluh tahun lalu, ayah Joya yang membunuh keluarganya dan sekarang keturunan Reza ingin mengikuti jejak itu? Sungguh terlalu!!!


"Maaf Lila, Raina, ini salahku. Tak ada hubungannya dengan kalian. Apapun yang akan terjadi di kemudian hari jangan pernah memutuskan hubungan kalian dengan tunangan kalian. Tinggal kurang dari sepuluh hari lagi kalian akan menikah, aku tak mau karena masalah ini, masa depan kalian ikut bermasalah. Aku tak mau hal itu terjadi," pesan Karina tegas pada Lila dan Raina. Lila dan Raina berpandangan bingung, serentak mereka menggeleng.


Mereka berpegang teguh pada peraturan, musuh Karina adalah musuh mereka. Untuk apa mereka meneruskan hubungan dengan orang yang berencana mencelakai majikan mereka? Membayangkannya saja mereka tak mau!


"Kami tak bisa Nona," tolak Lila tegas. Menatap Karina penuh percaya diri.


Mereka tak dapat membayangkan betapa hancurnya hati Karina saat mengetahui hal itu. Bahkan Raina saja mengeram marah saat mengetahui hal itu.


"Ini perintah! Kalian tak dapat menolaknya. Kalian aku bebaskan dari peraturan itu. Hiduplah dengan bahagia dengan mereka. Aku akan mengikuti permainan mereka. Semoga saja dewi fortuna masih memihakku kali ini," harap Karina menyandarkan bahunya lemas. 


Lila dan Raina mengusap air mata yang keluar dari sudut mata mereka. Perintah tegas tak dapat dibantah. Mereka mengangguk di fisik, namun di dalam hati mereka bersumpah akan membayar apa yang dilakukan tunangan mereka pada Karina, apalagi jika sampai rencana itu dijalankan.


Sungguh tak ada ampun!! Andaikan pernikahan itu terjadi, mereka berdua akan membuat pernikahan itu menjadi pernikahan yang akan disesali Sam dan Calvin seumur hidup.


"Nona, saatnya konferensi pers, sudah pukul 10.00," ujar Lila. Karina mengangguk dan segera bangkit. Beranjak keluar dari ruangan menuju lobby. Di belakangnya Lila dan Raina jalan berdampingan. 


Keluar dari lift, kilatan lampu dan cahaya kamera langsung bersinar. Para pengawal Karina sigap membentuk benteng melindungi Karina. Karina duduk di tempat yang telah tersediakan.


Tampak beberapa  wartawan sedikit kaget, mereka mengenal Karina sebagai istri dari Arion Wijaya, lantas mengapa bisa menjadi Presdir KS Tirta Grub?


Raina membuka konferensi pers. Para wartawan bersiap penuh dengan kamera dan handphone mereka. Para karyawan perusahaan juga tak kalah antusias, sekian lama berkerja di KS Tirta Grub.

__ADS_1


"Selamat pagi semuanya. Selamat datang di acara konferensi pers Presdir KS Tirta Grub. Perkenalkan saya Raina, sekretaris pribadi presdir dan yang di sebelah saya adalah Lila, asisten pribadi presdir. Langsung saja pada hal utama yaitu siapa sebenarnya presdir misterius dari perusahaan ini. Beliau tak lain tak bukan adalah beliau," ucap Raina tegas berwibawa. Karina mulai angkat bicara. Sebelumnya ia berdehem kecil. Sorot matanya tajam, raut wajahnya datar.


"Selamat pagi semuanya. Selamat pagi kota S dan dunia, dan selamat pagi juga Mama dan Papa mertua saya. Perkenalkan saya Karina Stephanson Tirta Sanjaya. Presdir dan pemilik KS Tirta Grub" ucap Karina tegas. Selepas itu Karina melirik Lila.


"Sebagaimana yang para wartawan sekalian ketahui, selama ini dan sejak perusahaan ini dibangun dan berkembang pesat hingga saat ini menduduki perusahaan terbesar di dunia berdasarkan survei pasar internasional, pemiliknya tak pernah menampakkan wajah, misterius bahasa gampangnya. Hari ini saudara sekalian telah mengetahui siapa CEO perusahaan ini. Untuk lebih memuaskan rasa penasaran kalian, maka kami akan membuka sesi tanya jawab. Kami harapkan, Anda menanyakan pertanyaan yang berbobot," ucap Lila menyapu pandangannya ke seluruh lobby.


Salah seorang wartawati mengangkat tangan, berniat bertanya.


"Maaf Nyonya, mengapa Anda menyembunyikan identitas asli Anda? Dan sepengetahuan kami Anda adalah istri dari CEO Jaya Company? Apakah Anda juga merahasiakan ini dari mereka?" tanyanya beruntun. Karina menarik senyum tipis.


"Untuk pertanyaan yang pertama, mengapa saya merahasiakan identitas asli saya? Itu karena saya suka. Saya tak mau kehidupan dan keseharian saya bertebaran di mana-mana. Lagipula bukankan ini wajar? Setiap orang pasti punya rahasia. Begitu juga dengan saya. Lagipula saya tak merugikan pihak manapun. Jikalau itu ada maka itu adalah pihak yang berniat buruk pada saya. Dan terakhir saya secara gamblang memberi klu untuk itu, nama perusahaan ini adalah KS Tirta Grub, yang mana itu adalah inisial nama saya. Hanya kurang nama Sanjaya saja. Pertanyaan kedua, memang benar saya adalah istri dari CEO Jaya Company dan mereka sama sekali tidak tahu tentang ini. Saya harap, kalian semua menghapus ulasan buruk tentang saya yang menyatakan bahwa saya menikah dengan suami saya atas dasar uang, sebab saya mendengar ada ulasan buruk itu tentang saya," jawab Karina tegas dan diakhiri penuh penekanan. Para wartawan saling berpandangan satu sama lain.


"Apakah Anda keturunan Kepala polisi David Tirta Sanjaya? Mengapa dua nama belakang Anda sama persis?" tanya seorang wartawan. Para wartawan lain tampak menatap Karina meminta jawaban.


Aku telah menunggu pertanyaan ini, batin Karina sinis. 


Karina menarik nafas pelan. 


"Saya maklum kalian berpikir begitu. Tapi yang pasti untuk dua nama belakang itu mungkin cuma kebetulan semata. Mungkin kedua orang tua saya adalah fans dari bapak David Tirta Sanjaya. Keberanian dan kegigihan serta keteguhan hati akan memerangi kejahatan, sekalipun harus melawan saudara sendiri, kalian pasti tahu siapa dia bukan? Reza Sanjaya. Mereka berharap saya tumbuh dan berkembang seperti sosok David Sanjaya. Namun saya sangat bersedih hati mengetahui kekejaman yang dilakukan kepada keluarga bapak David Sanjaya. Dan saya pernah mendengar bahwa salah satu pelaku pembunuhan itu adalah saudara kandung sendiri. Entah itu benar atau tidak yang pasti saya yakin bahwa saat ini dia sedang bersembunyi di suatu tempat dan bisa jadi dia merubah identitas atau nama belakangnya," terang Karina dengan senyum penuh maksud.


Ia yakin pasti saat ini apabila Reza Argantara tengah kebingungan. Satu langkah mengungkap kebenaran. 


Satu demi satu pertanyaan terus diutarakan. Karina menjawab dengan santai. Sedangkan di kediaman Wijaya, Amri dan Maria memegang dada mereka shock. Kejutan yang mendebarkan hati. 


"Pa apa pikiran kita sama?" tanya Maria dengan pandangan tetap terfokus pada acara konferensi pers Karina. Amri mengangguk.


"Menantu kita luar biasa. Tambah sempurna. Tapi siapa yang menyebarkan rumor buruk tentang menantu kita?" tanya Amri sedikit geram.


Maria menggeleng tak tahu. Amri memanggil Rian, memerintahkan mencari tahu siapa pelaku penyebar rumor itu.


"Apa Papa gak emosi dengan itu? Menantu kita lebih kaya dari kita. Pantas saja aura kepemimpinan selalu menyertainya," ujar Maria.


"Untuk apa? Itu haknya. Kan sudah Karina jelaskan bahwa setiap orang punya rahasia. Dan sekarang dia sudah jujur, Papa bangga dengannya. Bagaimana jika kita buat pesta kecil-kecilan untuk Karina?" saran Amri bersemangat.


"Boleh. Akan segera Mama siapkan segalanya," sahut Maria. Amri merangkul Maria dari samping, lalu menarik bahu Maria bersandar padanya. Masih menikmati siaran langsung Karina.

__ADS_1


***


Pukul 12.00, acara selesai, Karina segera beranjak kembali menuju lift. Sesekali Karina mendengus kesal mengingat pertanyaan konyol wartawan menurutnya. Ada yang menanyakan apakah dia mencintai Arion, apakah dia berniat mengakusisi perusahaan suaminya dimana memang benar ia memiliki saham sebesar 35% di sana.


__ADS_2