Istri Kecilku Yang Dingin

Istri Kecilku Yang Dingin
Menuju Lamaran


__ADS_3

Maria berjalan tergesa-gesa memasuki rumah. Nafasnya terengah-engah. Maria mengedarkan pandangannya ke seluruh rumah. Ia mencari sang suami. Namun, ia tak menemukannya. Akhirnya ia berteriak kencang.


"Papa ...," teriak Maria.


Hening. Tak ada jawaban. Maria mulai kesal. Ia berteriak lagi.


"Pa? Papa dimana?? Mama ada kabar baik," teriak Maria lagi.


"Iya Ma ... sebentar," teriak balasan Amri.


Maria tersenyum mendapati Amri telah berada di tangga sedang berjalan turun.


"Ada apa Ma??" tanyanya setelah sampai di anak tangga terakhir. Kini Amri duduk di sofa. Maria mengikuti suaminya duduk.


"Pa ... dia setuju. Mama berhasil," cerita Maria.


"Apa?" kaget Amri. Walaupun ia tahu bahwa Maria akan berhasil tapi tidak secepat ini juga.


"Iya Papa ... Arion bakalan nikah dan kita akan ke rumahnya malam ini," terang Maria.


"Beneran Ma? Akhirnya rumah ini kembali hidup. Ya sudah sana Mama persiapkan untuk nanti malam. Papa mau ngasih tahu Arion dulu. Pasti dia sangat bahagia," ucap Amri. Ia sangat bahagia. Sangat.


Maria mengangguk menyetujui. Wajahnya yang kini terdapat kerutan tersenyum cerah seperti anak kecil yang mendapatkan permen.


Ia segera berlalu dan mempersiapkan segalanya.


***


Lain halnya dengan para karyawan Jaya Company yang kini menggigil ketakutan. Pasalnya Arion mengadakan rapat dadakan. Para karyawan yang belum siap menyelesaikan laporannya pun kalang kabut dan hanya bisa pasrah akan amukan dari atasannya.


Brakkk ....


Arion memukul keras meja.


"Sampah! Laporan apa ini hah??!!" teriak marah Arion. Para karyawan yang kini berada di ruang rapat hanya bisa menunduk.


"Saya mempekerjakan kalian untuk bekerja bukan untuk main-main!! Bahkan laporan mudah begitu terdapat banyak kesalahan. Selain itu mengapa laporan keuangan begitu berantakan? Apa saya kurang tegas dalam memimpin? Saya mengadakan rapat dadakan ini untuk mengetahui seberapa besar royalitas kalian terhadap perusahaan. Ternyata kalian sungguh mengecewakan!!" ucap Arion dengan nada dingin.

__ADS_1


Sebenarnya masih ada satu alasan lagi yaitu Arion yang frustasi dan kesal atas kegagalannya mengejar Karina. Memang cinta mengubah segalanya.


Para karyawan semakin menunduk dan seperti sulit bernafas mendengar itu. Di tengah hawa dingin yang mencekam tiba tiba ....


Kring ....


Kring ....


Kring ....


Handphone Arion berbunyi menandakan ada panggilan. Arion segera mengangkat Handphonenya. Di sana tertera nama Papanya di layar.


"Halo Pa?" ucap datar Arion.


"Halo Nak, apakah Papa mengganggu kamu?" tanya Amri.


"Sebenarnya mengganggu. Kalau tidak penting nanti saja," ujar Arion lagi. Para karyawan yang mendengar itu tak terkejut karena mereka tahu bagaimana sikap Arion terhadap orang tuanya.


"Jangan dimatikan dulu Ar. Ini penting sangat penting. Kamu pasti senang mendengarnya. Mamamu berhasil membujuknya menikah denganmu," terang Amri.


"Maksudnya?" tanya bingung Arion.


"Apa?" kaget Arion. Wajahnya yang semula dingin kini berangsur-angsur datar dan kemudian ia tersenyum. Para karyawan kaget melihat Arion tersenyum. Benar-benar keajaiban. Sedangkan kaum hawa yang berada di ruang rapat meleleh melihat senyuman itu.


"Iya Arion ... segeralah pulang kita nanti malam kita akan ke rumahnya," terang Amri lagi.


"Baiklah Pa. Aku akan pulang cepat ...," tegas Arion.


"Iya Nak," jawab Amri.


Arion mengakhiri percakapannya. Wajahnya kembali datar. Cepat sekali ya berubahnya?


"Rapat dibubarkan!! Perbaiki laporan ini segera minggu depan rapat kita lanjutkan!" tegas Arion.


Para staf keluar satu persatu secara teratur. Mereka lega akhirnya terlepas dari ancaman. Terakhir Arion keluar dari ruang rapat dan berjalan menuju ruangannya.


Di dalam ruangannya Arion tidak mengerjakan tugasnya. Melainkan ia melamun. Tiba tiba ....

__ADS_1


Brakkk ....


Pintu ditendang. Muncullah dua sahabatnya. Siapa lagi kalau bukan Calvin dan Sam. Lamunan Arion buyar. Ia menatap kesal kedua sahabatnya. Yang ditatap hanya memasang watados.


"Naaapa loe liatin kita kayak gitu? Kan loe dah biasa sama suara tendangan pintu," ucap Sam dengan wajah tak bersalah.


"Sialan loe berdua ... ganggu gue saja!" ucap malas Arion.


"Ya maaf Ar." Kali ini Calvin yang bersuara.


"Hmmm ... dah gue mau pulang ... mau siap-siap buat ntar malam," ujar Arion.


"Loe kok gitu sih Ar? Kita kan baru nyampek," ucap sedih Sam dengan nada yang buat-buat.


"Anjay jijik gue ... eh by the way loe mau kemana nanti malam ... kayaknya penting amat?" tanya Calvin.


"Hmm ... iya nanti malam gue mau ngelamar Karina lagi!" jawab Arion sambil tersenyum


"WHATTT ?? LAMARAN?? SERIUS LOE??" teriak kaget keduanya yang membuat Arion menutup kedua telinganya.


Arion kesal. Tapi ia hanya mengangguk sebagai jawaban.


"Serius sama Karina cewek dingin itu?" tanya Calvin. Lagi-lagi Arion hanya menggangguk.


"Wihhhh selama bro ... akhirnya!!" ucap Calvin sambari memeluk Arion yang di ikuti Sam . Mereka berpelukan erat. Sangat erat.


"Kalau begitu kita gak boleh ketinggalan dong ... Ar gue ikut," ujar Sam.


"Iya gue juga ... gue mau nemenin loe," sambung Calvin.


"Oke kalau begitu ayo kita let's go," timpal Arion.


Akhirnya mereka bertiga pulang meninggalkan perusahaan menuju rumah Arion. Di perjalanan Sam dan Calvin tak henti-hentinya menggoda Arion. Yang digoda hanya memasang wajah datar. Namun hatinya tersenyum bahagia. Sungguh bahagia.


HAI READERS SELESAI MEMBACA TINGGALKAN JEJAK YAπŸ™. COMMENT UNTUK MEMBERI KRITIK DAN SARAN UNTUK AUTHOR πŸ˜ŠπŸ˜… LIKE AND VOTE UNTUK MENDUKUNG AUTHORπŸ˜ŠπŸ˜ŠπŸ€—


THANK YOUπŸ€—

__ADS_1


Tbc😊😊


__ADS_2