Istri Kecilku Yang Dingin

Istri Kecilku Yang Dingin
Pembalasan II


__ADS_3

Li meletakkan laptop Karina di meja. Ia kaget namun tak menjatuhkannya. Bisa jadi peyek dia kalau menjatuhkannya.


"Hmmm ... bagaimana?? Ada yang ingin kau tanyakan?"


"Tidak Queen. Saya mengakui kesalahan saya tapi apakah hukuman yang saya dapatkan?" tanya Li.


"Hukumannya sudah kau dapatkan. Kau pasti sudah mengetahuinya tadi," jawab Karina santai.


Li terteguh. Berarti ia sudah ....


"Tenang saja aku menghukummu karena kebodohanmu yang membawa penyusup kemari. Kau berhasil dikelabuhi oleh wanita jal*ng itu. Dan untuk hukumanmu itu hanya 6 bulan saja," terang Karina menjawab pertanyaan Li yang belum tersampaikan sembari menyeruput kopinya.


Jantung Li bergeduk kencang. 6 bulan ? Li memandang Karina. Tapi tunggu. Kebodohan? Dikelabuhi? Li kembali tak mengerti.


"Untuk pertanyaanmu nanti dilanjutkan. Aku ada tugas untukmu. Kau dan Gerry ikut aku malam ini serta dan bawa 20 orang bersama kita."


"Si Queen! Tapi kemana tujuan kita?" tanya Li


"Keluarga Mayer dan Manajer Ari sialan itu!" jawab Karina dingin.


"Dimengerti Queen!" seru Li sembari pamit keluar kamar.


"Oh ya satu lagi kau urus tamu tak di undang itu juga! Kau tahu apa yang harus kau lakukan kan?" ucap Karina lagi sebelum Li keluar dari kamarnya.


Li hanya mengangguk. Di luar kamar Gerry menunggu resah.


"Ah ... bagaimana Li? Apa yang Queen katakan?" cercah Gerry setelah melihat Li keluar.


"Bukan apa-apa. Hanya masalah kecil. Kau tak pernuh khawatir. Dan untuk yang kedua akan ku jelaskan sambil berjalan," terang Li santai padahal hatinya merana.


"Oh begitu?" sahut Gerry.


"Hmm ... ya sudah ayo," ajak Li merangkul Gerry berjalan meninggalkan kamar Karina.


***


Sementara itu ....


Malam ini Sam dan Calvin kembali menginap di rumah Arion. Tinggal 2 hari menuju pernikahan Arion dan Karina. Mereka menghabiskan waktu dengan menggoda Arion. Yang digoda memasang wajah marah nan kesal. Sesekali ia mengelak ejekan kedua temannya.


"Haih ... kawan ternyata kau bisa tunduk pada wanita dingin itu?" kekeh Calvin.


"Iya Ar ... aku tak percaya itu! Tapi yang pasti aku tak menyangka bahwa kau menggunakan gaun pengantin wanita," timpal Sam tertawa keras sambil terus memegang perutnya dan berguling-guling di kasur king size Arion.


"Hahahaha ...,"  tawa pecah keduanya.


Arion semakin kesal karena mengungkit kejadian itu. Kalau ada yang tanya dari mana mereka tahu jawabannya sudah pasti dari Maria yang menunjukkan foto Arion yang menggunakan gaun pengantin wanita.


"Kalian sangat bahagia ya dengan penderitaanku?" tanya kesal Arion 


"Hei teman kami hanya bercanda," seru Sam mengusap air mata yang jatuh karena tak tahan menahan tawanya lagi.


"By de way ... Karina itu tetap cantik  ya mengenakan pakaian pria! Seperti pangeran kerajaan," ucap Calvin spontan.


"Iya tu Ar ... pria cantik! Mungkin kalau aku wanita aku akan tergila-gila padanya," timpal Sam yang membuat Arion meletup marah.


Pletak.

__ADS_1


Pletak.


Arion menjitak kepala keduanya keras yang membuat mereka mengaduh sakit.


"Auhhh ... sakit Ar," keluh Sam.


"Rasain!" ketus Arion.


"Hei kalau kau begitu kami akan membalasmu," ucap Sam dan Calvin bersamaan.


Mereka memukul dan menyerang Arion menggunakan bantal.


Puk.


Puk.


Tak tinggal diam Arion membalas mereka. Mereka saling memukul dan menyerang sehingga membuat kamar berantakan dengan kapas bertaburan di mana-mana.


Hosh.


Hosh.


Hosh.


"Aihh lelahnya!" keluh Sam.


"Tapi serukan?" tanya Calvin.


Sedangkan Arion berbaring di ranjang. Ia memejamkan matanya. Bibirnya mengulas seutas senyuman.


"Hei kenapa kau tersenyum?" selidik Calvin.


"Aihh lagi-lagi hmmm baiklah ayo kita lakukan lagi," pupus Calvin.


Mereka menghabiskan waktu dengan bercanda dan tertawa tapi tidak dengan Arion yang menjadi bahan bully-an.


***


Di lain tempat ....


Di tengah malam kediaman Mayer tengah dicekam ketakutan. Pasalnya seorang wanita bertopeng bersama 22 orang tengah mengobrak-abrik rumah mereka. Wanita itu dengan santainya duduk menyaksikan orang orangnya menghancurkan seisi rumah.


Terakhir mereka menyeret putri keluarga itu, Clarissa ke depan wanita bertopeng itu. Wanita itu mencekam dagu Clarissa. Clarissa hanya bisa pasrah.


Melihat itu Tuan Mayer memberontak. Sedangkan Nyonya Mayer diam menahan rasa takut.


"Lepaskan aku! Apa mau kalian? Mengapa kalian mengacaukan rumahku?" teriak marah Tuan Abraham Mayer.


Wanita itu mengeluarkan hawa dingin yang mencekam. Bibirnya mengulas senyum dingin.


"Kau tak punya hak untuk bertanya di sini," sahut wanita itu.


"Tapi karena ini adalah hari terakhirmu maka aku akan memberitahumu! Aku tak hanya menghancurkan rumahmu tapi juga bisnis dan terakhir nyawa kalian!" seringai wanita itu mengeluarkan aura mencekam. Namun Tuan Mayer yang tak mengerti tak gentar.


"Apa maksudmu? Apa aku pernah menyinggungmu?" bentak Tuan Mayer marah.


"Hehe maksudku? Tanyakan pada Putrimu yang angkuh ini," tunjuk wanita itu pada Clarissa.

__ADS_1


"Putriku? Apa yang Putriku lakukan padamu?"


Kali ini Nyonya Mayer yang angkat bicara.


"Mengapa tak tau tanyakan pada Putrimu sendiri?!" ucap wanita itu menghempaskan cengkaramannya pada Clarissa hingga terjatuh ke belakang.


Clarissa bingung.


"Siapa sebenarnya kau??" tanya Clarissa penasaran sekaligus menahan rasa sakit akibat bekas cengkraman Karina.


"Heh ... lihat dan dengarkan baik-baik Nona Clarissa Mayer."


"Aku Karina Stephanson Tirta Sanjaya. Pemilik KS Tirta Grub sekaligus Leader Pedang Biru Mafia dan orang yang pernah kau hina!" ucap Karina melepaskan topengnya.


Clarissa terbelalak. 


"Kau ... kau ...," tunjuknya pada Karina dengan wajah pias.


Bukan hanya Clarissa yang terbelalak tapi semua orang di sana. Pasalnya karina tak pernah menyebutkan nama aslinya . Karina adalah sosok yang misterius bagi orang di sekitarnya.


Sirna sudah keangkuhannya. Wanita yang dia hina ternyata adalah orang yang berpengaruh sekaligus orang yang terkenal kejam dan dingin.


"Hem ... kau sadar ingat kawan?"


"Maaf ... maafkan aku ... aku mohon ...." 


"Heh ... kau sudah ku beri kesempatan! Tapi kau menyia-nyiakannya. Ckck sekarang waktunya malam berdarah," ujar Karina dingin.


"Nona saya mohon ampuni kami ... maafkan kebodohan Putri kami . Aku mohon Nona ...," mohon Tuan Mayer. Ia hendak mendekat pada Karina namun sudah dihentikan orang orang Karina.


"Sayangnya kebodohan itu bukan cuma satu," balas Karina


"Maksudmu?"


"Hmm sepertinya kau sudah lupa identitasku."


Musnah sudah harapan Keluarga Mayer. 


Karina memerintahkan orang orangnya mengeksekusi mereka semua. 


"Hmm ... aku tak ingin membunuh malam ini jadi akan aku serahkan pada mereka saja!" ujar Karina menunjuk Li dan kawan-kawan.


Karina lalu bangkit dari duduknya dan berjalan keluar sambil berkata ....


"Lakukan yang aku perintahkan tadi."


"Si Quee," jawab mereka serentak.


Karina meninggalkan rumah Keluarga Mayer disusul suara tembakan, rintihan dan jeritan diakhiri dengan ledakan.


Hai readers👋👋


mohon dukungan nya ya


like,comment,rate and vote ya


thank you all

__ADS_1


Tbc...😊🤗🤗


__ADS_2