Istri Kecilku Yang Dingin

Istri Kecilku Yang Dingin
IKYD EPISODE 88_Black Diamond Mafia_


__ADS_3

Satu minggu berlalu, tak ada tanda-tanda akan kehadiran Joya. Joya kembali tak ada kabar bak hilang ditelan bumi. Sikap Karina pada Arion pun berubah seperti awal pernikahan mereka.


Karina hanya akan bersikap seperti biasanya jika sedang berada satu ruang dengan Amri dan Maria. Ia tak mau melibatkan kedua mertuanya itu.


Kakinya sudah sembuh sepenuhnya, namun ia tetap menjadikan Didi sebagai sopir dan asisten pribadinya. Arion hanya mampu menghela nafas kasar. Cemburu akan Didi yang selalu berada di dekat Karina.


Sedangkan Didi hanya bisa menuruti perintah Karina tak ada kuasa melawan atau menampik. Apalagi jika Karina telah mengeluarkan aura intimidasinya, maka seakan ia berlutut sendirinya.


***


Ruangan CEO Jaya Company.


Arion mengumpat dan mendengus kesal. Meja kerjanya berantakan. Rambutnya acak-acakan. Terdapat pula lingkaran hitam di matanya. Karena frustasi akan sikap Karina yang berubah dan masalah Joya membuat Arion tak beristirahat dengan cukup.


Apalagi laporan bawahannya yang belum bisa menemukan keberadaan Joya. Padahal sudah seminggu ia mencarinya.


Joya … Joya di mana dirimu? Mengapa kau menghilang lagi? batin Arion. 


"Karina, Sayang, maafkan aku. Akan belum bisa menyelesaikan masalah ini," ucap lirik Arion memejamkan matanya.


So look me in eyes


Tell me what you see


Perfect Paradise


Nada dering handphone Arion berbunyi, menandakan panggilan masuk. Arion melirik sekilas siapa yang menelponnya. Cuma melirik tak ada niat mengangkat panggilan.


"Calvin," gumam Arion. 


Nada dering tak segera berakhir. Kesal, Arion menjawabnya.


"Apa?" tanya ketus Arion melonggarkan dasinya.


"Gue ada informasi tentang Joya," ujar Calvin serius.


"Katakan!" ucap Arion duduk tega di kursinya.


"Kita ketemuan saja di tempat biasa. Gue ajak Sam sekalian," ucap Calvin.


"Hmm … oke. Oke on the way sekarang," ucap Arion memutuskan panggilan.


"Ferry …," panggil Arion pada Ferry.


Tak lama pintu terbuka, Ferry masuk dengan menundukkan kepalanya. Ia masih takut seandainya Tuan mudanya ini menggila. 


Nyonya muda cepatlah berbaikkan dengan Tuan muda. Kami tersiksa batin di sini, harap Ferry.


"Saya Tuan," sahut Ferry.


"Bereskan ruanganku. Jika tidak penting jangan menghubungiku. Selagi masih bisa kau tangani maka tanganilah. Aku mau pergi keluar. Ingat jangan mengganguku jika tak penting!!" titah Arion pada Ferry kemudian berdiri dan menyambar jas yang ia tanggalkan di sandaran kursinya.


"Baik Tuan muda," jawab Ferry membungkukkan badannya saat Arion melewatinya dan keluar dari ruangan.


Selepas kepergian Arion, Ferry mengedarkan pandangannya ke seluruh seluk-beluk ruangan. Kertas berserakan di sana-sini. Di lantai, ada pecahan kaca dan tumpahan kopi berceceran. Ferry yakin ini pasti kopi yang diantarnya satu jam yang lalu.


Ferry segera memanggil office boy untuk membersikan itu. Tapi sebelumnya ia telah lebih dulu memberekan berkas-berkas penting yang berserakan.


***


"Nyonya, Tuan muda meninggalkan perusahaan lima menit yang lalu," lapor Didi. Karina yang tengah sibuk dengan dengan email yang dikirim Lila berhenti sejenak dan mengangkat kepalanya menatap Didi tajam. Didi mengusap tengkuknya gemetar. 


Lagi-lagi tatapan tajam yang membuatku gemetar, batin Didi.

__ADS_1


"Lantas apa masalahnya? Bisa saja dia pergi untuk meeting perusahaan," tanya Karina datar.


"Sepertinya tidak untuk itu Nyonya. Tuan tak bersama dengan Sekretaris Ferry dan membawa mobilnya sendiri tanpa sopirnya," terang Didi.


Dahi Karina mengerut. Tak lama wajahnya kembali datar.


"Kunci mobil!" ujar Karina.


Didi meletakkan kunci mobil di meja.


"Ada ingin kemana Nyonya? Tugas saya untuk mengantar anda," ucap Didi.


"Tidak perlu. Kali ini aku pergi sendiri," ujar Karina menutup laptopnya dan berdiri menyambar kunci mobil. Tak lupa tak selempang favoritnya ia kalungkan di pundaknya.


Karina segera keluar menuju mobil. Menghidupkan mesinnya dan melaju meninggalkan cafe.


Karina menyalakan GPS mobil. Mencari lokasi Arion.


"Untung saja aku pasang alat pelacak di handphonenya," gumam Karina mengikuti arahan GPS.


Karina mengerut heran saat panah menunjukkan rute melewati hutan.


"Apa yang ia lakukan di hutan? Ini tak menuju kemanapun?" gumam Karina. Jalan mulai beraspal habis, digantikan dengan jalanan berbatu.


"Ahh … sial. Sinyalnya hilang," umpat Karina saat panah mulai hilang timbul. Kanan-kiri hutan. Tak ada sinyal di sini.


Namun, Karina tetap melajukan mobilnya mengikuti arah jalan. Ia berhenti ketika melihat mobil Arion di tepi jalan. Karina memarkirkan mobil agak jauh dan tak terlihat lalu turun mendekati mobil Arion.


"Astaga??? APA INI??" tanya Karina terkejut. Ia syok melihat sebuah bangunan mewah di sana dengan gerbang menjulang tinggi. Gerbangnya dihinggapi tanaman merambat untuk kamuflase.


"Siapa di sana?" tanya suara berat dari balik gerbang. Karina segera sadar dari keterkejutannya dan bersembunyi di balik semak.


Terdengar suara gerbang dibuka.


"Aneh? Perasaan tadi ada yang teriaklah? Eh mobil tuan kok di luar? Apa si Ucup gak masukin mobilnya?" gumam pria yang membuka gerbang itu.


Selepas gerbang kembali tertutup, Karina keluar dari persembunyiannya.


"Rahasia apa yang kau sembunyikan suamiku?" gumam Karina. Ia melirik kanan-kiri. Tembok setinggi tiga meter mengurung bangunan itu.


Naluri Karina berkata bahwa ia tak bisa menyusup secara fisik. Dengan segera ia menekan salah satu tombol di jam tangannya. Menggeluarkan sebuah robot nyamuk.


_________________________________


Author: "Banyak amat robot seranggamu Queen. Kemarin burung sama lebah sekarang nyamuk. Besok apalagi?"


Karina: "Berisik loe Thor. Besok robot ngengat gue jalankan!"


Author:"Memangnya ada? Gue aja cuma pernah dengar robot burung sama lebah."


Karina:"Besok gue buat. Dah sana loe Thor. Gue mau lanjut ngintai suami gue."


Author:"Sombong loe."


Karina:"Kan elo yang buat karakter gue."


Author:"Iya-iya. Dah sana loe lanjut ngintai. Awas jantungan loe lihat hasilnya. Gue belum mau tamatin riwayat loe."


Karina:"Oke Bos."


Abaikan percakapan absurd Author dan Karina.


__________________________________

__ADS_1


Karina mulai menerbangkan robot nyamuknya. Ya robot vampir cilik ini sengaja ia buat dengan susah payah sebab ukurannya yang sangat kecil yaitu sekitar 15 milimeter. Belum lagi membuat kaki dan sayap kecilnya. Tugas robot nyamuk ini masih sama seperti robot sebelumnya yaitu untuk mengintai.


Perlahan robot nyamuk mulai memasuki bangunan. Karena dirancang kedap suara maka tak ada suara sedikit pun yang dikeluarkan.


Suasana halaman sangat lenggang. Karina mengenyit heran melihat itu. Apa yang ditangkap oleh mata nyamuk terhubung dengan jam tangannya.


Tak berselang lama, mata nyamuk menangkap posisi Arion.


"Sam dan Calvin juga di sini?" gumam Karina. Ia memutuskan kembali ke mobil mengurangi resiko ketahuan. 


"Maksud loe, Joya itu ketua muda dari Black Tiger Mafia." Terdengar suara Arion bertanya. Karina menarik senyum tipis. 


Dia tahu akan hal itu, batin Karina.


Terlihat Sam dan Calvin mengangguk. Arion memukul meja di hadapannya dengan keras menyebabkan meja terbelah jadi dua. Sam dan Calvin terperajat.


"Sialan. Gue ditipu selama ini,"umpat Arion.


Karina membelalakan matanya. Ternyata apa yang dilihat belum tentu kebenaran. Karina tak mengira Arion bisa menunjukkan wajah bengis haus darah.


Mata robot Karina menangkap sebuah simbol di dinding balik badan Arion.


Berlian hitam? Kayak pernah dengar, batin Karina.


Mata Karina membulat seketika mengingat nama itu. Jantungnya berdetak dengan cepat. Nafasnya memburu.


Bagaimana bisa?? batin Karina berkecamuk.


"Sejak kapan loe tahu? Gue yakin loe tahu sudah lama." Terdengar pertanyaan Arion lagi.


"Sejak Joya ninggalin loe. Gua tahu semuanya." Terdengar Sam menjawab pertanyaan Arion.


"Lantas mengapa kalian berdua gak kasih tahu gue. Loe berdua tahukan bagaimana gilanya gue waktu itu?" tanya Arion dengan nada tinggi.


"Karena gue gak setuju loe sama Joya. Joya itu mafia. Kita juga mafia. Tapi latar belakang keluarga mereka sangat mengerikan. Loe tahu apa gak? Bokapnya Joya itu terlibat dalam kasus pembunuhan keluarga David Tirta Sanjaya," jawab Sam dengan suara tingginya.


"Dan loe pasti belum tahu jika sepuluh hari yang lalu Pedang Hitam dibumihanguskan oleh Pedang Biru?" tanya Calvin yang membuat Arion semakin membeku.


"Dan lagi sekitar enam bulan lalu, buronan kelas kakap, Albert dan Berto tewas dengan cara yang mengenaskan. Tubuh mereka dimutilasi dan dikirimkan kebsetiap negara yang mencari mereka. Dan apa loe gak ngerasa itu ada hubungannya sama ayah Joya?" tambah Calvin lagi.


Mereka tahu? Tak ku kira! Aku terlalu meremehkan mereka. Tak ku sangka selama ini aku berada di dekat tiga musuh lamaku, batin Karina. 


"Maksud loe Pedang Biru dan kematian David Tirta Sanjaya dan keluarga saling berhubungan erat dengan mereka ini? Dan loe curiga bahwa ini leader Pedang Biru adalah keturunan David Sanjaya yang membalas dendam? Begitukah?" tanya Arion memastikan. 


Sam dan Calvin terlihat mengangguk.


"Itu dia. Dan loe pasti akan lebih terkejut lagi jika loe tahu fakta akan Reza Argantara adalah adik kandung David Sanjaya, Alias Reza Sanjaya," ujar Sam.


"Sungguh tak ku duga. Sepertinya kemampuan kalian tak berkurang. Padahal lebih lima tahun kita vakum sebab perang terbuka dengan Pedang Biru. Mari kita bangkitkan kembali Black Diamond," ujar Arion.


"Gue setuju. Tapi gue curiga bahwa Kakak ipar ada hubungannya dengan Pedang Biru. Tapi gue gak ada bukti yang jelas," sahut Calvin.


Hening. Arion tak membalas Calvin.


"Gue harap Kakak ipar bukan bagian dari mereka. Kembali ke topik awal, apa yang akan kita lakukan pada Joya??" tanya Sam.


"Diam sebentar!!" bisik Arion. Sam dan Calvin saling pandang. Arion terlihat melirik samping kanannya. Di mana nyamuk Karina berada, bersembunyi di balik dedaunan bunga yang terdapat di guci.


Pluk.


Pluk.


Arion mengarahkan kedua tangannya menepuk. Hasilnya adalah robot nyamuk Karina mati tak sempat menghindar. Sedangkan di mobil Karina panik. Dengan segera ia meninggalkan hutan menuju arah pulang.

__ADS_1


"Ada yang mengintai kita dari tadi," ujar Arion menunjukkan robot nyamuk di telapak tangannya.


"Periksa semua sekitar markas. Ada penyusup!" pekik Calvin memberi perintah pada semua bawahan.


__ADS_2