Istri Kecilku Yang Dingin

Istri Kecilku Yang Dingin
Informasi


__ADS_3

Perlahan mobil memasuki halaman kediaman Wijaya yang mana Karina baru pertama kali menginjakkan kakinya di kediaman keluarga suaminya.


Di sana mereka sudah ditunggu kepala pengurus rumah tangga keluarga Wijaya.


"Selamat datang kembali Tuan besar, Nyonya besar, dan juga Nyonya Muda," sambut kepala pengurus Andika.


Karina, Amri dan Maria mengangguk. Para pelayan segera mengambil barang bawaan majikan mereka dari mobil dan membawanya ke dalam rumah.


"Karina ... inilah rumah kami. Semoga kamu suka ya," ucap Maria tersenyum.


"Iya Ma," jawab singkat Karina.


"Sudah ayo masuk," ajak Amri.


Mereka bertiga masuk ke dalam rumah. Maria segera mengantar Karina menuju kamarnya yaitu kamar Arion. Kopernya dibawakan oleh salah seorang pelayan.


Ceklek.


"Nah ini dia kamar Arion dan juga kamar kamu, Sayang," ucap Maria.


"Iya Ma," jawab singkat Karina.


"Ya sudah Mama tinggal dulu ya," pamit Maria.


Karina mengangguk. Selepas kepergian Maria, Karina menutup pintu kamar dan meneliti kamar barunya itu.


Kamar Arion bernuansa hitam putih. Dengan jendela kamar yang lebar dan terbuat dari kaca anti peluru. Karina berjalan mendekati Jendela. Dari sana ia dapat melihat halaman kediaman Wijaya yang luas. 


Karina membuka sedikit jendela dan menarik nafas menghirup udara segar. Cukup lama Karina berada di sana. Sepuluh menit kemudian ia berbalik dan berjalan mendekati kopernya. Ia mengambil laptop dan flashdisknya. Karina kembali melihat data data informasi  tentang pembunuhan keluarga kandungnya.


"Reza Sanjaya. Sepuluh tahun lalu ia mengganti namanya menjadi Reza Argantara. Satu keluarga namun berbeda aliran. Surya Tirta Sanjaya bekerja sebagai polisi yang berhasil menjabat sebagai kepala kepolisian seluruh kota sedangkan Reza Sanjaya adalah Mafia sekaligus Bos Besar obat-obatan terlarang." Karina membaca sedikit informasinya.


"Hmm ... jadi Pamanku ini adalah orang yang paling diburu dan dicari oleh ayah yang aslinya adalah adik kandung Ayah sendiri," gumam Karina.


Karina meneruskan membaca.


****Tirta Sanjaya sangat gigih dalam mengejar saudara penjahatnya itu. Reza Sanjaya berulang kali mencoba bernegosiasi dengan saudaranya itu untuk bekerja sama dengannya dan membiarkan bisnisnya lancar tanpa hambatan.


Namun, Tirta Sanjaya menolak mentah-mentah tawaran itu. Baginya lebih baik mati demi bangsa daripada bekerja sama dengan penjahat walaupun itu saudaranya sendiri.


Reza Sanjaya tak henti-hentinya mengajak dan menghasut saudaranya itu. Tirta Sanjaya yang sudah muak dan jengah mendengar setiap kata kata manis dari mulut adiknya itu pun menjadi murka.


Tirta menembak mati semua anggota Reza yang ikut saat itu. Hingga hanya menyisahkan Reza sendiri. Tak kala murka Reza pun menembak mati anggota polisi yang ikut dengan Tirta. Terjadilah aksi saling tembak-menembak hingga akhirnya. Kini mereka tinggal satu lawan satu. Tirta  berhasil melumpuhkan Reza.


Namun, itu bukan akhir dari segalanya. Reza yang aslinya licik itu hanya pura-pura kalah. Tirta mendekati Reza. Namun pada saat tangan Tirta hendak menyentuh Reza dengan cepat Reza membuka mata dan menendang Tirta hingga tersungkur.


Dengan cepat Reza mengambil bom asap dan melemparnya ke arah Tirta dan pergi melarikan diri.


"Reza Sanjaya menjadi sangat kesal dan murka dengan tindakan Tirta. Dengan amarah yang membumbung tinggi Reza mengumpulkan semua penjahat di kota yang sangat membenci Tirta. Mereka merencanakan pembunuhan terhadap keluarga Tirta Sanjaya malam itu juga."


"Hingga malam di mana pembunuhan itu terjadi pun tiba. Pembunuhan itu dilakukan sangat cepat dan juga rapi tak meninggalkan jejak sedikitpun. Mayat keluarga itu ditemukan oleh asisten rumah tangga mereka yang biasa bekerja sampai jam 5 pagi dalam keadaan bersimpah darah di kamar masing-masing."


"Jadi begini aslinya," gumam dingin Karina. Matanya memerah menandakan hasrat membunuh yang tinggi.


"Sayangnya kalian terlalu cepat melakukannya. Kalian melupakan aku. Putri bungsu Papa yang diasingkan," geram Karina.


"Abraham Mayer, Reza Argantara, Albert Bertan, Rudi Alkanda dan juga Berto Aleksus. Kalian akan mendapat balasan yang lebih dari rasa sakit yang dirasakan keluargaku," tekad Karina.


"Oh ya aku lupa ternyata satu penjahat sudah hilang. Keluarga Mayer sudah aku tamatkan riwayatnya di episode pembalasan," ucap Karina tertawa kecil.


Karina melirik jam tangannya. Waktu menunjukkan pukul 10.30. Karina teringat akan ucapannya yang akan membawakan makan siang ke kantor suaminya. 

__ADS_1


Karina lantas meyimpan kembali laptopnya dan keluar kamar menuju dapur. Di dapur Karina menemukan Maria dan Bik Susan tengah memasak. 


"Eh ... Karina kamu mau masak untuk Arion ya?" tanya Maria yang tengah mengiris bawang.


"Iya Ma," jawab Karina.


"Ya sudah ayo masak bareng. Mama kan sudah lama ingin masak bareng menantu," ujar Maria.


"Kamu mau masak apa Sayang?" tanya Maria.


Karina tampak berpikir sejenak. "Soto kayaknya enak deh Ma," jawab Karina.


"Soto? I like it," ucap Maria riang karena Karina mau memasak makanan yang merupakan salah satu makanan favoritnya.


Maka jadilah Karina dan Maria dibantu oleh Bik Susan memasak soto, chapcai dan menu makan siang bersama.


***


Di kantor Arion. Ruangan CEO.


Seperti biasa Arion tengah dibuat kesal oleh dua sahabatnya siapa lagi kalau bukan Sam dan Calvin.


"By de way loe sudah malam pertama belum Ar?" tanya Sam kepo karena di malam pernikahan Arion ada halangan yaitu kepergian Enji. 


"Belum," jawab lesu Arion.


"Lah kok bisa?" tanya Calvin heran.


"Ya bisalah. Emang kayak kita laki-laki yang bisa kapan pun. Perempuan akan waktunya datang bulan," jelas Arion.


"Hah? Apa? Datang bulan? Gak salah dengar gue?" tanya beruntun Sam yang tak mengerti pasal wanita.


"Bagaimana caranya bulan datangi mereka? Berarti Mami gue pun tiap bulan didatangi bulan dong," ucap Calvin heboh yang juga tak tahu tentang wanita.


Pletak.


Pletak.


Arion menjitak kepala kedua sahabatnya itu.


"Punya otak di lmanfaati dong. Jangan kelamaan disimpan. Jadi mulai pada beg* loe berdua," ketus Arion.


"Apaan sih? Kan cuma nanyak?"gerutu Sam mengelus kepalanya yang kena jitak Arion.


"Percuma loe punya handphone, sekolah tinggi kurang tinggi kalo masalah datang bulan pun tak tahu," ujar Arion duduk di sofa yang masih kosong.


"Iya-iya. Cuma handphone gue kehabisan kuota. Kayak mana mau searching di internet," aduh Calvin.


"Ya elah gue jadi ragu kalau loe anak tunggal  dari pemilik Alantas Company," jawab Arion santai.


Mendengar itu Calvin mengerucutkan bibirnya kesal. Sam dengan sigap menepuk- nepuk pundak Calvin.


"Sabar ya. Walaupun gue juga ragu," ujar Sam


"Enak saja kalian raguin aku. Kuota aku habis waktu aku menginjakan kaki di depan pintu ruanganmu tadi. Jadi ya aku belum sempat beli. Mau beli lewat aplikasi eh ternyata handphone aku kehabisan baterai dan aku lupa bawa powerbank," jelas Calvin yang tak mau jadi bulan-bulan Arion dan Sam.


"Alasan aja loe," sindir Sam.


"Ya sudah nih pakai handphone gue dan loe cari informasi tentang datang bulan," ujar Arion memberikan handphonenya pada Calvin.


Arion lantas langsung bangkit dari sofa dan kembali menuju meja kerjanya untuk melanjutkan pekerjaannya yang tertunda.

__ADS_1


Calvin menerima handphone itu. Ia agak bingung dengan wallpaper layar utama Arion. Bukannya foto pernikahannya malah foto Arion dengan mantannya saat liburan di luar negeri.


"Ar ... loe kok belum ubah wallpaper loe sih. Loe kan sudah lama putus sama Joya. Lagian kan elo sudah nikah sama Karina," tanya heran Calvin.


"Hmmmm …," gumam Arion dingin.


"Apa loe masih ada rasa sama Joya? Secara diakan mantan yang paling loe cintai dulu. Coba saja kalau dia gak menghilang pasti loe nikah sama diakan?" tanya Sam yang tak habis pikiran dengan jalan pikiran Arion.


"Iya," jawab singkat Arion.


"What?" teriak kaget Sam dan Calvin.


"Jadi loe masih ada rasa sama Joya. Terus Karina mau loe taruh mana di hati loe?" ujar Calvin.


"Lalu seandainya Joya kembali apa yang akan loe lakuin?" tanya Sam lagi.


"Kalau Joya kembali gue gak akan biarin dia pergi lagi. Dan untuk Karina dia cuma alat untuk perintah orang tua gue yang nyuruh gue nikah dalam waktu satu bulan dan juga agar gue gak dicoret dari nama keluarga," ucap Arion santai yang membuat Sam dan Calvin hampir tersedak dengan ucapan Arion.


Sam dan Calvin menggeleng tak habis pikir. Joya adalah kekasih Arion yang paling Arion sayangi. Namun 1 tahun lalu Joya menghilang tanpa jejak. Joya sendiri adalah putri tunggal dari Reza Sanjaya atau sekarang Reza Argantara, Joya Argantara.


"Jadi selama ini sikap loe sama Karina itu palsu?" tanya Sam.


"Sebagian iya sebagian enggak," jawab Arion.


Saat hendak bertanya lagi pada Arion, pintu ruangan Arion terbuka . Perhatian ketiga terfokus pada siapa yang membuka pintu. Arion tampak menggigit bibir bawahnya takut itu adalah Karina.


Perlahan mulai terlihat sepasang kaki masuk ke dalam.


"Joya?" kaget Sam dan Calvin tak percaya dengan apa yang ada di depan mereka.


Arion masih terdiam. Wanita yang dipanggil Joya oleh Sam dan Calvin itu tersenyum dan melangkahkan kakinya mendekati Arion yang masih terdiam tak percaya.


"Iya ini aku," ucap lembut Joya.


"Hai Sayang. Apa kabarmu?" tanya Joya memegang wajah Arion.


Arion masih diam tak merespon.


"Satu tahun aku pergi ternyata semua mulai berubah ya. Resepsionis saja sampai gak ngenalin aku lagi. Untung saja aku simpan kartu yang kamu kasih sama aku dulu," aduh Joya yang dengan santainya duduk di pangkuan Arion.


Arion kembali tersadar.


"Joya?" panggil Arion lirik.


"Yes honey. I'm Joya," jawab Joya yang tanpa aba-aba langsung mencium bibir Arion. Melihat itu Sam dan Calvin tertegun dan serentak menutup mata. Tanpa suara mereka keluar meninggalkan Joya dan Arion.


Tangan Joya pun tak bisa diam. Tangannya meluncur ke arah bawah tepat di alat vital Arion. Arion yang mulai terangsang mulai membalas ciuman Joya dan menyentuh area sensitif Joya. Mereka seperti tampak kekasih yang meluapkan rasa rindu setelah lama tak bertemu.


Di luar Sam dan Calvin mendekati meja Ferry.


"Mengapa kau biarkan dia masuk? Kau kan tahu Arion sudah menikah," ucap Sam.


"Maaf Tuan Muda ... saya sudah menahan agar Nona Joya tak masuk tetapi dia memegang kartu akses yang diberikan Tuan Muda Arion yang memberikan pemiliknya kebebasan keluar masuk perusahaan," jelas Ferry.


"Astaga! Sekarang hanya bisa berdoa semoga Kakak Ipar tidak datang kemari," harap Sam dan Calvin.


Saat Calvin menyelesaikan ucapan pintu liff terbuka.


Ting ....


Menampilkan Karina yang keluar dengan membawa bekal makan siang untuk Arion.

__ADS_1


"Kakak Ipar/Nyonya Muda!?" ucap kaget ketiganya.


Kira-kira apa yang akan terjadi ya?


__ADS_2