Istri Kecilku Yang Dingin

Istri Kecilku Yang Dingin
Tunangan Dadakan


__ADS_3

Setelah makan malam mereka langsung menuju ruang tamu. Di depan mereka sudah terdapat banyak bawaan dari keluarga Wijaya. Suasana canggung pun menyelimuti.


"Sampai kapan lomba diam ini?" celetuk Sam yang dihadiahi tatapan tajam Karina. Nyalinya langsung ciut.


"Kakak ipar jangan pandangi aku kayak gitu dong nanti ada gunung meletus," mohon Sam sambil menyindir Arion.


"Kakak ipar?" beo Karina.


Sam ingin menjawab namun didahului Amri.


"Hmm Karina kedatangan kami kemari mau melamar kamu jadi istri Arion. Saya mendengar dari istri saya kamu sudah setuju jadi kami mau memastikannya. Apakah itu benar?" tanya Amri.


"Iya." Singkat Karina.


"Baguslah ... tapi sebelumnya saya ingin bertanya apakah tidak ada keluarga kamu yang datang atau bagaimana?" tanya Amri karena sedari tadi ia tidak melihat satupun anggota keluarga Karina kecuali mereka yang bekerja dengan Karina.


Karina diam. Ia menunduk dan tampak menitikan air mata namun segera menghapusnya. Melihat itu membuat mereka bingung dan membuat Amri merasa bersalah. Maria langsung memeluk Karina.


"Sudahlah tidak perlu dijawab ... anggap saja kami pernah menanyakannya," hibur Maria.


Karina melepas pelukan Maria. Ia menatap bakal calon mertuannya.


"Keluarga saya sudah tiada!!" tegas Karina.


Mendengar itu mereka kaget. Namun segera mungkin mengalihkan pembicaraan. Arion segera mencuri kesempatan berbicara.


"Emm ... Karina karena kamu sudah setuju bagaimana kalau kita buat acara pertunangan kita lusa?" tanya Arion.


"Tidak perlu ... malam ini saja tunangannya," tolak Karina. Karina lusa ia berencana melakukan introgasi.

__ADS_1


Lagi lagi jawaban Karina membuat mereka kaget. Tunangan sekarang? Yang benar saja!!


Mereka kembali bingung tapi yang namanya Arion bukan Arion namanya kalau tidak sedia payung sebelum hujan. Arion segera mengeluarkan cincin dari sakunya. Ia berdiri dan mendekati Karina.


"Ternyata udah punya persiapan," celetuk Calvin yang diangguki ketiganya.


Arion berlutut di depan Karina.


"Karina ... will you marry me?" tanya Arion tegas.


"Yes. I will." jawab Karina tenang dan tersenyum kecil.


Arion segera memasangkan cincin di jari manis Karina begitu juga dengan Karina dan hap Arion langsung memeluk Karina.


Prok....


Prok....


Prok....


Akhirnya ada yang bisa melelehkan Nona dingin kami ini. Semoga Nona selalu bahagia, harap para pelayan Karina.


Akhirnya ada yang bisa menaklukan gunung api ini semoga mereka bahagia, harap Sam dan Calvin.


Akhirnya ... masa bahagia ini datang juga ... ya Tuhan limpahkan lah anugerahmu pada anak anak kami ... buatlah mereka selalu tersenyum. Lindungi mereka dan lancarkan semuanya, doa Amri dan Maria.


"Sampai kapan kau memelukku Ar...," kesal Karina.


"Selamanya ... aku akan memeluk mu selamanya!" tegas Arion.

__ADS_1


"Kalau begitu lepaskan pelukannmu Ar kalau tidak aku akan mati duluan," gerutu Karina.


Arion pun melepas pelukannya dan menggengam tangan Karina. Malam itu adalah malam bahagia Arion. Selama pertemuan itu tangan Arion tak lepas . Akhirnya diputuskan bahwa mereka menikah seminggu lagi.


Pertemuan itu berlangsung lancar tanpa hambatan. Tiba saatnya bagi keluarga Arion pulang. Semuanya telah berada di mobil kecuali Arion. Dengan berat hati Arion melepas tangan Karina. Dengan wajah merengut ia pun menaiki mobil.


"Hei ... Ar ... seminggu lagi kan loe nikah masa pisah seminggu udah gak sanggup?" ledek Sam.


"Iya tuh ... muka gak ada semangat-semangatnya ... besok kan bisa loe ketemu lagi sama Karina ... lagian bentar lagi juga loe bakal terus sama-sama Karina," nasehat Calvin.


Mendengar ucapan Kedua sahabatnya. Senyum Arion pun terbit.


"Iya juga ... loe berdua benar ... makasih ya," haru Arion.


"DASAR BUCIN," celetuk Sam dan Calvin bersamaan.


"Kampret loe berdua ... balikin rasa haru gue!" kesal Arion. Selama perjalanan Sam dan Calvin terus menggoda Arion.


Lain halnya dengan Karina. Kini ia berdiri di balkon kamarnya menatap langit cerah berbintang malam itu.


Apakah pilihanku tepat?? Semoga saja, batin Karina.


Rasa kantuk pun menyerangnya. Ia pun menuju kasur king size nya dan langsung terlelap.


Hai kak semua ....


Jangan lupa tinggalkan like and comment ya😊😉


Dan juga rate bintang 5 ya kk

__ADS_1


__ADS_2