Istri Kecilku Yang Dingin

Istri Kecilku Yang Dingin
IKYD EPISODE 149


__ADS_3

Ketujuh Idol terkenal tersebut kaget setengah mati melihat Miu yang keluar rumah dan mengitari Elina. Mereka berenam kecuali Koya lari masuk ke dalam mobil.


"Amazing," kagum Koya.


Li dan Elina menoleh ke belakang. Tinggal Koya seorang. Mereka memiringkan kepalanya. 


"Tenang saja, dia Miu hewan kesayangan Karina. Tak akan memakanmu dan anggotamu kok. Yang ada jika ia mengganggu kalian, maka dialah yang akan kalian nikmati nantinya," ujar Li.


"Serius?" tanya Koya.


"Ya," jawab Li. Koya mengkode membernya untuk turun. Member, menurut ae lah.


Pintu kembali terbuka, menampilkan Karina dengan wajah dinginnya, membuat keadaan hening dan serasa mencekam. Apalagi dengan Miu yang duduk di sampingnya. Tatapan mata keduanya tajam menatap Li, Elina dan ketujuh pria single, tampan dan terkenal itu.


Kuki menelan ludah kasar. Matanya menatap lekat Karina yang sudah menampilkan senyum smirk.


Karina mengangkat tangan kirinya, melihat jam tangannya. Li dan Elina menelan ludah mereka susah payah. Mereka telat dua menit. 


"Push Up 120 kali," titah Karina tegas. 


"Apa?" kaget Blue Boys. Baru tiba langsung disuruh push up. Mereka mau ikut wajib militer apa? Jika ia mengapa harus menyebrang negara, sedangkan hal itu adalah kebijakan negara mereka.


"Apa kalian tuli? Li, Elina?" tanya dingin Karina. Li dan Elina langsung ambil sikap. Menghadap serong kanan. Dan ambil posisi push up. Tujuh orang tersebut masih dalam loading. 


"Ikuti," ujar Karina pada Blue Boys.


Mereka mengikut. 


"Siap, izin ambil tindakan!" teriak Li dan Elina tegas. 


"Ulang, mana suara tujuh orang ini?" tanya Karina datar.


"Shut, ucapkan ini, siap izin ambil tindakan, oke," ujar Li memakai bahasa Indonesia.


"Siap, izin ambil tindakan," beo ketujuhnya dengan masih terbata. Ada yang lidahnya nyelip ada yang lupa kata dan hurupnya ada juga yang salah ucap. Hanya sang leaderlah yang dalam dua kali percobaan berhasil.


"Siap, izin ambil tindakan!" ucap mereka bersembilan tegas dan menggema. 


"Laksanakan, ingat 120 kali," titah Karina. Push up dimulai.


Dari belakang Karina, Enji dengan laptopnya tiba dengan wajah kesalnya.


"Kak kau mengganggu dan menghack laptopku ya? Terus apa ribut-ribut ini, kakak menghukum mereka? Kasihan Elina kak," omel Enji. Menatap sembilan orang yang masih melakukan gerakan push up. Hati Li panas, bisa- bisanya Enji menunjukkan rasa pada Elina.


Ketujuh Idol fokus pada hukuman mereka tak menoleh walaupun rasa penasaran membuncah mendengar suara yang sangat mirip dengan Kuki, padahal Kuki sedang menghitung dengan keras.


"Ji jaga sikapmu!" pekik Li ketus.


"Ah ya sikap yang mana? Aku kan khawatir pada Elina diakan sudah kakak bagiku, ada yang salah?" heran Enji.


"Ulang dari satu. Perhatianmu pecah Li," titah Karina.


Astaga! Mati aku, batin Li ngenes. Padahal sudah hitungan kelima puluh.


Kejam! batin Blue Boys.


***


Genap 120 kali untuk mereka dan 170 kali untuk Li mereka berdiri setelah Karina bilang selesai. Keringat mengucur deras dari tubuh mereka. Enji sudah balik masuk ke dalam rumah. Bik Mirna dan Naina membagikan handuk untuk mengelap keringat.


"Nona kau keras sekali, kami hanya telat beberapa menit, padahal jika  di sana saja kami tak seperti ini," keluh Mang. Karina menaikkan satu alisnya.


Karina mengkode Naina agar membagikan alat pada ketujuh member.


"Gunakan, maka kalian akan mengerti bahasa yang kami gunakan, cukup geser saja sekali maka akan langsung berfungsi," jelas Karina kala alat seperti earphone sudah di tangan.


"Apa Anda tak bisa bahasa korea atau Inggris?" tanya Koya.


"Aku bisa bahasa apa saja yang kau bisa. Tapi ingat pepatah negaraku, bahasa jiwa bangsa, dan aku akan mengajarkan kalian bahasa Indonesia. Dan satu lagi, untuk pertanyaanmu jawabannya adalah di mana bumi dipijak di situ langit dijunjung. Understand?" jawab Karina menunjukkan Jin.


"Oh ya, welcome in my home," ujar Karina.


"Thanks," jawab RJ mewakili keenam adiknya.


Li dan Elina langsung kembali ke markas sedangkan ketujuh member masuk. 


"Eh mopimu simpan di kandang belakang. Aku tak mau repot menyamak untuk apa yang ia cium dan jilat nanti," ujar Karina saat melihat Tata masuk dengan menggendong anjingnya.


"Eh baiklah," sahut Tata.

__ADS_1


Naina menerima anjing milik Tata dan membawanya ke kandang. Tak rela rasanya Tata berpisah dengannya. 


Arion yang berada di ruang tengah refleks berdiri saat mendengar langkah kaki.


"Sayang kamu lama sekali, kamu menghukum mereka bukan?" tanya Arion.


"Ya, mana Enji?" sahut Karina duduk di samping Arion. Ketujuh member menumpukkan tas mereka. Lalu duduk lesehan di lantai beralas permadani. Ada yang duduk langsung di lantai tanpa alas. Rasanya dingin dan sejuk.


Karima diam saja tak melarang. 


"Ke kamarnya. Mau memperbaiki sistemnya yang kau acak-acak katanya, kamu jahil sekali," jawab Arion.


"Biarkan saja. Anak nakal itu harus dikasih pelajaran," sahut Karina santai.


"Hah segarnya," puas RJ yang menelentangkan tubuhnya di lantai, berguling ke sana kemari. 


Karina membulatkan matanya. Ia menepuk dahinya sendiri.


"Ada apa?" tanya Koya yang meluruskan kakinya.


Aneh deh ah, padahal sofa luas dan kosong. Absurt juga kelakuan mereka.


"Mandilah kalian dulu, permadaniku baru diganti tadi pagi, kotor deh ah karena keringat kalian," keluh Karina.


"Astaga Nona, kau ini aneh deh," seru Kuki heran.


"Entah nih, lantas di mana kami mandi?" tanya Agus.


"Naik ke lantai atas, kamar 1, 2 dan 3 bagi sendiri kalian mau tidur di mana, di belakang juga ada kamar mandi, dari sini belok kanan kalau mau mandi di belakang," terang Karina.


"Ramah sekali dirimu Sayang," heran Arion.


"Sekali-kali jadi tuan rumah yang baik dong Yang. Kan aku yang bawa mereka kemari," sahut Karina.


"Ya palingan di awal saja," celetuk Arion.


"Maksudnya?" tanya Tata. 


"Akan terjawab nanti. Cepat berbersihlah kalian," titah Arion.


"Baik," jawab patuh mereka. Berdiskusi tentang di mana mereka akan mandi dan tidur.


Aku kamar nomor satu, tidak ada yang lain!" tegas RJ.


"Aku mandi di bawah saja," ujar Koya langsung beranjak.


"Ya sudah sana, awas roboh kamar mandinya, jaga kekuatan tanganmu Hyung," peringat Kuki.


"Oke," sahut Koya tanpa berbalik.


"Aku ikut Hyung tertua, aku kamar nomor 2," tegas Kuki kemudian. 


"Tidak! Aku yang di sana!" tegas Tata.


"No, aku yang di sana," seru Chimmy.


"Aku!" kekeh ketiganya.


"Kamar nomor 2 milikmu Kook," putus Karina. 


"Lah?" keluh Chimmy dan Tata.


"Yes! Dah," ucap Kuki tersenyum dan lari ke lantai atas.


"Aku kamar nomor 3, titik," ujar Mang langsung naik. 


"Aku ikut Leader Hyung saja," ucap Chimmy.


"Aku juga," tambah Agus.


"Aku pun," timpal Tata.


Karina dan Arion hanya bisa geleng-geleng kepala. Masalah mau mandi saja bertengkar. Astaga, ramainya rumah ini.


***


Karena masing-masing dapat kamar mandi maka jadilah hanya dalam waktu singkat semua berkumpul di meja makan, sudah jam 21. 30.


Aneka makanan khas dari Indonesia tersaji di meja makan. Meja makan yang luas dalam porsi sepuluh orang terisi hanya sembilan. Kurang Enji yang masih bertapa di dalam kamar. 

__ADS_1


"Randang?" gumam Koya melihat rendang di atas meja.


"Kotak-kotak," seru Kuki. Mata ketujuh member berbinar. Tak sabar menunggu aba-aba makan dari Karina.


"Makan nasi padang pakai sambal randang sama orang minang yang ikut bergoyang, hilangkan semua duka lara buanglah rasa kecewa." Enji menyanyi dengan ria sembari menuruni tangga. Celana ponggol coklat susu serta baju kaos berwarna putih.


"Ini lagu baru diciptakan, diciptakan hanya satu malam, karena penciptanya orang minang lagu ini judulnya goyang nasi padang," sambung Karina ria.


"Kak salah sambung kak," pekik Enji kesal. Blue Boys menajamkan mata mereka melihat Enji yang jalan menunduk melihat jam tangannya.


"Yang nyanyi siapa?" tanya Karina.


"Kakak," jawab Enji mengangkat wajahnya.


"Hah?" kaget mereka bertujuh bersamaan melihat rupa Enji. Mirip semirip miripnya dengan Kuki, golden maknae mereka. Mereka bertujuh saling pandang dan melihat Enji yang jalan santai duduk di samping Karina.


"Hai," sapa Enji ramah.


"Kook kamu punya kembaran?" tanya Koya masih mode kejut.


"Gak," jawab Kuki menggeleng.


"Tapi kalian mirip sekali," ujar Agus.


"Iya, hanya gaya rambutnya yang agak berbeda," ujar RJ..


"Ku kira tadi aku halusinasi," ucap Chimmy.


"Apa dia adikmu?" tanya Mang.


"Jadi dia yang disebut-sebut Enji oleh nona Elina," terka Kuki.


"Berapa umurmu?" tanya Tata.


"23, tanggal lahirku dengannya juga sama," jawab Enji.


"Apa hobimu?" tanya sang leader ketujuh idol itu.


"Meretas," jawab Enji menyantap makanan penutup.


"Hobinya berbeda," celetuk RJ.


"Kenalan dulu yuk," ajak Enji.


"Boleh," setuju Chimmy.


"Hai namaku Kim Nam Joon, panggilan RM, Koya juga boleh, leader mereka jika di dunia kerja, jika di rumah mah aku jadi adik hyung tertua," ujar Koya.


"Aku Kim Seok Jin," ucap RJ.


"Hah Jin? Jin apa? Aladin kah?" tanya Karina.


"Bukan kak tapi itu loh yang di televisi itu yang akhirnya 76," sahut Enji.


"Hei, bukan itu tetapi Jin oke!" tegas RJ.


"Kim Taehyung, nama panggung V, panggil Tata atau Alien juga boleh," ujar Tata.


"Kau yang dipanggil Tetet oleh para Purple?" tanya Arion.


"Anda tidak bisa melihat?" tanya Agus. Baru menyadari bahwa dari tadi pandangan Arion ke depan dan jalanpun dibantu Karina.


"Ya aku kecelakaan, tapi sebentar lagi juga akan sembuh," jawab Arion.


"Ah turut bersedih untukmu," ujar Kuki.


"Tak apa, aku tak bersedih Kook, untuk apa bersedih?" tanya Arion.


"Ya," sahut Kuki.


"Aku …," belum sempat Chimmy mengenalkan diri sudah dipotong oleh Karina.


"Sudah selesai perkenalan kalian. Jika lanjut lebih baik makanan ini aku suruh simpan lagi," ketus Karina.


"Tapi kami belum perkenalan," protes Chimmy, Kuki, Agus dan Mang.


"Apa kalian lupa apa keahlian anak nakal ini?" tanya Karina melirik Enji. Enji tersenyum kik kuk.


"Dia sudah tahu semua tentang kalian. Tak perlu lagi perkenalan," terang Karina.

__ADS_1


"Oh," respon Blue Boys.


Akhirnya makan malam dimulai. Makanan di atas meja ludes masuk ke perut masing-masing. Enji makan dengan santuy, padahal tatapan penasaran masih terpatri dalam mata Blue Boys. Karina makan sembari menyuapi Arion.


__ADS_2