
"Wahh ... hantu ... hantu ... lari Karina ada hantu …," seru kaget Arion menjauhkan wajahnya dari kaca. Ia sangat histeris melihat wajahnya sendiri.
Karina terkekeh melihat reaksi Arion.
"Hantu? Di mana?" tanya Karina tersenyum melihat reaksi Arion yang takut pada wajahnya sendiri.
"Itu … di dalam cermin!" seru Arion menutup wajahnya dengan kedua tangannya
"Hahahaha … itukan wajahmu sendiri. Coba lihat lagi ke dalam cermin," tawa Karina meledek Arion.
"Tidak. Aku tidak mau!" tolak Arion yang masih saja menutupi wajahnya.
"Lihat!" ujar tegas Karina yang langsung membuat Arion menurut. Arion kembali mendekatkan wajahnya pada cermin.
"Ini? Wajahku?" tanya Arion pada Karina.
"Hmmm …," gumam Karina.
Mata Arion melebar seketika. Ia meraba-raba seluruh bagian wajahnya.
"KARINA??!! Apa yang kau lakukan pada wajahku??" tanya Arion emosi.
"Meriasnya," jawab Karina cuek.
"Meriasnya?? Kau bilang ini riasan? Sekarang aku tak ada bedanya dengan badut bahkan lebih parah!" ujar Arion.
"Iya. Kau kan akan menjadi badut sementara yang akan menghiburku dan para staf kantor," jawab Karina.
"Maksudmu?" tanya bingung Arion.
"Maksudku?" tanya balik Karina dan langsung menarik tangan Arion untuk keluar dari ruangan kerjanya. Arion kaget dan berusaha melepaskan tarikan tangan Karina namun tidak berhasil.
"Kau mau tarik aku kemana? Lepaskan tanganku!" seru Arion berusaha sekuat tenaga melepaskan tarikan tangan Karina tapi itu hanya usaha yang sia-sia karena pegangan dan tarikan tangan Karina yang sangat kuat.
***
Di luar pintu ruangan Arion, Ferry telah kembali dari makan siangnya. Wajahnya tampak gelisah. Penyebabnya adalah meeting yang akan dilaksanakan pukul 13.00 hari ini. Ketika ia hampir menyelesaikan makan siangnya, Raina menelpon dirinya bahwa proposal kerja sama yang Jaya Company ajukan diterima dan disetujui. Ia bahagia menerima kabar itu. Namun, yang mengejutkannya adalah Raina meminta agar diadakan meeting pertama pada pukul 13.00. Yang mana itu dimulai 30 menit dari sekarang.
Awalnya Ferry sempat bimbang untuk mengiyakan permintaan itu karena mereka belum ada persiapan yang matang. Namun, mengingat dan menimbang kemampuan dari atasannya membuat Ferry yakin untuk menyetujuinya.
Saat sampai di mejanya yang tepat berada di samping sebelah kanan pintu ruangan Arion, Ferry yang gelisah dikejutkan dengan suara teriakan Arion yang minta dilepaskan. Sontak saja Ferry langsung berfikir yang tidak-tidak. Ia ingin melihat apa yang terjadi pada atasannya dan memutuskan untuk melihatnya.
Saat tangannya terulur untuk membuka pintu, pintu sudah terbuka duluan menampilkan Karina yang menarik seseorang. Karina menghentikan langkahnya mendapati Ferry ada di depan pintu dan menghalangi jalannya. Ferry memperhatikan seseorang yang menunjukkan wajah masam yang tangannya dipegang oleh Nyonya Mudanya itu. Ferry tak mengenali Arion.
Arion yang memakai pakaian serba berwarna merah muda tak lupa wig dan juga riasan wajah yang sungguh akan membuat siapapun yang melihatnya akan tertawa sekaligus takut.
Pria? Memakai pakaian serba pink? batin Arion.
Namun ia segera berhenti memperhatikan Arion dan bertanya pada Karina.
"Nyonya di mana Tuan muda Arion?"tanya Ferry.
"Di sampingku," jawab Karina melirik Arion.
"Dia?" tanya Ferry heran.
"Hmm … bisakah kau menyingkir dari hadapanku?" tanya Karina yang mulai dingin.
Ferry yang masih keheranan pun segera menyingkir dari hadapan Karina.
"Tuan muda …," panggil Ferry pelan.
"Ya. Ada apa?" jawab Arion ketus.
Langsung saja Ferry melebarkan matanya.
__ADS_1
Astaga …, batin Ferry.
"Tuan, Anda ada meeting dengan perwakilan KS Tirta Grub jam 13.00," ujar Ferry memberitahu.
Arion mengerutkan dahinya. Dia memandang Karina dengan tatapan yang sulit diartikan. Sedangkan Karina hanya menunjukkan wajah tanpa ekspresinya.
Tiba-tiba sebuah ide lewat di kepala Arion.
Kesempatan. Aku ada alasan agar lepas dari Karina, batin Arion.
"Karina tolong lepaskan aku. Kau dengarkan tadi aku ada meeting 30 menit dari sekarang. Jujur saja aku belum ada persiapan yang matang," pinta Arion.
"Kan masih ada waktu 25 menit lagi. Jika kau tak rewel hukumanmu hanya 5 menit saja sudah selesai," jawab Karina melihat jam tangannya.
"Tapi …," ucapan Arion segera dipotong oleh Karina.
"Tak ada tapi-tapian. Sekarang ikut aku!!" tegas Karina langsung menarik tangan Arion masuk ke dalam lift.
"Ferry tolong aku …," seru Arion pada Ferry. Sedangkan Ferry yang terdiam langsung sadar setelah mendengar seruan Arion.
"Ah … Tuan muda tunggu!" seru Arion langsung lari masuk ke dalam lift yang belum menutup.
Ting ....
Suara denting lift setelah sampai di lantai dasar kantor Jaya Company. Karina keluar dari lift dengan terus menarik tangan Arion diikuti Ferry di belakang. Para staf yang lalu lalang di lobby langsung terhenti melihat istri presdir mereka keluar dari lift dengan menarik seseorang. Arion langsung menundukkan wajahnya.
Karina baru melepaskan pegangan dan tarikan tangan Arion setelah berada di tengah-tengah lobby. Karina langsung berjalan mendekati meja resepsionis di mana di situ ada Rita.
"Rita apa kau punya loudspeaker?" tanya Karina dingin.
"Ada Nyonya," jawab Rita gugup.
"Aku pinjam sebentar," ujar Karina.
Rita langsung mengambil loudspesker mini dari tasnya dan memberikannya pada Karina.
"Aku pinjam sebentar," ucap Karina meninggalkan meja resepsionis dan mendekati Arion.
Setelah berada di samping Arion dan langsung menyambungkan handphone dengan loudspeaker dan menghidupkan lagu 'Kill This Love'.
Alunan lagu mulai terdengar.
"Menari," ujar Karina pada Arion.
"Apa?? Menari?" kaget Arion.
"Hmm …," jawab Karina.
"Tidak!" lagi-lagi Arion menolak. Karina langsung melotot tajam ke arah Arion. Nyali Arion mulai ciut melihat mata Karina yang melotot. Anehnya dengan sendirinya tubuhnya bergerak mengikuti alunan lagu yang terdengar.
Para karyawan langsung heboh melihat atasan yang biasanya marah dan marah kini menari dengan lincahnya di lobby. Serentak mereka langsung mengambil handphone masing-masing untuk merekam aksi atasannya itu untuk diposting di akun media sosial mereka.
Melihat itu, Karina langsung memberi kode pada Ferry agar melarang mereka. Ferry yang mengerti langsung memberi peringatan.
"Jangan ada yang berani merekam, memotret apalagi menyebarkannya di luar. Jika sampai terdengar di luar maka bersiaplah akan konsekuensinya," tegas Ferry lantang.
Mendengar peringatan sekretaris pribadi atasannya membuat mereka menyimpan kembali handphone masing-masing. Kini mereka hanya melihat tarian presdir mereka.
Empat menit kemudian lagu berakhir begitu juga dengan tarian Arion. Para staf memberi tepuk tangan dan langsung bubar melanjutkan aktivitas masing-masing setelah melihat kode dari Karina. Karina mengembalikan loudspeaker yang dipinjamnya tadi dari Rita .
Hosh ....
Hosh ....
Hosh ....
__ADS_1
Suara nafas Arion yang terengah-engah. Ia memandang ke depan melihat Karina yang sedang berbicara pada Ferry.
"Ferry tolong ambilkan tempat bekal makan siang tadi di ruangan Arion," ujar Karina.
"Baik Nyonya muda," jawab Ferry yang lansung menuju ke lantai di mana ruangan Arion berada yaitu di lantai 30.
Selepas itu Karina mendekati Arion.
"Sudah selesai. Cepatkan?" ujar Karina.
"Hmm … kau membuatku malu di depan bawahanku," ketus Arion. Make up yang ia pakai mulai luntur diterpa keringat.
"Makanya jangan main hati. Jika kau ketahuan lagi maka bersiaplah untuk mendapatkan imbalan yang lebih besar lagi," ujar Karina.
Arion hanya diam saja tak menjawab.
"Sudah sana kau ganti baju. Bukankah sepuluh menit lagi kau ada meeting?" ucap Karina. Arion hanya mengangguk. Ia masih bingung mengapa tubuhnya bergerak dengan sendirinya mengikuti alunan lagu dan juga rasa malu yang ia rasakan saat menari dengan penampilan yang lebih waw dari badut.
Tak lama Ferry kembali dengan membawa tempat bekal makan siang yang Karina bawa tadi.
"Ini Nyonya muda," ujar Ferry.
"Terima kasih," ujar Karina menerimanya.
"Kalau begitu aku pulang dulu ya," lanjut Karina langsung keluar menuju parkiran mobil.
Setelah kepergian Karina, Ferry menepuk pundak Arion yang membuat empunya terkejut
"Apa?" tanya Arion.
"Tuan Muda delapan menit lagi kita meeting. Sebaiknya Anda segera bertukar pakaian," ucap Ferry memberitahu.
"Astaga … baiklah," ujar Arion segera menuju lift dan naik ke lantai di mana ruangannya berada. Setelah sampai di ruangannya Arion segera berganti pakaian dan menghapus make up di wajahnya. Lima menit berlalu. Arion sudah selesai berganti pakaian menjadi pakaian kantor dan wajahnya juga sudah bersih dari make up.
Arion dan Ferry langsung menuju ruang meeting setelah resepsionis memberitahukan bahwa perwakilan KS Tirta Grub telah tiba. Dua menit kemudian mereka tiba di pintu ruang meeting bersamaan dengan tibanya Lila dan Raina.
"Ternyata kalian perwakilan dari KS Tirta Grub. Selamat datang di Jaya Company," sambut Arion ramah yang mengenal Lila dan Raina saat di acara resepsi pernikahannya dengan Karina.
"Terima kasih atas sambutannya, Tuan Arion. Bisakah kita mulai meetingnya?" tanya Raina tegas.
"Baiklah ayo masuk," jawab Arion mempersilahkan Lila dan Raina masuk duluan ke ruang meeting.
Akhirnya mereka berempat masuk ke dalam ruang meeting. Ferry dengan cekatan membagikan salinan proposal mereka. Arion segera mempresentasekan proposal yang ia ajukan ke KS Tirta Grub.
Lila dan Raina memperhatikan dengan cermat dan teliti penjelasan yang Arion sampaikan. Saat Arion masih menjelaskan sebagian dari proposalnya, Raina sudah memotong ucapannya.
"Maaf Tuan Arion. Sepertinya Anda kurang persiapan untuk meeting pertama ini. Kami menemukan banyak yang janggal dan kesalahan dari penjelasan Anda. Lebih baik meeting hari ini kita tunda saja," ucap tegas Raina.
"Sebelumnya maafkan kami. Memang kami belum ada persiapan yang matang. Baiklah jika itu kemauan Anda. Kapan kita lanjutkan meeting hari ini?" tanya Arion.
"Kami mengerti. Meeting kita adakan dua hari dari sekarang di jam yang sama. Kami harap Anda tidak mengecewakan kami lagi," ucap tegas Lila.
"Baik. Kami akan berusaha sebaik mungkin agar tidak mengecewakan KS Tirta Grub," ucap Arion mantap.
"Terima kasih atas waktunya. Kalau begitu kami permisi kembali ke perusahaan," ujar Raina menjabat tangan Arion dan Ferry bergantian diikuti oleh Lila.
"Terima kasih kembali Nona Raina dan Nona Lila," ujar Arion tersenyum.
Lila dan Raina segera keluar dari ruang meeting dan kembali ke KS Tirta Grub. Sedangkan di ruang meeting Arion terduduk lemas di kursinya. Ferry sedang membereskan berkas-berkas di atas meja meeting.
"Ada apa Tuan? Bukankah kita masih ada kesempatan?" tanya Ferry menyadari perubahan wajah atasannya.
"Tidak ada. Ferry kau handel perusahaan hari ini. Aku mau pergi dulu," perintah Arion bangkit dari kursinya dan berjalan keluar dari ruang meeting.
"Baik Tuan. Tapi Anda mau ke mana?" tanya Ferry.
__ADS_1
"Bukan urusanmu," ketus Arion keluar dari ruang meeting dan berjalan menuju lift. Mendengar jawaban tuannya membuat Ferry teringat sesuatu.
Apa Tuan mau bertemu dengan Nona Joya? Semoga saja tidak, batin harap Ferry.