
Well.
Setelah mendapat nomor Karina pastinya dengan penuh perjuangan Arion segera menghubunginya.
Tut ....
Tut ....
Tut ....
Telepon tersambung. Tak lama terdengar suara Karina.
"Halo?" Suara Karina lembut namun datar.
Deg.
Deg.
Jantung Arion berdeguk kencang mendengar suara Karina. Dasar bucin denger suara aja sudah gugup. Hahaha....
"Halo? Ada orang??" tanya Karina kesal.
"Ah iya ... halo Karina," jawab Arion. Karina mengenal betul suara itu.
"Arion?" kaget Karina.
"Iya aku Arion calon suamimu!" jawab Arion.
"Ada apa kau menelponku? Dan bagaimana caramu mendapatkan nomorku. Perasaan aku tak pernah memberikannya padamu?" tanya Karina pura pura tidak tahu. Ckck ... padahal dia sendiri yang membuat Arion babak belur! 2 kali malah!!
"Itu aku mendapatkannya dari pegawai cafe mu. Kau ada di mana? Mengapa kau tidak ada di Cafe? Apakah kau ada pekerjaan lain??" Arion bertanya bertubi-tubi yang membuat Karina jengah.
"Apa maumu?" tanya balik Karina. Arion mengutarakan maksudnya.
"Bisakah kita bertemu malam ini?" pinta Arion penuh harap.
"Hmm baiklah kalau aku tidak sibuk aku akan datang. Berikan saja alamatnya." ucap Karina dan kebiasaan menutup telepon secara sepihak pun dilakukan.
"Halo ... halo ... Karina ... halo? Sial dia sudah mematikan teleponnya," runtuk Arion.
Arion mencerna ucapan terakhir Karina.
Berikan saja alamatnya aku akan datang. Membuat Arion tersenyum dan ....
"Yes yes yes dia setuju!" Arion melompat-lompat kecil kegirangan. Ia pun segera memanggil Ferry.
"Ferry?" panggil Arion.
Ferry yang tengah mengerjakan tugasnya pun berlagak kaget. Lukanya sudah diobati.
Ada apa lagi ini?, batinnya.
"Saya Tuan Muda," ujar Ferry.
"Ferry ... sewa full Rose Restoran!! Aku akan kencan dengan Karina malam ini," perintah Arion.
Ferry kaget bukan main terlebih lagi melihat Arion meloncat-loncat kegirangan. Sungguh pemandangan yang langka. Biasanya selain marah tak ada ekspresi lain.
__ADS_1
Kemana hilangnya gunung api ini yang ada hanya anak ABG yang sedang jatuh cinta. Apakah jatuh cinta bisa merubah orang? batin Ferry.
Tapi Ferry tetap menjalankan perintahnya.
"Baik Tuan Muda," ujar Ferry. Ferry kembali setelah menelpon Manager Rose Restoran.
"Tuan muda restoran sudah dipesan. Adakah tugas lain ?" tanya Ferry
Arion mengangguk puas.
"Untuk saat ini tidak ada! Kau boleh keluar!" jawab Arion tegas.
Ferry langsung menuju ke mejanya. Sedangkan Arion menuju kamar yang ada di ruangannya. Dia mencari sesuatu di walk in closet.
"Ahh ... ini dia!!" seru Arion setelah mendapatkan yang ia cari.
"Astaga aku lupa memberitahu Karina," ucap Arion sambil menepuk dahinya. Arion segera mengirim pesan kepada Karina.
"Rose Restoran ... jam 08.00," tulisnya dan send. Tak lama terdengar dering notifikasi.
Ting.
"Baik," balas Karina.
Pukul 19.00 malam, kediaman Wijaya.
Arion menuruni tangga sembari memperbaiki kerah bajunya.
"Mau kemana kamu malam malam Ar?" tanya Maria melihat Arion memegang membawa kunci mobil.
"Mau makan malam sama Karina Ma," jawab Arion setelah sampai di anak tangga terakhir dan mencium pipi Maria.
"Ya sudah sana ... jangan malam-malam pulangnya jangan lupa sampaikan salam Mama sama Karina," ucap Maria.
"Iya ma ... kalau gitu Arion berangkat dulu yang Ma ... Assalamualaikum Ma," ucap Arion sembari mencium punggung tangan Maria.
"Waalaikumsalam ... hati- hati Ar!" pesan Maria.
Empat puluh lima menit kemudian, Arion telah berada di Rose Restoran. Ia sedang menunggu Karina. Ia tampak gelisah. Sudah 20 menit ia menunggu Karina namun Karina tak kunjung muncul.
Aihhh ... kemana dia kenapa belum juga datang ... sudah lewat jam 08.00, batin Arion.
Sementara Arion menunggu Karina. Karina sedang mengeram marah mendengar laporan bawahannya. Saat ini Ia sedang berada di markas Pedang Biru Mafia.
"Kurang ajar!! Berani sekali Rubah tua itu mencari masalah lagi dengan Pedang Biru!!Awas saja mereka," geram Karina.
"Li ikut aku kita beri pelajaran Rubah Tua itu ... kebetulan aku sudah lama tidak melihat darah berceceran!!" perintah Karina sambil mengeringai .
Li bergidik ngeri melihat atasannya.
Semoga mayat mereka tetap utuh, harap Li.
Karina mengemudikan mobilnya kencang menuju markas Blue Moon Mafia di ikuti para bawahannya. Ia lupa dengan janji makan malam dengan Arion.
Sedangkan di markas Blue Moon Mafia mereka sedang berpesta ria.
"Ahhh bagus-bagus kalian hebat dapat membantai anggota Pedang Biru walaupun sedikit!" puji Albret selaku Leader Blue Moon Mafia.
__ADS_1
"Hahaha iya Ketua pasti mereka sedang berduka. Pedang Biru kan terkenal dengan persaudaraannya yang erat," sahut salah satu bawahan.
Namun, mereka tidak tau bahwa tindakan mereka telah membangunkan darah pembunuh Leader Pedang Biru.
Tiba-tiba lampu padam yang membuat mereka bingung.
Braakkkk ....
"Kau sangat benar kawan! Dengarkan aku bunuh semua anggota Blue Moon Mafia! Balaskan denda saudara kalian. Tinggalkan yang mengaku kalah dan menyerah dan kau Rubah Tua terima malaikat mautmu!" ucap seorang wanita yang mengenakan topeng dan jubah bersulam Leader Pedang Biru. Para anggota Blue Moon kaget bukan main.
Tak lama setelah datanglah para pasukan Pedang Biru. Mereka menyerang dalam kegelapan. Blue Moon Mafia pun bingung dan ....
Dor ....
Dor ....
Dor ....
Dor ....
Syutt ....
syutt ....
Ahgggh ....
Aghhhh ....
Brukk....
Terdengar suara tembakan dan pedang beradu dengan suara kesakitan dan rintihan. Dalam sekejap para anggota Blue Moon tumbang menyisahkan Albret seorang.
"Hai siapa kau? Mengapa kau menyerang kami? Tunjukkan dirimu dasar pengecut kau!!" teriak Albret marah.
Lampu yang semula padam kembali hidup. Pesta yang meriah kini jadi ladang pembantaian.
"Hai aku sudah menunjukkan diriku ... bagaimana kau suka hadiah dariku untukmu Rubah Tua?" tanya wanita itu. Yap dia Karina.
"Kau ... kau ... siapa kau??" tanya Albret sambil menunjuk Karina. Dasar bod*h bermusuhan tapi tak tahu wajah musuhnya sendiri.
"Aku siapa ... apa kau tuli?? Sudah ku katakan aku adalah malaikat mautmu?" sinis Karina.
"Ku kira Blue Moon mafia hebat ternyata hanya segini dan kau ucapkan selamat tinggal pada dunia!!"
Dor ....
Dor ....
Karina menembak Albret tepat di jantungnya.
" Li kau urus ini aku akan pulang," perintah Karina.
"Si Queen," jawab Li.
Karina segera menuju mobilnya dan menuju rumah namun di tengah perjalanan dia teringat sesuatu.
"Sial aku kan ada janji dengan Arion!"
__ADS_1
Karina melihat jam tangannya.
"Jam 09.00. Ya sudah aku ke sana saja manatau dia masih menungguku," gumam Karina. Jujur ja merasa bersalah. Gara-gara hama kecil itu Ia melupakan janjinya.