Istri Kecilku Yang Dingin

Istri Kecilku Yang Dingin
IKYD EPISODE 172


__ADS_3

Setelah selesai melaksanakan sholat, Karina dan lainnya langsung menuju halaman. Segala yang diperlukan telah tersedia. Tinggal mengeksekusinya saja.


Kuki dibantu Chimmy sudah membuat bara api di tiga tempat untuk memasak BBQ. Mereka yang belum tahu kehadiran Blue Boys di rumah Karina takjub dan kaget. Tapi dengan segera mereka menyatu dan bekerja sama untuk menyukseskan acara malam ini. 


Gitar pun dipetikkan oleh Arion dengan paduan suara siapa saja yang mau ikut bernyanyi. Karina mah duduk santai menikmati acara dengan coklat hangatnya.


Dingin malam kalah dengan kehangatan yang tercipta saat ini. Tak ada perasaan sedih yang ada hanyalah tawa dan perasaan bahagia.


Miu menunggu dengan sabar di samping Jin yang masih fokus memanggang daging. Blue Boys sudah sama sekali tak takut dengan Miu. 


Tata ke belakang untuk melihat yeon. Kasihan yeon di kandangan di sana, padahalkan selama ini selalu dibebaskan. Tapi Tata tahu aturan dalam rumah ini. Melihat Yeon fine-fine saja dan tampaknya senang dengan peliharaan lain Karina membuat Tata menghela nafas lega.


"Miu," panggil Karina. Miu menoleh dan melihat Karina. Karina melambaikan tangannya mengkode agar Miu mendekat padanya.


"Makan ini. Aku lupa memberikannya tadi siang," ujar Karina memberikan beberapa butir pil berukuran sebesar biji kelereng pada Miu. Miu memakannya dengan cepat.


"Apa yang kau berikan Sayang?" tanya Arion menatap Karina, jemarinya tak berhenti memetik senar gitar.


"Vitamin dan obat cacing," jawab Karina.


"Oh memangnya kucing besar ini bisa cacingan juga walaupun makanannya higienis?" heran Arion.


"Hm, mana ada makhluk hidup yang bebas dari cacing. Sedikitnya pasti ada walaupun satu ekor, makanya harus dibasmi. Manusia saja dianjurkan satu tahun 2 kali," ujar Karina. Arion mengangguk.


"Astaga! Mengapa setiap kau yang masak selalu gosong Sam? Keahlian memasaknya memang buruk!" pekik Calvin kesal karena daging yang dimasak Sam gosong. Warnanya hitam pekat. Sam meringis dan tersenyum.


"Ya maaf. Ku kira tadi aku manggang ikan sama seperti waktu di air terjun kemarin," sesal Sam.


"Ikan mbahmu. Ini semua daging loh." Calvin menoyor kepala Sam masih kesal. 


Arion, Karina serta yang tahu kejadian tersebut tertawa. 


"Ku kira kau meleng lihat bidadari Sam, jika ia berarti kau menatap Agus sebagai bidadari tak bersayap."


Arion tertawa terpingkal. Agus menampilkan wajah datar tanpa emosi.


"Kau homo. Menjauh dariku!" ketus Agus.


"Enak saja, kau kali yang homo, aku normal. Aku sudah menikah dan kami sudah berhubungan. Jadi aku bukan homo!" tegas Sam menatap kesal Agus.


"Ck!" 


Agus berjalan menjauh dari Sam dan memilih mendaratkan tubuhnya duduk di samping Karina. Sam tersenyum penuh kemenangan. 


"Hei Nona Joya bergabunglah dengan kami, jangan diam saja melamun bak patung kamu," tegur Raina. Karina melihat ke arah Joya dan Darwis yang duduk agak terpisah dari bangku utama.


"Benar Joya. Kami ini saudaramu, marilah bergabung. Darwis?" ajak Karina. Darwis tersenyum dan beranjak, ikut bergabung dengan para lelaki yang asyik memanggang. 


Joya ikut beranjak dengan canggung dan duduk di hadapan Karina, hanya terpisah oleh meja saja. Karina tersenyum. Akhirnya setelah diajak dan digoda, Joya bisa tersenyum lepas dan menemukan kembali cahaya hidupnya. 


***


Pukul 21.30, semua sudah siap di meja saji. Ternyata bukan hanya memanggang daging BBQ, Karina juga menyediakan beberapa jenis ikan air tawar untuk dipanggang. Kini mereka duduk melingkar memenuhi kursi dan piring di tangan masing-masing. Ditemani oleh wine, bir serta coklat hangat, mereka menikmati hasil masakan mereka dengan bahagia. 


Tengah malamlah baru acara tersebut selesai. Masing-masing tamu yang diundang pulang ke kediaman masing-masing. Sedangkan tuan rumahnya memasuki kamar dan tertidur lelap. Para pelayan membereskan peralatan. Mereka juga mendapat bagian dalam acara BBQ tersebut.


Miu, apalagi. Baru masak satu sesi sudah datang, menggoyangkan ekor dan menjulurkan lidah. Miulah yang pertama kali menikmati hasil masakan.


***


Pagi datang menggantikan malam, karena tidur larut, kediaman Karina walaupun waktu sudah menunjukkan 08.00, kediaman itu masih sunyi senyap, tak ada tanda aktivitas yang terlihat, baik di dalam maupun di luar rumah.


Penghuninya masih beraktivitas di alam mimpi. Berselam di nyamannya pulau kapuk. Alarm yang berdering pun diabaikan dan dilemparkan ke dinding. Hanya bagi penghuni legendnya yang tak lain hanya di kamar Karina dan Enji. Bayu pun ikut molor dengan ayahnya.

__ADS_1


"Huft, berisik sekali sih!" gerutu RJ yang baru bangun. Ia yang sekamar dengan Chimmy segera mematikan alarm yang berdering dengan nada lagu india, tujde deka toye janam sanam.


"Chim bangun, sudah jam 09.00, kita harus bersiap untuk pulang," ujar RJ membangunkan Chimmy. Chimmy menggeliat dan membuka matanya pelan.


"Hm," gumam Chimmy, menyikap selimutnya. Jin masuk ke kamar mandi, Chimmy keluar kamar dan menuju kamar mandi bawah.


"Hyung bangun, sudah pagi menjelang siang. Ayo kita bersiap, nanti kita terlambat," ujar Tata membangunkan Koya yang masih lelap tertidur. Koya malah menutup telinganya dengan bantal.


"Bentar lagi V, aku masih mengantuk," sahut samar Koya.


"Hyung ayolah, atau aku tarik kamu dari tempat tidur dan menyeretmu masuk ke kamar mandi," ucap Tata tak kenal putus asa. Padahal ini sudah panggilan kelima untuk Koya bangun.


"Aih, mengapa kau ribut sekali? Kita kan naik pesawat pribadi, bukan pesawat komersial, jika terlambat pesawatnya tak akan lepas landas," kesal Koya membuka matanya sebelah dan menutup lagi.


Tata berdecak sebal. Ia beranjak dari ranjang dan menuju ujung ranjang, menyikap selimut yang menutupi kaki Koya dan menariknya. Alhasil Koya jatuh dari ranjang.


"Adik kurang asam, awas saja kau," kesal Koya berdiri dan mengusap punggung dan pinggungnya.


Tata langsung kabur menuju kamar mandi lantai bawah sekalian melihat yoen.


Akhirnya Koya bangun dan segera melihat jam. Waktu menunjukkan pukul 09. 15, dengan segera ia masuk kamar mandi dan bersiap.


***


Karina membuka matanya bangun saat merasakan ada yang menarik bajunya. Ia melihat ke arah ke bawah. Ternyata Miu yang membangunkannya.


"Ck ternyata peran ayam dan alarm telah tergantikan oleh Miu," gumam Karina bangun dan menyandarkan punggungnya pada kepala ranjang.


Arion masih terlelap. Karina segera membangunkannya.


"Ar ayo bangun, kamu lupa hari ini kamu ngantor?" Karina menggoyangkan tubuh Arion. Arion menggumam tak jelas khas bangun tidur. Setelah beberapa menit barulah ia bangun.


"Jam berapa rupanya?"tanya Arion.


"Jam 09,30," jawab Karina.


***


Sebelum menuju kantor, Karina dan Arion yang berbeda mobil diikuti oleh mobil Blue Boys di belakangnya melaju menuju bandara. Yap mereka akan melepas kepergian Blue Boys untuk kembali ke negara mereka.


Setibanya di bandara, Blue Boys saling bersalaman dan memberi pelukan untuk Arion dan Karina.


"Karina jangan lupa janjimu membuat cafe di negara kami, kalau bisa di samping gedung kami. Jadi kami tak palah susah payah menjangkaunya," ujar Koya mengingatkan.


"Sudah ku mulai pembangunannya. Jaraknya hanya beberapa meter dari gedung itu," sahut Karina.


"Jangan lupa promosikan jika sudah diresmikan," tambah Karina.


"Oke," sahut Blue Boys.


"Hyung, berkunjunglah ke negara kami, dan mampirlah ke markas kami jika hyung ada waktu," ujar RJ pada Arion dan Karina.


"Tentu saja, jika kami senggang pasti akan ke sana. Mungkin saat itu kami ke sana tidak akan berdua saja," jawab Arion mantap.


"Maksudnya nanti dengan anakmu jika sudah lahir begitu?" tanya Mang memastikan. Arion mengangguk.


"Kalau begitu kami tunggu. Ini adalah janji yang harus hyung tepati," ucap Kuki.


"Iya," sahut Arion.


"Sudah sana lekas naik," ujar Karina.


"Oh ya aku tunggu kabar dan sepak terjang kalian, sukses sekali dan bahagia selalu," tambah Karina.

__ADS_1


"Kalau itu pasti!" sahut Agus.


"Kalau begitu kami pamit," ujar Koya membungkuk diikuti keenam membernya. Karina dan Arion mengangguk.


Ketujuh orang idol itu segera menaiki tangga pesawat, mereka melambaikan tangan saat tiba di pintu pesawat. Karina dan Arion membalas lambaian tangan mereka.


"See you next time," teriak Blue Boys sebelum pintu tertutup.


"See you next time too," balas Karina dan Arion.


Perlahan, pesawat mulai bergerak menjalani landasan pacu dan akhirnya lepas landas. Karina menatap lekat pesawat dengan tulisan Pedang Biru di kedua sisi badannya. 


"Kita ke kantor?" tanya Arion.


"Ya, pekerjaanku pasti sudah menumpuk," jawab Karina. Keduanya segera memasuki mobil masing-masing menuju perusahaan masing-masing.


Sesampaimya di kantornya, Arion disambut suka cita oleh para karyawannya.


Dengan tersenyum, Arion membalas dan mengucapkan terima kasih. Arion langsung menuju ruangannya. Ternyata Ferry sudah masuk kerja yang membuat Arion mengeryit heran. 


"Mengapa kamu masuk kerja Fer? Bukankah kakimu masih sakit?" tanya Arion.


"Tak apa Tuan, jika saya berdiam diri saja saya lebih sakit nanti. Mudah-mudahan saja dengan bekerja saya bisa mengingat ingatan saya kembali," jawab Ferry.


"Ya sudah kalau begitu, kerjakan saja dulu yang ringan," ujar Arion, masuk ke dalam ruangannya diikuti  Ferry. Tak lama, Amri datang ke ruangan Arion untuk membahas tentang perusahaan selama Arion libur dan Amri yang mengantikannya.


***


"Sungguh liburan paket komplit," ujar RJ.


"Oh iya Mas Ganteng Hyung, kau kapan jadinya wamil. Kita kan gak ada kontak-kontak sama mereka selama seminggu terakhir," tanya Kuki.


Kelima member menatap RJ. RJ mengangkat bahunya tak tahu, nanti kalau sudah tiba di sana baru ditanya dan dibahas.


"Oh iya kita jadi kan konser di negara ini tahun depan?" tanya Mang.


"Aku berharap sih jadi. Kalau alasannya, salah satunya adalah Karina dan keluarganya. Seminggu bersama mereka rasanya seperti bersama keluarga sendiri," ujar Koya.


"Aku pun sama, aku ingin berjumpa dengan army negara ini sekali lagi, seperti tahun sebelumnya waktu kita konser wings tour," semangat Tata.


"Hm, kira-kira kalau kita konser lagi di sini, Karina sama Author mau datang gak ya?" tanya Chimmy.


"Kalau Karina, yang ada kalau kita konser, dia sewa full konser kita, terus kalau author, saya tak tahu. Secara Author nih cerita masih anak sekolah dan kalau mau nonton konser kita harus nyembrang pulau. Belum izin orang tua, mana cuma tinggal berdua lagi sama mamanya," jawab RJ.


"Loh tahu dari mana kamu hyung?" tanya Kuki heran.


"Gak sengaja lihat catatan Karina tentang Author," jawab RJ.


"Hm, kalau gitu pasti kalau author nonton, pasti bawa mamanya, semoga saja jadi, aku ingin bertemu dengan author nih cerita serta author lain yang menuliskan cerita tentang kita," ujar Mang.


"Dan semoga wamil Hyung tertua dan kemungkinan Agus Hyung bisa ditunda lagi," harap Koya.


"Agus Hyung mana?" tanya Jimin yang baru menyadari Agus tak bergabung dengan mereka.


"Mimpi," jawab Kuki.


"Apalagi kalau bukan ngebo, apalagi tuh kasur kualitas limited edision, wah makin lelap Suga Hyung tidur," timpal Tata.


"Hm, leader, sudah selesaikah kamu membaca bacaan yang itu?" tanya Mang.


"Baru separuh, nih aku mau lanjut baca, aku baca dulu ya," jawab Koya.


"Gue nulis lagu sajalah," ujar Chimmy.

__ADS_1


"Aku mau ngambil cemilan," ucap Kuki berdiri dan memanggil pramugari.


"Hope, ke dapur pesawat yok, lapar aku ingin masak sendiri," ajak RJ. Mang mengangguk dan segera mengikuti RJ yang lebih dulu beranjak


__ADS_2