Istri Kecilku Yang Dingin

Istri Kecilku Yang Dingin
IKYD EPISODE 42


__ADS_3

Tiga puluh menit berlalu. Namun Pak Anton belum juga muncul. Wajah Karina mulai membeku. Sepuluh menit kemudian sebuah mobil berhenti di depan mini market di mana Karina berada.


Pak Anton keluar tergesa dari mobil mendekati nonanya yang sudah dingin. Pak Anton membungkuk berulang kali.


"Maaf Nona saya terlambat," ucap takut Pak Anton. 


"Apa alasannya? Sepuluh menit tiga puluh detik kamu terlambat," tanya Karina dingin.


"Maaf Nona tadi di jalan ada seorang Nenek yang kesulitan menyebrang jalanan yang padat. Jadi saya memutuskan untuk membantunya," jawab Pak Anton takut.


"Hmm … tak masalah. Nyawa orang lebih berharga dari apapun. Kau melakukan suatu kebaikan. Tapi ingatlah tolong yang pantas ditolong. Sudah mana kunci mobilnya Pak?" ucap Karina datar.


"Ini Nona."


Pak Anton memberikan kunci mobil tipe Marcedes Benz yang dibawanya waktu ke rumah Arion.


"Ini uang untuk Bapak pulang naik taksi," ujar Karina memberikan dua lembar uang ratusan.


Pak Anton menerimanya ragu. Karina langsung menuju mobil dan melajukannya menuju perusahaan. Sesampainya di perusahaan Karina memarkirkan mobilnya di parkiran khusus CEO dan menuju lift pribadi naik ke lantai paling atas di mana ruangannya berada.


"Lila ikut ke ruanganku!" tegas Karina pada Lila setelah sampai di lantai paling atas.


Lila kaget nonanya datang. Dengan cepat ia mengekor di belakang.


"Cari tahu tentang perusahaan Argantara. Aku mau satu jam lagi sudah ada laporannya di mejaku," perintah Karina tegas.


"Baik Nona," jawab Lila keluar dari ruangan Karina.


Seperti biasa Karina mengerjakan pekerjaannya di perusahaan. Ia selalu memantau saham perusahaannya dan perusahaan di bawah perusahaannya.


Tak lupa ia melihat saham-saham perusahan lain. Ia melihat salah satu perusahaan di kota yang sama merosot.


Karina yang juga merupakan pemain saham memprediksi serta menimbang keputusannya untuk membeli saham perusahaan TE yang bergerak di bidang teknologi. 


"Padahal perusahaan bagus tapi kok sahamnya bisa menurun?" gumam Karina.


Dengan cepat Karina masuk dalam mode hacker melihat data perusahaan TE. Karina mencari alasan mengapa saham perusahaan besar itu bisa merosot drastis.


"Ini dia alasannya," seru Karina setelah mendapatkan apa yang ia cari. Ternyata penyebabnya adalah perusahaan Argantara. 


"Baru sebentar kalian sudah membuatku untung besar," ucap Karina. Karina langsung memanggil Raina.


"Beli semua saham perusahaan TE," perintah Karina.


"Baik Nona," ujar Raina. Raina tentu saja langsung setuju tak membantah sebab prediksi dan juga keputusannya nonanya itu tak pernah melesat.


"Ah … aku lupa. Cari tahu siapa pemilik kawasan apartemen XX," tambah Karina.


"Laksanakan Nona," jawab Raina segera mengerjakan tugas mereka.


Setengah jam kemudian, Raina kembali masuk ke dalam ruangan Karina.


"Nona saham perusahaan TE  telah terbeli. Sekarang TE berada di bawah kendali KS Tirta Grub," lapor Raina.


"Bagus. Bagaimana dengan yang kedua?" tanya Karina.


"Pemilik kawasan apartemen tersebut adalah perusahaan Antara milik keluarga Anggara. Kursi CEO sekarang dipegang oleh Samuel Anggara putra tunggal keluarga Anggara," terang Raina.


"Samuel Anggara? Sam?" gumam Karina.

__ADS_1


"Benar Nona. Beliau adalah sahabat karib dari suami Anda," ucap Raina.


"Baiklah. Aku mau kawasan apartemen. Kau urus semuanya," perintah Karina lagi.


"Baik Nona," jawab Raina keluar dari ruangan bersamaan dengan masukkan Lila.


"Ini semua data perusahaan Argantara Nona," ujar Lila menyerahkan berkasnya.


Karina membaca berkas-berkas yang diserahkan Lila. Karina melambaikan tangannya mengisyaratkan Lila boleh keluar. Lila menundukkan kepalanya lalu keluar tanpa suara.


"Hmm ...  Argantara ayo kita bermain sebentar."


 


Karina lalu menghankcer perusahaan Argantara. Karina menggeleng-gelengkan kepala sebentar.


"Ternyata masih ada hakku di sana. Kapan-kapan akan aku ambil," gumam Karina. 


***


Jaya Company ….


 Ferry masuk tergesa-gesa ke dalam ruangan Arion. Arion kala itu sedang mematangkan proposalnya.


"Tuan muda ada kabar terbaru dari Perusahaan TE," lapor Ferry.


"Apa itu?" tanya Arion tanpa memalingkan wajahnya dari laptop.


"Saham TE merosot drastis," jawab Ferry.


Arion mengangkat wajahnya menatap Ferry.


Arion memukul meja keras yang membuat Ferry terlonjak kaget.


"Mengapa tak bilang dari tadi. Cepat beli saham TE berapapun harganya," perintah Arion.


"Emm … maaf Tuan muda kita terlambat," ujar Ferry was-was.


"Maksudnya?" tanya Arion tak mengerti.


"Seluruh salam sudah dibeli oleh KS TIRTA GRUB sepuluh menit yang lalu," terang Ferry.


"Huft … sayang sekali. Apa yang menyebabkan saham TE menurun?" tanya Arion menghela nafas.


"Penyebabnya Argantara Company tuan muda. Dari isu yang beredar TE melakukan kesalahan fatal yang membuat Argantara membatalkan kerja sama dengan TE. Padahal proyek kerja samanya sudah setengah jalan. Selain itu Argantara juga menghasut para insvestor menarik saham yang mereka tanamkan di TE," jelas Ferry.


"Dengan begitu Argantara bisa membeli seluruh saham TE dengan harga murah. Tetapi KS Tirta Grub sudah duluan membelinya," hipotesis Arion. 


"Bisa jadi Tuan muda," ucap Ferry.


"Baiklah kau boleh keluar," ujar Arion. Ferry langsung keluar dari ruangan Arion. Di depan pintu ia bertemu dengan Sam dan Calvin dengan posisi bersiap menendang pintu.


"Ah … stop," teriak Ferry yang membuat Sam dan Calvin menurunkan kaki mereka.


"Apa Arion di dalam?" tanya Sam.


"Iya Tuan muda Samuel. Beliau ada di dalam," jawab Ferry sopan. Sam dan Calvin langsung masuk ke dalam dan mendaratkan bok*ng mereka di sofa 


"Tumben gak nendang pintu? Sakit kaki kalian ya?" tanya Arion menyindir.

__ADS_1


"Gue butuh pendapat loe, Ar," ucap Sam.


"Apaan?" tanya Arion.


"Loe tahu kan kawasan apartemen XX milik perusahaan keluarga gue mau dibeli oleh perusahaan KS Tirta Grub dengan harga fantastis," jawab Sam.


"Itukan kawasan di mana apartemen gue?" tanya Arion. Sam mengangguk. Arion mulai menimbang dan mengingat.


"Hmm … setahu gue sebagian dari proyek apartemen itu tidak selesai kan? Hanya satu blok yang selesai yaitu blok di mana apartemen Arion berada. Lebih baik loe jual saja," ucap Calvin memberi saran.


Sam berfikir sejenak mengenai saran Calvin dan menunggu saran Arion. Akhirnya selama beberapa menit mereka saling berpikir. Lima belas menit kemudian Arion mulai buka suara. Sam dan Calvin mendengarkan secara seksama saran Arion.


"Jadi menurutmu, aku jual saja kawasan apartemen itu?" tanya Sam memastikan. 


"Hmm … lagian itu kan sudah tidak berjalan. Dipertahankan pun tak ada gunanya. Jika ada yang mau membelinya bukankah itu bagus?" ujar Arion menaikan salah satu alisnya.


"Oke. Terima kasih atas sarannya. Aku kembali ke perusahaan dulu untuk menyelasaikan jual-beli serta kesepakatan harga," pamit Sam bangkit dari sofa dan berjalan keluar.


Tinggallah Calvin dan Arion di dalam. Calvin tampak seperti hendak bertanya.


"Ar apa pengajuan kerja samamu dengan KS Tirta Grub sudah disetujui?" tanya Calvin.


"Dalam tahap revisi. Besok aku akan kembali mengadakan meeting dengan perwakilan Lila dan Raina," jawab Arion.


"Raina?" gumam Calvin. Jantungnya berdebar-debar mengingat Raina. Calvin pun melamun.


"Hei … hei … Vin are you okay?" tanya Arion mengetuk-ngetuk meja kerjanya.


"Eh … I'm feeling good. Aku balik dulu ya," pamit Calvin langsung ngeloyor keluar.


"I feel you are crazy," gumam Arion.


***


Waktu menunjukkan pukul 15.00. Karina memutuskan untuk pergi ke swalayan untuk membeli kebutuhan dapur dan juga makanan ringan sekalian galon air mineral.


"Lila saya pulang duluan. Sisa berkas yang belum saya periksa kirimkan lewat email saya," ujar Karina tegas setelah sampai di depan meja Lila.


"Baik Nona," jawab Lila.  Karina langsung melangkahkan kakinya menuju lift dan turun ke parkiran khusus. Karina mengemudikan mobilnya menuju mall yang merupakan salah satu dari sekian banyak asetnya. 


Jalanan kota yang tak begitu ramai membuat waktu tempuh dari kantor ke mall tak terlalu lama. Hanya bekisar lima belas menit. Karina menikmati alunan musik piano yang terdengar dari tape mobilnya yaitu lagu "Kal Ho Na Ho".


Lirik lagu dan alunan musik terasa sangat menyentuh hati. Setiap lirik mengandung makna yang mendalam. Lagu ini mengajarkan kita untuk mensyukuri apa yang kita dapat hari ini. Kita harus membuat setiap waktu itu berarti. Karena mungkin kedepannya suasana tak seperti ini lagi. Mendengarkan lagu ini membuat Karina teringat pada Enji. 


"Aku merindukanmu Zizi," gumam Karina. Tak lama Karina pun tiba di mall.


Dengan cepat ia mengambil troli dan berbelanja kebutuhan rumah tangga. Pertama ia menuju barisan makanan pokok, yaitu beras. Di rak tersedia berbagai macam merk beras dari pabrik yang berbeda. Pilihan Karina jatuh pada beras yang dikemas oleh karung berwarna hijau seberat 10 kg.


Selanjutnya Karina mencari lauk-pauk, yaitu sayuran dan juga ikan atau daging sebagai sumber protein.


"Paha apa dada ya? Yang ini tanpa lemak atau tidak?" gumam Karina memilih daging ayam dan sapi di freezer.


"Ambil semua saja lah," final Karina yang tak mau ambil pusing. Karina mendorong trolinya menuju rak sayuran.


Karina mengambil sayuran yang berwarna hijau, tak lupa wortel untuk menjaga kesehatan matanya. 


"Huft … ternyata pekerjaan ini lebih sulit daripada membantai. Jika di rumahku kan tinggal cabut saja di halaman belakang," keluh Karina. Ternyata keluhannya itu didengar oleh seseorang di belakangnya. Entah sejak kapan orang itu muncul.


"Ternyata istri Tuan muda Arion gemar bermain dengan tanah dan cacing ya?? Uh apa jangan-jangan bahan pangan untuk cafenya berasal dari sana juga ya? Ternyata walaupun sudah jadi istri orang kaya masih terasa miskin ya?" ejek orang itu yang hanya mendengar Karina mengatakan cabut di halaman belakang.

__ADS_1


__ADS_2