
"Ibu?" kaget Lia langsung sembunyi di bawah kolong meja Karina. Tak lama seorang wanita berusia sekitar 27 tahun menghampiri meja mereka.
"Maaf Nyonya apakah Anda melihat anak perempuan lewat sini tadi? Umurnya 5 tahun, rambut dikucir dua dan memakai gaun merah muda?" tanya sopannya pada Karina.
Karina dan Arion melirik ke arah bawah. Sedangkan Bayu menyilangkan tangannya. Dari tirai meja, Lia memberi isyarat agar tidak memberitahu wanita itu yang notabenya adalah mamanya.
"Bagaimana Nyonya?" tanya wanita itu lagi. Karina memalingkan wajahnya menatap wanita itu dan menggeleng.
"Tidak," jawab singkat Karina. Wanita itu mendesah pelan.
"Kemana anak itu?" gumam wanita itu.
"Dia ada di bawah meja kami," ujar Bayu menatap meja tersenyum licik. Agaknya Bayu menyimpan dendam sebab ketenangannya diganggu. Lia menggerutu kesal. Namun, ia masih sembunyi.
"Benarkah?" tanya wanita itu memastikan. Dengan cepat ia menunduk dan menyibak taplak meja yang menutupi kolong meja. Senyum wanita itu terbit seketika menemukan Lia yang cengengesan.
"Anak nakal kamu ya…," seru wanita itu menarik Lia keluar. Karina memalingkan wajahnya ke arah lain begitu juga dengan Arion.
"Hmmph! Mama ngapin nyariin aku?" tanya Lia berusaha melepaskan diri dari wanita itu. Ia menatap Bayu kesal.
"Nyonya, Anda tahu ini?" tanya wanita itu menatap Karina meminta penjelasan. Karina menatap datar wanita itu.
"Bukan. Kakak saya tidak tahu akan hal ini," tegas Bayu melindungi Karina.
"Ah maaf kan saya Nyonya, saya salah sangka. Anak ini kabur waktu mendengar keluarga akan melakukan perjodohan," sesal wanita itu. Karina menaikkan alisnya tak peduli.
"Bukan masalah Nyonya Lestari Graham," jawab Arion tegas. Lestari menoleh ke arah Arion.
"Ah Anda … Tuan Arion Wijaya bukan? Berarti ini istri Anda? Salam kenal Tuan," sapa Lestari mengulurkan tangannya.
"Salam kenal Nyonya Lestari Graham. Saya Karina istri Arion Wijaya," balas Karina menjabat uluran tangan Lestari. Lestari hanya tersenyum kecut.
"Ah ya apa maksud Anda lari dari perjodohan?" tanya Arion penasaran.
"Hmm ini Tuan, kami berniat menjodohkan putri kecil kami ini dengan cucu kedua dari keluarga Kusuma," jelas Lestari.
"No Nama. Aku menolaknya. Lagian masih kecil sudah main jodoh-jodohan aja!" tolak Lia. Lestari mendelik menatap putrinya ini kesal. Dengan segera ia berpamitan dan menarik tangan Lia meninggalkan meja Karina dan Arion.
"Stop Mama. Aku gak mau," seru Lia memberontak. Sayang suara kecilnya hilang di terpa hingar-bingar ballroom dan musik yang mulai mengalun. Karina menatap datar kepergian Lestari. Bayu kembali duduk di pangkuan Arion.
"Ternyata perjodohan dini," sinis Karina.
"Itu sudah biasa, Sayang. Tak sedikit keluarga kaya menjodohkan putra atau putri mereka sejak dini dengan keluarga yang lebih kaya,"ucap Arion santai.
"Hmm … aku tahu," ucap Karina.
Saat ini adalah acara dansa di mana masing masing CEO akan berdansa dengan pasangan, kekasih atau istri mereka. Lagu perfect yang dipopulerkan oleh Ed Sheeran.
I found a love for me
(Kutemukan cintaku)
Darling, just dive right in and follow my lead
(Sayang, cukup selami dan ikuti aku)
Well, I found a girl, beautiful and sweet
(Ya, ku temukan seorang gadis, cantik dan manis)
Oh, I never knew you were the someone waiting for me
(Oh, ku tak pernah tahu bahwa kau menantiku)
Cause we were just kids when we fell in love
(Karena kita masih anak2 saat kita jatuh cinta)
Not knowing what it was
(Tak mengerti apa-apa)
I will not give you up this time
(Aku takkan menyerah kali ini)
But darling, just kiss me slow, your heart is all I own
(Tapi kasih, cukup kecup aku perlahan, hatimu sepenuhnya milikku)
And in your eyes, you're holding mine
(Dan dari matamu, kaulah milikku)
Satu persatu tamu undangan langsung memenuhi lantai dansa. Karina dan Arion membulatkan mata mereka melihat Calvin dan Raina ikut berdansa. Tak ketinggalan Lila dan Sam juga mengikut. Karina dan Arion saling bertatapan heran. Tak lama senyum Arion merekah.
"Bayu turun sebentar, Sayang," bisik Arion. Bayu mendengus kesal. Sudah berapa kali ia naik turun. Namun, ia tetap menurut. Arion berdiri dan mendekati Karina seraya membungkuk dan menjulurkan tangannya. Bayu duduk di kursi Arion.
"Apa?" tanya Karina heran menatap datar uluran tangan Arion.
"Berdansa. Kau pasti tak mau kalah dengan dua sahabatmu kan?" tanya Arion menaikkan alisnya.
"Oh ... Oke," jawab Karina menerima uluran tangan Arion dan segera berdiri. Arion langsung menarik Karina ke lantai dansa.
Sesampainya di lantai dansa, Arion langsung meletakkan telapak tangan kanannya di tulang belikat kiri Karina. Serta menggenggam telapak tangan kanan Karina dengam tangan kiri dan mengangkat sikunya setinggi bahu Karina.
Sedangkan Karina meletakkan tangan kirinya di bahu kanan Arion. Sedangkan telapak tangan kanannya digenggam oleh Arion.
"Kau cantik, Sayang," bisik Arion di telinga kanan Karina.
__ADS_1
"Jangan merayuku di sini. Aku ku injak kakimu," bisik Karina balik. Arion langsung menjauhkan wajahnya dari telinga Karina.
"Kamu gak asyik. Masa sikit sikit ngancam," protes Arion pelan.
"...." Karina diam tak menjawab. Karina dan Arion mulai berdansa, dansa waltz.
"Aku merasa aku pria paling beruntung sekaligus suami paling ngenes," ucap Arion pelan. Karina mengangkat alisnya tak paham atau pura-pura gak paham.
"Beruntung karena mendapatkan istri secantik dan sekuat kamu tetapi ngenes sebab selalu kamu tindas dan jahilin," lanjut Arion.
"Ohh … makanya jangan cari masalah denganku," respon Karina datar.
"...." Arion bingung harus berkata apa lagi. Lidahnya keluh. Kosakata apapun yang ia gunakan tak bisa mencairkan kedinginan hati Karina malah membuatnya sial terus. Akhirnya Arion berhenti berbicara dan fokus berdansa.
Baby, I'm dancing in the dark with you between my arms
(Kasih, aku menari dalam gelap bersamamu dipelukanku)
Barefoot on the grass, listening to our favourite song
(Tak beralas kaki di atas rumput, mendengarkan lagu kesukaan kita)
When you said you looked a mess, I whispered underneath my breath
(Saat kau bilang, kau terlihat berantakan, aku berbisik dengan pelan)
But you heard it, darling, you look perfect tonight
(Tapi dengarkan ini kasih, kau terlihat sempurna malam ini)
Well I found a woman, stronger than anyone I know
(Ya ku temukan seorang wanita, lebih tangguh dari siapapun yang ku kenal)
She shares my dreams, I hope that someday I'll share her home
(Dia wujudkan mimpi2ku, aku harap suatu saat aku kan berbagi rumah dengannya)
I found a love, to carry more than just my secrets
(Ku temukan sebuah cinta, tuk ku jaga lebih dari rahasia2ku)
To carry love, to carry children of our own
(Menjaga cinta, menjaga anak2 milik kita)
We are still kids, but we're so in love
(Kita masih anak2, tapi kita begitu mencintai)
Fighting against all odds
I know we'll be alright this time
(Aku tahu kita akan berhasil kali ini)
Darling, just hold my hand
(Kasih, genggamlah tanganku)
Be my girl, I'll be your man
(Jadilah kekasihku, aku kan jadi kekasihmu)
I see my future in your eyes
(Ku lihat masa depanku di matamu)
Mereka larut dalam suasana. Tanpa sadar Arion dan Calvin bersinggungan. Karina menatap selidik Raina. Raina malah tersenyum canggung.
"Hei Bro, ikutan juga loe," seru Calvin terus berdansa.
"Iyalah. Masak gue kalah sama loe berdua," jawab Arion terus berdansa.
"Bro … loe lihat di samping kanan loe," bisik Sam yang ikut nimbrung. Lila menjadi salah tingkah mengetahui nonanya ikut berdansa. Arion melirik ke samping kirinya. Tak jauh darinya, Ia melihat Joya menatap kesal dirinya dan Karina. Joya terlihat mengenggam erat gelas minumannya. Arion merasa bersalah sedikit. Namun suara Karina yang ikut bernyanyi dan berdansa bersamanya membuatnya mengabaikan tatapan kesal Joya dan kembali fokus pada Karina. Mereka akhirnya saling mengobrol sekaligus berdansa.
Baby, I'm dancing in the dark with you between my arms
(Kasih, aku menari dalam gelap bersamamu dipelukanku)
Barefoot on the grass, listening to our favourite song
(Tak beralas kaki di atas rumput, mendengarkan lagu kesukaan kita)
When I saw you in that dress, looking so beautiful
(Saat aku melihatmu dengan gaun itu, kau terlihat sangat cantik)
I don't deserve this, darling, you look perfect tonight
(Aku tak pantas tuk ini kasih, kau terlihat sangat sempurna malam ini)
Arion kembali melirik Joya sekilas. Namun Joya sudah tak berada di sana lagi. Arion hanya menaikkan alisnya acuh.
Baby, I'm dancing in the dark, with you between my arms
(Kasih, aku menari dalam gelap bersamamu dipelukanku)
Barefoot on the grass, listening to our favorite song
__ADS_1
(Tak beralas kaki di atas rumput, mendengarkan lagu kesukaan kita)
I have faith in what I see
(Aku punya keyakinan dengan yang ku lihat)
Now I know I have met an angel in person
(Kini ku sadar, aku bertemu bidadari berwujud manusia)
And she looks perfect
(Dan dia terlihat sempurna'
I don't deserve this
(Aku tak pantas tuk ini)
You look perfect tonight
(Kau terlihat sempurna malam ini)
.
.
.
Musik dan lagu berakhir, dansa pun berakhir. Suara tepuk tangan menggema. Calvin, Sam, Lila dan Raina tertawa bahagia. Sedangkan Arion menatap Karina bahagia. Waktu sudah menunjukkan pukul 21.00. Acara semakin meriah sebab ada yang menyumbangkan suaranya.
Selain pertemuan CEO biasa, acara ini juga bertujuan sekaligus menghimpun dana untuk membantu anak yatim atau panti asuhan, panti jompo serta korban bencana alam yang rutin di adakan setiap dua tahun sekali.
"Jadi loe berdua bukan jomblo lagi?" tanya Arion to the point pada Calvin dan Sam. Keduanya serentak menggeleng pelan.
"Masih dalam proses melepaskan status jomblo," jawab Calvin.
"Iya tuh. Entar kalo jadi, tenang semua dapat pajak jadian kok dari kita," timpal Sam. Lila dan Raina tersenyum canggung menatap Karina.
Karina menatap datar mereka dan pergi kembali ke mejanya. Arion heran dengan Karina, begitu juga Sam dan Calvin.
"Kenapa kakak ipar? Apa gue ada salah ngomong?" tanya Sam.
"Gue rasa gak ada," sahut Calvin.
"Gue tinggal dulu. Kemungkinan gue langsung balik ke kamar," ujar Arion mengejar Karina.
"Emm … kalau begitu kami permisi dulu ya Tuan Muda," pamit Raina memegang tangan kirinya gugup.
"Mau kemana?" tanya Calvin belum rela berpisah dengan Raina. Begitupun dengan Sam.
"Kami masih ada pekerjaan," jawab Lila.
"Hmm … ya sudah. Tapi kamu harus janji dulu, kita akan bertemu lagi setelah pulang dari sini," ucap Calvin menaikkan jari kelingkingnya.
"Oke," jawab Raina mengaitkan jari kelingkingnya pada jari kelingking Calvin.
"Janji kelingking," seru keduanya. Tak mau kalah Sam dan Lila juga melakukannya.
"Tunggu aku menjadi imammu," ujar Sam. Jantung Lila berdebar-debar seakan hendak copot.
"Ku tunggu dikau di pelaminan," ucap Lila pelan tersipu malu.
Calvin dan Raina saling bertatapan. Calvin tersenyum manis, Raina memalingkan wajahnya ke arah lain.
"Sam- Sam. Gaya loe langsung ngelamar, jadian aja belum," ledek Calvin.
"Biarin. Dengarkan gue Vin. Wanita butuh kepastian bukan sekedar janji. Nah gue maunya pacaran setelah halal," ucap Sam bangga. Lila semakin tersipu malu.
"Sudah. Kalian berdua bisanya hanya merayu. Ayo Lila kita pergi," ucap Raina langsung menarik Lila meninggalkan Sam dan Calvin. Sam dan Calvin malah terbengong.
"Bro, gue secara gak langsung lamar dia tadi?" tanya Sam yang tak sadar akan ucapannya tadi.
"Iya," singkat Calvin. Wajah Sam merona seketika. Calvin malah heran dengan itu.
"Kenapa loe?" tanya Calvin.
"Gak. Gue cuma seneng aja rasa gue tersalurkan," ujar Sam.
***
"Ayo kita kembali ke kamar. Lihat, Bayu sudah tertidur," ajak Karina setelah Arion tiba di mejanya. Arion melihat Bayu yang meletakkan kepalanya di atas meja dengan mata tertutup.
"Ya sudah ayo. Aku juga sudah lelah," jawab Arion menggendong Bayu yang tertidur.
"Oh ya di mana sekretarismu itu?" tanya Karina yang tak melihat Ferry. Arion mengedarkan pandangannya dan menemukan Ferry tengah berbincang dengan beberapa rekan bisnisnya.
"Sedang membahas bisnis. Sudah ayo kita pulang," ajak Arion. Karina mengangguk. Arion dan Karina segera keluar dari ballroom menuju kamar mereka. Setibanya di kamar, Arion langsung menidurkan Bayu di tengah ranjang. Sedangkan Karina melepas semua perhiasan yang menempel di tubuhnya kemudian disimpan.
Selepas itu, Karina masuk ke kamar mandi untuk bertukar pakaian tidur. Arion juga ikut berganti pakaian di samping ranjang. Tak lama, Karina keluar. Arion sudah mengganti pakaiannya dengan pakaian santai.
"Kita pulang besok pagi?" tanya Karina duduk di ranjang.
"Hmm …," jawab Arion membaringkan tubuhnya di ranjang.
"Oh …," ujar Karina ikut membaringkan tubuhnya dan mulai memejamkan mata tertidur.
Arion memiringkan badannya menatap bergantian wajah Bayu dan Karina. Seulas senyum menghiasi wajahnya.
"Andaikan Karina mencintaku dan Bayu adalah anak kami. Pasti sangat menyenangkan," gumam Arion mengecup singkat kening Bayu dan Karina. Kemudian ikut memejamkan matanya menyusul Karina dan Bayu ke alam mimpi.
__ADS_1
Waktu menunjukkan pukul 23.00. Taburan kembang api menghiasi langit sebagai akhir dari acara pertemuan CEO. Bayu merapatkan tubuhnya pada Karina mencari kehangatan. Tangan Arion berada di pinggang Karina.