
Sebelumnya mohon maaf ya kalau kurang greget😄
Karina dengan wajah datar dan dinginnya berjalan menuju ruangan Arion setelah keluar dari lift. Wajah Ferry, Sam dan Calvin terlihat jelas pucat pasi.
"Apa Arion ada di dalam??" tanya Karina mengerutkan dahinya bingung melihat wajah mereka yang pucat pasi yang mereka coba tutupi.
"Itu ... Arion ada kok Kakak ipar. Tapi sebaiknya Kakak ipar jangan masuk dulu," jawab Sam setenang mungkin agar Karina tidak curiga.
"Memangnya ada apa?" tanya selidik Karina. Matanya menatap tajam ketiganya yang membuat mereka semakin gugup dan pucat pasi.
"Tidak ada apa-apa Kakak ipar. Arion sedang ada di luar. Kakak ipar mengapa datang ke kantor ya?" ucap Sam mulai gugup. Ia mengusap tengkuknya. Bahkan ucapannya sudah berbeda.
"Ckck ... kalian pikir aku ini buta tak dapat melihat kegugupan kalian? Sudah berbohong masih saja berdalih!" sarkas Karina tajam.
"Benar Kakak ipar. Arion tak ada di dalam," ujar Calvin. Ia takut Karina masuk dan mengetahui bahwa suaminya tengah bermesraan dengan kekasih masa lalu Arion.Â
"Lalu mengapa kalian berkumpul di sini? Kalau urusan kantorkan seharusnya kau ikut!" ujar Karina datar menunjuk Ferry.
Ketiganya saling berpandangan.
"Aih ... tak ada gunanya aku bertanya pada kalian. Jika memang Arion keluar maka aku akan menunggunya di dalam," ujar Karina langsung melewati ketiganya dan masuk ke ruangan Arion.
"Jangan Kakak ipar/Nyonya muda!!" ucap Calvin dan Sam bersamaan. Namun terlambat Karina sudah masuk ke dalam ruangan Arion.
Deg ....
Betapa kagetnya Karina melihat Arion tengah memangku dan mencium mesra seorang wanita. Mereka tak menyadari kehadiran Karina. Terlihat dua kancing baju wanita itu sudah terbuka dan juga pakaian Arion yang kusut dan acak-acakan. Mereka masih asyik berciuman dan saling raba.
Tatapan kaget Karina berubah menjadi tatapan dingin dan datar. Andai saja Arion bukan suami sudah pasti Karina akan melempar wanita itu ke kamar Miu dan mungkin juga Arion akan seperti Li atau dilemparkan ke kolam ikan piranha kesayangannya. Kira-kira masih ada yang ingat sama Miu ya?
Selingkuh ya? Akan ada pertunjukan menarik!batin Karina menatap dingin pasangan itu.
Jika wanita lain mungkin sudah histeris, menangis, lari atau lebih dulu menjatuhkan apa yang mereka bawa. Tapi tidak dengan Karina. Sebenarnya di dalam hatinya belum terukir nama Arion. Salah satu alasan Karina menikah dengan Arion adalah hatinya akan menjadi sedikit lembut jika melihat air mata seorang ibu mengalir.
Tapi Karina paling benci dengan perselingkuhan dan penghianatan. Karina meletakkan bekal makan siang yang ia bawa di atas meja yang terletak tak jauh dari ia berada.
Di luar Ferry, Sam dan Calvin was-was dan menempelkan telinga mereka ke pintu untuk mendengar apa yang akan terjadi. Mereka heran kok tidak terjadi keributan.Â
Apa Kakak ipar /Nyonya muda pingsan ya, batin ketiganya.
Ia berjalan mendekati Arion dan wanita itu.
"Sepertinya kau melupakan perkataanku Arion?!" Suara Karina mengalun dingin mengagetkan Arion dan Wanita itu.
Arion sontak melepaskan ciumannya dan langsung berdiri. Gerakan tiba-tiba Arion itu membuat Wanita itu atau Joya terjatuh.
"Auh ... apa yang kau lakukan honey? Mengapa kau gugup? Apa kau malu pada seorang pengantar makanan?" tanya heran Joya bangkit dari jatuhnya dan langsung mendekati Arion. Ia mengira Karina adalah delevary online.
"Karina ini tak seperti kau kira ... aku ... aku tak sengaja," gugup Arion. Sedangkan Joya menatap kesal Karina. Ia mengaitkan tangannya pada tangan Arion.Â
"Jadi??" tanya dingin Karina menatap tajam Arion.
__ADS_1
"Aku tak sengaja. Sumpah! Aku terbawa suasana," ujar Arion melepaskan kaitan tangan Joya.
"Hmmm ...," gumam dingin Karina.
"Honey siapa ini? Mengapa kau begitu takut dan gugup?" tanya heran Joya.
"Memangnya kau siapa?" tanya balik Karina.
"Aku? Aku Joya Argantara. Putri tunggal dari Reza Argantara. Pemilik Argantara Company sekaligus kekasih tercinta Arion Wijaya," ucap sombong Joya memperkenalkan dirinya.
Joya Argantara? Kebetulan sekali aku bertemu dengan salah satu keluarga Argantara. Hmmm ... aku tak perlu bersusah payah mencari mereka. Eh ... taunya sudah di depan mata saja. Welcome my cousin. Oke let's start the game, batin Karina.
Wajah cantiknya mengukir senyum manis namun terasa berbahaya.
"Oh ... kau tak tahu mengenaiku Nona Joya?" tanya dingin Karina menatap tajam Joya.
"Sepertinya kau halu tingkat tinggi Nona," sarkas Karina.
Joya heran dengan wanita yang ia kira pengantar makanan ini berani menatap tajam dirinya. Hatinya sedikit gentar. Namun dia bukan orang yang mudah diintimidasi. Ayahnya, Reza Argantara adalah salah satu Leader Mafia yang besar. Akan sangat malu dia jika kalah dengan wanita yang menurutnya pengantar makanan ini.
"Memangnya siapa dirimu? Kau kan hanya seorang pengantar makanan mengapa begitu berani padaku?" tanya Joya geram.
"Okelah kalau begitu aku akan memperkenalkan diriku dulu. Hai Nona Joya perkenalkan namaku Karina istri sah Arion Wijaya!" ucap Karina datar dan tegas dengan menekankan kata istri.
"Whatt? Gak salah tuh?" kaget Joya. Matanya menatap Arion meminta penjelasan.
Wajar saja Joya tak tahu karena selama satu tahun belakang ini Joya melakukan pelatihan tertutup di Black Tiger Mafia yang tidak mengizinkan anggotanya menggunakan android maupun alat komunikasi lainnya selama pelatihan tertutup. Hari ini dia baru menyelesaikan pelatihannya dan langsung menuju kantor Arion tanpa melihat berita terbaru dan juga memberitahukan kedatangannya pada Arion.
"Maaf Joya. Dia memang Istriku. Kami baru menikah dua hari yang lalu. Sekarang aku minta kamu pergi dari sini," ucap tegas Arion mengusir Joya namun di hatinya ia merasa sedih karena belum puas melepaskan rindu pada Joya.
"Joya aku mohon kamu pergi dari sini! Aku gak mau istriku salah paham!" tegas Arion.
Joya menggeleng pelan. Tangannya mengepal. Matanya mulai berkaca-kaca.
"Oke. Aku pergi! Tapi kamu hutang penjelasan padaku!" ucap Joya menunjuk Arion.
"Dan kamu wanita si*lan aku akan buat perhitungan sama kamu!!" ancam Joya mengambil tasnya dan pergi meninggalkan ruangan Arion. Ferry, Sam dan Calvin yang masih menguping pun kaget saat pintu dibuka kasar. Joya menatap ketiganya kesal lantas mendengus dan pergi.
"Ada apa dengannya?" tanya Sam.
"Entahlah. Ayo kita lihat apa yang terjadi!" ajak Calvin yang diangguki Sam dan Ferry. Mereka lantas membuka sedikit pintu dan mengintip apa yang akan terjadi.
Di dalam Karina masih menatap datar Arion.
"Sampai kapan resleting celanamu terbuka?" tanya dingin Karina.
"Ah ... maaf," ucap Arion gugup.
Arion segera menaikan resleting Arion yang turun gara-gara tangan nakal Joya.
"Karina ini tak seperti kau kau kira ... aku sudah lama putus hubungan dengannya," ucap Arion setelah selesai menaikan resletingnya. Arion mencoba menjelaskan kejadian tadi pada Karina berharap Karina mau mengerti.
__ADS_1
"Lantas mengapa dia kembali?" Karina masih dalam mode dingin dan interogasi.
"Aku pun tak tahu ... aku kaget saat dia datang dan langsung menciumku," ucap Arion.
"Tapi sungguh aku tak sengaja membalasnya ... kau tahu kan aku laki-laki normal dan tak dapat menahan godaan dari Joya," jelas Arion mendekati Karina.
"Hmmm ... ternyata imanmu sangat rendah ya! Ya sudah lah lupakan saja! Kali ini aku maafkan. Tapi kalau sampai kau lakukan itu lagi maka berdoalah agar kau selamat!" tegas Karina. Ia berjalan mengambil bekal makan siang untuk Arion yang ia letakkan tadi.
"Benarkah??" tanya pasti Arion. Hatinya merasa senang. Senang karena istrinya tak marah dan kekasih masa lalunya kembali.
"Benar. Tapi sebagai peringatan kau akan mendapat hukuman dariku!" tegas Karina duduk di sofa dan menyiapkan makan siang untuk Arion. Arion ikut duduk di samping Karina.
"Hukuman? Apa?" tanya Arion takut-takut. Sebab ia masih trauma akan hukuman yang Karina pada waktu di butik yaitu harus menggunakan gaun pengantin. Sungguh malu setengah mati rasanya namun demi tujuannya tak apalah.
Karina tersenyum devil mendengar itu. Ada tempat pelampiasan kekesalan.
"Itu nanti. Sekarang ayo makan dulu. Pasti kau lapar sehabis mesra-mesraan," ucap Karina menyindir Arion. Arion menggaruk kepalanya yang tak gatal menahan malu.
"Baiklah. Kau masak apa?" tanya Arion dengan nada rayuan.
"Soto daging," jawab Karina datar.

"Soto daging? Daging apa itu?" tanya Arion penasaran.
"Kali ini daging ayam tapi jika kau selingkuh lagi akan ku buat dagingmu jadi soto. Soto daging Arion Wijaya!" jawab Karina memperagakan posisi memotong daging.
Arion meneguk ludah takut. Kalau dia jadi soto berarti dia kan harus tiada dulu.
Sedangkan di luar Ferry, Sam dan Calvin menjatuhkan rahang mereka mendengar Arion akan dijadikan soto oleh Kakak ipar dan Nyonya muda mereka. Mereka berdoa agar mereka tak pernah bermasalah dengan Karina.
Mereka kembali mengintip apa yang terjadi. Arion menyantap makan siangnya dengan tidak nafsu karena ia membayangkan bahwa dialah yang disoto oleh Karina.
"Mengapa kau lama sekali makannya? Apakah tidak enak?" tanya Karina melirik arah pintu.
"Ah ... enak kok," jawab Arion mulai makan dengan cepat.
"Apa kalian tak takut mata kalian jadi rusak gara-gara keseringan mengintip?" sinis Karina melirik tiga orang yang mengintip dari pintu.
Perlahan pintu terbuka dan menampilkan tiga orang yang disebutkan Karina yaitu Sam, Calvin dan juga Ferry. Mereka menggaruk tengkuk mereka yang tak gatal sambil nyengir kuda.
"Ketahuan deh sama Kakak ipar," ucap pelan Sam.
"Apa kalian sudah makan siang? Kalau belum ayo sini makan bareng. Masih banyak kok," ajak Karina yang membuat Arion mendelik tajam ke arah Sam, Calvin dan Ferry.
"Oke Kak aku akan makan siang …." Belum sempat Sam menyelesaikan ucapannya mulutnya sudah ditutup oleh Calvin.
"Tidak perlu Kakak ipar. Kami sudah makan tadi," jawab Calvin yang masih menutup mulut Sam.
"Emm ... emm ... emm ...." Sam hanya bisa mengatakan itu.
__ADS_1
"Oh ... baiklah." ucap Karina.
"Sampai kapan kau menutup mulutnya? Apakah tunggu dia mati baru kau lepaskan?" heran Karina melihat Sam yang mulai kehabisan nafas.