Istri Kecilku Yang Dingin

Istri Kecilku Yang Dingin
IKYD EPISODE 193


__ADS_3

Tepat pukul 09.00, acara pembukaan dan peresmian restoran Star Blue resmi dimulai. Halaman parkir restoran penuh dengan kendaraan bermotor. Di dalam restoran, juga ramai dengan tamu undangan dan wartawan yang hadir.


Di tempat yang telah disediakan, Karina, Arion, Enji, Bayu, Maria, Amri, serta Alia yang dalam gendongan Maria duduk dan menikmati acara. Mereka semua menunjukkan wajah datar berwibawa. Pakaian couple berupa batik berwarna biru, menambah kesan anggun namun mematikan. By de way, Enji pakai topeng perubah wajahnya, bisa ambyar nanti kalau wajahnya terekspos ke publik. 


Suara mc menggema, membacakan sususan acara satu demi satu. Setelah sepatah dua kata darinya sebagai pembukaan, tibalah giliran Karina menyampaikan sambutan dan potong tumpeng. Yap, pakai tradisi negara sendiri. 


Karina berdiri dan berjalan menuju panggung. Langkahnya tegas ditambah dengan wajah datar dan tatapan bak elangnya. Senyum keluarga Wijaya mulai diulas, saat Karina menarik nafas hendak berbicara.


"Selamat pagi hadirin sekalian," sapa Karina mengawali sambutannya. Karina mengedarkan pandangannya menatap para tamu undangan. Kilatan lampu flash silih berganti memotret dirinya. 


Sebenarnya, Karina malas untuk secara langsung membuka dan meresmikan cabang usahanya. Biasanya ia hanya tanda tangan tanpa harus hadir, apalagi pakai video. Karina hanya menulis surat yang dikirimkan lewat email kepada perwakilannya. Itulah kebiasaannya. 


Namun, kali ini, untuk pertama kalinya, Karina menghadiri langsung launching restorannya. Alasannya adalah memenuhi janji pada Boy Band tersebut.


"Puji syukur atas kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala nikmat dan karunia yang ia berikan kepada kita semua. Saya selaku pemilik restoran ini mengucapkan terima kasih kepada para hadirin sekalian yang telah berkenan menghadiri launching restoran saya yang sederhana ini," lanjut Karina.


Jika restoran semewah ini dibilang sederhana, bagaimana definisi mewah dan berkelasnya? Itulah batin para tamu, keluarga Wijaya juga turun membatin.


"Sultan memang berbeda ya Hyung," bisik Tata pada sang hyung ketiga tertua.


"Ya, namanya juga merendah tapi bukan rendahan," sahut Hope atau kakak ketiga atau Mang.


"Walaupun terkadang suka pamer, tapi dia yang terbaik," ucap sang member tertua, kita panggil dia mas ganteng ataupun RJ.


"Terima kasih juga kepada keluarga saya, yang selalu mendukung apapun keputusan saya. Serta terima kasih kepada seluruh staff yang terlibat dalam acara ini. Tak terlewat juga, saya ucapkan terima kasih kepada Blue Boy yang mana merekalah yang menyarankan agar saya membangun restoran di sini. Mereka berkata kepada saya, pasti akan sangat menyenangkan bisa menikmati makanan khas negara saya setiap hari." Karina memalingkan wajahnya ke arah di mana para member boy band duduk. Di sana juga terdapat perwakilan dari perusahaan entertaiment tempat Blue Boys bernaung.


Mereka berdiri dan menyapa para tamu. Kemudian duduk lagi.


"Hm, mungkin agak tidak etis, jika hanya kuliner dari negara saya, oleh sebab itu, restoran ini menyajikan kuliner dari setiap negara. Saya berharap, restoran ini dapat bekembang dengan baik sebagaimana harapan dan target yang ditentukan. Tak panjang lebar, saya Karina Stephanson Tirta  Sanjaya dengan ini meresmikan pembukaan restoran Star Blue," ucap Karina memotong pita di depannya.


Suara tepuk tangan menggema. Para tamu undangan tersenyum dengan itu. Kehormatan tersendiri bagi mereka bisa menghadiri dan bertemu langsung dengan Karina.


MC kembali bersuara. Meminta dengan hormat agar keluarga Wijaya dan Bangtan Boys naik ke atas panggung bergabung dengan Karina. 


Yang disebutkan namanya segera naik. Arion mengambil tempat di samping Karina.


"Ayo potong tumpengnya," ujar Arion berbisik.


Karina mengambil pisau.


"Aku potong bersama," ajak Karina.


"Aku ikut?" tanya Arion tertegun.


"Tentu, kau suamiku," jawab Karina. Arion mengangguk dan segera menimpakan tangannya menggenggam tangan Karina yang memegang pisau. 


Mereka berdua mulai memotong bagian puncak tumpeng.


Karina dan Arion saling menyuapi bersamaan sebagai suapan pertama. Dilanjutkan dengan memberikan suapan berikutnya kepada keluarga Wijaya dan Blue Boys.


"Selamat ya Sayang, sukses selalu untuk kalian berdua, doa Mama dan Papa selalu menyertai kalian," ucap Amri, tersenyum cerah.


"Thanks Pa," jawab Karina dan Arion.


"Kak, Ayah minta istri," bisik Bayu pada Karina saat Karina menunduk menyuapinya.


Karina mengeryit, tak lama kemudian tersenyum tipis.


"Akhirnya aku bisa makan gratis setiap hari," celetuk Kuki dengan senyuman leganya. 


"Enak saja gratis, kalau kau tak bayar, bersiaplah jadi tukang cuci piring," ketus Karina mendelik tajam pada Kuki atau Cooky. Kuki ngenyir dan terkekeh.


Setelah menyuapi mereka, Karina kembali mengambil satu sendok tumpeng dan mengangkatnya ke depan. Diikuti oleh angkatan gelas minum para tamu yang berupa jus dan minuman alkohol berkadar rendah.


"Silahkan nikmati acara selanjutnya dan sajian yang telah disediakan. Enjoy dan Happy. Thank you very much," ucap Karina tegas.


Tepuk tangan sekali lagi kembali menggema. Karina dan lainnya segera meninggalkan panggung kembali ke tempat duduk masing-masing, kecuali Blue Boys yang berjalan menuju belakang untuk bersiap tampil.


"Acara selanjutnya adalah sesi hiburan, kepada Blue Boys, waktu dan tempat kami persilahkan," ucap MC. Di awal acara tadi, boy band tersebut membuka penampilan mereka dengan membawakan lagu yang ditujukan untuk para haters mereka. 


Dan sekarang mereka akan membawakan single mereka yang terbar. Musik mulai bergema. Mereka membawakan lagu dan dance mereka dengan semangat. Para tamu menikmati itu, ada yang ikut bernyanyi adapula yang ikut menari, walaupun hanya sekedar menggerakkan kaki dan tangan. 

__ADS_1


Ada juga yang mengambil hidangan dan menyapa serta mengobrol dengan keluarga Wijaya.


Acara ini juga disiarankan secara live di telivisi dan juga live streaming. 


Terakhir acara ditutup dengan penampilan kembali dari Blue Boys. Dua single dibawakan bersamaan. 


Pukul 12.00, acara selesai. Para tamu mulai meninggalkan restoran. Kini hanya tersisa staff Blue Boys dan artisnya tentunya serta Karina dan keluarga Wijaya, staff Karina juga masih tinggal, membereskan kembali restoran setelah acara.


"Kalian okey?" tanya Karina datar melihat para member Blue Boys berbaring di lantai yang beralaskan permadani.


"Yes, kami okey," sahut sang leader atau Koya bangkit dan duduk bersandar pada dinding. 


"Penampilan yang perfect," puji Arion. 


"Thanks, sudah kewajiban kami melakukan dan memberikan yang terbaik bagi rekan bisnis kami dan juga para penggemar kami," sahut Agus.


"Ya itu adalah tugas utama kalian," timpal Karina.


"Aku boleh tanya?" Member keempat tertua itu mengangkat tangannya.


"Apa?" tanya balik Karina.


"Mengapa namanya Star Blue?" tanyanya.


"Star artinya bintang, dan blue adalah Biru, itu adalah nama anak kami nantinya. Namanya cocok baik untuk anak perempuan maupun lelaki," jelas Arion merangkul pinggang Karina.


"Oh, jadi kamu hamil anak kembar?" terka Kuki.


"Yap, 100 buat kamu," puji Karina.


"Dan hari ini satu tahun hari pernikahan kami," imbuh Arion. Mata para member membulat. Tak lama mereka bersorak dan berseru bahagia. Mendoakan agar mahligai pernikahan Karina dan Arion langgeng sampai mau memanggil.


"Bagaimana jika kita jalan-jalan ke pantai?" saran Agus.


"Apa kalian tak lelah setelah tampil?" tanya Enji yang langsung nimbrung dengan nada khawatir. Bayu bermain bersama Alia, Amri dan Maria. 


Serentak, para member menggeleng. Mereka bebas setelah tampil hari ini. Siapa lagi pelaku di belakang hal itu selain Karina.


"Oh, oke," sahut para member memberi hormat.


Selepas hal itu, Karina dan Arion mengajak Enji, Bayu, Maria, dan Amri untuk kembali ke mansion. Mempersiapkan barang untuk kepulangan mereka.


Sedangkan Blue Boys menuju lift dan naik ke lantai 3. Setibanya di lantai 3, Mang menempelkan kartu pada scan pintu ruangan. 


Ketujuh member segera masuk dan melemparkan tubuh mereka ke atas ranjang ataupun sofa lebar yang tersedia di dalam ruangan. Sang leader menyetel alarm sebelum tidur.


***


Setibanya di kamar, Karina langsung melemparkan tubuhnya ke atas ranjang. Arion menggeleng pelan melihat Karina yang menutup matanya, entah tidur atau hanya memejamkan mata.


Arion berdiri di depan cermin dan membuka satu demi satu kancing kemeja batiknya. Menyisahkan single putih yang terlihat ketat di tubuhnya. Menampilkan otot-otot tubuhnya yang menonjol.


Dengan langkah lebar, Arion mendekati Karina. Seutas senyum ia perlihatkan. Perlahan, Arion menyikap baju Karina, memperlihat perut Karina yang sudah menonjol dan membesar. Arion mengusap lembut perut Karina. 


Karina sepertinya telah tertidur, Arion menatap penuh lembut dan kasih sayang pada Karina.


Arion berdoa dalam hati, mendoakan yang terbaik bagi anak mereka yang belum lahir. 


"Star Blue, Mama dan Papa tak sabar menantikan kelahiran kalian berdua. Papa sudah tak sabar mendengar suara tawa, tangis dan rengekan kalian. Tak sabar menantikan kalian belajar bicara, merangkak dan berjalan. Lima bulan rasanya terlalu lama, tapi itu sudah ketentuannya," ucap Arion pelan, wajahnya kini berada dekat dengan perut Karina. Mengecup perut Karina dengan penuh cinta.


Yap, Bintang dan Biru, nama yang mereka pilih untuk nama kedua anak mereka. Untuk nama lengkapnya, setelah lahir nanti baru diumumkan.


Em, aku bisa gak ya jenguk mereka? Tapi, takut Karina nolak, ck malah kepingin lagi, gimana ya? Masa' solo sih? batin Arion. Entah mengapa hari ini ia merasa ingin berhubungan dengan Karina. Mungkin ini efek dari satu tahun pernikahan mereka.


"Coba saja deh, mana tahu saja dia mau,"gumam Arion. Memanggil dan membangunkan Karina. Karina hanya menggumam tak jelas dan enggan membuka mata.


Tak kurang akal, Arion menundukkan wajahnya dan menghujami perut Karina dengan ciuman, sesekali Arion mengeluarkan lidahnya dan menyapu permukaan kulit bagian perut. Gerakannya teratur, sukses membuat Karina menggeliat geli dan tersentak. Ia duduk dan menatap kesal Arion. 


Arion hanya menaikkan kedua alisnya, memasang wajah tak bersalah. 


Karina menundukkan wajahnya melihat perutnya. Terlihat perutnya basah dengan air liur Arion serta bekas kecupan.

__ADS_1


"Kenapa? Kamu mau berhubungan denganku?" tanya Karina, langsung menebak pada intinya.


"Hm, sudah lama kita tak melakukannya. Aku ingin, sekalian jenguk mereka," sahut Arion, tersenyum menggoda pada Karina. Karina mendatarkan wajahnya.


"Tidak mau!" ucap tegas Karina.


"Lah? Ayolah, beribadah sunah dulu, lagipula kan itu tak dilarang, jadi gak akan membahayakan mereka, asalkan kita tetap main santai dan taat pada aturannya," bujuk Arion.


"Ayolah," tambah Arion.


"Gak mau Ar. Aku lelah loh, terus nanti kamu kan sudah puasa beberapa bulan. Pasti gak cukup sekali. Gak mau ah. Main solo saja sana di kamar mandi, aku mau lanjut tidur," tolak Karina tegas. Ia malah kembali membaringkan tubuhnya.


Wajah Arion menjadi sendu. Ia memutar otak agar tujuannya tersampaikan.


Apa takut kepentuk ya? Aish, masa' harus nunggung sampai Karina lahiran dan lepas masa nifasnya? pikir Arion.


Dengan senyum tipis, ia malah mendekatkan wajahnya pada Karina. Dan cup. Tanpa permisi, Arion mencium bibir Karina. Karina membulatkan matanya. Arion malah memperdalam ciumannya.


Nih orang yang gak sanggup nahan lagi apa? Kalau aku iyain, bisa tunda kepulangan nanti, kalau enggak, pasti ngerengek terus, ini saja sudah main sosor, batin Karina.


Dengan menggunakan tenaganya, Karina mendorong Arion. Sayangnya, karena kebanyakan tenaga, Arion terjungkal dan jatuh ke lantai. Karina terkejut dan menahan tawanya melihat Arion meringis seraya mengusap pinggung.


"Kamu mah tega gak mau ngasih jatah. Puasa juga ada waktu bukanya Yang," keluh Arion, tak marah, malah mengeluh dan merengek.


"Lagian kamu curi kesempatan," sahut Karina datar.


"Dosa tahu nolak suami," cetus Arion, berdiri dan membuka celana panjangnya.


"Kamu mau ngapain? Awasnya kamu macam-macam!" Karina menatap tajam Arion dan menggapai tasnya.


Arion cuek. Kini ia hanya memakai celana boxer dan single. 


Arion melirik Karina seraya berjalan menuju lemari mengambil handuk kimono.


Dan berjalan melenggang masuk ke kamar mandi.


"Lebih baik solo daripada digigit singa," celetuk Arion, saat menutup pintu. Karina termenung dan mengerjap. Sudut hatinya merasa iba dan jujur saja ia juga ingin menyatu dengan Arion.  Hah, Karina menghela nafas panjang dan berpikir. 


Tiga puluh menit kemudian, Arion keluar kamar mandi dengan rambut basahnya. Dadanya ia biarkan terbuka sebagian. Membuat Karina menelan ludah. Arion menangkap reaksi tersebut, ia tersenyum menggoda Karina.


"Tadi nolak, habis aku lega baru kamu mau?" ledek Arion. Karina mendatarkan wajahnya. Karina lantas berdiri dari ranjang dan berjalan mendekati Karina. Menyenggol bahu Arion.


"Konsultasi dulu ke dokter, jika aman, bisa lah satu kali, tapi gak lebih dari itu," ucap Karina, lanjut masuk kamar mandi.


Arion tertegun, tak lama ia berdecak sebal.


Huft! Tahu gitu aku tahan dulu tadi, kesal Arion, pada dirinya sendiri.


***


NB. Mohon maaf readers atas perubahan beberapa nama, diantaranya adalah nama para member boy band asal korea selatan tersebut. Akan tetapi, namanya masih merujuk ataupun berhubungan dengan mereka kok, gak bakalan melenceng. Yaitu:



Untuk sang leader ataupun Kim Nam Joon namanya disini adalah sang leader, atau Koya, jadi jangan bingungnya jika saya menulis nama mereka bergantian.


Untuk Kim Seok Jin, nama disini adalah Kakak pertama, atau RJ.


Untuk member tertua kedua, kakak kedua atau Agus.


Untuk member ketiga tertua yaitu J-Hope, kakak ketiga atau Hope or Mang.


Untuk Park Jimin, namanya adalah kakak keempat atau Mochi, atau Chimmy.


Untuk Kim Taehyung, namanya adalah Tata.


Untuk Jungkook, namanya adalah Kuki, atau golden maknae.



Sekian. Semoga paham.

__ADS_1


__ADS_2