
Waktu menunjukkan pukul 08.00, akan tetapi matahari masih enggan naik dan bersinar. Hujan mengguyur kota dengan derasnya dari subuh hingga sekarang.
Udara dingin sangat terasa. Akan tetapi jalanan kota dan aktivitas penghuninya tak pernah padam. Hujan bukanlah halangan bagi mereka.
Di kediamannya Karina merasakan kehangatan bersama dengan suami, adik, Bayu dan para member boy band itu tentunya.
Selepas sarapan, mereka berkumpul ruang tengah. Karina dan Arion mendengarkan anggota keluarga lainnya saling mengobrol dan melempar canda.
Karina hanya menanggapinya sesekali. Ia dan Arion duduk dengan saling bersandar bahu.
"Mengapa hujan lama sekali redanya?" keluh Kuki
"Tunggu saja. Mungkin para mahkluk hidup selain manusia membutuhkan air yang banyak, lihat itu, daun-daun pohon itu bergoyang dan terlihat sangat segar. Nyaman sekali dipandang," tutur Enji.
"Mau ke mana kamu setelah hujan reda?" tanya RJ seraya meraih bungkus cemilan baru.
"Aku mau jalan-jalan ke pusat kota, sekalian food hunting dan shopping," jawab Kuki.
"Aku ikut," ucap Chimmy.
"Leader hyung, apa sih yang kamu lihat di sana? Kau membuat story atau mempost foto?" tanya penasaran Tata menunjuk handphone Koya yang berada dalam genggaman pemiliknya.
"No, no that," jawab Koya.
"Kau melanjutkan membaca yang kau tangguhkan di perpustakaan kemarin?" terka Karina.
Koya mengangguk. Ia kembali tenggelam dalam bacaannya.
"Bayu kamu tidak pergi sekolah?" tanya heran Agus yang baru menyadari hal itu. Bayu yang berada dalam pelukan sang Ayah menggeleng.
"Kamu bolos? Anak kecil yang baik loh bolos, ini adalah masa golden kamu, jadi jangan malas," ujar Mang.
"No uncle. I'm not absent but saya masuk siang, pukul 13.00 nanti," jelas Bayu.
"Oh." Mang dan Agus mengangguk.
"Ar, kita ke rumah sakit sore nanti," ucap Karina mengingatkan.
"Iya Sayang, aku ingat," sahut Arion.
"Loh Arion Hyung mau ngapain ke rumah sakit?" tanya Tata penasaran.
"Besok kan aku akan operasi mata, tentu saja harus ke rumah sakit. Cek ini itu lagi, sama cek kondisi sang pendonor," jawab Arion.
"Kami boleh ikut?" Chimmy menunjukkan wajah penuh harap. Diikuti kelima member lainnya. Karina dan Arion mengeryit.
"Mau ngapain? Mau buat heboh rumah sakit dengan kedatangan bintang dunia?" selidik Karina menatap Chimmy.
"Bukan begitu, kami kan bisa pakai masker dan topi. Kami mau memberi semangat pada Arion Hyung, masa' tidak boleh," tutur Chimmy Arion tersenyum.
"Biarlah Sayang, lagian kan setahuku ruang inapku nanti sangat luas," ucap Arion.
"Hm asal tak buat gaduh tak apa," final Karina.
"Hore!" seru senang mereka kecuali Koya.
Ia malah menutup telinga, hanya melirik sekilas.
Setengah jam kemudian, hujan mulai mereda. Semua member minus Koya merasa senang. Dengan segera keenam orang itu keluar rumah dan bermain di halaman. Pelangi tergambar di langit sebagai hasil pembiasan cahaya setelah hujan.
Bayu dan Enji malah menuju kamar. Karina dan Arion juga ke kamar mereka, untuk mempersiapkan keperluan untuk di rumah sakit.
Koya mengakhiri bacaannya dengan menghela nafas dan menyimpan handphonenya. Ia menoleh kanan-kiri mencari ke mana member dan tuan rumah pergi. Sebab sekarang tinggal dia sendiri di ruang tengah.
Koya menajamkan pendengarannya, ia mendengar suara berisik dari arah halaman. Dengan segera ia berdiri. Baru satu langkah ia berjalan, dikejutkan dengan Miu yang datang dengan bulu basahnya. Ya Miu habis mandi hujan. Disusul oleh Naina.
Miu menggeram menatap datar Koya. Koya mengerjap dan membalasnya dengan wajah datang juga. Ia berpose seperti pose pada photo album Black Swan.
"Miu ayo mandi, lihat lantainya basah dan kotor. Nona akan marah nanti. Ayo cepat ke belakang, sebelum Nona menggantungmu," titah Naina tegas. Miu menoleh ke arah Naina, dan melihat ke belakang. Cap kaki yang berwarna coklat memang tercetak di lantai biru yang ia lalui.
Dengan segera ia lari menuju belakang untuk mandi dan membersihkan diri. Naina tersenyum dan menatap Koya yang menghela nafas lega. Tanpa sengaja tatapan mereka bertemu. Naina memiringkan kepalanya, tak lama ia terkekeh pelan.
"Mengapa kamu terkekeh?" tanya heran Koya. Biasanya model seperti Naina ini histeris dan berkata I Love You atau seletingannya.
"Tak apa, hanya lucu saja melihat ekspresimu tadi," jawab Naina segera berlalu menyusul Miu.
__ADS_1
"Aneh. Ternyata satu rumah aneh semua," gumam Koya segera melangkahkan kakinya menuju halaman.
"Astaga?!" Koya schok dengan apa yang ia lihat. Keenam anggotanya bak anak kecil yang bermain setelah hujan. Mereka berbaring di rumput dan menatap langit yang masih terdapat bias pelangi.
Baju mereka kotor, Koya yakin, pasti mereka habis guling sana guling sini. Untung saja rumput di halaman tebal bak di lapangan bola.
"Leader hyung, mari gabung," ajak Kuki yang melihat Koya berjalan menghampiri mereka.
"Kalian seperti cacing, apa kalian habis latihan militer kah?" tanya Koya menggelengkan kepalanya.
"Tidak! Kami habis saling dorong-dorongan dan jatuh, setelah itu kami berguling, rasanya seru sekali. Ayo cobalah Hyung," ajak Chimmy.
"Hm," gumam Koya.
***
Setelah puas bermain di halaman, ketujuh member menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Sesuai keinginan Kuki, mereka akan jalan-jalan di kota hari ini. Menikmati dan menyusuri keindahan kota S. Dengan setelan pribadi mereka, ketujuh member menuruni tangga. Di bawah Karina, Arion, Bayu dan Enji juga telah bersiap. Enji membawa sebuah tas sandang yang berisi keperluan Arion. Sedangkan Karina, mah gampang.
"Berangkat?" tanya Karina.
"Kuy," sahut setuju mereka.
Kesebelas orang itu segera menuju garasi. Mereka menggunakan mobil yang kemarin mereka gunakan. Enji dan Bayu satu mobil dengan Karina dan Arion, menaiki mardeces benz. Untuk dua mobil lain, mereka tukar posisi, Agus dan Chimmylah yang naik lamborghini. Koya dan Kuki bergabung menaiki alphard.
"Hati-hatilah dalam menggerakkan tangan kalian," ucap Koya.
"Okey hyung. Kami bukan dirimu yang tangan ajaib," sahut Chimmy tertawa.
"Hmm," gumam Koya.
Jika sudah merasakan apa yang aku dan Kuki rasakan, kita lihat apakah kalian masih bisa berbicara begitu, batin Koya.
***
Satu persatu mobil melaju meninggalkan kediaman Karina. Melaju membelah jalanan menuju pusat kota. Sport pertama yang mereka tuju adalah cafe. Karena sebentar lagi jam makan siang.
Karina menyuruh Enji untuk menuju Love Cafe. Sekalian mengecek cafe serta kantor Arion.
Setibanya di parkiran, para pengunjung cafe melemparkan pandangan mereka dan menatap lekat ketiga mobil mewah yang berbaris berjajar.
Karina turun diikuti Arion, Bayu dan Enji. Enji memakai masker. Blue Boys ikut turun. Masker dan topi mereka gunakan. Kacamata juga bertengger pada wajah Arion, Karina dan Bayu, sudah pasti.
Mereka segera melangkahkan kaki mereka memasuki cafe. Pegawai Karina langsung membungkuk hormat. Siska salah satunya. Ia bersiap menghadap Karina untuk memberitahu keinginannya dan pegawai Arion langsung menyapa Presdir dan Nyonya Presdir mereka.
Mereka sangat berduka cita akibat insiden kecelakaan yang menimpa dua orang penting perusahaan mereka.
Karina dan Arion menanggapi hal itu dengan tersenyum dan mengucapkan terima kasih. Ruangan VVIP di lantai dua yang memang sangat khusus, Karina pilih untuk tempat makan siang.
Hanya ada tiga ruang VVIP, yang paling besar adalah yang Karina dan anggotanya masukin. Jendela kaca yang transparan dari tempat mereka namun gelap dari luar membuat mereka tanpa sadar ikut menyatu dengan keramaian di lantai bawah.
Mereka segera mengambil tempat masing-masing dan nyaman tentunya. Tak lama, pelayan segera masuk dan memberikan buku menu. Karina tanpa melihat langsung menyebutkan apa yang mau ia dan Arion santap.
Setelah semua member menyebutkan pesanan mereka, pelayan tersebut juga mencatatnya, ia segera keluar.
"Nashi goreng sungguh menggugah seleraku," ujar Kuki.
"Kamu apapun masuk," sarkas Karina tersenyum tipis.
"Batu dengan kayu saja yang tidak," timpal Bayu.
"Terserah. Yang penting saya happy," sahut Kuki tersenyum manis.
"Kak, setelah ini aku langsung mengantar Bayu ya," ujar Enji.
"Iya. Jangan sampai telat nanti Bayu. Bawalah lamborghini itu," ujar Karina.
"Oke," sahut Enji.
"Lantas kami bagaimana? Mau naik mobil mana?" tanya Agus bingung.
"Sama kami, kamu yang nyetir," jawab Karina.
Tak menunggu waktu lama, beberapa pelayan masuk dengan membawa nampan berisi makan siang sang Bos dan orangnya. Mereka sempat kaget dan berbinar dengan kehadiran ketujuh member idol terkenal itu. Tapi segera bersikap formal, namun dalam berharap sang bos memperbolehkan mereka berselfie dengan boyband yang memiliki nama fans Pulple itu.
__ADS_1
"Bayu pimpin doa Sayang," pinta Karina.
Bayu mengangguk dan segera menyatukan kedua tangannya memimpin doa.
"Sebelum makan, ada baiknya kita berdoa berdasarkan agama dan kepercayaan kita masing-masing. Doa dimulai," ucap tegas Bayu.
Setelah selesai berdoa, mereka mengucapkan selamat makan dan segera menyantap makan siang di hadapan mereka. Tak sampai lima belas menit, semua makanan di meja kecuali desert berpindah tempat.
"Ini makan siang tercepat yang aku lalui," ujar Koya.
"Benar. Biasanya kita butuh waktu lebih dari ini untuk makan saja," tambah Tata.
"Ya jelaslah, kan kita makan dalam keheningan. Tak ada yang bicara selagi makan, makanya cepat," ujar Enji.
"Hm makan itu diam, jangan banyak bicara. Jika tak suka, tinggalkan saja. Jangan dicaci atau dicela, diberi saran agar lebih baik boleh," ucap Karina.
"Siapa yang bilang makanan ini tidak enak? Semuanya lezat. Nona, kau buat cafe saja di negara kami. Agar kami bisa memesan makanan atau makan di sana. Bentuknya memang luar negeri tapi rasanya oriental khas negara ini," ujar Kuki.
"Jika ku bangun di sana, pasti kau minta gratisan nanti, yang ada bangkrut aku bukan untung malah buntung," sungut Karina.
Semua member terkekeh kecuali Kuki yang mencembikkan bibirnya. Arion menggelengkan kepalanya. Istrinya memang perhitungan jika mode mata hijaunya datang.
"Terkadang cover bukan penentu rasa dan penilaian. Makanan barat rasa endemik. Muka melow hati buaya. Orang bule, jiwa negara ini," ucap Bayu.
"Stop puitis Bayu. Gih berangkat kamu. Sudah jam 12.30," ucap Karina. Bayu menatap Karina.
"Ayo nanti telat. Kamu bisa dihukum nanti," ajak Bayu.
"Kalau telat siapa yang berani hukum aku? Kan pemilik sekolah itu Kak Karina," sahut Bayu, tapi tetap menurut. Enji menyerahkan tas Arion pada Karina, Karina berikan itu pada RJ.
"Jika kau telat karena kesalahanmu, jangan harap aku memberimu hak istimewa. Salah ya salah benar ya benar. Denganku tak ada benar disalahkan, salah dibenarkan. Jika kau salah dan minta dibela, maka hukumanmu akan bertambah dua kali lipat, jelas?" terang Karina tegas menatap tajam Bayu. Seraya menengguk ludah, Bayu mengangguk. Bukan hanya Bayu, ketujuh member juga menengguk ludah ngeri.
Seram, tak pandang bulu, batin ketujuhnya saling tatap.
Bayu dan Enji segera pamit. Tak lupa minta kunci mobil pada Agus. Keduanya segera keluar dengan gaya cool mereka. Tinggallah Karina, Arion dan ketujuh member.
"Tapi aku rasa kamu harus mempertimbangkan saran Kuki. Kamu tahukan bagaimana negara kami. Kamu bisa membaca peluang di sana bukan? Tenang akan kami promosikan. Pasti akan laku keras, apalagi menu cafe ini lezat semua," ucap Koya mengutarakan pemikirannya.
Karina tampak berpikir. Tak lama ia mengangguk setuju.
"Tapi biaya promosinya gratis ya," pinta Karina.
Ketujuh member itu menjatuhkan rahang mereka. Astaga, untuk sekali syuting iklan saja mereka dibayar ratusan juta hingga milyaran, dan ini seorang CEO dari perusahaan besar dunia meminta gratis?
Hello Nona, kau tak akan kismis gara-gara kehilangan biaya untuk iklan. Orang lepas satu masuk dua. Kau tengah berada di puncak kejayaan. Semoga kau tetap jaya sampai kau menutup mata nanti.
Arion malah tertawa mendengar permintaan Karina.
"Jangan begitu, apa kata agensi kami nantinya?" ujar RJ.
"Memang apa yang akan orang itu katakan? Palingan juga iya," sahut santai Karina.
"Wah kalau begitu kami yang akan dipecat dari sana," terang Agus.
"Gampang, tinggal masuk ke perusahaan entertaimentku. KS Entertaiment. Kan KS Tirta Grub multi bidang." Karina menaik turunkan alisnya.
"Tidak! Kami sudah terlalu nyaman di agensi kami. Dari sanalah kami mengukir karier hingga seperti sekarang. Masa' habis manis sepah dibuang. Apa kata dunia nantinya," tolak Koya tegas.
Hal itu diangguki mantap keenam member lainnya. Karina diam, tak lama bertepuk tangan dan tersenyum.
"Aku tak serius. Jika itu memang keinginan kalian untuk aku membuka cafe di sana, baiklah. Akan aku bangun. Tapi tanggung jawab promosi ada di tangan kalian, masalah pembayaran kita bagi keuntungan 50:50. Untung kita nikmati bersama, rugi aku tanggung sendiri, bagaimana?" tawar Karina.
Koya sebagai ketua meminta saran dan pendapat membernya.
"Kalau begitu kami akan diskusikan dulu nanti dengan manajer kami, selama kami berkarier, baru pertama kali mendengar penawaran seperti ini. Bagi hasil," ujar Koya.
Karina mengangguk. Mereka bersiap untuk keluar ruangan dan melanjutkan perjalanan mereka. Namun, sebelum itu Siska lebih dulu masuk dan membungkuk hormat di hadapan Karina.
"Ada apa Sis?" tanya Karina.
"Bos, saya ingin izin selama dua hari untuk pergi ke negara F," ucap Siska.
"Ferry sudah sadarkan?" tanya Arion.
"Anda belum tahu Tuan?" heran Siska. Arion dan Karina menggeleng.
__ADS_1
Siska segera menceritakan semua yang ia dengar dari Wulan. Karina dan Arion terlihat menghela nafas panjang. Tak menyangka kondisi Ferry jadi seperti itu.
Karina dengan senyumnya mengizinkan Siska cuti untuk pergi ke sana. Tak lupa Karina dan Arion titip salam untuk Ferry dan keluarga.