
Selesai Ketua Kelas memberi Pengumuman, semua siswa dan siswi segera beranjak ke kamar mereka masing-masing.
Tiara menggandeng Ranti dan membantunya untuk berjalan, Ranti yang melihat sikap Tiara hanya bisa tersenyum dan senang melihat sahabatnya begitu perhatian.
Tiara, kamu tenang saja, aku sudah baikan, bahkan, sudah tak merasa sakit sama sekali, aku hanya mau ganti baju dan minum teh panas, ujar Ranti.
Sudah, gak apa-apa, kamu tenang saja, aku ambilkan teh untukmu, kata Tiara.
DING... DING
* Tuan silahkan check in
" Oke Rose CHECK IN "
* Selamat Tuan anda mendapatkan, update Aplikasi Mata Dewa yang akan terintegrasi dengan kaca mata Quantum.
[ Dengan mensinkronkan aplikasi mata Dewa dengan Kacamata Quantum, akan membuat, Kekuatan Mata Semesta, akan lebih fokus dan akurat, ketika tuan ingin melihat objek yang jauh. Sedangkan fungsi kaca mata anda mendapat peningkatan dari segi keakuratan GPS dan tampilan gambar, yang akan di rekam ]
* Dengan adanya kejadian dengan terpaksa, Rose mengaktifkan sistem otomatis menampilkan status lawan bicara anda yang baru Anda kenal atau temui, dan akan memberikan notifikasi waspada dan secara otomatis Armor Tuan akan terpasang di balik baju luar anda hingga leher.
* maaf Tuan, atas keputusan Rose yang mengintervensi kehendak tuan, Tapi ini demi keselamatan Tuan.
* Dengan adanya tampilan status orang lain secara otomatis, makan akan menjaga tuan dari tindakan jahat orang lain.
* Jika Tuan ijinkan, Mind Ruler juga akan otomatis bekerja ketika ada indikasi yang mengancam keselamatan Tuan.
" Sudah cukup Rose, Mind Ruler akan terlalu kejam, cukup tampilan status dan Armor saja yang otomatis.
* Baik Tuan, anda memang orang baik. puji Rose
* Sebelum Tuan istirahat, Rose ingatkan besok malam waktu yang tepat bagi Anda untuk naik level dan Tahap.
" Baik Rose, akan saya lakukan"
Ranti melihat ke ranjang sebelah ternyata Tiara sudah terlelap dengan handphone masih di tangannya, Ranti merapikan selimut Tiara dan meletakkan handphone nya di nakas.
Dalam sekejap mata Ranti sudah terpejam dan terlelap, sementara Ranti masih terlelap, Rose meregenerasi semua jaringan tubuh Ranti dan mengamankan jaringan-jaringan vital Ranti.
Rose sangat tidak ingin Ranti mengalami hal-hal yang tak terduga, seperti di lokasi hutan wisata.
Rose tidak ingin kebaikan hati Ranti di manfaatkan orang lain, makanya dia mengupdate dan mengintegrasikan seluruh kekuatan Ranti, kecuali Mind Ruler yang memang memiliki efek hukuman yang kejam.
* Maafkan aku Tuan sudah bertindak tanpa perintahmu, monolog Rose.
Ranti tidak mengetahui bahwa Ranti adalah penentu keberlangsungan eksistensi Rose yang memaksa untuk meneruskan sistem kekayaan dan pencipta sistem.
Rose meminta kesempatan terakhir dengan menerapkan kebajikan dalam sistem kekayaan, yang Rose berikan kepada Ranti.
Berbeda dengan pendahulu Ranti yang tidak di wajibkan menerapkan kebajikan, 99% menjadi orang yang tamak dan cenderung lebih jahat dari iblis.
Rose sangat bersyukur bisa menemukan Ranti, biasanya pemilik sistem setelah 3 bulan mendapatkan kekayaan yang melebihi kekayaan suatu wilayah, kecenderungan Tamak sudah mulai terlihat, dan ketika kekayaannya setara dengan orang-orang terkaya di negaranya maka Tamak dan serakah sudah tumbuh subur, ketika kekayaannya melebihi orang terkaya di negaranya, maka hati iblis sudah menguasai nya.
Berbeda dengan Ranti, 6 bulan sudah di berikan Sistem Kekayaan, tapi pola dan gaya hidup hanya mengalami perubahan dalam penampilan sehari-hari, tapi hatinya masih manusiawi dan cara berpikir masih dalam ambang batas manusiawi, artinya hukuman tanpa ampun masih terlihat wajar.
Pencipta Sistem juga menaruh harapan besar kepada Ranti, hingga beberapa kekuatan tertinggi sudah di berikan, seperti Mind Ruler, aplikasi Mata Dewa dan Mata Semesta.
Ruang Dimensi Ranti sengaja di ciptakan sang pencipta Sistem dengan 10 % kekuatannya, hal ini tidak pernah terjadi sepanjang sejarah.
Begitu juga dengan Mata Semesta, sepanjang sejarah, manusia di seluruh semesta yang di berikan Cincin Ruang hanyalah Tingkat Surgawi, itupun terjadi 100 juta tahun lalu. selebihnya hanya tingkat Perunggu dan tingkat Emas.
Pemegang cincin ruang tingkat Berlian hanya 2 orang, tingkat Emas 3 orang, sisahnya tingkat Perunggu.
Tapi Ranti berbeda, lagi-lagi sang pencipta Sistem, membuat sebuah Cincin Semesta yang sepanjang sejarah hanya berada dalam legenda para sistem.
Jika Ranti menginjak umur 100 Tahun, maka Dunia ini akan ada perubahan yang besar.
Sambil bermonolog, perbaikan dan penyempurnaan jaringan tubuh Ranti terus berjalan, pori-pori Ranti, diperbaharui agar lebih responsif ketika membuang semua zat-zat negatif dalam tubuhnya, dan terakhir jaringan otak diperkuat agar tidak mudah lelah dan memperlancar asupan gizi bagi otak.
Waktu sudah menunjukkan 03.00 wib, akhirnya pekerjaan Rose selesai.
__ADS_1
Rose mengecek kembali hasil yang dia buat, ternyata ada bagian yang membuat Rose kagum, " Jauh di kedalaman memori otak Ranti tersimpan kerinduan akan orangtuanya dan suami istri yang mengasuhnya, serta kasih sayang orang-orang terdekatnya.
Pantas saja Pencipta Sistem memberikan beberapa kekuatan yang besar. Karena Pencipta Sistem sudah melihatnya.
Tepat jam 06.00 WIB, Ranti terbangun dan segera mandi dan berganti pakaian, dia melihat Tiara masih terlelap.
* Selamat Pagi Tuan, Bank Mandiri Pusat Jakarta, tadi malam menggelar rapat darurat, perihal permohonan penarikan seluruh dana anda di bank tersebut.
" Apa tindakan ku terlalu kejam atau bagaimana ?
* Tindakan masih dalam tahap wajar, Tuan mengajarkan mereka agar jangan memandang dan menilai orang dari materi.
" Berarti aku tak perlu mengampuni mereka bukan ?
* Itu hak tuan untuk memberi keputusan, tapi menurut Rose, hukumlah orang yang menyakiti Tuan, dan berikan kesempatan pada instansi itu, apalagi Bank tersebut milik pemerintah.
* Rose sudah menyelidiki satpam itu, dan ternyata dia memiliki sikap yang angkuh dan juga memiliki riwayat tindakan KDRT, dan sedang proses gugatan cerai dari istrinya.
* Hanya itu saran Rose, keputusan nya tergantung tuan.
" Bagaimana kehidupan istri satpam itu Rose ?
* Kehidupan istri satpam itu sangat baik dan juga mapan karena dia memiliki usaha sendiri, semua harta benda adalah milik istri satpam itu. jawab Rose
" Baiklah, Aku akan menghukum pihak Bank dengan memberikan sumbangan untuk Panti Asuhan Charity senilai 10 milyar. Bagaimana menurut mu Rose?
* Tuan sangat hebat memilih hukuman, Rose setuju.
" Tolong hubungi Bank Mandiri pusat di Jakarta agar menelpon saya 15 menit lagi.
* Baik Tuan*
Ketika jam sudah menunjukkan pukul 07.00 WIB, Ranti membangunkan Tiara.
Tiara kaget melihat Ranti yang sudah berganti pakaian, namun dia terlihat sedih melihat Ranti yang sedang mengobati luka di lengannya.
Tiara tidak tahu kalau itu hanya akting Ranti saja, ditambah lagi Ranti berpura-pura meringis.
" Sudah gak apa-apa, mending kamu mandi, nanti kita terlambat untuk sarapan, perintah Ranti
' Baiklah, Jawab Tiara singkat.
* Tuan silahkan check in*
" Oke Rose CHECK IN "
* Selamat Tuan anda mendapatkan, Earphone Quantum Dual Mode, ( Mode Normal dan Mode Super ). Dan otomatis tersinkronisasi dengan seluruh gadget anda dan Drone. Hadiah sudah berada di Cincin Semesta.
[ Normal berfungsi mendengar dan berbicara saat menerima telepon atau mendengarkan music. Mode Super, memiliki kemampuan mendengar pembicaraan orang lain lebih dari 500 -1000 meter dengan menggunakan aplikasi Mata Dewa.]
" Terimakasih Rose"
Baru saja selesai check in, Handphone Ranti berdering, Ranti melihatnya nomor tak di kenal dari area Jakarta, namun tetap dia menerimanya,
" Halo, ini dengan siapa ? tanya Ranti
' Selamat pagi Nona Ranti, Perkenalkan nama saya Marwansyah Presiden Direktur Bank Mandiri Indonesia, saya mendapatkan nomor anda dari pesan asisten anda.
" Selamat pagi juga Tuan Marwansyah, Apa yang di katakan asisten saya hingga anda menelpon saya.
" Beliau hanya berpesan agar saya menelpon anda, 15 menit setelah membaca pesannya, kata Marwansyah.
" Baiklah, Saya jelaskan kenapa anda di minta menghubungi saya sekarang, mengingat Bank yang anda pimpin adalah bank milik pemerintah dan memiliki kinerja yang cukup baik maka saya membatalkan penarikan dana saya, Dengan 3 syarat :
Segera Pecat Satpam dan Customer Service, yang berada dalam rekaman cctv.
Pihak Bank wajib menyumbang sebesar 10 milyar ke Panti Asuhan Charity dan anda sendiri yang menyerahkan sumbangan tersebut, paling lambat besok Pagi sesuai permohonan surat penarikan dana saya, jika lewat dari waktu tersebut, maka proses penarikan dana saya segera di lakukan.
__ADS_1
Melihat ketulusan Kepala Bank mandiri pusat Surabaya meminta maaf kepada saya tanpa peduli harga dirinya maka, saya merekomendasikan agar dia di naikkan jabatannya sebagai salah satu Direktur di kantor Pusat.
" Bagaimana ? apakah 3 syarat saya terlalu sulit dan menyulitkan Anda Tuan Presiden Direktur, tanya Ranti menekan.
Presiden Direktur terlihat bahagia mendengar persyaratan yang di ajukan Ranti, pertama pemecatan satpam dan Customer Service yang dimaksud sudah di bahas. Kedua jangankan 10 milyar 25 milyar juga tidak memberatkan apalagi dana itu untuk Panti. Ketiga, kebetulan per 1 Februari salah satu Direktur sudah memasuki masa Pensiun. batin Marwansyah
" Terimakasih Nona, atas kemurahan hati dan kepercayaan anda terhadap Bank kami, semua ketiga persyaratan anda akan saya penuhi, syarat butir pertama dan kedua akan di selesaikan tepat waktu, untuk butir saya mohon maaf karena berlakunya kenaikan jabatan Kepala Cabang Pusat Surabaya di mulai tanggal 1 Februari tahun depan, namun surat persetujuan kenaikan pangkat besok siang sudah selesai, bagaimana Nona Ranti.
" Baiklah, besok tunjukkan kepada saya Dokumen tersebut, Dan saya tunggu anda dan 3 orang pilihan anda bersama Kepala Cabang Pusat Surabaya untuk makan Siang bersama apa anda setuju ?
" Saya terima undangan anda dengan segenap hati, tapi bolehkah saya mengajak istri saya Nona ? tanya Marwansyah
" Jika tidak bermasalah dengan aturan di kantor anda dan istri anda tidak keberatan silahkan tidak masalah. jawab Ranti.
Tiara melihat Ranti yang sudah menutup telpon nya, dia segera mengajak Ranti untuk menuju ke restoran di penginapan itu.
Ketika mereka berdua sampai di restoran, terlihat semua teman teman sekelas Ranti dan Tiara sudah berkumpul dengan membawa semua perlengkapan mereka.
Ranti dan Tiara juga sudah membawa perlengkapan mereka, karena mereka setelah dari Pantai Parigi akan langsung kembali ke Surabaya.
Silahkan pesan sarapan sesuai selera masing-masing, jangan ada yang sungkan, kata Ranti
Selesai sarapan mereka langsung bergegas menuju bus yang akan membawa mereka ke Pantai Parigi.
Di pantai Parigi, teman-teman Ranti pada bergembira, mereka bermain air dan berfoto, sedangkan Tiara tak mau meninggalkan Ranti sendirian lagi, dia takut terjadi peristiwa seperti tadi malam.
Tiara ayo kita jalan ke pinggir sana, aku ingin menangkap udang dan kepiting kecil, ajak Ranti
" Tapi di pinggir saja ya, tawar Tiara
' Ia aku juga, gak mau lukanya kena basah, jawab Ranti
Akhirnya Tiara mengikuti Ranti yang sangat ingin mencari udang dan kepiting kecil.
Inilah hal yang paling membuat Ranti bahagia jika ke pantai, dia hanya ingin mencari kedua hewan itu, atau juga kerang.
Ranti dan Tiara menyusuri pantai hingga sampai di gugusan karang, Ranti yang menghindar terkena ombak tiba-tiba kakinya menginjak benda yang cukup keras namun agak licin.
Setelah ombak tidak lagi menerjangnya, Ranti mencoba mengambil apa yang berada di bawah kakinya dan ternyata benda itu adalah kerang mutiara.
Terdapat 2 berukuran besar dan sekitar 10 yang berukuran sedang. Tiara yang sibuk berfoto hingga membuatnya tidak melihat Ranti menyimpan kerang-kerang tersebut ke Cincin Semesta
Ranti, bagaimana apakah kamu sudah menangkap udang dan kepiting, jika sudah ketua kelas sudah mengajak kita pulang. tanya Tiara
" Sudah ayo .. balas Ranti
Walau ada insiden dalam acara jalan-jalan mereka sekelas tapi di akhir acara ada kesenangan yang mereka dapatkan.
Kini mereka sudah menuju kembali ke Surabaya waktu sudah menunjukkan pukul 16.00 WIB, Ranti membawa botol air mineral yang berisi beberapa ekor udang dan kepiting.
Dengan menempuh perjalanan hampir empat jam akhirnya Ranti dan rombongannya tiba di sekolah.
Setelah semua teman-temannya turun , Ranti mendekati supir bus itu Daan memberikan amplop berisi uang 2,5 juta sebagai tips pribadi.
Maaf Nona tadi ketua panitia sudah memberikan saya tips, jadi saya tidak bisa menerima nya, kata Supir Bus.
"Anda sangat jujur Pak, terimalah jangan menolak rezeki, ini ikhlas dari pribadi saya untuk bapak. terimakasih sudah membawa kami pergi dan pulang dengan selamat. Ranti segera turun meninggalkan supir bus yang hanya bisa tersenyum dan bahagia.
Ranti di jemput oleh keempat kakaknya, sedangkan Tiara oleh ayah dan ibunya, dan setelah Ketua Kelas memberi beberapa kata, akhirnya dia menutup kegiatan mereka.
Setelah semua bubar dan meninggalkan pelataran sekolah, Ranti dan keempat kakaknya juga segera pulang dan seperti biasa, pertanyaan demi pertanyaan di lontarkan keempat kakaknya apalagi Tiara melaporkan bahwa Ranti terjatuh hingga membuatnya lecet.
Bontot apa kita mampir RS sekarang untuk memeriksa tangan dan kaki mu? kata Mercy yang penuh kekuatiran
Tidak usah, hanya luka lecet saja dan dokter mengatakan bahwa hanya luka luar saja. kata Ranti
Tidak bisa besok harus di Rontgen, jangan sampai ada tulang kamu yang retak, perintah Mercy
__ADS_1
Kakak tidak mungkin dokter disana tidak mengetahui jika ada bagian tulang ku yang retak, kata Ranti yang bahagia melihat kakaknya begitu mengkuatirkan kesehatan Ranti.
Perlakuan seperti ini yang membuat Ranti begitu menyayangi mereka.