
Sore hari, Ranti sudah bersiap untuk berangkat ke Merak, Salma juga sudah tidak lagi merengek, dia hanya berpesan agar Ranti jangan lupa istirahat dan makan.
Ranti sangat bahagia dengan perubahan Salma, berbeda dengan Armando yang memang sudah paham dengan kesibukkan Ranti.
Ranti ke garasi dan memasukkan mobil Koenigsegg Trevita miliknya ke Cincin Semesta, kemudian dia berangkat ke Bandara, dengan mobil Mercedes Benz GLE Class.
Setelah mendapatkan posisi yang bagus, Ranti segera menghentikan waktu sejenak dan langsung mengaktifkan Armor Ultimate Transparan Mode Stealth dan terbang menuju Merak.
Dan menunggu lama dia sudah sampai di udara dan terbang santai dan rendah, dia menikmati sore hari dari atas udara.
Tiba-tiba dia berpikir untuk mampir ke keluarga Januar di Sleman, tak membuang waktu banyak Ranti melesat bak pesawat tempur dan tiba di jalan dekat Ranti menemukan keluarga itu.
Dengan mengendarai mobil Mercedes Benz GLE Class dia menuju rumah yang dia belikan untuk keluarga itu.
Tepat selesai Maghrib dia sudah berada di depan rumah keluarga itu, dan terlihat semua kendaraan mereka terparkir cantik di depan rumah, dan itu berarti mereka ada di rumah.
Setelah memarkir mobilnya di luar pagar, Ranti masuk dan mengetuk pintu.
Ketika Febiola membuka pintu, matanya terbelalak melihat Ranti sudah berdiri tegak di depannya.
" Ayah, Bunda, kakak Nona Ranti datang", teriak Febiola kegirangan.
" Maaf Nona Ranti, mari masuk, aku terlalu bahagia melihat Nona Ranti datang", ucap Febiola.
" Tidak apa-apa, bagaimana keadaan kamu? tanya Ranti.
" Baik-baik saja, dan tinggal tunggu waktu masuk kuliah, sama dengan kakakku Juni", ucap Febiola.
" Selamat malam dan selamat datang lagi Nona Ranti", ucap Pak Januar.
" Selamat malam juga, maaf saya mampir tanpa menelpon terlebih dahulu", ucap Ranti.
" Tidak apa-apa Nona Ranti, kami memang selalu di rumah, apalagi usahanya juga hanya di samping rumah dan ada asisten yang mengurusnya", ucap pak Januar.
" Bagaimana perkembangan tokonya? tanya Ranti.
" Sangat maju, kami bekerjasama dengan warung-warung kecil dan memberikan mereka barang terlebih dahulu, seminggu baru bayar, tanpa ada bunga atau yang lainnya, dan hingga saat ini sudah ada 150 warung kecil yang berlangganan, jadi lumayan, namun tetap kami menerapkan aturan yang ketat, jika mereka gagal bayar tentunya fasilitas bayar kemudian kami tarik", ucap Juni menyambung obrolan.
" Itu bagus, jangan sampai mereka meremehkan kebaikan hati kalian", jawab Ranti.
" Benar Nona, kami tetap memberlakukan pembatasan, jika melebih batas, maka mereka harus bayar tunai barang lebih tersebut", lanjut Juni berbicara.
" Teknik pemasaran yang bagus, walau beresiko, tapi langkah kalian cukup bagus, dan tujuannya juga mulia", ucap Ranti.
Mereka berbincang-bincang hingga hampir jam 9 malam dan toko grosir pak Januar juga sudah tutup.
Ranti berpamitan dengan mereka, terlihat wajah sendu Juni dan Febiola, bagaimana tidak, mereka sangat merindukan Ranti, bahkan mereka sendiri menjalani hidup dengan berbagi dengan para orang miskin, warung-warung usaha yang berlangganan dengan mereka, semuanya berasal dari keluarga tidak mampu, namun sejak di beri modal usaha, kini 150 keluarga miskin itu sudah mulai ada kemajuan.
Laporan dari Aplikasi Mata Dewa, tentang cara hidup dari Juni dan Febiola, sungguh membuat Ranti bangga.
" Juni, Febiola, aku tahu yang kalian lakukan, tetaplah seperti itu, berbagi dengan sesama manusia akan membuat hidup kita berarti, tentunya kita harus teliti dan cermat agar bantuan kita tidak di sia-siakan oleh mereka", ucap Ranti.
" Baik Nona, kami juga membatasi mereka hingga 1 tahun, setelah itu, biarkan mereka berjalan sendiri agar bisa mandiri", ucap Juni.
" Bagus itu, saya setuju dengan pemikiran kalian ucap Ranti.
" Ambil uang ini, pakailah untuk berbagi", ucap Ranti sambil memberikan cek senilai 50 milyar.
" Terimakasih Nona Ranti, tapi kami masih memiliki uang untuk berbagi", ucap Febiola.
" Tidak apa-apa, uang itu untuk masa depan kalian, jadi gunakan uang ini saja untuk berbagi dan jangan di tolak", ucap Ranti.
" Baiklah Nona Ranti, kami hanya ingin membalas kebaikan Nona Ranti dengan mengikuti anda berbagi", ucap mereka.
" Saya sangat bangga dengan kalian, tetaplah hidup sederhana", ucap Ranti.
" Hati-hati di jalan Nona Ranti, tolong jangan lupakan kami", ucap Juni dan Febiola.
" Saya tidak akan melupakan keluarga kalian, karena kalian adalah temanku, kapan-kapan mainlah ke Surabaya", ucap Ranti.
" Pasti Nona Ranti, Sabtu Minggu depan Ulang Tahun saya Nona Ranti, mohon jika ada waktu, tolong anda datang", ucap Febiola.
" Pasti saya datang, terimakasih sudah mengundang saya", ucap Ranti.
Dengan santai Ranti berbalik arah, kearah jalan semula dan lanjut terbang menuju Merak.
Sementara di kios Aisyah, terlihat suasana sibuk, karena mempersiapkan makanan untuk acara peresmian pembangunan sarana dan prasarana di sekolah Aisyah.
Aisyah berpikir bahwa kakaknya Ranti akan datang besok pagi, padahal Ranti sedang terbang santai menuju ke tempatnya.
" Ayah, Bunda, tadi paket dari kakakku Ranti apa isinya? tanya Aisyah.
" Baju dan sepatu untuk dipakai besok, juga tas serta 1 set perhiasan, Bibi Lomban kamu itu, sampai tidak bisa berkata-kata, karena batangnya sangat mahal, sepatu ayah saja, harganya 75 juta, apalagi yang lain", ucap Pak Antara.
" berarti besok ayah dan bunda akan sangat terlihat cantik dan ganteng", ucap Aisyah.
__ADS_1
" Bisa aja kamu", ucap ayahnya Aisyah.
Tanpa mereka sadari, ternyata Ranti sudah duduk manis gerai KFC Aisyah di pelabuhan.
Para pelayan terkejut melihat mobil Ranti parkir di tempat khusus milik Aisyah.
" Selamat datang Nona Muda, Nona Muda Aisyah sedang membantu nyonya besar, untuk catering besok, kami juga telah di pesan 1000 paket untuk besok hari", ucap Supervisor Gerai KFC Aisyah.
" Baguslah, tolong kamu hitung berapa jumlah yang akan adikku bayar", ucap Ranti.
" 30 juta Nona Muda, ucap supervisor itu.
" Ambilah ini untuk pembayaran pesanan adikku, sisanya 20 juta, kamu bagi secara adik untuk seluruh karyawan", ucap Ranti.
" Terimakasih Nona Muda, kami bersyukur bisa bekerja disini, Nona Muda Aisyah dan nona Nuril sangat memperhatikan kami", Ucap supervisor itu.
" Bersyukurlah dan buatlah adikku bahagia, hanya itu yang saya minta dari kalian, hatinya sangat baik tapi jangan di sakiti", tegas Ranti.
" Benar Nona Muda, 3 hari lalu, Nona Muda Aisyah menghajar 5 preman yang mencoba memeras kami, padahal saat mereka minta makan, Nona Muda Aisyah sudah memberikannya, tapi mereka minta uang setoran 5 juta tiap bulannya", ucap supervisor itu.
" Saya sudah tahu, itulah makanya saya katakan, jangan coba-coba menyakiti hati adikku", ucap Ranti.
" oh iya Nona Muda, apa kami ke kios Nyonya Besar, memanggil Nona Muda Aisyah", ucap supervisor itu.
" Tidak usah, sebentar lagi saya kesana", ucap Ranti, yang sedang menikmati Ayam Goreng nya.
Para karyawan sangat kagum melihat kasih sayang yang Ranti berikan untuk Aisyah.
Mereka semua tahu, Aisyah hanyalah adik angkat Ranti, karena Aisyah memang bercerita kepada mereka.
" Saya janjikan kepada kalian, jika kalian mampu bertahan bekerja selama 3 tahun, aku akan memberikan bonus sebesar 1 milyar buat kalian, dan jika bertahan hingga 5 tahun, saya tambahkan 1,5 milyar lagi, dan jika hingga 7 tahun, maka hadiahnya adalah 1 unit rumah", ucap Ranti
" Dengan catatan, kinerja harus bagus, sedangkan yang bertahan hingga 10 tahun, saya berikan 5 milyar, untuk kalian pensiun, hitung saja berapa hadiah yang akan saya berikan, jika kalian setia bekerja disini. Dsn cukup hanya 10 tahun, kalian saya berhentikan", ucap Ranti.
" Terimakasih Nona Muda, gaji saat ini saja kami sudah bersyukur, apalagi, Nona Muda sudah memberikan kami seorang motor inventaris", ucap para pelayan itu.
" Semoga kalian betah dan hari tua kalian terjamin, percayalah bahwa kalian disini akan baik-baik saja, tapi jika kalian berbuat kesalahan fatal, maka hukumannya kalian keluar dari sini, dan jangan berharap bisa bekerja di KFC Indonesia dan seluruh perusahaan saya serta perusahaan yang bekerjasama dengan saya", apa kalian mengerti ! tegas Ranti.
" Kami mengerti Nona Muda, kami bahkan tambah semangat dengan hadiah yang ada di depan yang bisa membuat hidup kami terjamin", ucap mereka.
" Jawaban yang bagus", ucap Ranti dan beranjak dari kursinya.
Namun saat mau melangkah, Aisyah tiba-tiba datang dan langsung berteriak memanggil Ranti.
" Kakak, kapan datangnya, kok gak bilang-bilang mau datang mau datang malam ini", ucap Aisyah dengan suaranya yang menggema.
" Abisnya kakak selalu datang tanpa bilang-bilang, Aisyah taunya kakak datang besok pagi", ucap Aisyah sambil memeluk orang yang selalu dia rindukan.
" Kalian semua juga jahat, kakakku datang tapi kalian tidak ada yang datang atau WA memberitahukan kedatangan orang paling aku rindukan, bulan ini kalian tidak akan dapat bonus dariku", ucap Aisyah.
" Sudah-sudah, bukan mereka yang salah, kakak yang tak mengijinkan mereka melapor kepadamu, jangan ngambek lagi dong", ucap Ranti.
" Hehehehe, hanya bercanda, masa Aisyah tega, tidak memberikan mereka bonus", ucap Aisyah.
" Terimakasih ya sudah melayani kakakku dengan baik", ucap Aisyah.
" Sama-sama Nona Muda, kakak anda adalah orang yang kami hormati sama seperti anda Nona Muda", ucap mereka.
" Syukurlah kalau begitu, ya sudah kami mau ke Kios, kalian kembali bekerja, jangan lupa buatkan kentang goreng dan ayam seperti biasa buat Paman menjaga gerai kita", ucap Aisyah.
" Kami tidak akan lupa", ucap Supervisor Gerai KFC Aisyah.
Setelah Aisyah dan Ranti meninggalkan Gerai KFC nya, para pelayan tersenyum bahagia.
" Teman-teman semuanya, ingatlah pesan Nona Muda Ranti, mari kita bekerja dengan penuh ketulusan hati, Nona Muda Ranti, Aisyah dan Nona Nuril, serta Nyonya besar sangat menghargai kita, kita habiskan 10 tahun kedepan dengan baik dan selalu jujur dalam bekerja", ucap Supervisor Gerai KFC Aisyah.
" Baik Bu, kami juga bersyukur, ibu selalu membimbing kami", ucap para pelayan.
" Kita adalah Tim Kerja, jabatan hanya di atas kertas saja, tapi kita semua sama, aku akan Baik pada mereka yang pantas aku baikin, sebaiknya kalian tahu sendirilah", ujar supervisor itu.
" Nona Muda Aisyah, sungguh beruntung mendapatkan kakak angkat yang sangat kaya, dan juga sangat baik hati", ucap mereka.
" Itulah takdir, lihatlah kita juga, belum apa-apa sudah di bekali dengan motor dan di janjikan dapat hadiah besar saat kita melewati tahapan-tahapan yang di berikan Nona Muda Ranti", ucap Supervisor.
" Umur saya baru 20 tahun, berarti saya akan selesai disini saat umur 30 tahun, masih ada waktu untuk membuka usaha saat dapat hadiah dari Nona Muda", ucap salah seorang pelayan.
" Bawa dengan santai saja, maka 10 tahun kita bekerja tidak akan terasa", ucap Supervisor Gerai KFC Aisyah.
Sementara itu, di kios Aisyah, tak heboh, bagiamana tidak, Aisyah kembali ke kios bersama dengan Ranti.
" Astaga, Nak Ranti datang selalu diam-diam", ucap Bu Antara.
" Kalau saya bilang mau datang, pasti adikku ini tidak akan tenang menungguku datang, jadi lebih baik datang diam-diam", ucap Ranti yang sontak membuat Bu Antara dan suaminya beserta Nino dan istrinya tergelak tawa.
" Kakak, jangan bilang itu dong, kan Aisyah jadi malu", ucap Aisyah yang menggandeng lengan Ranti.
__ADS_1
" Dasar manja, sudah besar masih seperti ini", ucap Ranti.
" Hehehehe biarin aja, Minggu kemarin saja, kak Robin kakak Ipar Tiara datang aku manja-manja saja dengan mereka berdua", ucap Aisyah santai.
" Kak Robin cerita, katanya dia mampir ke sini, saat dia dan Tiara ke Jakarta", ucap Ranti.
" Ia nak Ranti, sampai Paman dan Bibi serta nona Tiara saja bingung dengan kelakuan Aisyah, apalagi nak Robin juga tidak melarangnya", ucap Bu Antara.
" Kak Robin memang seperti itu bi, dia jarang akrab dengan siapapun, makanya saya dan Aisyah sangat dia sayangi, Tiara juga seperti itu, jadi biarkan saja, kak Robin adalah laki-laki baik dan penyayang", ucap Ranti membanggakan kakaknya Robin.
" Tapi herannya, Nona Tiara tidak rasa cemburu", ucap Istrinya Nino.
" Tiara, sangat kenal dengan sifat Robin, begitu sebaliknya, kak Robin sangat tidak suka dekat dengan perempuan sembarangan, perempuan yang bisa menyentuhnya, tidak lebih dari 10 orang, kecuali pegang tangan saat salaman berkenalan atau jumpa kawan sekolah, lagian kak Robin tidak pernah keluyuran kalau bukan ke teman akrabnya, itupun pasti dengan Tiara", ucap Ranti.
" Pantasan, Nona Tiara terlihat malah bahagia, melihat Aisyah yang memeluk Robin", ucap Istrinya Nino.
" Hehehehe aku juga kayak gitu kalau lagi ketemu dengan kak Robin", ucap Ranti dengan bahagianya.
" Kami di undang saat nanti mereka menikah tahun depan", lanjut istrinya Nino.
" Datanglah, nanti pesawat Jet Pribadi saya datang Jemput bandara Soekarno-Hatta", ucap Ranti.
" Terimakasih Nona Ranti, ucap Nino.
" Sama-sama, kalian adalah Keluarga saya dan kak Robin, apalagi Aisyah adalah adik kesayangan kami", ucap Ranti.
" Kak, jalan-jalan Yuk, biar hanya keliling kota sebentar", ucap Aisyah.
" Ya sudah, apa mau bawa mobil kamu atau mobil kakak? ucap Ranti.
" Mobil aku saja kak", jawab Aisyah.
" Terus bagaimana dengan cowok sombong di sekolah kamu", tanya Ranti.
" Biarkan saja, besok juga pasti dia akan malu sendiri", ucap Aisyah.
" ya sudah ayo kita jalan-jalan sebentar", ucap Ranti sambil berpamitan.
Kedua orangtua serta paman dan bibinya Aisyah tersenyum bahagia, melihat Ranti yang sangat memanjakan Aisyah.
" Kakak Ipar, lihatlah Asiyah Kita, kalau tidak Nona Ranti, dia terlihat begitu hebat, apalagi dia sudah jadi bos besar, tapi giliran kakaknya datang, kembali lagi seperti bocah", ucap istrinya Nino.
" Biatkan saja dia menikmati kebahagiaannya, Nak Robin saja begitu menyayanginya, apalagi nak Ranti", sambung Pak Antara.
" Saya sebagai bibinya juga bahagia, melihat Aisyah saat ini, minimal derajat keluarga kita telah terangkat", lanjut istrinya Nino berbicara.
" Ia dek, Diman juga sudah banyak perubahan, kami juga bahagia melihatnya", ucap pak Antara.
" Terimakasih kak Ipar", ucap Nino.
Dengan mengendarai Koenigsegg Gemera, Ranti dan Aisyah membelah jalanan Cilegon.
Mereka berdua mampir di alun-alun Krakatau Steel, kehadiran mereka membuat orang-orang yang nongkrong berdecak kagum dengan mobil mewah milik Aisyah.
" wow, Koenigsegg Gemera, ternyata di Cilegon ada juga yang memiliki mob mewah ini", ucap seorang anak muda yang nongkrong bareng temennya.
Mereka lebih terkejut saat melihat Ranti dan Aisyah turun dari mobilnya.
" Astaga, ternyata yang turun adalah 2 gadis cantik", ujar mereka.
" Maaf Nona, apa boleh kami berfoto di mobil kalian", tanya mereka.
" Silahkan saja, tapi tolong jangan sampai catnya baret", ucap Aisyah.
" Bu tolong buatkan Siomay, 2 Porsi dan keduanya pakai telur rebus masing-masing 2 biji", ucap Aisyah.
" Baik neng", jawab penjual Siomay.
Ranti sendiri, baru selesai membuat pelindung semesta untuk mobil Aisyah agar tidak baret catnya.
Sambil makan Siomay, matanya Aisyah tak luput memperhatikan mobilnya.
Dalam sekejap, mobil Aisyah telah di kerubutin oleh mereka yang yang ingin berfoto.
Sejam mereka berdua nongkrong di tempat itu, kemudian mereka berdua beranjak dari sana.
Namun sebelum beranjak, Ranti menukarkan Poin Pengabdian untuk kebaikan senilai 500 Poin yang di rupiahkan menjadi 5 milyar.
" Ambilah ini, dan bayar semua hutang ibu, sisanya bisa bapak gunakan untuk modal", ucap Ranti sambil menyerahkan ATM kepada bapak penjual siomay.
" Terimakasih Nona", jawab bapak itu sambil menundukkan kepalanya.
" Sama-sama Pak", singkat Ranti dan menaiki mobil Aisyah dan berlalu.
Sepeninggal Ranti dan Aisyah, meninggalkan kesan yang baik bagi para pengunjung alun-alun Krakatau Steel, apalagi mereka yang mendapatkan izin berfoto dengan mobilnya Aisyah.
__ADS_1
Mereka berdua bergegas untuk kembali ke Pelabuhan, karena sudah waktunya Aisyah istirahat karena besok dia harus sekolah.