SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN

SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN
Pertarungan di Gedung Lelang


__ADS_3

Setelah menikmati kopinya, Ranti memerintahkan agar Yun Li menunggunya sebentar.


Ranti kembali ke kamarnya dan berganti pakaian, walau tetap dengan stelan yang sama, namun terlihat lebih elegan, Ranti yang memang tidak suka memakai stelan dress, itulah sebabnya dia hany memiliki rok seragam sekolah saja.


Waktu sudah menunjukkan pukul 09.00 waktu Beijing, Ranti di antar Yin Li ke Gedung Pelelangan.


Semua gadget sudah di aktifkan, setiap Ranti bertemu dengan orang, maka akan tampil profil lengkap dari orang yang dia lihat.


Ternyata memang orang-orang yang hadir disini adalah orang-orang yang memiliki banyak harta dan juga memiliki kekuasaan.


Ketika akan memasuki ruangan pelelangan, setiap peserta di wajibkan menunjukkan kartu undangan, karena kartu undangan itu menentukan dimana tempat duduk dari peserta lelang.


Ranti mendapat ruangan VVIP, harga untuk mendapatkan ruangan VVIP 100 ribu Yuan, resepsionis yang melihat penampilan Ranti yang terkesan biasa seolah tak percaya, hingga dia bertanya


" Maaf Nona, apakah anda datang bersama dengan Bos anda, tanya resepsionis itu


" Tidak, saya datang sendiri dan saya tidak memiliki Bos, apa undangannya bermasalah, tanya Ranti


" Tidak.. Tidak Nona, maaf jika saya salah bertanya, jawab resepsionis itu gugup


" Tolong tunjukkan jalannya, pinta Ranti


" Silahkan Nona, dan ini nomor yang akan di gunakan untuk anda menawar barang yang minat, jawab resepsionis


" Terimakasih Nona, jawab Ranti


Ranti dengan menggunakan Mata Semesta, melakukan pemindaian di setiap sudut ruangan, memindai siapapun yang memasuki ruangan.


Ruangan VVIP hanya memiliki 5 ruang, VIP 10 ruang dan bertempat di Balkon, sedangkan yang berada di bawah ada sekitar 100 orang.


Hasil memindai orang-orang itu ternyata, sangat luar biasa, syarat untuk bisa ikut lelang adalah, setiap peserta wajib memiliki kekayaan minimal 5 milyar Yuan cash, tidak termasuk aset.


Tepat pukul 10.00 waktu Beijing, di atas panggung kini hadir para petinggi dari Gedung Lelang tersebut dan beberapa Ahli dalam bidang-bidang sesuai barang yang akan di lelang, serta pihak otoritas setempat.


Terdengar suara palu di ketuk, dan suara seorang pembawa acara bergema,


" Selamat datang Tuan-tuan dan Nyonya sekalian, perkenalkan nama saya Virginia Tan, dan perkenankan saya untuk memandu acara lelang hari ini, seorang wanita dewasa dengan sangat sopan.


" Balai Lelang kami telah menyediakan berbagai barang, seperti yang tertera dalam katalog yang Tuan dan Nyonya pegang, terdapat 15 barang yang akan kami lelang hari ini.


" Dan bagi yang baru bergabung dengan Balai Lelang kami, perlu di ketahui bahwa kami mengadakan lelang setiap Tahun sekali dan sudah terselenggara lebih dari 100 tahun.


" Setiap barang yang akan di Lelang hari ini, telah uji ke asliannya yang di lakukan oleh ahli-ahli Balai Lelang maupun ahli independen, ujar Virginia Tan.


" Baiklah tanpa berlama-lama, mari kita hadirkan untuk batang yang pertama,


Barang pertama, ini adalah Guci, ukuran besar, guci di buat di zaman Dinasti Han, Guci ini di gunakan sebagai penyimpanan Teh untuk acara di istana, kami menawarkan dengan harga awal 250 ribu Yuan dan setiap penawaran minimal 10 ribu, kata Virginia


Para peserta umum sudah mulai menawar, 260 ribu, lanjut 300 ribu, naik lagi 320 ribu, terus naik hingga 450 ribu Yuan, sudah tidak ada lagi yang menawar, akhirnya barang tersebut jatuh ke seorang pria paruh bayah, yang berada di peserta umum.


Barang Kedua, adalah sebuah Satu set Teko porselen dengan 4 cangkir, Teko ini di buat di zaman Dinasti Song, Warnanya dan lukisan burung Phoenix berwarna biru, melambangkan keteduhan, dan di perkirakan di gunakan oleh kaisar ketika berada di ruang kerjanya, Kami menawarkan dengan harga awal 400 ribu Yuan, setiap penawaran adalah 25 ribu Yuan,


Ranti memindai barang tersebut, ternyata informasi dari Virginia Tan, lumayan akurat, hanya saja Teko ini di buat jauh sebelum sebelum Kaisar pertama dari dinasti Song berkuasa, dan Teko ini di buat 2 set, 1 Set lagi bergambar burung Phoenix berwarna merah keemasan, atau Phoenix api, dalam mitologi Tiongkok.


Dari informasi yang di berikan Mata Semesta dan Kacamata Quantum mengatakan bahwa ada kekuatan besar jika seseorang memiliki 2 set Teko bergambar burung Phoenix.


Teko Burung Phoenix api hingga kini belum di ketahui keberadaannya.


Ranti mencoba menawar dengan langsung mematok 500 ribu Yuan, para peserta yang mendengar suara Ranti tercengang, " Hanya sebuah teko 500 ribu", komentar salah seorang peserta.


Seorang pria dari ruang VVIP juga tidak mau kalah dan menawar 550 ribu, 700 ribu suara Ranti, penawaran Ranti bertahan hingga Palu ketujuh di ketuk, dan pria yang menawar sebelumnya mencoba lagi dengan 750 ribu, namun langsung di patok Ranti 850 ribu, semua terdiam termasuk pria yang menawar tadi.


Akhirnya Teko porselen itu jatuh ke tangan Ranti, dengan harga 850 ribu Yuan, pelayan langsung mengantar barangnya dan Ranti mentransfer uangnya.

__ADS_1


Dari barang ketiga hingga barang ke sembilan, Ranti tidak berminat, Rose juga diam tak memberi saran apa-apa, namun pada barang ke sepuluh, tiba-tiba Rose bersuara,


* Tuan sepertinya ada barang bagus lagi yang akan di tampilkan, silahkan anda memindainya, barang yang akan di tampilkan itu adalah 2 buku Kuno, namun tidak terlihat karena tertutup di dasar kotak yang berisikan lukisan, ucap Rose.


Tuan - tuan dan Nyonya sekalian kini tiba di barang ke sepuluh dan setelahnya kita akan rehat ke dua, ucap Virginia


Ini adalah lukisan peninggalan dari Dinasti Yan akhir, dan bercerita tentang suasana kehidupan di masa itu, di lukis oleh seorang pelukis yang juga sastrawan yang sangat terkenal di masanya, kami menawarkan dengan harga awal 800 ribu Yuan, setiap penawaran 50 ribu Yuan.


Seorang pria bayah langsung menawar 900 ribu, dia salah satu orang terkuat di Beijing dan masuk daftar orang terkaya di China dan berada di ruangan VVIP no 1 bersebelahan dengan Ranti no 2.


Belum ada yang menawar lebih tinggi dari pria paruh bayah itu, sebelum palu Virginia memulai ketukan, Ranti bersuara, " 1,1 juta Yuan, pria paruh baya itu membalas 1, 25 juta, tak mau kalah, Ranti menawar 1.5 juta Yuan


Pria paruh bayah itu mulai tersinggung, " Nona, bisakah anda memberikan saya muka, saya Anderson Zhang", setelahnya di menawar 1,75 juta Yuan


" Maaf Tuan Anderson, saya sangat berminat dengan barang ini, jika anda ingin mendapatkan barang ini silahkan menawar lebih tinggi dari 2 juta Yuan, balas Ranti dan langsung menawar 2 juta Yuan.


" Baiklah kami belum tahu siapa saya, saya menawar 2,3 juta Yuan, balasnya


" Ranti dengan tegasnya menawar 3 juta Yuan


Pria paruh bayah itu langsung mengumpat, " Jangan terlalu sombong Nona" kata nya


" Silahkan menawar Tuan, disini bukan kekuasaan yang berlaku, tapi siapa yang menawar lebih tinggi dia pemenangnya, jawab Ranti


" Saya tidak menawar lagi, silahkan Teko itu milik anda, jawab pria paruh bayah itu.


" Terimakasih Tuan Anderson, karena sudah berlapang dada kepada saya, ucap Ranti.


Pelayan langsung mengantar barang tersebut dan Ranti membayarnya.


Barang ke sebelas dan dua belas tidak menarik minat Ranti , tiba barang ke tiga belas, adalah barang yang sangat di nantikan Ranti, " Batu Yin dan Yang ".


Tuan - tuan dan nyonya, barang yang akan kami tampilkan kali ini adalah dua bongkah batu kembar sepasang, yang di temukan secara tidak sengaja oleh seorang penambang batu, dan si perkirakan batu kembar sepasang telah berusia lebih dari 1 juta tahun, kami menawarkan 5 juta Yuan dan setiap penawaran senilai 100 ribu.


Kedua batu ini memiliki tingkat 10 dalam skala Mohs. Tuan dan nyonya bisa menjadikan nya perhiasan, perpaduan warna hitam pekat dan warna bening seperti air sangat terlihat mewah


Ranti yang tak sabaran langsung menawar, dengan 6 juta Yuan


Anderson yang merasa harus membalas dendam ikut menawar, dengan 6, 5 juta


Seorang wanita paruh bayah dari ruang VVIP no 5, ikut menawar dengan 7 juta


Pemuda dari Ruang VVIP no 4, ikut menawar dengan 8 juta


Tak ketinggalan seorang pengusaha dari ruangan VVIP no 3, ikut menawar dengan 10 juta


Para peserta umum hanya bisa diam, mereka bukan tidak punya uang, akan tetapi 10 juta hanya untuk batu lebih baik diam, dan melihat pertarungan orang-orang di ruang VVIP.


" Bagaimana Tuan Anderson, apakah tuan masih ingin menawar, terdengar suara dari VVIP no 3


" Baik mar kita bertarung, kata Anderson dengan menawar 12,5 juta


" Tak sampai 3 detik Ranti membalas dengan 15 juta Yuan


Pemuda dari ruangan VVIP no 3, maaf saya menyerah, tapi apakah pak Anderson tidak menawar lagi, provokasi VVIP no 3


" Kamu, kalau tidak punya uang jangan bersuara lagi, umpat Anderson ke pemuda di VVIP no 3


" Bagaimana Tuan apa masih mau di lanjutkan atau anda menyerah, pancing Ranti


" Anderson sudah semakin kesal dan menawar 20 juta Yuan


" 30 juta Yuan balas Ranti.

__ADS_1


" Hati-hati kamu Nona, kesombongan kamu hari ini akan kuingat, kata Anderson


" Anda mau menawar atau memakai orang, ucap Ranti mengejek


" Aku berikan barang itu ke kamu saja, silahkan ambil, umpat Anderson kesal.


Dengan ini bayi kembar sepasang, menjadi milik Nona di ruangan VVIP no 2, dengan nilai penawaran 30 juta, kata Virginia.


Selanjutnya adalah barang ke empat belas, ini adalah 2 Pill Dewa, yang bisa mengobati segala penyakit dengan tingkat kemurnian Pill 90 %, Pil ini di buat hanya berjumlah 10 butir dan telah di simpan lebih dari 50 tahun oleh pembuatnya, 8 Pill Dewa ini sudah kami lelang dan ini Pill yang terakhir, harga penawaran awal ada 10 juta Yuan dan setiap penawaran minimal 250 ribu Yuan


Pill ini, selain mampu menyembuhkan, juga mampu memberikan umur panjang dan membuat kita awet muda.


Wanita paruh bayah,dari ruang VVIP no 5 langsung menawar 11 juta Yuan


Lagi dan lagi Anderson menawar 15 juta,


Ranti menantang dengan 17 juta Yuan


Ranti memindai wanita paruh bayah itu, ternyata cucu satu-satunya mengidap penyakit kanker otak dan dia sengaja ikut lelang ini, demi mendapatkan Pill Dewa ini, " kasihan juga" batin Ranti


" Ranti memasuki pikiran wanita paruh bayah itu dan berkata, " Nyonya saya memiliki Pill yang lebih hebat dari Pill Dewa itu, dan saya akan memberikan nya secara gratis kepada anda, dengan syarat nyonya mau ikut dengan rencanaku, sekarang Nyonya tawar saja, jika sudah masuk harga tertinggi kita berdua lepaskan ke tuan itu, bagaimana, tanya Ranti


" Saya sangat membutuhkan Pill Dewa itu dan apa benar Nona memiliki Pill yang lebih hebat, tanya nyonya itu


" Percayalah, saya tidak akan membohongi anda nyonya


" Baiklah aku percaya, kata nyonya itu dan menawar 20 juta


" Ranti membalas 25 juta Yuan, bagaimana tuan Anderson, apa anda tidak mau istri anda sembuh, pancing 6


" Kamu ! 28 juta Yuan


" Wanita paruh bayah membalas, 30 juta Yuan, Harap Nona jangan menawar lagi, nyonya itu berpura-pura memohon


" Maafkan saya Nyonya, saya juga sangat membutuhkan Pill Dewa ini, agar bisa awet muda, 35 juta Yuan, balas Ranti.


" Nyonya anda tenang saja, jika laki-laki itu menawar 40 juta, maka biarkan aku yang bertarung, anda tunggu saja, kata Ranti lewat pikiran


" Brengsek kamu, 50 juta kata Anderson makin kesal


" 60 juta Yuan, Sengit Ranti


" Hanya 60 juta Yuan mau menantang saya, kata Anderson dan langsung menawar 80 juta Yuan


" Karena tuan sudah sudah menawar segitu, saya akan coba keberuntungan saya dengan 100 juta Yuan


" Kurang ajar kamu, anak kemarin sore mau menantang saya, 125 juta Yuan, tawar Anderson sambil berteriak.


Kegemparan terjadi di gedung itu, 5 tahun lalu, seseorang membeli Pill Dewa itu hanya 30 juta, komentar peserta lain


" 150 juta Yuan, kata Ranti


" Kalau kamu masih menawar lagi, jangan salahkan, kalau saya tidak akan sungkan lagi, ancam Anderson


" Jangan mengancam orang lain, kalau kamu tidak mampu menawar lebih tinggi, lanjut Ranti memprovokasi


" 200 juta Yuan, kata Anderson


" Baiklah, aku mengalah dengan anda tuan, silahkan anda membayarnya, kata Ranti


Anderson bingung antara bahagia atau sedih, hari ini dia sudah menghabiskan 1 milyar Yuan lebih


" Karena sudah tidak ada lagi yang menawar, maka Pill Dewa terakhir jatuh ke tangan tuan dari VVIP Nomo 1, harap anda menyiapkan uang anda dan silahkan membayarnya, kata Virginia.

__ADS_1


Ranti tak berminat lagi menunggu hingga barang ke 15, dia berbicara lewat pikiran ke nyonya di VVIP nomor 5,


" Maaf nyonya mari kita pergi dari sini, saya tunggu anda di lobby dan mari antar saya ke rumah anda, kata Ranti sambil bergegas keluar dari ruang VVIP dan menuju ke Lobby gedung Lelang


__ADS_2