SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN

SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN
Setahun bersama sistem


__ADS_3

Hari berganti, Minggu telah bahkan bulan telah berganti, saat ini ke enam bersaudara itu sedang menunggu hasil ujian kenaikan kelas, Darel yang sudah menerima surat kelulusan dan mendapatkan peringkat nomor 1.


Wah sekarang kita sudah mau naik kelas, Rindu dan Ranti, mau ke kelas 11, Friska dan aku akan naik kelas 12, tak terasa sudah setahun kita meninggalkan Panti Asuhan Charity, kata Mercy


Ia tapi sekarang Panti Asuhan Charity, sudah lebih baik dan sistemnya sudah sangat rapi, anak-anak panti juga sudah terlihat lebih terurus, kata Darel.


Dalam enambulan terakhir juga Ranti sudah sudah mengerjakan banyak misi dadakan sehingga pundi-pundi keuangan nya sudah melebihi orang terkaya seluruh dunia.


Saat ini, waktu final baginya untuk memulai proyek pembangunan kota Terpadu, di lahan 25 ribu hektare dan terbagi dalam tiga wilayah, Surabaya, Gresik dan Sidoarjo.


Panti asuhan Suster Diana, sudah berjalan dan telah memiliki puluhan anak, Ranti sudah memindahkan anak-anak yang pernah hidup di penampungan dan kini telah di satukan ke Panti Suster Diana, sedangkan rumah bekas mereka tinggal telah di bongkar dan sementara di renovasi untuk di jadikan kontrakan yang lebih ekslusif.


Pabrik Makanan bayi dan ibu hamil sudah berjalan dengan Elisabeth di jadikan Direktur, sedangkan saham di perusahaan Jerry William, di kelola oleh RPS Finance yang saat ini akan sedang proses merger dan akan berganti nama, RPS Multidana Finance.


Perkembangan RPS Finance, cukup mengguncang Jawa Timur, dalam beberapa bulan, menurut survey banyak petani, peternak dan nelayan kini sudah kembali produktif, kredit modal kerja yang di berikan oleh Perusahan RPS Finance, sangat membantu mereka.


Pergerakan ekonomi di sektor UMKM dan UKM di Surabaya sungguh bergerak positif, sedangkan untuk Megamas Multifinance sendiri sekarang berfokus pada kredit kepemilikan Rumah, kendaraan dan juga modal usaha kerja di atas 10 milyar, dan sudah berjalan dengan baik.


Sekolah Elit di samping Budi Luhur, sudah mulai terlihat bentuk bangunan walau belum ada toping off, artinya semua program Ranti berjalan.


Saat ini Ranti sedang membangun pabrik Sabun, baik sabun mandi maupun sabun cuci dengan segmen pasar menengah kebawah tapi dengan kualitas yang baik, juga sabun kesehatan kulit. Bukan hanya itu Pabrik Pakan Ternak sedang di bangun di Cirebon.


Rumah Tua zaman Belanda sudah di renovasi, dan akan menjadi pusat kendali seluruh usaha Ranti, hal ini hanya di kelola oleh Ranti sendiri, karena semua peralatan di taruh di ruang bawah tanah.


Tania dan Bara sudah menjalankan perusahaan mereka sejak 1 bulan yang lalu, sedangkan Nancy perusahaan garam Ayahnya kini sementara membangun pabrik dengan peralatan canggih dengan hasil produksi yang lebih berkualitas, semua itu tak lepas dari bantuan kredit lunak dari Ranti.


Lahan kosong di samping Supermarket sudah di beli, para pemukim liar terpaksa di pindahkan dengan kekuatan Mind Ruler, karena sempat meneror supermarket milik keempat kakakknya Ranti.


Kini sudah sangat berbeda, keempat kakaknya sudah memiliki usaha masing-masing, kontrakan mereka sudah beroperasi dan semuanya full, rumah kost - kostan juga suka full, Kafe Mereka saat ini sudah di perluas, bahkan mereka sudah membayar lahan kosong di belakang kafe mereka dari hasil pendapatan Kafe.


Kehidupan Rendi sudah bak Sultan, bagaimana tidak, dia yang mengelola semua perusahaan Ranti di bawah naungan RPS Finance, gaji yang besar dan fasilitas yang cukup Mewah, dia bahkan di belikan mobil mobil Macleren yang harganya milyaran.


Bella dan istri Pak Jusuf Maulana, sendiri menjalankan aksi sosial yang di buat Ranti guna mendukung dampak sosial di masyarakat, dana yang besar membuat mereka banyak membuat kegiatan - kegiatan sosial.


Perusahaan Tri Link Finance Indonesia, kini sudah mantap kembali ke posisi nomor 3 sebagai sebagai Perusahaan Pembiayaan terbesar di Indonesia.


Kini Ranti tengah mendapat misi khusus membuat Bank Khusus Petani, Peternak dan Nelayan, sistem memberikan modal tak tanggung -tangung 150 triliun untuk modal awal, pada dasarnya mendirikan sebuah bank hanya membutuhkan dana 10 Triliun.


Ranti bergerak membangun Bank agar bisa memenuhi kebutuhan modal masyarakat, dengan persyaratan ringan dan bunga kecil serta bantuan pengelolaan anggaran.


Kedua bocah Armando dan Salma, di sekolah menjadi siswa dan siswi yang sangat pendiam, namun bukan berarti mereka sombong, hanya saja mereka tidak terlalu suka yang berlebihan, bahkan mereka seperti kelima kakaknya, tak luput dari membawa bekal ke sekolah, walau uang jajan setiap hari 100 ribu, mereka hanya membeli camilan khas anak-anak.


Kursus musik juga masih berjalan, bahkan mereka sudah bisa memainkan piano dengan cukup lumayan, maklum masih pemula, nilai ulangan harian mereka berdua terbilang sangat bagus, mengingat mereka lama tidak bersekolah.


Armando makin bertambah tinggi, begitu juga Salma semakin besar, namun semakin Manja kepada Kakak-kakaknya, sangat mirip dengan Ranti. Mereka berdua sudah di ajari Tai Chi, sehingga fisik mereka sudah semakin kuat, dan jangan mereka tidak pernah sakit.


Semua yang tinggal di rumah Ranti tidak menyadari, bahwa air yang mereka minum sudah di campur dengan air surgawi di bantu oleh sistem. Apalagi juice buah Abadi yang mereka minum walau hanya segelas seminggu, itu sudah membuat para pelayan dan sopir selalu sehat.


Kemarin sore, Rendi kedatangan tamu dari pemerintah Kota Surabaya, Kab.Gresik dan Kab. Sidoarjo, mereka menyampaikan keinginan untuk bertemu dengan Ranti, namun Ranti menolak dengan alasan Dia tinggal di luar negeri, sengaja berbohong karena masalah identitas.


Beberapa LSM, memprotes rencana pembangunan yang akan di lakukan oleh Ranti lewat perusahaan Agung Jaya Konstruksi.


" Nona, bagaimana dengan undangan dari ketiga pemimpin daerah itu, tanya Rendi.

__ADS_1


" Katakan saja, saya belum bisa hadir, dan serahkan saja model perencanaan pembangunan dan rencana relokasi bagi penduduk, yang tanahnya sudah kita beli, tunjukkan suruh dokumen dari BPN ( Badan Pertanahan Indonesia), serta ijin peruntukkan lahan, kata Ranti


" Jika mereka menanyakan soal anggaran, bagaimana ?


" Katakan saja, semua di tanggung oleh kita sendiri tanpa ada pihak ketiga dan akan di kerjakan bertahap, maksimal 10 tahun, semua sudah selesai, kata Ranti.


" Baik Nona, jawab Rendi.


Tak terasa hari telah berganti dan hari ini adalah penerimaan raport kenaikan kelas untuk keenam bersaudara.


Kota Surabaya di hebohkan lagi dengan penampakan mobil mewah, bagaimana tidak, di jalanan sedang terlihat 2 Bugatti Chiron dan Veyron, 3 Koenigsegg Regera dan 1 unit Aston Martin Vanquish.


Hari ini Suster Diana tidak bisa hadir menjadi wali mereka karena ada kunjungan ke Biara di Sulawesi Utara, jadi Darel yang menjadi wali mereka


Begitu juga dua bocah Armando dan Salma, Dewi yang menjadi wali buat mereka berdua.


Kembali 5 mobil mewah, membuat geger disekolah, tidak hanya siswa dan siswi, para orang tua murid juga, terlihat melotot dengan kedatangan mobil-mobil itu, ada sebagian yang masih ingat penerimaan raport tahun lalu, dimana Lamborghini, Bugatti dan Ferrari.


Darel yang turun dari mobil di sambut oleh Sonia, Ranti disambut Tiara, dan begitu Mercy, Friska dan Rindu turun mobil, para siswa seolah tak percaya jika mereka bertiga yang memiliki Koenigsegg Regera yang sempat viral Desember tahun lalu.


Tidak ada lagi pengganggu seperti waktu penerimaan raport semester ganjil, sekarang para murid yang dulu suka meremehkan mereka kini berusaha menerima kenyataan bahwa mereka kalah dari Ranti bersaudara.


Darel dan Sonia, dengan menggunakan pakaian senada dari Guci, jam tangan dari Patek Philippe, menambah kesan betapa kayanya Darel sekarang, bersanding dengan Sonia juga tak kalah modis dan elegan, walau mereka hanya berpakaian santai.


Tak kalah saing, Mercy, Friska dan Rindu, mereka juga memakai kaos oblong dan celana panjang, menambah kesan sederhana namun elegan.


Kalau Ranti, tak usah lagi kita sebutkan, karena dandanan dia seperti biasa, kaos oblong dan celana Cargo dan Sneaker, namun jangan di tanya harganya.


Darel dan pertama kali memasuki ruangan kelasnya Mercy, Darel menghadap wali kelas Mercy dan menerima raport nya dan tertulis ranking 1.


" Terimakasih Bu, sudah mendidik adik saya dengan baik, dan sebagai hadiah dari saya, terimalah yang ini buat ibu Pribadi dan ini bisa ibu bagikan kepada guru-guru bidang studi yang mengajar Mercy, kata Darel sambil memberikan amplop berisi 2 lembar cek, serta memberikan sebuah kotak kecil berisi cincin emas 10 gram.


Darel mendatangi, kelas Friska juga Rindu, semuanya di berikan amplop berisi 2 lembar cek dan cincin 10 gram.


Saat ini Darel tengah menuju ke kelasnya Ranti, para gadis yang melihat Darel begitu terpesona, namun sayang penampilan Sonia membuyarkan lamunan mereka.


" Halo kak Sonia, sapa Ranti


" Maaf Dek, kakakmu baru selesai mengambil raport ketiga kakakmu, jadi kamu terakhir, kata Sonia


" Gak apa-apa, kan harus urutan, dan aku Bontot, kata Ranti


" halo Tiara, kamu siapa yang mengambil raport nya, tanya Sonia


" hai kak Sonia, katanya Robin yang akan mengambilnya, soal orangtuaku sudah meminta Robin yang mengambilkan, kata Tiara


" Keren, tapi kok orangnya belum kelihatan, tanya Sonia


" Nah umur panjang itu mobilnya, kata Tiara


Robin yang datang dengan mobil Mercedez Benz nya cukup membuat para siswi bintang timur meleleh.


" Halo kakak ganteng, goda Ranti sambil mencium tangan

__ADS_1


" Gimana apa raport nya sudah diambil, tanya Robin ke Ranti


" Kak Darel lagi di dalam kelas sedang mengambilnya, kata Ranti


" Mantab ya, bela-belain datang ambil raport kekasih, goda Ranti ke Robin


" Kamu itu dek, nanti kakak iparmu ini jadi kayak kepiting rebus, jawab Robin


" Hahahaha, tapi ngomong-ngomong, ganti dong mobilnya, kata Ranti ke Robin


" Kakak sudah pesan, tapi belum datang, kata Robin


" memangnya mobil seperti apa yang Kakak pesan, tanya Ranti


" Mobil biasa saja, apalagi kakak, mau kuliah di Universitas Erlangga, jadi tak enak bawa mobil mewah, kakak pesan Audi R8, kata Robin


" Apa uangnya masih cukup, kata Ranti


" Masih banyak, tenang saja, kata Robin


" Sudah ku tambahkan 10 milyar buat bayar mobilnya, biar kakak iparku mukanya tidak cenat cenut, lihat kak Robin beli mobil mahal, kata Ranti


" Terimakasih Dek, mobil ini tidak jadi buat bawa ke kampus, mobil ini spesial buat bawa kakak iparmu jalan-jalan, kata Robin


" Hahahaha, Ranti ketawa liat Tiara merona


" Tiara kapan belajar bawa mobil, tanya Sonia


" Sebenarnya sudah bisa, hanya masih takut-takut di jalan raya, kata Tiara


" Dulu juga aku seperti itu, tapi sekarang sudah terbiasa, kata Sonia


" Ia lagian tahun depan aku sudah bisa buat SIM, jadi aku harus membiasakan menyetir mobil, kata Tiara.


Akhirnya Darel selesai, mengambil Raport Ranti, Rangking 1, itu berarti keempat adiknya berhasil juara 1 semuanya di kelasnya.


Mereka menunggu Robin, hingga 15 menit kemudian Robin keluar ruangan dan mengatakan, Tiara ranking 2


Semua bergembira, Ranti bersaudara semuanya mendapatkan juara 1, di SMA Bintang Timur.


kita posisi 2 bocah Armando dan Salma.


Saat Dewi sementara berada di ruangan kelas Salma.


" Nona Dewi, selamat ya adik anda mendapatkan ranking 1, hanya kekurangannya adalah kurang aktif di kelas dan cenderung menyendiri dan membaca buku saja, kata wali kelasnya.


" Terimakasih Bu, nanti saya coba memberi saran ke adik saya soal kekurangan nya, kata Dewi


" sebenarnya bukan hal buruk, hanya dia berbeda, tidak suka bermain bersama dengan teman-temannya dan keasikan membaca buku, kata wali kelas Salma


" Baiklah kalau begitu, saya permisi, selamat siang Bu, kata Dewi, sambil memberikan amplop.


Tidak jauh berbeda dengan Armando, dia juga mendapatkan ranking 1 hanya kurang dalam interaksi dengan teman-temannya.

__ADS_1


Dewi memberi kabar kalau dia sudah selesai, dan Ranti memintanya datang ke SMA, nanti sama-sama makan siang di luar.


__ADS_2