
Sejam berselang, nampak di halaman sudah berdatangan orang-orang yang di hubungi oleh pak Fatur Rahman.
" Selamat siang bapak-bapak dan ibu-ibu, serta teman-teman pemuda Karang Taruna tingkat RW", ucap Pak Nikson Pradipta.
" Mohon maaf jika kami mengundang, Saudara semua secara mendadak, Pak Haji, Pak Pendeta dan Pak RW, sekali mohon maaf, ucap Pak Nikson Pradipta.
" Tidak masalah Pak RT, dan memang kebetulan hari ini kami juga tidak sibuk, ucap Pak Haji sebagai Ketua Masjid.
" Terimakasih atas pengertiannya, perkenalkan ini, adalah keponakan saya, yang menyumbang sebagian hartanya, untuk membangun Sekolah, Mushalla dan Panti Asuhan Al Azhar di wilayah kita, namanya Ranti Putri.
" Selamat siang semuanya, Saya Ranti, teman sekelas dari Gema, Yudi dan Kiran, setelah mendengar cerita dari mereka tentang kondisi Panti Asuhan Al Azhar, maka saya tergerak untuk membantunya, dan saya juga berterimakasih banyak, ternyata warga sekitar sini, sangat membantu Panti, ucap Ranti.
" Kami sangat senang Panti ini ada berdiri dan membantu anak-anak yatim-piatu, jadi kami ikhlas membantu, walau tidak seberapa, tapi sekarang kami bersyukur, jika Nona Ranti telah Sudi membantu Panti Asuhan Al Azhar ini, ucap Pak RW.
" Kami juga dari tokoh agama di RW sini, sangat bersyukur, jika Panti Asuhan Al Azhar, bisa berkembang, kami pasti akan mendukung, ucap Pak Pendeta.
" Dan kami dari Pengurus Karang Taruna tingkat RW, juga tak mau kalah dengan dengan para orang tua dan sepuh di RW sini, kami juga siap membantu, Ucap Ketua Karang Taruna tingkat RW.
" Kami dari ibu-ibu PKK juga akan siap membantu, apalagi jika sekolahnya sudah selesai dan di buka, maka kami tidak perlu jauh-jauh membawa anak kami untuk bersekolah, ucap ketua PK tingkat RW.
" Terimakasih atas dukungan Bapak, ibu dan teman-teman Pemuda, hari ini saya ingin, memberikan sumbangan buat Masjid, Gereja, RW, PKK dan Karang Taruna" Ucap Ranti.
" Terimakasih Nona Ranti, kebetulan Masjid kami sedang ada pembangunan untuk perluasan, namun sudah 4 tahun kami mengalami masalah pendanaan, ucap Pak Haji ketua pengurus Masjid.
" Berapa anggaran yang dibutuhkan untuk perluasannya, tanya Ranti.
" Kami sudah menghitungnya, dari awal bangun hingga siap di pakai sekitar 5 milyar, ucap Pak Haji Ketua Pengurus Masjid.
" Mohon di terima, ucap Ranti sambil memberikan cek senilai 25 milyar.
" Nona ini banyak sekali, ucap Pak Haji, ketua pengurus Masjid.
" untuk uang sisanya, jadikan sebagai kas masjid, agar suatu saat ada yang perlu di perbaiki, segera di kerjakan, dan nanti orang-orang saya akan membawa seperangkat alat pengeras suara, karpet, dan Pendinginan Ruangan, tolong bantu mereka saat mereka datang, Dan terakhir saya memberikan 1 unit Mobil Toyota Hiace sebagai mobil operasional, ucap Ranti.
" Alhamdulilah, terimakasih Nona Ranti, atas kebaikan anda, semoga di lancarkan rezekinya.
" Dan untuk Pihak Gereja, saya akan memberikan satu set sound sistem, beserta alat musik, seta mobil Toyota Hiace, sebagai Mobil operasional, juga uang tunai sebesar 20 Milyar, ucap Ranti, sambil memberikan amplop berisi Cek.
" Puji Tuhan, terimakasih Nona Ranti, semoga anda selalu di berkati, Ucap pendeta itu.
" Untuk RW, saya berikan 1 unit mobil Toyota Hiace, untuk di jadikan Ambulance, agar warga disini, tak perlu lama-lama saat tertimpa kemalangan, dan saya juga memberikan uang Tunai untuk perbaikan sarana dan prasarana umum, Sebesar 10 milyar, dan 2 unit motor untuk inventaris RW dan Linmas, agar saat mengunjungi warga bisa lebih efisien daripada menggunakan mobil.
" Untuk Tim Penggerak PKK, saya berikan bantuan modal usaha, bagi ibu-ibu, senilai 2,5 milyar.
" Begitu juga dengan karang taruna, saya memberikan bantuan untuk KUBE ( Kelompok Usaha Bersama), agar para pemuda yang ingin berdagang, membuka bengkel bisa terlaksana, saya berikan 2,5 milyar.
" Dan untuk pengawasan, saya minta Pak RW seluruh jajaran RT dapat mengawasi program Karang Taruna tingkat RW, dan saya minta semua progres pengembangan di laporkan kepada saya lewat Pak Nikson Pradipta", ujar Ranti.
" Terimakasih Nona Muda, kebetulan kami Karang Taruna, sudah memiliki 5 KUBE, namun kurang maksimal karena masalah Modal, dan saat ini, kami akan segera mengadakan rapat dengan mereka, ucap ketua karang taruna.
" Silahkan diurus, harapan saya hanya satu, gunakan dengan bijak dan jujur, itu saja, ucap Ranti.
" Untuk 3 unit Mobil Toyota Hiace, besok tolong di bantu datanya yang akan di ambil oleh orang dealer, begitu juga 2 unit motornya", ujar Ranti.
Suasana dalam pertemuan itu, terlihat sangat bahagia, mereka semua juga secara Pribadi di berikan uang Tunai oleh Ranti masing-masing 25 juta.
Ranti bahagia melihat mereka bahagia, harapannya, agar wilayah kedudukan Panti Asuhan Al Azhar, bisa maju, dan di kemudian hari, para warga akan lebih ikhlas membantu membantu Panti.
" Pak Haji, sudah berapa lama anda menjadi ketua Pengurus Masjid, tanya Ranti.
" Sudah lama, masjid itu di dirikan oleh almarhum kakek saya, dan setelah kakek dan ayah saya meninggal, maka saya yang dipilih jamaah untuk menjadi Ketua Pengurus Masjid, kurang lebih sudah 10 tahun, ujar Pak Haji.
__ADS_1
" Hebat juga, bapak Bisa memimpin masjid padahal usia bapak masih terbilang muda", ujar Ranti.
" Saat ini, saya baru 45 tahun, tapi berkat bantuan, para sepuh akhirnya saya bisa, Pak RW juga salah satu pengurus Masjid, ucap Pak Haji.
" Kami Disni hidupnya rukun, karena kami saling menghargai dan saling menghormati, makanya setiap masalah di wilayah kami, pasti kami mampu mengatasi nya, RW kami sering mendapatkan juara dalam lomba kebersihan dan lainnya, ucap pak RW.
Hampir 2 jam acara pertemuan itu, akhirnya mereka bubar, termasuk pamannya Ranti, kini hanya tinggal Ranti dan dan pengurus Panti Asuhan Al Azhar, yang hanya beberapa orang.
" Pak Fatur, ini saya berikan Dana Abadi untuk Panti, Artinya kedepannya Panti Asuhan Al Azhar, sudah memiliki anggaran tahunan yang jelas dari pendapatan bunga deposito berjangka ini, ucap Ranti.
"Tapi sangatlah banyak 10 Triliun rupiah, bapak dan ibu jadi takut memegangnya, ujar Fatur Rahman gemetaran memegang buku tabungan Deposito.
" Terima saja, dan besok datang ke Bank, biar mereka yang akan menjelaskannya kepada bapak dan ibu.
" Untuk biaya pembangunan semua gedung dan fasilitasnya, sudah ku sediakan anggaran anggarannya, jadi uang tersebut khusus di kelola oleh Yayasan Al Azhar, ucap Ranti.
" Terimakasih Nona Muda, kini anak-anak kami bisa lebih hidup lebih layak dan masa depan mereka lebih terjamin, kami akan memegang amanah ini dengan baik, Ucap Pak Fatur Rahman
" Pantas saja Nona Muda, ingin agar kelanjutan dari Panti Asuhan Al Azhar ini di kelola oleh Anak-anak kami,ujar istri pak Fatur Rahman.
" Benar sekali Bu, hingga saat ini, hanya kalian yang bisa saya percayakan sumbangan saya", ujar Ranti dengan Jujur.
" Terimakasih Nona Muda, atas kepercayaannya, ucap mereka berdua bersamaan.
Setelah berbincang-bincang, akhirnya Ranti memutuskan untuk kembali kerumahnya, dengan Rolls-Royce Cullinan Klassen miliknya dia keluar dari halaman Panti Asuhan Al Azhar.
Dengan laju kendaraan yang sedang, Ranti terus berjalan, hingga akhirnya dia tiba di rumah, dia ingin memberikan Cincin Ruang Penyimpanan kepada kedua orangtuanya dan bibinya, juga kepada Lukman.
Terlihat suasana yang bahagia, karena semuanya pada berkumpul di teras rumah, Kecuali Dewi yang masih di kantornya.
Terlihat juga Vanya yang sedang bercengkrama dengan Salma, sedangkan Armando sedang asik dengan Adriansyah.
Sudah 2 bulan, pasca bebas dari pulau, membuat Adriansyah dan Monicha terlihat sudah sangat sehat dan normal, tidak adalagi kebingungan di benak mereka, bahkan beberapa pekerjaan Haris sudah mulai di periksa oleh Adriansyah, begitu juga perusahaan Monicha.
Walau demikian, orangtua Monicha Herdiani belum mengetahui, jika Monicha telah kembali, hal ini di karenakan, Ranti belum menuntaskan menghukum Keluarga Atmajaya dan Ferdiansyah Setiawan.
Ranti, merasa harus sesegera mungkin menangkap tuntas 2 keluarga itu, agar orangtuanya dan bibinya bisa Bebas kemana-mana.
Tak terasa waktu makan malam sudah tiba, mereka menikmati kebersamaannya dengan bahagia, hingga tiba-tiba Ranti menerima telpon dari Pak Jusuf,bahwa ada segerombolan hakcer sedang mencoba membobol sistem keamanan IDB, Indonesian Development Bank, milik Ranti.
Ranti segera menyelesaikan makanannya dan pamit mau ke kamarnya.
" Ada apa nak,ke pa kamu terlihat seperti sedang ada masalah ?",tanya Adriansyah
" Bank milikku sedang di serang hackers, jadi aku ingin membantu Tim di Jakarta untuk menghalau usaha pembobolan itu", ucap Ranti dsn langsung beranjak.
" Dek biar kami ikut membantumu, ucap saudara-saudaranya".
" Terimakasih kak, kita keruang kerjaku, kalian bertugas mengganggu mereka dan aku memperbaiki cela yang mereka buat, Ucap Ranti.
Mendengar semua anaknya akan membantu Ranti, seketika, Adriansyah dan Monicha tercengang, apalagi ketika mereka berdua melihat Salma dan Armando, menenteng laptop mereka dan langsung menuju ke ruang kerja Ranti.
Disana mereka duduk dan langsung membuka dan menghidupkan Laptop, Ranti memberikan akses ke seluruh Saudaranya agar bisa masuk ke dalam jaringan sistem keamanan yang dia buat.
" Pah, mereka semuanya ternyata mahir dalam Komputer, lihat juga jari-jari kecil Salma dan Armando dengan lincah mengetik program dengan raut wajah yang serius, mama seolah-olah melihat 2 anak kecil kita, itu dalam sekejap tampil layaknya orang dewasa yang sedang sibuk bekerja", ucap Monicha.
" Pantas saja mereka kompak, semuanya orang jenius, ucap Adriansyah", sambil tersenyum bangga.
" Kak, hacker yang satu tinggal di Malaysia, sudah ku kopi data mereka dan IP addressnya, dan sudah ku hancurkan Komputer orang itu, dan sudah ku sebar tampang orang itu ke publik Malaysia", teriak Armando.
" Terimakasih Dek, apa kamu masih kuat sayang, tanya Ranti
__ADS_1
" Santai saja kak, ini seru aku dan Salma mengepungnya, dan saat ini masih ada satu lagi yang sudah kami berdua kepung, muntahan dari kak Darel dan kak Friska, ucap Armando.
" Mercy, ini ada yang dari Bangkok, Teriak Dewi dan Vanya.
" Sudah kepung saja, biar Armando dan Salma yang eksekusi, ucap Mercy.
Ranti hanya mendengar saudara-saudaranya yang begitu kompak menghadang para hackers, dia sendirian sedang memperbaiki cela yang sempat di hancurkan para hackers itu, walau belum sampai pada lapisan pertengahan, tapi Ranti tetap memperbaikinya.
Adriansyah dan Monicha, hanya bisa membantu dengan meminta bu likha untuk menyediakan kopi dan susu, buat anak-anaknya, yang sedang berusaha mempertahankan perusahaan mereka.
Tak bisa ditahan air mata haru Monicha menetes, dia sangat tersentuh melihat bagiamana mereka saling menyayangi, dan saling kompak setiap ada masalah.
" Hahahaha, Bangkok ngamuk-ngamuk kak, ucap Armando dan Salma sambil tergelak tawa, Armando memukul balik hacker itu dan meledakkan komputernya.
" Masih 4 Tim lagi, ucap Ranti".
" Ia kali ini mereka cukup kuat, ucap Rindu
" Pantau terus dan ikuti kemana mereka bergerak, ucap Darel.
" Baik kak, tolong di arahkan ke perangkap kita, ucap Rindu.
setelah Ranti selesai memperbaiki cela- cela yang rusak, dia kini yang menyerang mereka, dengan santai dia bertarung.
" Salma buat seperti biasa, perintah Ranti.
" Baik kaki, little princess beraksi, teriak Salma.
" Sudah kak, lanjut Salma.
" Ranti mengikuti arahan Salma dan benar saja, salah satu Tim yang terkecoh oleh Salma, di hancurkan oleh Ranti.
' Mereka mulai membalas kita, ucap Friska,
" Tenang saja kak, ucap Ranti.
" Hahahaha, tenang saja, dek kakak tidak tidak takut dengan mereka, mereka tertipu dengan Shield Ilusi dari aku, ucap Rindu.
" kakak hebat, itu teknik mantab, ucap Armando.
" Kak Ranti lihat, kak Rindu seolah-olah telah membuat cela di sistem kita, sekarang mereka lagi membombardir, teriak Salma
" Hahahaha teknik yang bagus kak Rindu, ucap Ranti.
Jika Ranti dan saudara - saudaranya sedang berjibaku, sementara kondisi di Jakarta lagi kebingungan, mereka memantau, ada 9 orang yang sedang melawan para musuh.
Tiba-tiba bertambah 2 lagi, ternyata si kembar sudah di hubungi Ranti, agar ikut bertempur.
" Dek seru juga, ucap Renita di telpon
" Hahahaha, makanya saya hubungi kakak, dan tolong suntik mati mereka, ucap Ranti.
" Siap Dek, virus sudah di upload, ucap Renita.
" Terimakasih kak kembar, ucap Ranti ".
Dan setelah 2 jam mereka berjibaku, akhirnya mereka bisa menghancurkan para penyerang itu, dan ternyata, Bank Ranti ternyata di serang oleh pihak luar, yang memiliki bisnis perbankan di Indonesia.
Alasan mereka simpel, banyak nasabah mereka berpindah ke Bank milik Ranti.
" Aplikasi Mata Dewa, saat tugasmu, hancurkan Bank asing tersebut, paksa para nasabah kelas kakap untuk menarik semua dana mereka di Bank itu.
__ADS_1