
Tak terasa waktu sudah malam, Ranti dan teman-temannya sudah kembali ke hotel, Ranti menyewa 1 kamar lagi untuk Anggun, kemudian mereka ke restoran untuk makan malam, walaupun waktu sudah menunjukkan jam 10 malam.
Tak banyak obrolan yang mereka lakukan, dan akhirnya mereka semua istirahat.
" Tuan dalang kasus dari terbakar nya Tanki, apakah penyelidikannya mau di lanjutkan atau tidak, karena cabang mereka di Asia Tenggara berada di negara ini", tanya Aplikasi Mata Dewa.
" Pantau saja terus, Rose belum memberiku akses menyerang, namun, jika sudah keterlaluan aku akan bertindak sendiri", ujar Ranti.
" Baik Tuan", Balas Aplikasi Mata Dewa.
Ranti membaca semua laporan yang dikirimkan kepadanya, terutama proses pembelian lahan di di Magelang dan kasus keluarga Jaya, yang sedang diurus tim pengacara RPS Group Company.
Untuk masalah Perusahaan keluarga Jaya, Rendi mampu menanganinya sendiri, jadi Ranti tak perlu kuatir
Rencana pembelian lahan di Magelang, sudah pada tahap pembayaran yang akan di laksanakan pada hari Kami depan, itu berarti waktu Ranti selama seminggu sangat padat.
Ranti memutuskan istirahat, apalagi dia melihat Tiara yang sudah terlelap.
Pagi hari, semua teman Ranti sudah bangun termasuk Anggun, mereka kini sudah berkumpul di restoran untuk sarapan Pagi, mereka rencananya akan kembali ke Indonesia pukul 4 sore, tapi karena mereka sudah bersepakat untuk mampir Jakarta, berarti mereka baru kembali ke Surabaya pada Senin malam.
Ranti menghubungi Regina dan Sasha agar menyediakan hotel, juga Bus dan jemput di bandara Soekarno Hatta sekitar jam 6 sore waktu Jakarta.
Tepat jam 10 pagi Ranti dan rombongannya check out, namun sebelumnya dia masih bertemu dengan Yoga Setiadi, untuk tanda tangan persetujuan Magang adiknya.
Ranti dan rombongannya, berkeliling Singapura, ada yang belanja beberapa Pakaian dan aksesoris, namun rata-rata mereka membeli iPhone 14 Promax varian 1 TB.
Puas berbelanja, kemudian mereka menuju bandara Changi Singapura, begitu tiba mereka semua langsung mengurus dokumen kepulangan dan manifes penumpang, tapi karena waktu masih ada sekitar 45 menit, mereka memilih untuk makan.
Tepat pukul 16 waktu Singapura, pesawat Jet Gulfstream G 700 dan Bombardir Global 7500 take off dari Bandara Internasional Changi Singapura, tujuan Bandara internasional Soekarno-Hatta Cengkareng Indonesia.
Hanya 1,5 jam kedua pesawat mewah itu sudah mendarat di Bandara Soekarno Hatta. Ranti dan rombongannya di sambut oleh Regina dan Sasha, mereka juga sudah menyewa 1 Unit Bus yang cukup mewah, dan langsung menuju ke hotel Favorit Ranti yaitu Aryaduta.
Dari bandara, Ranti mengajak seluruh rombongan untuk berkeliling kota Jakarta, sambil melihat-lihat Gedung - gedung milik Ranti.
Pertama mereka mampir di Gedung Emerald, setelah puas melihat-lihat Gedung itu, kemudian lanjut ke Gedung Sapphire, Ranti dan rombongannya turun dan berjalan ke arah belakang gedung, teman-teman Ranti kagum dengan pembangunan Apartemen yang sedang dibangun.
" Ranti, berapa banyak uang nanti yang nanti kamu hasilkan?" tanya salah seorang temannya.
" Rincian nya, belum bisa dipastikan, karena apartemen ini bukan untuk jual tapi disewakan, tipe apartemen ini bukan yang mewah, melainkan menengah, mungkin harga sewa perbulan berkisar 8 juta hingga 12 juta perbulan, total sekitar 500 unit, terbagi 3 tipe, sedangkan untuk perkantoran yang nantinya di sewakan itu ada 200 unit, namun penetapan harga sewa nanti jika sudah selesai.
Setelah dari Gedung Sapphire, mereka kemudian mampir sebentar di Gedung ARSA Group Company, selesai dari ARSA, mereka lanjut ke IDB, betapa takjub saat mereka melihat Kantor Pusat Indonesian Development Bank yang jadi perbincangan masyarakat Indonesia, Apalagi setelah para pengamat ekonomi mengetahui Group Perusahaan yang menaungi Bank IDB.
Di Gedung ini mereka berfoto bersama, para Security tidak berani melarang setelah Sasha dan Regina melaporkan bahwa mereka di bawa oleh bos besar.
" Selamat malam Nona Muda, maaf kami hampir tidak mengenal anda, ucap salah satu Security.
" Tidak apa-apa, kalian laporkan saja bahwa saya hanya datang berkeliling bersama dengan teman-teman sekolah saya", Perintah Ranti.
" Baik Nona Muda", jawab Komandan Security itu.
" Berapa orang yang bertugas malam ini ?" tanya Ranti.
" Kami per shift ada 7 orang, kecuali siang ada tambahan Security Wanita 4 orang, saat ini kami shift Sore nanti berganti jam 11 malam nanti", jawab Komandan Security.
" Baguslah lah, ini ada 3 amplop, bagikan ke masing-masing komandan regu, dan Amplop yang 2 ini, khusus Chief Security dan 4 orang security Wanita, apa kamu paham", tegas Ranti.
" Siap, Paham Nona Muda", jawab tegas Komandan Security dengan sikap sempurna.
" Apa fasilitas kalian semua lengkap, dan juga haji kalian apa pernah terlambat?" tanya Ranti.
" Fasilitas sangat lengkap, hingga sepatu anti hujan serta jas hujan, soal gaji, tidak pernah telat dan sudah sesuai dengan UMR ditambah tunjangan lainnya serta Jamsostek juga gratis", ujar Komandan Security.
" Baguslah, itu berarti kalian juga harus bekerja dengan baik dan bertanggung jawab, di luar sana banyak yang kesulitan mencari pekerjaan, kalaupun belum tentu gaji mereka sama dengan kalian, bahkan lebih rendah dari kalian,. benar gak?" tegas Ranti.
" Benar Nona Muda, makanya anggota disini, selalu di arahkan agar disiplin dan bertanggung jawab juga Jujur, serta mengedepankan melayani", ujar komandan security.
" Gedung kita sebentar lagi akan selesai, apakah bapak punya anak yang sudah bisa bekerja ?" tanya Ranti.
__ADS_1
" Ada Nona, tapi saya lebih meminta dia untuk kuliah saja dulu, siapa tahu kelak bisa jadi karyawan di perusahaan Nona Muda", ujar komandan Security itu.
" Selama kalian bekerja dengan baik, dan anak-anak kalian memiliki kemampuan, saya Pastikan mereka bisa bekerja di perusahaan saya, Jawab Ranti.
" Terimakasih Nona Muda, saya berjanji akan bekerja disini hingga saya sudah tidak bisa bekerja lagi", ujarnya.
" Saya pegang janji bapak, dan saya pastikan setelah anak bapak lulus kuliah Silahkan daftar perusahaan saya, yang sesuai dengan bidangnya", ujar Ranti.
Selesai mereka di IDB, lanjut ke Hotel yang sementara finishing.
" Ini juga milik saya, Desember tahun ini akan opening, total ada 500 kamar dan 1 ballroom, serta terdapat dua gedung sisi kiri dan kanan, Ujar Ranti.
" Wow, ini hotel terindah yang pernah ku lihat, ujar Gilang.
" Sasha, apakah kamu sudah pesan tempatnya atau belum?' tanya Ranti.
" Sudah Nona Muda, saya juga sudah konfirmasi bahwa setengah jam lagi, Nona Muda tiba", ujar Sasha.
" Terimakasih Sasha, lalu bagaimana kuliahmu, apa baik-baik saja, atau juga kamu kekurangan uang?" tanya Ranti.
" Kuliah saya baik-baik saja, kalau uang tidak kekurangan, kan sekarang aku sudah jadi Sultan dengan harta 4 triliun lebih, hahahaha, nona Muda bisa aja pertanyaannya?", ujar Sasha.
" Lagian kamu terlalu serius, lihat juga tampangnya Regina, kayak Paspampres saja, hahahaha, ujar Ranti.
" Dia memang begitu, dengan kak Vanya saja dia akan sangat waspada, dia pernah bilang, kebahagiaan dia adalah pemberian Nona Muda, jadi dia akan bekerja dengan baik", ujar Sasha.
" Santai saja bekerja nya, kalian itu bukan karyawan biasa di perusahaan ku", ujar Ranti.
" Selamat malam Nona Muda, sapa Rezita tiba-tiba muncul.
" Kenapa kamu disini", tanya Ranti.
" Rezita kangen sama Nona, Uda lama gak ketemu", ujar Rezita.
" Hahahaha, kirain Rezita lebih sayang pekerjaan nya daripadaku", ujar Ranti.
" Maaf ya, sudah membuatmu sibuk dengan jabatan yang kuberikan", ujar Ranti.
" Hahahaha, namanya juga pekerjaan, aku sangat senang bekerja di perusahaan Nona Muda, apalagi suasana kerja nyaman, Pak Hino juga sangat baik dalam memimpin, jadi dalam pekerjaan kita semua enjoy, kalau capek ya pasti, sibuk apalagi tapi namanya tanggung jawab harus di jalankan dengan ikhlas", ujar Rezita.
" Terimakasih sudah membantuku', ujar Ranti.
" Sudah kewajiban saya, apalagi saya dapat gaji dan terpenting sekarang adalah saya mampu membahagiakan Paman dan Bibi saya, seta menaikkan martabat mereka, tetangga dan teman Paman memuji karena aku masih muda sudah jadi Direktur perusahaan besar", bangga Rezita.
" Semangat terus kalau begitu, ayo kita makan, perutku sudah sangat lapar", ujar Ranti.
Teman-teman Ranti hanya bisa geleng-geleng kepala, melihat cara Ranti menghadapi dan berbicara dengan bawahannya.
Mereka menikmati makanannya dengan sangat gembira, dalam hati teman-teman Ranti, mengucap syukur karena di berikan kesempatan jalan-jalan keluar negeri dan juga ibukota Jakarta dan lebih spesial lagi, Ranti melayani mereka dengan sangat mewah.
Selesai makan, Regina segera ke kasir dan membayarnya, tak lupa memberikan tips kepada para pelayan dan juga koki.
Sebelum mereka ke hotel, terlebih dahulu Ranti mengajak mereka ke Gedung Rubby, disana juga ada pembangunan hotel dan Apartemen Mewah, serta Restoran Mewah.
Restoran ini rencananya akan mengusung menu Daging, Seafood dan Ikan, dengan menggunakan bahan-bahan premium dan khusu kalangan kelas Atas.
Saat hendak keluar dari Gedung Ruby, Ranti melihat ada seorang bapak-bapak sedang menggendong anak laki-laki yang masih kecil.
" Sasha, Regina tolong kalian antar teman-teman ku ke Hotel, aku ada urusan sebentar, Ujar Ranti.
" Teman-teman kalian ke hotel saja dulu, saya ada urusan sebentar di Gedung ini, dan Tiara kamu dan kak Anggun di kamar saya saja, ujar Ranti dan langsung turun dari Bus.
" Tiara, ada masalah apa sebenarnya? tanya Gilang agak kuatir.
" Jangan kuatir, pasti dia mau ambil barang atau mengecek laporan internal Gedung, mumpung dia ada disini?" ujar Tiara.
" Tapi ini sudah malam, kasian juga dia bekerja sekeras itu, juga masih memikirkan kita jalan-jalan", ujar mereka.
__ADS_1
" Tenang saja, dia menang seperti itu, kami saja waktu ke Los Angeles, kita jalan-jalan, dia tetap bekerja, jadi santai saja, kalau kalian banyak komentar justru dia tersinggung, nikmati saja apa yang sudah dia berikan?" ujar Tiara.
" Ya sudah, hanya saja kami justru jadi gak enak, memaksa dia ke sini justru malah ada kerjaan", ujar mereka.
" Nanti juga kalian terbiasa, kita ikuti saja bawahan Ranti, tapi kalian para laki-laki jangan sampai ada yang godain mereka, yang namanya Regina itu peraih ban Hitam Tae Kwon Do dan karate, dia itu yang menjaga Kakaknya Ranti yaitu Vanya, dan mereka orang-orang yang sangat-sangat tidak boleh di singgung oleh siapapun, para petinggi perusahaan Ranti, hanya ada beberapa orang yang bisa memerintah mereka, selebihnya tidak diizinkan, bahkan harus mendengar omongan mereka.
Kalian lihat saja, para Security sangat ketakutan melihat Sasha dan Regina, kalau Sasha dia memegang uang operasional, untuk rawat apartemen milik Ranti, Vanya dan Darel, serta rumah Vanya di PIK 2, belum lagi soal Service mobil dan segala macam itu semua urusan Sasha.
Selain itu, untuk perusahaan Jakarta yang mengontrol adalah Vanya, dan merekalah asistennya, dan ada satu lagi namanya Maureen, dia lebih parah, keluarga Maureen adalah keluarga Pelayan tingkat 1, jika ada yang menyentuhnya, maka seluruh orang kepercayaan ayahnya pasti akan turun, ditambah lagi seluruh anggota Ranti,
Kalian juga suatu saat akan mengerti, percayalah, suatu saat kalian ada masalah dengan siapapun dan Ranti mengetahuinya, pasti hancur orang yang bermasalah dengan kalian, tapi asal kalian benar - benar dalam posisi yang benar.
Kembali ke Ranti.
Ranti mengejar bapak - bapak yang menggendong seorang anak laki-laki, yang ternyata sedang sakit.
" Maaf mengganggu perjalanan bapak, boleh saya tau bapak dari mana mau kemana? tanya Ranti.
" Saya mau pulang ke rumah, ini baru dari tempat kerja", ujar bapak itu.
" Apa masih jauh rumah Bapak?" tanya Ranti.
" Kami tinggal di belakang Gedung Emerald itu", ujar bapak itu, sambil menunjuk ke arah gedung yang dimaksud, walau tidak kelihatan.
" Itu masih jauh Pak, ini saja bapak masih di Thamrin, sedangkan gedung itu di Sudirman, memangnya bapak kerja apa?" tanya Ranti.
" Saya tukang parkir, Ujar bapak itu.
" Anak bapak sakit apa, kenapa tidak tidak dibawa ke dokter", Ujar Ranti.
" Tidak ada biaya, pendapatan saya hanya cukup untuk makan saja, Ujar bapak itu
" Apa rumah itu milik bapak atau sewa?" tanya Ranti.
" Itu bangunan liar, pinggir tembok pagar gedung Emerald, makanya saya bawa anak saat bekerja", ujar Ranti.
" Ya sudah mari kita Gedung Ruby, mumpung masih dekat dari sini", ajak Ranti.
Ranti bapak itu balik arah dan kembali ke gedung Ruby, setelah berjalan 10 menit, akhirnya mereka tiba di Pos security.
" Selamat malam Pak Security", sapa Ranti.
" Malam juga Nona Muda, bukannya tadi Nona Muda sudah kembali dengan Nona Sasha dan Nona Regina", ujar Pak Security.
" Aku balik lagi dan ketemu bapak ini, tolong antar ke tempat biasanya kalian istirahat, bapak ini akan menginap disini malam ini", ujar Ranti.
" Baik Nona Muda, ujar Security itu.
Begitu tiba di bangun itu, Security itu mengajak mereka masuk.
" Panggil Komandan regu kamu, agar dia bisa buat laporan ", ujar Ranti.
" Baik Nona Muda, kebetulan kita lagi ganti shift, jadi maaf Nona Muda Harap tunggu sebentar", ujar Security itu.
Sepeninggal Security itu, Ranti duduk berbicara dengan bapak itu.
" Maaf Pak, kemana istri bapak hingga bapak harus membawa anak ke tempat kerja, tanya Ranti.
" Istri saya, sudah menikah lagi, suaminya tidak mau terima anak kami, jadi dia meninggalkan anak kami pada saya, 2 tahun lalu", ujar bapak itu.
" Maaf kalau begitu, tapi orang seperti itu, jangan dipikir lagi, percayalah suatu saat di akan kecewa melihat bapak, ujar Ranti.
" Terimakasih Nona, saya jadi gak enak", ujar bapak itu.
" Santai saja, saya pasti membantu bapak, dan besok bapak tunggu saya disini, ini makanlah dulu kebetulan tadi saya beli makanan, untuk aku makan di hotel, tapi buat bapak dan anak bapak dulu, saya nanti beli saat kembali ke hotel, nanti setelah makan saya bantu obati anak bapak dan yakinlah penyakitnya akan sembuh", ucap Ranti.
" Terimakasih Nona, anda sangat baik, maaf saya tidak sanggup membayarnya", ujar bapak itu.
__ADS_1
" Santai saja, dan makanlah setelah itu biar saya obati Anaknya, agar dia bisa sehat, dan bapak bisa tenang bekerja", ujar Ranti