SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN

SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN
Aisyah disalahkan


__ADS_3

Maura dan Ranti kini dalam perjalanan menuju kerumah Maura untuk mengambil ikan cakalang suwir pesanan Salma.


Ranti melihat situasi di Merak laporan dari Aplikasi Mata Dewa, ternyata di palakin oleh 3 siswa begadulan itu, tapi untungnya sudah di tangkap.


" Baik hati adikku ini, membagikan uangnya untuk sahabatnya, hebat didikan Orangtuanya", batin Ranti.


Tak Terasa mereka sudah tiba di rumah Maura, dan setelah berbasa-basi, mereka lanjut ke rumah Brenda, Ranti sudah menghubunginya, bahwa dia akan datang ke rumahnya.


Hanya butuh waktu 15 menit mereka berdua sudah tiba di rumah Brenda.


" Selamat sore, maaf dengan siapa", sapa seorang dewasa yang sedang menggendong bayi.


" Kami mau bertemu dengan Brenda", ucap Ranti.


" Sebentar, mohon maaf dengan Nona siapa? soalnya nona Brenda lagi mandi", ucap pengasuh Junior Mateos.


" Nama saya Ranti Putri, teman Nona Brenda", ucap Ranti dengan kalem.


" Tunggu sebentar, siapa tahu nona Brenda sudah selesai", ucap si pengasuh dan memanggil Brenda.


Ternyata Brenda sudah selesai mandi dan keluar dari kamarnya.


" Halo Nona Muda, selamat datang lagi dirumah ini, Brenda pikir Nona sudah kembali ke Surabaya, tapi pas baca pesan dari Nona Muda, saya sangat bahagia", ucap Brenda.


" Saya mau cek saja apa seluruh pesanan saya sudah datang atau belum? ucap Ranti.


" Semua sudah datang dan terpasang, hanya besok saya minta sama tukang agar di samping di buatkan pagar dengan tinggi 4 meter, karena samping disini masih tanah kosong, tembok 1,5 meter tak akan Mampu menghalau orang untuk masuk ke dapur ini", ucap Brenda.


" Ya sudah, kamu atur saja, asal kamu nyaman dan merasa lebih aman.


" Kenalkan ini yang namanya Maura, dia punya anak kembar, nanti kalau kamu suntuk bisa jalan-jalan dengan Maura, ucap Ranti.


" Halo kak Maura, saya Brenda Mateos dan ini putra saya, usia baru 4 hari", ucap Brenda.


" Senang bertemu dengan kamu, nanti kalau ada apa-apa, hubungi saya, saya nanti main kesini bersama anak-anak saya, anggaplah aku ini kakakmu, Nona muda bilang keluargamu sudah tidak mengakui kamu, tapi kamu sabar saja, suatu saat juga mereka akan Mengerti", ucap Maura.


" Ia kak, Brenda tau, Brenda salah, jadi nanti pulang kalau sudah lulus kuliah saja, saya hanya fokus kuliah dan membesarkan Junior putra saya.


" Baguslah, masa lalu jadi kan pengalaman, sekarang Nona Muda Ranti, sudah memberikan kamu kesempatan untuk maju, jadi jangan sia-siakan, hingga membuat nona Muda kecewa, saya di ceraikan Suami di Jakarta, untung bertemu Nona Muda, jadi saya bisa seperti ini,


", ucap Maura.


" Ia kak, saya pasti akan kuliah dengan baik, saat santai saya akan ketempat kakak, terimakasih sudah mau menjadi kakak buatku, akhirnya aku tidak sendirian lagi", ucap Brenda.


" Kakak di kampung itu, hanya beberapa menit naik mobil, juga sudah sampai, tapi baguslah kamu ada pengasuh, jadi bisa beraktifitas kuliah dengan baik", ucap Maura.


" Ia kak, rencananya hari Senin mau ambil formulir dulu, soalnya baru hari Rabu bisa ambil ijazah sementara", Ujar Brenda.


" Pokoknya kamu atur sesuai dengan keinginan kamu, saya pasti mendukung, begitu juga nona muda pasti mendukungmu", ucap Maura.


" Ia kak, terimakasih ", ucap Brenda.


" Brenda, apa sudah kamu coba bawa jalan-jalan mobilmu? tanya Ranti.


" Sudah, tadi aku ke SPBU dan keliling Airmadidi, sekalian cari tahu pasar disini dimana", ucap Brenda.


" Berarti sudah lancar dong bawa mobilnya? ujar Ranti.


" Sudah Nona", ucap Brenda tersenyum.


" Tapi tadi para tetangga pada datang kesini dan berkenalan, hanya saja saat mereka bertanya di mana ayahnya junior aku diam gak bisa jawab", ucap Brenda sendu.


" Itulah resikonya yang harus kamu tanggung, tapi jangan merasa bersalah terus, tidak ada orang suci di Dunia ini, ingatlah masih ada kakak dan juga Nona Muda yang menyayangi kamu", ucap Maura menghibur Brenda.


" Brenda pasti kuat kak, mereka tidak salah bertanya, jadi tidak apa-apa, ada ibu-ibu yang memakluminya, dia hanya bilang lebih giat lagi dengan beribadah, dan katanya nanti saat posyandu saya akan diajak", ucap Brenda.

__ADS_1


" Itu berarti mereka mau menerima kamu disini, jika ada waktu, datanglah jika ada penyuluhan kesehatan, untuk tumbuh kembang anak, itu juga ilmu buat kamu, kakak sudah pernah datang bulan kemarin saat ada acara seperti itu", ucap Maura.


" Brenda saya pamit pulang ke Surabaya, kalau ada sesuatu, kirim pesan saja, saat aku ada waktu pasti aku telpon atau aku datang kesini", ucap Ranti.


" Hati-hati di jalan, Brenda selalu menunggu nona di rumah ini", Ucap Brenda


" Mba pengasuh, ini handphone buat kamu, dan ini uang jajan buat kamu, berapa gajimu yang di janjikan nona kamu? tanya Ranti.


" 5 juta, itu sudah gaji tertinggi disini, makanya saya bersyukur dan saya berjanji akan menemani nona Brenda sampai tuan junior besar, hingga tak membutuhkan saya lagi", ucap pengasuh itu.


" Hari Senin buatlah rekening, dan ingat asal kamu rajin, kamu setia dengan nona kamu, saya juga tidak akan pelit dengan kamu, saat saya datang pasti ada rejeki untukmu.


Saya janji sama kamu asal kamu mampu bertahan selama 3 tahun, maka saya kasih kamu bonus 1,5 milyar per 3 tahun, hingga keponakan ku Junior masuk SMP, bagiamana apa kamu berani Terima tantangan saya", ucap Ranti.


" Hehehe, terimakasih Nona Muda, justru saya bahagia, jujur saja di kampung saya punya anak gadis umur 4 tahun, suami saya, sedang mengurus perceraian kami, karena dia sudah memiliki wanita yang lebih baik dari saya, jadi ya sudah, saya mengabdikan diri saya untuk nona Brenda sambil membesarkan Putri saya.


Saya hanya memohon jika saya ada kesalahan di kemudian hari, tolong jangan usir saya, ucap pengasuh itu memohon.


" Makanya bekerjalah dengan baik, Kamu fokus urus Junior Mateos, nanti saya suruh orang saya mencarikan pembantu khusus untuk membantu membersihkan rumah, toh disini ada 3 kamar", ucap Ranti.


" Maaf Nona Muda, disini ada yang datang bersih - bersih katanya sehari hanya 4 jam, itu sudah sama cuci dan gosok baju, dia minta 1,5 juta", ucap Brenda.


" Asal bisa di percaya gak apa-apa, ucap Ranti.


" Dia tinggal kompleks ini juga, suaminya Security di Pabrik, daripada katanya dirumah sepi jadi dia bekerja seminggu 3x ucap Brenda.


" Baiklah coba saja dulu, jika dia rajin tambahkan gajinya, kalau masak Brenda bisa sendiri dan mba pengasuh juga bisa masak, jadi yang dibutuhkan kalian, hanya bersihkan rumah dan cuci gosok baju", ucap Ranti.


" sebenarnya aku masih bisa sendiri, hanya takut kalau sudah masuk kuliah itu saja", ucap Brenda.


" Ya sudah suruh ibu itu mulai besok sudah bisa bekerja, kamu jangan pikir soal uang, nanti kamu cepat tua", ledek Ranti ke Brenda.


" Hehehehe, Brenda harus berhemat agar uang dari Nona muda cukup hingga saya selesai kuliah, kalau bisa sampai Junior ku bisa selesai kuliah", ucap Brenda.


" Bagus itu, tapi jangan berhemat soal Makanan, tegas Ranti.


" Nanti saja Nona Muda, kalau surat cerai sudah ada dan suami saya tidak mau mengurusnya, pasti saya datang jemput, tentunya kalau Nona Brenda tidak keberatan", ucap pengasuh itu.


" Nanti kita jemput sama-sama sekalian jalan-jalan kekampung kamu", ucap Brenda.


" Tolong jaga Brenda ya Mba, ucap Ranti dan masuk ke mobil Maura.


Sepeninggal Ranti, Brenda masih ngobrol dengan mba pengasuh yang ternyata bernama Inggrid.


" Nona, saya kira nona Ranti orang Manado, ternyata bukan", ucap Inggrid.


" Saya juga bingung, dia tahu darimana saya melahirkan anak tanpa Suami dan kesulitan membayar biaya melahirkan.


Ingrid, semua ini nona Muda Ranti yang berikan, rumah ini memang atas nama saya, tapi dia yang beli, semua sudah lengkap, hingga Pakaian dalam komplit saat tadi malam saya datang, tadi pagi datang mobil dan Motor, ternyata harga mobilnya, 3 Milyar,


Aku di berikan biaya hidup, cukup banyak, makanya saya juga berikan kamu gaji tinggi, agar kamu betah bersama saya dan junior disini, jangan kuatir, kita jemput anak mu, anggap saja aku ini adikmu, Junior adalah keponakan kamu, dan jangan panggil aku Nona jika hanya kita berdua di rumah ini", ucap Brenda.


" Jangan kuatir, jika putriku sudah disini, maka selamanya Inggrid disini, Adik jangan memikirkan yang sudah lewat, kita jalani saja dengan ikhlas, pasti ada yang indah di masa depan, nona Ranti sudah berikan jalan baik buat adik, jadi berusahalah, kakak walau tidak sekolah tinggi, akan membantumu merawat Junior Mateos dengan sepenuh hati, karena mulai hari ini, junior adalah Keponakanku, kuliah dengan baik, serahkan Junior sama kakak", ucap Inggrid.


Terimakasih kak, jangan pernah berpikir meninggalkan rumah ini, buktikan ke Nona Muda Ranti, kalau kakak sanggup menjaga saya dengan Junior, kakak juga bisa dapat hadiah untuk hari tua, kalau untuk sekolah Putri kakak, itu aman, aku akan hidup sederhana sesuai pesan Nona Muda Ranti", ucap Brenda sambil menyusui junior.


Jauh di Merak, 3 keluarga lagi kebingungan, karena sudah magrib anak-anak mereka belum pulang, padahal menurut pihak sekolah bahwa sedari jam 10 Pagi, seluruh siswa sudah selesai ujian, dan sudah pulang.


Mereka menghubungi teman -teman anak mereka, tapi tak satupun mengetahui keberadaannya.


Seorang guru mengatakan bahwa anak mereka terlibat pertengkaran dengan Aisyah, di sekolah, guru itu mengompori, coba tanya ke Aisyah, barangkali Aisyah tahu keberadaan mereka", ucap guru itu itu,


Guru tersebut memang sangat tidak suka dengan Aisyah, hanya karena sumbangan Ranti, entah salahnya dimana dengan sumbangan Ranti, padahal dia juga ikut menikmati dan menerima Laptop dari Ranti.


Dan kini ke tiga Keluarga mendatangi kios Aisyah, dan kebetulan Pak Antara baru pulang dari masjid,

__ADS_1


" Mari masuk dan silahkan duduk, mau pesan apa makan atau minum, tawar Bu Antara.


" Kami kesini mau bertemu dengan anak kalian, katanya tadi disekolah anak kami bermasalah dengan anak kalian, kalau sampai anak kami jadi apa-apa kalian harus tanggung jawab", ucap mereka.


" Tunggu dulu, anak kalian laki-laki atau perempuan? tanya Pak Antara.


" Anak kami laki-laki, memangnya kenapa ! sengit mereka.


" Oh harus saya yang mengancam kalian, karena anak saya perempuan, dan lihat ini, anak saya hanya membela temannya yang di pukul oleh anak-anak nakal ini hingga pingsan, dan membawanya ke rumah sakit, lalu dimana letak salah anak saya ? tanya Pak Antara.


" Anak saya sudah lapor ke sekolah soal tindakan anak kalian tapi tidak di tanggapi, dan ini juga kejadian di restoran, anak kalian memaksa anak saya membayar makanan yang anak kalian makan sekitar 900 ribu, dan masih minta uang 1 juta, lantas apa salah anak saya hingga kalian mengancam kami? tanya Pak Antara.


Keluarga dari 3 siswa nakal itu terdiam, tapi karena mereka merasa dirinya lebih berkuasa mereka tetap tidak menerima anaknya disalahkan.


" Jadi kamu menyalahkan anak saya atas tindakan mereka, kalian harusnya bersyukur anak kami masih mau menegur kalian yang rendahan", ucap mereka menghina pak Antara.


" Kalau kami rendahan, lalu kalian apa, sudah jelas anak kalian laki-laki meminta uang kepada anak saya, sudah kasih tapi masih menyalahkan anak kami, dan menghina kami, lalu apa mau kalian", tanya pak Antara yang sudah mulai emosi.


" Anak kami tetap tidak bersalah, yang salah tetap anak kalian yang menggangu kesenangan anak kami, anak kami bebas mau pukulin siapa, kamu saja saja kalau mereka mau pukul, kamu tidak berhak membalasnya, kalau kami membalasnya, maka keluarga saya akan datang menghancurkan kalian semua", ucap mereka.


" Oh, apakah kalian yang punya Merak ini, atau Cilegon ini milik kalian, saya juga putra Merak, tapi tidak sesombong kamu, siapa tahu uang sejuta dari anak kami mereka pakai buat bersenang- senang, atau saya serahkan bukti ini ke pihak kepolisian agar kalian tahu siapa yang benar, anak kecil saja tahu kalau anak kalian yang salah,


Orangtua teman anak saya memilih diam, bukan takut dengan kalian, mereka hanya tidak mau berurusan dengan kalian saja, lagian anak saya dan teman nya ingin pindah dari sekolah itu, agar terhindar dari kebrutalan anak kalian, apalagi kalian membenarkan sikap anak kalian", ucap Pak Antara.


" Maaf di sini warung, kami orang miskin, jadi tidak menyediakan minum gratis bagi kalian, ucap pak Antara.


" Apa kamu pikir kami akan minum atau makanan kalian, jangan terlalu menganggap kalian itu layak bergaul dengan kami", ucap mereka.


" Hahahaha, sekaya apa keluarga kalian, apa kalian punya perusahaan besar, orang kaya saja tidak segitunya gaya bicaranya, nah kalian, yang juga masih di gaji orang lain sudah belagu", hahahaha ejek Pak Antara.


" Lalu kamu mau bilang bahwa kamu lebih kaya daripada kami, seluruh keluarga kami pekerja sukses, apa kmu tidak lihat, kami kemanapun tidak pernah naik motor seluruh keluarga kami punya besar, punya mobil dan pekerjaan yang baik, lantas kamu, hanya punya kios segini saja sudah mau berlagak seperti kami.


Tak lama berselang Aisyah datang dengan mobil Mercedes nya, sedangkan Koenigsegg Gemera miliknya dia taruh di rumah besar nya.


Ketiga keluarga itu melihat mobil Aisyah yang baru saja mematikan mesinnya dan membuka pintu mobilnya.


" Halo ayah, halo Bunda, apa kak Delia sudah kesini Belum ? tanya Aisyah.


" Belum, mungkin sebentar lagi, apa kamu jadi ke rumah Paman Lomban membawa barang dari kakakmu? tanya Bu Antara yang check dengan keberadaan keluaran super Sombong.


" Ia, nanti kalau tidak dia antar kakakku nanti pikir Aisyah tidak bisa di andalkan', ucap Aisyah.


" Halo Aisyah apa kamu sudah siap? tanya Delia tiba-tiba datang dan bersuara.


" Sudah Kak, tapi kita naik mobil yang ini saja ya, mobil baruku ada dirumah', ucap Aisyah.


" Hei gadis nakal kamu apakan anak kami, hingga mereka belum pulang sampai saat ini? hardik salah satu orangtua siswa nakal itu.


" Anak kalian yang mana, maaf ya, saya disekolah hanya punya 1 teman, selain dia aku gak hafal nama orang yang sekelas dengan saya, apalagi kalian entah manusia dari mana", jawab Aisyah enteng.


" Aisyah mereka orangtua dari ke-tiga anak yang memukul temanmu hingga pingsan dan meminta kamu membayar makanan mereka serta minta uang 1 juta dari kamu", ucap pak Antara.


" Oh pantas saja, kelakuan anak dan orangtuanya ternyata sama, sama-sama tidak punya etika, masa anak laki-laki tidak pulang cari ke tempat anak perempuan, dimana-mana laki-laki yang bawa anak gadis orang, lucu kalian ini.


Harusnya juga kami perempuan yang minta di bayarin cowok, bukan seperti anak kalian sudah di bayar kan makanannya, masih minta uang lagi, sudah saya berikan, dan sekarang kalian para orang tua datang mencari anak kalian


Aduh, dunia sudah terbalik, apa kalian pikir anak kalian terlalu keren hingga saya harus menyimpan mereka, ke Al saja nggak, sekelas juga tidak", hahahaha pantas saja sekolah tidak mau mengurus laporan saya, ternyata kalian tidak mau di salahkan dan hanya buat salah saja", ejek Aisyah.


" hei, kami pikir anak saya se level dengan kalian yang miskin, kami dari keluarga terhormat dan terpandang disini, kamu uang uang Kamu bisa menyamai dengan milik kami", ucap seorang dari keluarga itu.


" Oh ya, mana mobil mana mobil mewah kalian, minimal sama seperti mobil Mercedes milikku, harusnya kalau kalian orang kaya itu, minimal harga mobil itu 1 milyar untuk ke pasar, dan 10 milyar untuk anak kalian ke sekolah, dan 25 milyar seperti merek Rolls-Royce Phantom Extended atau Cullinan dan Wraith, untuk kekantor, itu standard orang seperti Gaya bicara kalian, juga kalian wajib punya kartu seperti ini, ucap Aisyah sambil mengeluarkan kartu Black Card Centurion, JP Morgan Reserve Paladium Card dan Mandiri World Elite.


" kalau kalian punya 3 kartu ini dan daftar mobil yang ku sebutkan diatas, baru pantas kalian disebut orang kaya sejati.


Dan orang kaya sejati tidak menyekolahkan anaknya di sekolah negeri yang bersubsidi", ejek Aisyah

__ADS_1


" Terakhir tunjukkan kepada saya kalian punya perusahaan apa hingga mengaku diri sebagai orang kaya, kakakku saja tidak pernah mengaku dirinya orang kaya", ucap Aisyah.


sementara mereka tegang berdebat, di depan datang sebuah mobil dan seorang laki-laki seumuran pak Antara memanggil Aisyah


__ADS_2