
Di Jakarta, tepatnya di kediaman keluarga Ferdiansyah Setiawan, terkejut mendapat berita Aquino anaknya pingsan dipukul orang, yang tak lain Ranti pelakunya.
Dia memerintahkan agar segera mencari pelakunya dan tutup Dealer Grace jangan beroperasi lagi.
Anak buah Ferdiansyah bergerak dan melakukan perintah bos mereka, tapi sayang, Dealer Grace termasuk kuat di Surabaya, bahkan sahamnya adalah milik keluarga, jadi Ferdiansyah Setiawan kesulitan untuk menutup paksa Dealer Grace.
" Maaf bos, dealernya milik pribadi, modalnya 100% milik keluarga nya dan tidak ada afiliasi dengan perusahaan lainnya, ucap anak buah Ferdiansyah Setiawan.
" Kalau begitu suruh supplier mobilnya agar menghentikan suplai ke Dealer itu, ucap Ferdiansyah
" Kami sudah berupaya bos, sebagian sudah menghentikan nya, tapi pihak Toyota sebagai basis penjualan Dealer Grace menolak, apalagi kita tidak memiliki saham di Toyota, ucap anak buah Ferdiansyah.
" Bagaimana dengan mobil-mobil mewah lainnya, tanya Ferdiansyah
" Kondisinya sama bos, Dealer mendapatkan beberapa merk mobil mewah dari perusahaan importir yang tidak berafiliasi dengan perusahaan kita, jelas mereka menolak permintaan kita, jawab anak buahnya
" merek apa saja yang menerima permintaan kita, tanya Ferdiansyah
" Suzuki, Honda, BMW dan Audy, tapi mereka sendiri masih terikat kontrak yang berakhir setahun lagi, ujar anak buahnya Ferdiansyah.
" Itu berarti, Dealer itu masih tetap kuat drngusnya, terus apa ada perusahaan lain yang dealer itu miliki, tanya Ferdiansyah
" Ada Tuan dealer motor import dan sepeda import, hanya itu usaha mereka, namun semuanya milik sendiri, tidak ada yang menanamkan modalnya disana, salah satu perusahaan yang meminjamkan dana dengan jumlah besar hanya perusahaan Tri Link Finance Indonesia di Jakarta, ucap anak buah Ferdiansyah.
" Oh oke baiklah, awasi terus Dealer Grace itu, dan jangan bertindak gegabah, biasanya orang yang berusaha dengan modal sendiri termasuk orang dengan latar belakang kuat, ucap Ferdiansyah mengingatkan.
" Terus bagaimana dengan Perusahaan Tri Link Finance Indonesia, yang memberikan modal pembangunan Gedung milik Dealer Grace, tanya anak buah Ferdiansyah
" Perusahaan itu adalah urusan saya, saya kenal dengan CEO dari perusahaan itu, ucap Ferdiansyah
" Oke bos, saya dan kawan-kawan akan memantau Dealer itu disini, ucap anak buah Ferdiansyah.
Selesai Ferdiansyah berbicara dengan anak buahnya soal Dealer Grace, dia menghubungi Pak Jusuf Maulana.
" Halo selamat sore Tuan Jusuf Maulana, sapa Ferdiansyah Setiawan
" Halo juga Tuan Ferdiansyah, ada yang bisa saya bantu, ucap Pak Jusuf Maulana dengan nada sopan.
" Saya mau tanya soal pinjaman modal Dealer Grace di Surabaya, tanya Ferdiansyah
" Maaf Tuan Ferdiansyah Setiawan, itu rahasia perusahaan kami, dan bagian perjanjian kami dengan klien, ucap Pak Jusuf
" Jujur saja, saya minta Perusahaan anda menarik semua pinjaman yang di berikan kepada Dealer Grace, terserah dengan cara apa, soal pinaltinya saya yang akan menggantinya, ujar Ferdiansyah
" Maaf Tuan, kami bekerjasama dengan mereka dan semuanya berjalan lancar, selama ini, perusahaan itu selalu tepat waktu dalam membayar kewajibannya, jadi tidak ada alasan untuk menariknya, ucap Pak Jusuf Maulana, dengan nada tegas.
" Apa itu berarti anda menolak permintaan saya, tegas Ferdiansyah
" Tri Link berdiri sendiri, dan memiliki aturan sendiri, bagaimana saya menuruti permintaan anda yang aneh itu, jelas saya menolak, dan ini urusan perusahaan kami bukan perusahaan yang berada di perusahaan anda, Jawa Pak Jusuf dengan tegas.
" Apa kamu tidak takut perusahaan mu ku hancurkan di bursa saham, ancam Ferdiansyah
" Silahkan saja Tuan, dan perlu anda ketahui, Pemilik Perusahaan Tri Link Finance, menguasai 85 % saham, yang tertera di bursa hanya 15 %, itupun karena pemilik tidak mau mengganggu saham publik yang 15% itu, jika anda tidak percaya silahkan mencobanya, ucap Pak Jusuf Maulana dengan nada menantang.
" Baiklah, jangan menyesal jika Tri Link Finance kamu itu hancur, ancam Ferdiansyah
" Tuan Ferdiansyah Setiawan yang terhormat, Pemilik Tri Link Finance Indonesia, berbisnis dengan jujur dan terbuka, jika anda ingin mengancam dengan data-data lama, maka anda harus tau setahun ini Tri Link Finance Indonesia sudah berganti Pemilik, silahkan baca beritanya, agar anda tahu, Tri Link Finance Indonesia Sekarang sudah berbeda 180 derajat dari sebelumnya, ujar Pak Jusuf Maulana
" Hahahaha, saya punya banyak cara menghancurkan perusahaan yang tidak mendengar omongan saya, apa kamu kalau saya pengusaha nomor 1 di Indonesia, dan orang terkaya nomor 2 di Indonesia, sombong Ferdiansyah.
" Saya tau itu, tapi bukan berarti kami harus tunduk dengan omongan anda, ujar pak Jusuf.
" Oke kalau begitu, anda tunggu kehancuran Tri Link Finance Indonesia, ucap Ferdiansyah.
__ADS_1
" Buat apa saya buang waktu hanya menunggu hal yang tidak menguntungkan, balas Pak Jusuf Maulana dengan santai namun tetap menantang.
Ferdiansyah Setiawan yang tidak bisa membujuk Pak Jusuf Maulana, hanya mengumpat dengan memaki-maki sendiri.
Dia menghubungi para hacker, agar menghancurkan Tri Link Finance Indonesia, dengan Meretas sistem database Tri Link Finance Indonesia.
Sejam berselang, Ranti menerima notifikasi darurat dari sistem keamanan perusahaan Tri Link Finance, yang melaporkan ada serangan hacker.
Ranti segera menelpon Pak Jusuf Maulana dan memberitahukan soal serangan hackers, di Tri Link Finance.
" Halo Pak Jusuf, apa sudah ada laporan dari pihak IT, Bahwa ada sekelompok hackers yang berusaha menerobos sistem keamanan Tri Link Finance, tanya Ranti
" Sudah Nona, saya saat ini sedang berada di ruangan IT, bersama Manajer IT, jawab Pak Jusuf
" Jangan kuatir, pantau saja terus, dan fokus saja pada pekerjaan yang lain, biarkan manajer IT yang memantau secara langsung, sistem keamanan kita, tidak akan sanggup mereka bobol, suruh Manajer IT, melaporkan perkembangan jumlah serangan, setiap 10 menit, Perintah Ranti
" Baik Nona Muda, akan saya sampaikan, ujar Pak Jusuf
" Tetap backup semua data, dan segera alihkan ke server cadangan jika lapisan 6 sistem keamanan bisa mereka tembus, ucap Ranti.
" Baik Nona, Semua data sudah kami backup otomatis setiap jam, dan perbaharui setiap 24 jam, kedalam format offline, artinya kita memiliki 2 back up data, server cadangan untuk terus online dan back up data untuk offline, ujar pak Jusuf Maulana.
" Bagus kalau begitu, selamat bertugas, ucap Ranti dan menutup telpon.
" Aplikasi Mata Dewa, retas balik para hackers itu dan darimana mereka semua, telusuri siapa yang membayar mereka, setelah ketemu berikan notifikasinya, Perintah Ranti langsung menekan Enter.
Ranti saat ini berada di Gedung RPS Multidana Finance bekas Gedung Megamas Multifinance, bersama Dewi, Tiara, Sabrina dan Santina.
Hari ini Dewi datang untuk melihat-lihat suasana, dan melihat ruangannya yang masih sementara di renovasi.
Rendi sendiri berkantor di Gedung pertama RPS Multidana Finance, yang menjadi kantor pusat untuk sementara.
Rencananya akan pindah jika Mega Proyek Kota Terpadu, sudah selesai pembangunan untuk gedung- gedung perkantoran, mungkin sekitar 3 atau 4 tahun lagi.
Sudah hampir 3 jam, para hackers menyerang Tri Link Finance, tapi belum sanggup menghancurkan lapisan pertama, saat ini sudah lewat jam tutup kantor, tinggal orang divisi IT yang masih berada di kantor, itupun karena divisi ini ada yang menggunakan sistem 3 shift, untuk menjaga dan memantau server 24 jam sehari.
Sementara saat Aquino, lagi uring-uringan karena gagal mendapatkan apa yang dia inginkan, Bernard dan kawan-kawannya jadi sasaran makian Aquino.
Waktu terus berjalan, Sistem keamanan Tri Link Finance, masih tangguh untuk di terobos.
" Acchhhh sial, siapa perancang sistem ini, umpat seorang hacker dari Singapura
Ferdiansyah Setiawan mengerahkan lebih dari 20 orang, termasuk anak keduanya yang tinggal di Singapura.
Aplikasi Mata Dewa sudah mengumpulkan data para hacker dan menyerang balik, seketika komputer mereka meledak, handphone milik mereka di kunci.
Ranti menerima semua data para hakcer dan yang membuat dia tertarik ketika dia melihat isi handphone masing-masing hakcer, dia lebih tercengang melihat data salah satu hacker itu adalah sepupunya, Aquinas Setiawan.
Lengkap sudah semua sepupunya sudah di ketahui, Ranti menelusuri media sosial Aquinas Setiawan dan mendownload beberapa fotonya, bahkan ada foto keluarga Ferdiansyah Setiawan di Media sosial Aquinas.
Kesimpulan Ranti sudah jelas, bahwa penyerangan itu di dalangi Keluarga Ferdiansyah Setiawan.
Ranti sengaja belum memasukkan Tri Link Finance Indonesia ke dalam RPS GROUP COMPANY, karena itu jaringan RPS GROUP COMPANY, tidak terganggu, Ranti sadar bahwa Tri Link Finance setiap saat pasti ada yang menyerang, makanya dia belum memasukkan nya.
RPS GROUP COMPANY, hingga saat ini, belum terlibat dalam pertarungan bisnis secara langsung yang ada saat ini, karena hampir seluruh Perusahaan yang ada Ranti hanya memegang saham saja walau 80% adalah saham pengendali, tapi dalam daftar perusahaan yang berafiliasi dengan RPS GROUP COMPANY hanya menuliskan nama perusahaan, tetapi tidak dengan jumlah Sahamnya.
Dalam situs setiap perusahaan juga hanya menulis nama saham publik dan itu sudah diatur oleh Rose.
Kembali ke Ferdiansyah yang saat ini kebingungan tidak bisa menghubungi para hakcer, juga Aquinas sebagai kepala Tim untuk Meretas Tri Link Finance.
Masih dalam kondisi kebingungan, Ferdiansyah menerima laporan dari sekretaris nya, bahwa perusahaan induk pengelola, hotel, restoran dan tempat wisata telah di bobol, dan seluruh data penting sudah di copy oleh hacker.
Ranti tertawa, melihat aplikasi Mata Dewa telah berhasil membobol salah satu perusahaan besar milik Ferdiansyah, bahkan beberapa hotel Mewah yang tersebar di Jakarta, Bandung, Bali, Lombok hingga Medan, saat ini mengalami pemadaman listrik.
__ADS_1
Ranti mengirim pesan lewat aplikasi Mata Dewa, ke Ferdiansyah Setiawan, dengan tulisan sederhana, " ini baru permulaan", disertai emoticon tertawa, by Queen's, itulah isi pesan Ranti.
Aquino Setiawan, yang mendapatkan informasi pembobolan itu, semakin emosi dan langsung bergegas kembali ke Jakarta dengan jet pribadi Embraer Legacy 600 miliknya.
Keluarga Ferdiansyah Setiawan pernah sesumbar mengatakan bahwa mereka telah memesan Gulfstream G 700, itulah sebab utama banyak netizen berkomentar bahwa keluarga Ferdiansyah memang Sultan.
Namun fakta itu di patahkan dengan berita yang mengabarkan bahwa Gulfstream G 700 milik Peru RPS GROUP COMPANY, berita seolah-olah menjadi sebuah peluru yang di tembakkan oleh seorang penembak jitu.
Waktu sudah menunjukkan pukul 8 malam, Ferdiansyah Setiawan belum juga bisa menghubungi semua hakcer yang di bayarnya, pesan dari Ranti menjadi hantu yang mulai bergentayangan di kepala Ferdiansyah Setiawan.
Aquino Setiawan sendiri belum mendapat informasi tentang siapa sebenarnya Ranti, data yang ada hanya tertulis nama Ranti Putri saja, dan masih pelajar, bahkan dia berasal dari Panti Asuhan Charity.
Anak buah Aquino Setiawan, menelusuri hingga ke Panti Asuhan Charity, namun data yang di dapatkan bahwa Ranti dititipkan oleh seseorang dan setahun kemudian orang yang menitipkan Ranti meninggal.
Hanya itu informasi tentang Ranti yang didapatkan oleh anak buah Aquino Setiawan.
Disaat ayah dan anak kebingungan, para hackers lagi pusing mengingat komputer dan laptop mereka meledak, bahkan handphone juga terkunci, dan lebih sadis lagi data mereka telah tersebar kemana-mana, beserta kasus yang melibatkan mereka.
Beberapa dari mereka telah di tangkap di negara mereka masing-masing, seorang hacker yang pernah terlibat dengan dalam kasus RPS Finance lalu, bergidik ngeri, melihat beberapa hackers di tangkap.
Ranti yang saat ini sedang menikmati suasana makan malam bersama keluarganya, belum juga membaca laporan dari aplikasi Mata Dewa.
" Kak, besok boleh gak Salma datang ke ultah teman sekelas di rumahnya, tanya Salma
" Boleh saja, apa dia dia teman baikmu atau hanya karena teman sekelas, tanya Ranti
" Teman baik, Ayahnya security disekolah kita, tapi di SMP dan ibunya cleaning Service di SD sekalian jaga kantin sekolah, kata Salma
" Armando, besok temani Salma ke ultah temannya Salma, perintah Ranti
" Ia Kak, pasti Armando temani, jawab Armando.
" Salma sudah siapin hadiah ya belum, tanya Ranti
" Kalau kakak ijinkan besok selesai makan siang Salma mau langsung ke Mall Galaxy mampir beli kado dan terus kerumah teman yang ultah, balas Salma.
" Apa Salma dan Armando sudah bisa ke Mall tanpa kakak temani, tanya Ranti.
" Kan ada kak Yati, juga Paman Jumono, kata Salma.
" Tapi kalian berdua hati-hati ya, ajak paman Jumono masuk ke Mall untuk temani kamu dan Armando, jawab Ranti.
" Ia Kak, terimakasih, ucap Salma
" Kamu mau pake mobil yang mana, tanya Mercy
" Mau pake si Biru (Toyota C-HR Hybrid), sudah lama Salma tidak menggunakannya, ujar Salma
" Kamu mau beli hadiah apa buat teman kamu, tanya Friska
" Aku mau belikan tas dan sepatu, kasian sepatunya sudah sangat jelek, tasnya juga sudah jahit sana sini, jadi beli itu saja, ucap Salma
" Pintar kamu memilih hadiahnya, tapi ingat beli di toko tempat Clara kerja, kamu masih ingatkan, tanya Ranti
" Masih, tapi sekarang kak Clara sudah bekerja di kantor Kakak, nanti jadi anak buah kak Dewi dong, ujar Salma
" Ia tadi kakak sudah bertemu dengannya, dan dia kirim salam buat Salma, ucap Dewi menyambung pembicaraan Salma dan Ranti.
Selesai makan malam, Ranti memanggil Yati.
" Yati bagaimana kuliah kamu, tanya Ranti
" Baik-baik saja Nona, jawab Ranti
__ADS_1
" Baguslah, besok Salma dan Armando mau ke Mall Galaxy beli hadiah di toko sepatu dan Tas langganan kita, nanti ajak pak Jumono temani kalian bertiga, perintah Ranti
" Baik Nona Muda, jawab Yati