
Tiba bendungan, terlihat banyak pekerja yang sedang melakukan tugasnya, area seluas 10 hektar dan kedalaman bendungan 15 meter.
Di tempat itu juga terdapat pekerja yang sedang mempersiapkan jalur pipa, juga Tim dari PLTS, rencananya di semua bendungan akan di bangun panel Surya di atas air, lumayan untuk digunakan di lampu jalan atau PJU.
Selesai melihat-lihat, Ranti dan yang lainnya lanjut berkeliling, alat - alat berat sedang meratakan beberapa bukit, tapi dalam proses perencanaan pembangunannya akan bertahap, saat ini Ranti berfokus pada pembangunan di sekitar Pelabuhan, namun infrastruktur untuk seluruh wilayah sudah di persiapkan, dengan pembagian menjadi 6 wilayah, dan di setiap wilayah sudah mulai di kerjakan oleh Tim berbeda, agar sekali jalan.
Apalagi telah ada ijin untuk mereklamasi 3 pulau kecil yang saling berdekatan dan jika selesai akan menambah luas sekitar 150 ribu hektare, dan pulau baru itu nantinya yang akan di jadikan pusat industri oleh Ranti dan juga Bandara.
Atmono menjelaskan perencanaan yang membutuhkan waktu 10 tahun untuk menyelesaikan semuanya, dengan terbangunnya di kawasan itu maka geliat ekonomi di treasure island akan berkembang, Atmono juga melaporkan bahwa dia sedang meminta ijin untuk membangun bendungan di salah satu Pulau yang di jadikan tempat konservasi, Pulau itu memang memiliki sungai yang cukup Besar, jadi dimasa depan Treasure Island tidak akan kekurangan air bersih.
Ranti mendengarnya sangat senang, walau nanti pembangunannya sekitar 10 tahun depan atau 20 tahun lagi intinya, Atmono sudah mampu memikirkan bagaimana caranya agar Pulau ini tidak kekurangan air baku, apalagi nanti industri berkembang, dan populasi manusia berkembang.
Atmono juga melaporkan bahwa 3 pulau yang akan di reklamasi di khususkan untuk industri, dan nantinya akan di bangun jembatan penghubung, dan ada yang berjaga di perbatasan, selain karyawan tidak ada yang di perbolehkan memasuki area tersebut, Akses ke bandara memiliki jalur tersendiri dan hanya dikhususkan untuk bandara, untuk pelabuhan hanya khusus Cargo tidak ada layanan penumpang.
" Bagus itu kita harus merencanakan nya dari sekarang, bandara nanti mulai kita kerjakan 10 tahun kedepan, yang terpenting sekarang Adalah lahan yang harus di siapkan 5000 hektar, agar di kemudian hari kita tidak repot untuk mencari lahan.
Untuk industri juga sudah di bagi per zona, dan tetap ada penghijauan sehingga Pulau baru itu tidak gersang.
Kembali ke Surabaya.
Tim Rose sudah membawa Kurnia ke Rumah baru yang di belikan Ranti, Tim Rose yang mengurus rumah baru buat Sundari Nechtar dan anaknya Alfons Nechtar, Ruko mereka berdua juga di Blok yang sama, agar Sundari Nechtar bisa punya teman, begitu juga dengan Kurnia Saphira.
Hari ini sangat banyak anak buah Rose yang di kerahkan, agar permintaan Ranti bisa terselesaikan.
Bagyo si pemilik supermarket yang baru saja mengecek saldo rekening Bank nya, terkejut, Padahal dia ingin menambah modal untuk Toko elektronik, supermarket dan Toko handphone miliknya.
Untung saja Ranti belum mengambil uang ketiga usahanya Bagyo, jika diambil bisa di pastikan Bagyo akan bangkrut, tapi jika Bagyo masih memaksakan kehendaknya, di pastikan dia akan di buat bangkrut.
Beralih ke pamannya Hanum, saat ini dia sudah di laporkan oleh pihak penyewa rumah Kurnia Saphira dengan pasal penipuan, dan hari ini Juga polisi sudah membawanya kekantor Polisi, Tim hukum Rose juga melaporkan kasus perampasan hak milik orang lain, jadi komplit penderitaan Pamannya Hanum.
Saat Tim Rose dan Kurnia Saphira sudah berada di rumah yang di beli Ranti.
" Nona Kurnia untuk seterusnya anda tinggal disini, semua ini akan menjadi milik anda", ucap Tim Rose.
" Rumah ini sangat bagus, dan apakah mobil dan motor itu juga buat saya? tanya Kurnia Saphira.
" Ia ini semua milikmu, mari silahkan masuk dan lihatlah semua sudah lengkap", ujar Tim Rose.
Kurnia sangat bahagia, dia berkeliling dan menuju ke Dapur, dia melihat seluruh peralatan dapur yang modern dan sangat bagus, dia juga terkesima melihat kulkas yang besar dan ternyata telah diisi dengan bahan-bahan makanan.
Di area belakang ada Taman kecil dan ruangan untuk Pembantu dan juga Tempat cuci baju dan menyeterika, terlihat mesin cuci dari merek terkenal, dan ada juga dapur kasar, yang semuanya telah tertata dengan rapi.
Dan lebih bahagianya dia adalah saat masuk kamar tidur untuknya, lemari pakaian telah penuh dengan berbagai jenis pakaian, ranjang king size dan meja rias sudah lengkap dengan make-up, kamar mandinya juga lengkap.
" Nona, apakah ini kenyataan atau hanya mimpi", ucap Kurnia Saphira.
" Semua ini nyata, majikan saya ingin anda hidup bahagia, di depan Blok ini terdapat Tuan Arzen dan Hanum Istrinya, mereka juga di tolong majikan kami, dan dari Tuan Arzen itulah Majikan kami menolong Anda, apakah anda mengenalnya? tanya Tim Rose.
" Aku mengenalnya, sangat mengenalnya dia sudah ku anggap adik saya, apalagi umur kami hanya beda 1 tahun", jawab Kurnia.
" Mari makan siang Nona Kurnia, rekan saya sudah menyiapkannya, dan nantinya Nona Kurnia akan kedatangan seorang Pelayan, yang akan membantu Nona membersihkan rumah ini", ucap Tim Rose.
" Saya tidak punya uang dan pekerjaan, bagaimana menggajinya? sahut Kurnia Saphira.
" Tenang saja, semuanya sudah persiapkan, 3 hari atau seminggu lagi, Nona Kurnia sudah bisa berjualan Handphone, dan Paket Internet, sebentar lagi saya akan ada yang datang untuk menjadi karyawan toko anda, ayo makan dulu", ucap Tim Rose.
Jika Kurnia lagi bahagia, berbeda situasi dengan suaminya yang uring-uringan mencari Kurnia, hingga bertanya kepada tetangga, namun para tetangga tidak menggubrisnya, padahal beberapa tetangga tahu kalau Kurnia pergi dengan Tim Rose.
" Hei Londo, tumben kamu mencari Kurnia, dan baguslah jika dia pergi meninggalkan kamu, kasihan dia tiap hari kamu marahin dan tak jarang kamu memukulnya, jadi itu keputusan yang baik bagi Kurnia.
Kami juga sudah memberikan kesaksian bagiamana perlakuan kamu terhadap Kurnia, saya kasih tau kamu.
__ADS_1
Tadi dia pergi bersama pengacaranya, dan Kurnia mengatakan dia sudah mengajukan gugatan cerai, dan jika suratnya kamu tidak tanda tangan, maka dia akan melaporkan tindakan KDRT kamu ke Polisi, dan kami juga warga disini pasti akan bersaksi untuknya", ucap tetangga Kurnia.
" Baguslah jika dia minta cerai, aku juga menyesal menikahi wanita bodoh yang tidak bisa di andalkan", Sengit Londo suaminya Kurnia.
" Maaf ya, kamu laki-laki yang tidak bisa di andalkan, kerjanya hanya malak orang di pasar, masih mengatai Kurnia", kami disini hanya menghargai Almarhum orangtuamu, lihat saja asik perempuan kamu juga pergi meninggalkan kamu, sekarang dia sudah bahagia di Kalimantan bersama suaminya, abangmu juga di Jakarta sudah sukses membukanya warung mie ayam dan bubur ayam, sedangkan kamu apa, selamat bersenang-senang karena tidak adalagi yang memaksamu untuk bekerja", ucap tetangga itu dan lanjut ngerumpi sesama ibu-ibu.
Suami Kurnia kebingungan, secara Kurnia tidak membawa handphone jadul pemberiannya, bahkan nomornya saja di tinggalkan.
Saat ini Ranti sudah berada di pulau sebelah untuk naik kapal kembali ke pelabuhan Gresik. Karena di rasa waktu akan lama jika naik kapal, maka Ranti putuskan untuk terbang saja, dan hanya 10 menit dia tiba di pelabuhan Gresik.
Dengan kecepatan sedang Ranti menuju Surabaya, dia sengaja melewati supermarket milik Bagyo, Ranti melihat suasana supermarket yang sepi, hanya ada Security dan beberapa Polisi yang berjaga.
Sambil tersenyum Ranti melanjutkan perjalannya, kali ini dia menuju kompleks Arzen dan Hanum, tapi di blok yang berbeda, dia menuju blok tempat Kurnia Saphira, namun sebelum masuk kompleks perumahan, Ranti mampir ke Ruko untuk di berikan ke Kurnia.
Ranti disambut oleh 20 orang anak buahnya Rose yang sedang bekerja.
" Selamat datang Nona Muda", sapa mereka.
" Berapa lama waktu yang di berikan Rose kepada kalian? tanya Ranti.
" 3 Hari, dan past selesai Nona Muda, semua sudah komplit, kami tinggal merakitnya, untuk raknya sudah di kirim Rose, jadi di pastikan hari ketiga kami hanya membantu menyusun barang-barang baik di gudang maupun untuk display", lapor Pemimpin anak buah Rose.
" Terimakasih kalau begitu, ini makanlah, ucap Ranti sambil memberikan mereka buah Abadi.
" Nona Muda, buah ini terlalu berharga, bahkan di tempat kami buah ini hanya para bangsawan yang boleh memakannya, itupun kalau barangnya ada", ucap Pemimpin itu.
" Makanlah, dan ini Juice buah Abadi, masukkan ke Cincin kalian dan bagikan ke anak-anak dan istri kalian, ingat jangan di jual, jika kalian menjualnya maka saya akan minta Rose menghukum kalian", tegas Ranti.
" Kami berjanjilah tidak akan menjualnya, lagian buat apa kami menjualnya, mendingan buat anak dan istriku, agar mereka tidak penasaran dengan rasa buah Abadi", ucap mereka.
" Baguslah, kalau begitu saya pergi dulu", ucap Ranti dan beranjak dari Ruko itu.
" Selamat Datang Nona Muda, mereka calon karyawan toko milik Nona Kurnia Saphira', sapa anak buah Rose.
" Oh baiklah, lalu mana 2 temanmu dan Kurnia Saphira? tanya Ranti.
" Di dalam sedang mewancara seorang pria untuk Gudang", jawab anak buah Rose.
Ranti masuk kedalam rumah dan benar saja, terlihat Kurnia sedang melihat kedua orang anak buah Rose sedang mewancara calon karyawan untuk gudang.
Setelah 2 jam menunggu wawancara karyawan, akhirnya selesai juga.
" Nona Kurnia Saphira, Kenalkan Nona Muda kami, dialah yang menyiapkannya ini semua untuk anda", ucap anak buah Rose.
" Maaf Nona Muda, Nama saya Kurnia Saphira, terimakasih atas pemberiannya, saya kan bekerja dengan baik dan hati-hati", ujar Kurnia.
" Saya Ranti Putri, semua ini milikmu, Toko juga semua atas Nama kamu, jadi kembanhkanlah, agar masa depan kamu lebih baik, 3 hari lagi surat cerai kamu selesai, dan juga kamu sudah berjualan, saya berikan kamu toko handphone, dan semua barang dari beberapa merek sudah ku siapkan, hingga Kartu perdana, voucher internet, kami tinggal menjual saja, untuk supplier Handphone, pulsa dan internet serta aksesoris, nanti akan datang menemui kamu", ucap Ranti.
" Terimakasih Nona, kebetulan saya dulu sempat bekerja di konter HP, jadi agak mengerti penjualan handphone, ucap Kurnia.
" Bagus itu, nah sekarang kamu bosnya, tapi ingat perlakukan karyawan kamu seperti keluarga kamu, pasti mereka Bakan jujur bekerja dan setia kepadamu, tolong jangan sombong dan tamak, jika hal itu terjadi maka saya sendiri yang menghukum kamu", ucap Ranti tegas.
" Baik Nona Muda, saya berjanji akan tidak akan berubah sikap dan perilaku saya kepada siapapun", ucap Kurnia.
" Baguslah, lalu bagaimana dengan lahan kamu, seandainya lahan itu kembali kepada kamu, apa yang akan kamu lakukan dengan lahan itu? tanya Ranti.
" Jika memang lahan itu Kembali kepada saya, dan apalagi dengan bangunan supermaketnya maka akan ku sewakan ke orang, termasuk ruko-ruko yang ada di lahan saya, saya hanya mau ambil 1 saja untuk buka Toko Handphone", ucap Kurnia.
" Bagaimana kalau lahan itu saya sewa, tapi saya hanya mau gunakan supermarket nya saja, sedangkan Ruko adalah tetap pengolahannya sama kamu, saya hitung Ruko disana ada 30 unit, jika kamu mau saya akan sewa lahan itu 20 Milyar untuk 25 tahun", ucap Ranti.
" Kalau Nona Muda tidak Perlu membayar, silahkan gunakan selama 25 tahun, anggaplah bayaran saya atas semua pemberian Nona Muda", ucap Kurnia.
__ADS_1
" Saya menolak jika seperti itu, karena pemberian saya adalah ikhlas, di dalam ATM ini ada uang deposito 100 milyar, untuk yang in Platinum ini adalah tabungan biaya hidup, isinya 15 Milyar, sedangkan ATM yang 1 ini khusus untuk Modal, termasuk gaji karyawan dan gaji pelayan di rumah ini, silahkan ambil dan simpan", ucap Ranti sambil menyerahkan 3 buah ATM.
" Nona Muda, ini luar biasa banyak, belum lagi rumah ini, mobil, motor ruko dan lainnya, Maaf Nona Muda ini terlalu banyak untuk saya", Ucap Kurnia.
" Ambil dan gunakan dengan bijak, jika kamu tidak mengambilnya maka saya kembalikan kamu ke Gresik dan tidak akan membantumu, dan semua yang ada ini aku tarik, dan membiarkan lahan kamu tetap berada di tangan Bagyo", ucap Ranti.
" Nona Kurnia, terimalah dan tata masa depan kamu, Nona Muda kami sangat marah jika pemberiannya ditolak", ucap Anak buah Rose.
" Baiklah Nona Muda, saya akan gunakan uang ini dengan baik, saya juga tidak akan menghambur-hamburkan uang sembarangan, tapi ijinkan saya untuk membantu membalas kebaikan beberapa tetangga saya yang selama ini membantu saya", ucap Kurnia.
" Ada berapa orang tetangga kamu yang sangat baik, dan selalu membantumu? tanya Ranti.
" Ada 10 orang, rata- rata suami mereka buruh pabrik, kasihan juga mereka sudah berumur, walau anak-anak mereka sudah mapan, tapi Budi mereka kepada saya sangatlah besar", ucap Kurnia.
" Ambil 10 lembar Cek ini dan bagikan kepada mereka seorang 1 lembar, kamu hebat tetap mengingat kebaikan orang kepadamu, cek itu per lembarnya 2,5 milyar, cukuplah itu untuk hari tua mereka", ucap Ranti.
" Terimakasih Nona Muda, setelah surat cerai nya selesai, saya akan antar ke Suami saya dan sekaligus berkunjung dan pamitan kepada tetangga saya", ucap Kurnia.
" Silahkan, nanti mereka bertiga yang akan menemani kamu, dan 1 lembar cek ini, berikan saja buat suami kamu, itu isinya 2 Milyar, siapa tahu dia bisa berubah dan membuka usaha", ucap Ranti.
" Terimakasih, walaupun dia berubah saya tidak akan Kembali padanya, ucap Kurnia tegas.
" Baiklah sekarang aku mau make over kamu, agar lebih cantik dan Pintar, mari ke kamar kamu, ingat prosesnya sangat menyakitkan, tapi hasilnya kamu akan puas", ucap Ranti.
Hampir sejam Ranti membantu Kurnia melewati proses untuk merubah fisik Kurnia dan hasilnya sungguh membuat Kurnia Saphira sangat bahagia.
Kulit sawo matang nya yang tidak terurus, bekas jerawat di wajahnya hingga Kurnia terlihat dekil, kini sudah berubah, kulitnya semakin halus dan cerah, kulit wajah yang mulus, tidak ada lagi bekas jerawat, tubuhnya terlihat sangat seksi.
" Bagaimana, apakah kamu senang dengan perubahan kamu? tanya Ranti.
"' Terimakasih Nona Muda, aku seperti terlahir kembali, bahkan aku tambah tinggi, rasanya seperti gadis berusia 18 tahun, padahal aku sudah 26 tahun, terimakasih Nona Muda.
" Nikmatilah hidupmu dengan Baik, ingat baik-baik, jangan bicarakan hartamu kepada siapapun yang nantinya akan menjadi suami kamu, hiduplah tetap sederhana, jangan pamer kekayaan, karena pasti orang serakah akan memanfaatkan kamu", tegas Ranti.
" Terimakasih sarannya, saya juga lebih nyaman dengan seperti ini, dan benar kata Nona Muda, orang- orang banyak melihat kita karena uang kita", ucap Kurnia.
" Tetaplah seperti ini, dan ini SIM kamu, teteskan darahmu dan rasakan sensasinya", ucap Ranti.
Kurnia tanpa berpikir banyak langsung saja menusuk jarinya dan meneteskan darah nya, setelah darahnya meresap ke SIM nya, dia merasa hangat di kepalanya dan sekujur tubuhnya, setelah 5 menit kemudian, Kurnia kembali normal.
" Bagaimana rasanya? tanya Ranti.
" Aku belajar banyak hal dan saat ini saya bisa berbisnis, bisa mengemudi dan bisa beladiri dan memasak", ucap Kurnia.
" Baguslah, dan terakhir ini ambilah handphone dan Tablet ini, serta aksesorisnya. Dan untuk handphone yang kamu jual, untuk saat ini hanya produk mid end, Oppo, Xiaomi, Vivo dan lain-lain, sedangkan Samsung, yang kamu jual bukan yang Flagship, tapi kamu harus kembangkan agar kamu bisa menjualnya dari yang termahal hingga yang termurah.
Supplier untuk semua barang itu adalah Pak Drajat, dia sudah menjadi distributor beberapa mereka yang saya sebutkan, termasuk dia juga sekarang dealer Pulsa elektrik dan juga fisik, dia orang saya, jadi bekerjasamalah dengan dia.
Selesai berdiskusi akhirnya Ranti meminta Tim Rose agar menemaninya ke rumah baru satu lagi yang berada di pojokan satu lagi tapi satu Blok dengan Kurnia.
" Kurnia, nantinya kamu akan memiliki teman, nanti selesai saya mengurusnya, baru kalian bertemu, jadi kamu tunggu saja di rumah kamu.
" Baik Nona, apakah saya boleh mutar-mutar dengan mobil baru saya, ucap Kurnia Saphira yang senang melihat mobil Toyota Raize.
" Silahkan, lebih baik kamu ke SPBU dan isi full, ambil ini uang cash agar tidak repot di Pompa Bensin", ucap Ranti sambil memberikan uang 25 juta
" Terimakasih Nona Muda, ucap Kurnia dan langsung naik mobilnya dan menyalakan mesinnya, gayanya sudah seperti orang yang sudah lama mengemudi.
Saat tangannya memegang setir, kembali terasa hangat di seluruh tubuhnya seolah-olah mobilnya menyatu dengan dirinya, kemudian dengan lancar dia memundurkan Mobil dan berangkat dengan
mulus.
__ADS_1