SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN

SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN
Membahagiakan keluarga Mercy


__ADS_3

Brenda sendiri, sudah sangat nyaman dengan hidupnya, dia hanya fokus membesarkan putranya, dan nanti saat kuliah.


Adiknya yang baru lulus SMP, sudah pindah ke rumahnya diam-diam, karena ayah mereka yang terlalu keras.


Adiknya terkejut melihat rumah Brenda, apalagi Inggrid sudah menceritakan, bahwa Brenda saat ini sudah sangat kaya, Inggrid saja, sudah punya uang 2 triliun, dan biaya sehari-hari 300 milyar, tapi dia sudah bersumpah dan angkat saudara dengan Brenda, hingga Brenda tak mau Inggrid pindah kemanapun.


Tapi kepindahan adiknya Brenda tentunya telah di setujui Ranti.


Ranti tiba di daerah Kakaskasen, dia menghentikan waktu sebentar dan menunggu taksi online di pinggir jalan.


" Ryu, saya sudah tiba di Tomohon, tolong tunggu saya, apa kalian membawa mobil saya? tanya Ranti.


" Bawa Nona Muda", jawab Ryu.


30 menit kemudian Ranti tiba bersama taksi online, setelah membayarnya Ranti masuk ke rumah yang di belinya untuk di berikan ke keluarga Mercy.


" Selamat datang Nona Muda, semua persiapan sudah 100% selesai, hingga pakaian dan bahan makanan, dan sesuai rencana, keluarga Nona Mercy hari ini pindah", ucap Ryu sambil melakukan home tour.


" Kerja bagus, tak sia-sia aku meminta kalian dari Rose, dan mana saudarimu Ryi, aku kangen dengannya", tanya Ranti.


" Dia lagi membuat kopi untuk Nona Muda", jawab Ryi.


" Kalian memang sahabatku yang sangat baik, nanti jika semua sudah selesai, aku beri kalian hadiah", ucap Ranti bahagia.


Sejam Ranti berada dirumah itu, kemudian mereka bergerak menuju desa Keluarga Mercy.


* Tuan, keluarga Nona Mercy sudah terpojok, mereka di minta ganti rugi sebesar 500 juga.


Jika tidak, maka mereka akan menyita tanah dan rumah orangtuanya Nona Mercy", lapor Aplikasi Mata Dewa.


" Baiklah, saya akan buat perhitungan dengan keluarga itu", jawab Ranti yang seketika raut wajahnya berubah menjadi sangat marah.


30 menit di perjalanan, akhirnya mereka tiba di kampung Mercy dan langsung di dekati Joey dan Zoey.


" Nona muda, ayo kita kerumah orangtuanya Nona Mercy", ajak Joey.


Warga desa tersebut kagum, melihat mobil Mercedes Ranti, dan tak lama kemudian, mobil Mercedes Brenda dan Maura juga tiba.


" Nona Muda, sapa Brenda dan Inggrid.


" Akhirnya kalian tiba, ucap Ranti.


" Permisi saya Ranti dari Surabaya, saya ingin bertemu dengan Pak Agus dan Bu Vivi", ucap Ranti.


" Hey Nona, kami masih ada urusan dengan keluarga ini, jadi jangan mengganggu", hardik keluarga yang meminta ganti rugi.


" Saya kesini juga ada urusan dengan mereka, dan juga kalian yang datang meminta ganti rugi.


Sekarang kasih tau saya, berapa besar uang yang kalian tuntut? tanya Ranti.


" Mereka harus membayar 500 juta, karena lahan kami yang harusnya sudah panen, tapi di bakar mereka", jawab ibu pemilik kebun yang terbakar.


" Oh baiklah, sebenarnya saya punya bukti untuk menindak kalian, tapi saya malas meladeni kalian, ambil cek ini jumlahnya 500 juta, dan ambil ini juga buat ongkos kalian", ucap Ranti.


" Pak Agus dan Bu Vivi, perkenalkan ini Nona Muda kami, dan kami dari Surabaya", ucap Ryu.


" Hey Nona, kamu pikir kami percaya dengan cek ini, kami butuh uang cash", ucap ibu itu.


" Saya tidak pegang uang cash, berikan nomor rekening kamu ke asisten saya, biar nanti di transfer", ucap Ranti.


" Nah gitu dong", jawab ibu itu.


Tak berapa lama, handphonenya berbunyi dan ternyata dari Bank.


" Lain kali pak Agus, kalau bakar kebun, jangan bakar punya orang", ucap ibu itu dan beranjak.


" Terimakasih nak, ambilah tanah dan rumah kami ini, sebagai ganti uang ganti rugi ke ibu Reni", ucap pak Agus.


" Baiklah, besok rumah ini akan saya robohkan, jadi bapak dan ibu hari ini harus ikut kami",.ucap Ranti.


" Kami mau dibawa kemana Nona? tanya pak Agus.


" Kerumah baru, tapi saya ingin bertanya sesuatu", ucap Ranti.


" Apakah anak kalian hanya ada 1 atau 2 ", tanya Ranti.


" Kami memiliki seorang Putri, andai saat ini dia masih hidup, mungkin usianya sekarang sekitar 20 tahun, tapi hingga sekarang kami tidak tahu keberadaannya, apalagi dia hilang di Surabaya, saat dia berusia 3 atau 4 tahun", jawab pak Agus.


" Baiklah, lalu apa yang akan kalian lakukan jika ternyata Putri bapak dan ibu masih hidup? tanya Ranti.


" Kami pastinya bersyukur, dan semoga dia hidupnya dalam keadaan baik, tidak apa-apa jika dia tidak mengenal kami, apalagi kejadiannya dia, masih sangat kecil", pasrah Pak Agus.


" Saya pastikan dia baik-baik saja, dan boleh saya lihat fotonya saat dia masih kecil", ucap Ranti.

__ADS_1


" Itu foto terakhirnya, kami pajang di ruang tamu, pakaian itulah yang dia pakai saat dia di culik", ucap pak Agus.


" Baiklah, apakah di desa ini bapak atau ibu masih memiliki keluarga yang baik kepada kalian? tanya Ranti.


" Adik istri saya, paling bungsu, rumahnya tepat disamping kami ini, suaminya sudah meninggalkannya, dia hidup bersama 2 anaknya yang masih SMP dan satu lagi SMA, sama seperti anak laki-laki saya Marco", jawab Pak Agus.


" Nak, apa tujuan kamu kesini sebenarnya, hingga kamu rela membayar ganti rugi kebun orang itu, jujur saja ibu memiliki 7 saudara lagi, tapi mereka sudah tidak menganggap ibu dan adik ibu lagi, karena mereka semua hidupnya mapan, mereka juga sudah tinggal di kota, mereka hanya kesini, saat ke kuburan orang tua kami", jawab ibunya Mercy.


" Saya datang kesini, untuk memberitahukan, bahwa putri kalian masih hidup, dan hidupnya saat ini sangatlah baik, dia adalah kakak angkatku.


" Dia salah satu kakak, yang merawat ku dari kecil, saat kami berada di Panti Asuhan Charity Surabaya.


Lihatlah ini, namanya Mercy Cecilia, saat ini kakak saya kuliah di Universitas Erlangga, lihatlah wajahnya, sangat mirip dengan ibu", ucap Ranti.


Seketika ibunya Mercy meneteskan air mata, Nona, apa benar dia putri kami?, jika benar bolehkah kami berbicara dengannya? tanya ibunya Mercy.


" Untuk saat ini belum boleh, tapi percayalah setelah kalian bertiga menjalani proses dari saya, maka saya akan pertemukan kalian dengan kakak saya, tapi ingat baik-baik, saya tidak akan mentolerir siapapun yang membuat kakak-kakakku dan kedua adikku bersedih", tegas Ranti.


" Baik Nona, kami ikut omongan kamu saja, jika dia tidak mau mengakui kami, juga tidak apa-apa, apalagi kami hanya orang miskin", ucap ibunya Mercy.


"Tenang saja, kami di besarkan dengan sangat sederhana, apalagi kami besar di panti asuhan.


Kakakku orangnya sangat baik hati, tapi juga sangat cerewet, apalagi jika kami suda bermain dan lupa makan dan belajar.


" Tolong bantu saya membahagiakan kakakku, dia terlalu banyak berkorban untukku, dan tolong jangan ambil kakakku dari kami", ucap Ranti sambil menundukkan kepalanya.


" Kami tidak akan mengambilnya dari sisimu Nona, mari kita bahagiakan bersama-sama, itupun jika memang dia mau mengakui kami sebagai orangtuanya", ucap Ayahnya Mercy.


" Percayalah, pasti kakakku akan sangat bahagia bila berjumpa dengan kalian.


Dan sekarang, mari ikut saya, tinggalkan rumah ini, karena besok orang saya akan datang membongkarnya.


Ajak juga adik perempuan ibu, agar sekalian rumahnya saya bongkar dan buat dengan yang baru", ucap Ranti.


" Tapi Nona, kami mau tinggal dimana ? tanya ayahnya Mercy.


" Sudah saya katakan tadi, saya sudah menyiapkan kalian rumah baru, sudah lengkap isinya, termasuk pakaian, mobil dan juga motor.


Untuk sementara bapak awasi saja orang yang bekerja, tapi jangan campuri saat mereka bekerja", tegas Ranti.


" Tapi tolong ijinkan kami mendengar suaranya", ucap ibunya Mercy.


" Baiklah, tapi jangan berisik, sekarang saya telpon kakakku, moga saja dia tidak lagi kuliah", ucap Ranti dan langsung menghubungi Mercy.


" Halo dek, apa ada masalah di Manado hingga kamu menelpon kakak", Jawab Mercy


" Kakak lagi siap-siap mau ke kampus, mau kumpul tugas, sekalian mau jemput kakakmu Friska, tadi dia berangkat diantar pak Jumono.


" Oh ya dek, kakak hari Jumat malam, boleh gak, kakak ke Manado, kakak ingin mencari keluarga kakak, katamu orangtua kakak masih hidup", ucap Mercy.


" Boleh, nanti kita semua temani kakak, tapi apakah kakak ingin bicara dengan mereka? pancing Ranti.


" Yang benar dek, kakak sangat rindu dengan mereka, tapi percayalah, kakak tidak akan meninggalkanmu dan adik yang lainnya", ucap Mercy.


" Ya sudah, aku alihkan ke video call ya, tapi jangan kaget dengan penampilan keluarga kakak", ucap Ranti dan mengganti dengan panggilan Video.


" Kakak, mereka adalah kedua orangtua kakak, lanjut dan mengarahkan kameranya ke orangtua Mercy.


" Nak, ini ibu, dan ini ayahmu juga adik laki-laki mu, maafkan ibu dan ayah", ucap ibunya Mercy.


Hati Mercy sangat sedih melihat penampilan kedua orangtuanya.


" Dek, tolong kedua orangtuaku, kakak percaya merekalah orangtuaku, apalagi Ade yang ngomong", Mercy.


" Ia Kak, tolong jangan bersedih, adik akan lakukan apapun demi kebahagiaan kalian", ucap Ranti.


" Terimakasih dek", ucap Mercy.


" Ayah, Bunda, mana adikku? tanya Mercy.


" Lihat adikmu lagi sakit, dia tak bisa sekolah, karena ayah dan bunda tak punya uang, ayah dan bunda juga tak bisa berikan kamu apa-apa", ucap Agus Ayahnya Mercy.


" Mercy tak butuh uang, berikan nomor rekening ayah atau bunda, nanti Mercy kirim uang buat Ayah dan Bunda", ucap Mercy sambil meneteskan airmata.


" Kakak, jangan kuatir, Ade sudah siapkan semuanya, Rumah lengkap dengan isinya, mobil dan motor, adik juga sudah siapkan tabungan, untuk adikmu akan adik buat menjadi laki-laki ganteng dan juga kaya, agar gadis-gadis yang suka menghinanya akan menyesal", ucap Ranti.


Terimakasih dek, tapi ijinkan kakak juga memberikan orangtua kakak uang milik kakak", ucap Mercy.


" Baiklah, sekarang kakak ke kampus saja, nanti kalian bisa bicara sepuasnya, setelah kakak selesai dari kampus", ucap Ranti.


" Ayah, Bunda, Mercy ke kampus dulu, ikuti saja apa yang adikku ucapkan, percayalah semua untuk kebaikan ayah dan bunda serta adik.


" Adikku, siapa namamu, biar kakak mengenalmu? tanya Mercy.

__ADS_1


" Namaku Marco Jacobus", jawab Marco adiknya Mercy.


" Ya sudah, sabar ya dek, hari Jumat, kakak akan datang menemui mu, nanti adikku Ranti akan menyembuhkan semua penyakitmu, jadi ikuti saja apa kata adikku Ranti", ucap Mercy.


" Ia kak, Marco hanya mendengar cerita dari Bunda dan ayah serta melihat foto masa kecil kakak, Marco bahagia sekarang, ternyata kakak masih hidup, Marco janji, akan menjaga kakak dengan sepenuh hati", ucap Marco.


" Terimakasih adikku, kakak senang mendengarnya, ya sudah kakak berangkat dulu", ucap Mercy.


" Paman, Bibi sekarang berkemaslah, bawa saja dokumen, dan mari kita kerumah baru kalian, orang saya sudah menunggu, saya juga harus kembali ke Surabaya malam nanti", ucap Ranti.


Tetangga kini berdatangan melihat depan rumah pak Agus terparkir mobil-mobil mewah.


Tak lama kemudian datang adiknya ibunya Mercy dan langsung di suruh berkemas, dia juga sudah di belikan rumah yang cukup dekat dengan orang tuanya Mercy.


Warga desa juga semakin bingung, saat melihat Pak Agus dan istrinya memasukkan barang mereka ke mobil mewah itu.


Ranti cuek saja melihat kedatangan warga desa itu, tak ada niat Ranti untuk membantu warga di desa itu, karena tidak ada satupun dari mereka yang menghormati orang tuanya Mercy.


" Kak Ranti, apa boleh saya membantu teman saya? tanya Marco.


" Apa alasannya hingga kamu mau membantunya? tanya Ranti balik.


" Hanya dia teman saya di kampung ini, dia hanya tinggal bersama dengan neneknya, walau umurnya sudah 20 tahun tapi dia masih mau berteman dengan saya yang masih 17 tahun, kadang kami berdua pergi ke kebun bareng, dia juga sering membantu ibuku dengan motornya untuk ke pasar atau ada keperluan lain", ucap Marco.


" Asal dia tulus berteman dengan kamu, kakak tak segan membantunya, sekarang panggil dia, sebelum kita kerumah baru kalian", perintah Ranti.


Dengan tubuh kurusnya, Marco beranjak dan berjalan agak cepat untuk memanggil sahabatnya.


" Kak Dion, ayo kerumah saya dulu, ada hal yang ingin ku sampaikan", ujar Marco.


" Ada hal apa? jangan bilang kamu naksir seseorang? ucap Dion


" Bukan, pokoknya ayo ikut dulu", paksa Marco.


" Baiklah, paling juga kamu mau minjam motorku untuk antar ibumu, tapi ya sudah aku ikut kamu saja, siapa tahu kamu mau berikan aku pisang goreng", ujar Dion sambil mereka berjalan kaki.


" Kak Ranti, ini kak Dion teman saya, hanya dia yang selalu membantu kami, apalagi neneknya sangat baik", ucap Marco.


" Kenalkan saya Ranti Putri dari Surabaya, saudara Paman Agus dan istrinya", ucap Ranti sambil memindai Dion.


Ternyata Dion memang sangat baik hati, juga tulus membantu siapa saja, kerjanya sebagai tukang ojek dan petani, buat kepribadiannya menjadi sangat baik.


" Dion, jawab pertanyaan saya dengan jujur", tegas Ranti.


" Jika saya mampu menjawabnya, maka saya akan menjawabnya dengan jujur, jika tidak bisa pasti saya akan bilang tidak bisa, silahkan Nona mau bertanya apa", balas Dion.


" Apa yang paling pertama kamu buat jika , kamu memiliki uang 1 milyar", tanya Ranti.


" Saya hanya hidup bersama nenekku, kebetulan ayahku anak tunggal, dan sudah meninggal, ibuku sudah menikah lagi di Papua, tapi paman dan bibi dari ibuku, tak pernah mau membantu saya, jadi jika saya punya sebanyak itu, hal pertama yang akan saya buat adalah, membangun rumah, kemudian beli tanah untuk saya bertani, serta mobil pick up untuk mengangkat hasil pertanianku dan ku jual ke pasar, jika ada sisa baru aku beli handphone untuk jualan online", jawab Dion.


" Baiklah, saya tugaskan kamu, mengawasi pembangunan rumah Paman Agus dan adik iparnya, nanti setelah rumah mereka selesai, maka rumahmu akan saya bongkar dan bangun kembali, untuk tugas ini, kamu saya bayar 25 milyar dalam bentuk deposito berjangka dan 5 milyar untuk biaya hidup kamu sehari-hari.


Saya juga akan memberikan kamu mobil, motor dan handphone, terakhir saya akan bantu menyembuhkan penyakit nenekmu, dan nenekmu juga akan saya berikan uang yang jumlahnya sama seperti kamu, serta mobil.


Setelah rumah Paman Agus selesai, maka kamu wajib menjaganya, termasuk kebun mereka juga, adalah tanggung jawabmu.


Tahun depan kamu wajib kuliah, agar kehidupan kamu di masa depan bisa lebih di pandang orang, apa kamu mengerti ! tegas Ranti.


" Berarti, Marco akan jadi bos kecil saya", ucap Dion.


" Ya, dan kamu juga harus memastikan kenyamanan dan keamanan keluarga ini, hingga nanti kamu selesai kuliah dan bekerja di perusahaan saya", tegas Ranti.


" Baik Nona, jika keluarga pak Agus tidak keberatan, saya akan menganggap mereka sebagai keluarga saya, memang saya masih memiliki seorang ibu, tapi ibuku terlalu takut dengan suaminya yang sekarang", ucap Dion.


" Jangan di pikirkan dulu, sekarang kamu kerjakan dulu tugasmu, setelah semua aman, silahkan kamu panggil ibumu, atau jika kamu mau menjenguknya, silahkan, tapi informasi terlebih dahulu ke Marco", tegas Ranti.


" Terimakasih atas kebaikan anda, saya berjanji akan menjalankan tugasku dengan baik", jawab Dion.


" Dion, saya dan ayahmu adalah kawan lama, jangan kuatir, mulai sekarang anggaplah kami adalah orangtua kamu, mohon jaga baik-baik kebun saya, dan juga rumah saya, karena hari ini kami akan pindah, tapi jangan kuatir, walau kami pindah, tapi masih di Tomohon, jadi tiap hari juga masih bisa ketemu", ucap pak Agus.


" Dion kamu suka motor apa? tanya Ranti.


" Maafkan saya Nona Muda, saya sangat ingin memiliki motor besar, tapi ya keadaan saya seperti ini, jadi hanya sebatas angan-angan", ucap Dion.


" Baiklah, hari ini juga kamu tunggu di rumah, Mobil Range Rover Evoque dan 2 unit motor, Nmax dan CBR 250RR, juga paket dari saya yang nanti di antar oleh orang saya.


Ini ambilah ATM ini, dan buat rekening baru, kemudian pindahkan semua uangnya, kecuali yang deposito, dan ini cek 1,5 milyar sebagai gajimu selama 1 tahun, terakhir ini uang cash 25 juta", ucap Ranti.


" Terimakasih Nona, saya akan bekerja dengan baik dan juga akan kuliah dengan rajin", ucap Dion sambil membungkuk.


" Baguslah, sekarang kami pergi dulu, tapi ini yang terkahir, ambilah kedua handphone ini, pakailah dengan baik, dan jangan lupa, mulai besok rumah pak Agus akan di bongkar, jadi tugasmu segera kerjakan, dan laporkan ke pak Agus atau Marco.


Kamu juga Marco, lanjutkan SMA, tanggung sudah kelas 11, nanti kalau kuliah, kamu boleh pilih kampus dimana saja, mau ke luar negeri juga boleh", ucap Ranti.

__ADS_1


" Nona Muda, hari sudah mau sore, Nona juga belum makan, ayo kita berangkat", ujar Ryu mengingatkan Ranti.


Ranti kemudian beranjak bersama keluarganya Mercy, warga yang melihat Dion di berikan uang, hanya bisa terdiam, Dion sendiri tidak tahu kalau kedatangan Ranti, karena Mercy.


__ADS_2