
Alasan terbesar mereka ingin membeli supermarket dan lahan itu adalah, jarak kompleks perumahan mereka dan supermarket itu sangat dekat yang hanya berseberangan jalan.
Menurut perhitungan Ranti, kenapa lahan itu murah karena wilayah itu masih banyak yang kosong, namun 5 kedepan pasti akan mahal, salah satu faktor utama adalah pertumbuhan populasi penduduk yang semakin meningkat.
Peningkatan Jumlah penduduk akan berdampak signifikan pada ketersediaan lahan untuk tempat tinggal dan kebutuhan pokok lainnya.
Ranti yang masih asik dengan Tabletnya, di kagetkan dengan suara Darel.
" Ayo pemiliknya 15 menit lagi akan tiba di lokasi, ajak Darel.
Dengan menggunakan mobil Alphard, Mang Dul mengantar mereka ke lokasi, dan tidak butuh waktu lama untuk tiba.
Ketika mereka memasuki tempat parkir, terlihat suasana Supermarket yang ramai pengunjung, hal ini membuat suasana hati mereka bergembira.
Darel menkonfirmasi bahwa mereka sudah berada di parkiran depan supermarket, tapi di pemilik mengarahkan parkir diarea khusus petinggi dan staf kantor supermarket.
Akhirnya mereka bertemu dengan pemilik supermarket itu, Darel langsung memperkenalkan dirinya dan juga keempat adiknya.
Perkenalkan saya Darel Kusuma, dan mereka berempat adalah adik-adik saya, Mercy, Friska, Rindu dan Ranti, kami berniat membeli Supermarket anda beserta lahan kosong, seperti yang kita bicarakan di telepon, kata Darel langsung ke inti.
Perkenalkan saya Darius, saya pemilik tunggal dari seluruh lahan telah ada bangunan supermarket dan lahan yang masih kosong, ini bukti sertifikat tanahnya dan ini ijin peruntukan dan ini SIUP supermarket, serta ini bukti kepemilikannya Superman juga KTP saya, kalian bisa melihatnya dan mencocokkan nama yang tertera di semua dokumen dengan KTP saya.
Darel menyerahkan pengecekan dokumen kepada Ranti, dan hal pertama yang di lakukan adalah mengecek nomor seri sertifikat dan benar bahwa lahan seluas 5,5 hektar adalah milik dari pemilik KTP.
Setelah semua dokumen cocok, mereka berjalan ke arah lahan yang kosong dan sudah di tempati beberapa orang, dengan beberapa bangunan liar.
Bangunan- bangunan liar berbentuk kios- kios dan tempat tinggal, mereka membangun di tempat itu karena menurut mereka sayang lahan kosong di biarkan, namun sudah sejak 6 bulan lalu, pihak pemilik sudah memberitahukan agar bangunan liar itu segera di bongkar, tapi seperti kita tahu bersama para pemilik bangunan liar enggan untuk membongkar nya.
Kelima bersaudara yang melihat keadaan itu hanya bisa senyum saja, Ranti berbisik ke Darel
" kak bagian arah ke sebelah selatan itu bangun saja kios- kios kecil dan sewakan dengan harga terjangkau, prioritas keluarga yang bekerja di kita, kata Ranti.
Benar juga itu Bontot, dengan begitu lahan kita bisa tertata rapi. dan pinggir jalan ini sebagian akan kakak buat Ruko dan belakang ruko untuk kost-kostan .
Sambil berjalan dan melihat denah tanah, mereka tiba kembali di area supermarket.
Bagaimana menurut kalian dengan posisi lahannya, pemilik lahan membuka obrolan lagi.
Kami berminat membeli, kata Ranti antusias
Tapi terlebih dahulu saya minta maaf, persoalan pemukiman liar dan kios-kios liar itu yang membuat saya pusing dan seolah pemerintah enggan membantu untuk menertibkan mereka. kata si pemilik.
Lahan kosong yang berada di arah selatan ini milik siapa Pak, tanya Ranti ?
Kalau lahan itu luasnya lebih besar dari punya saya, hanya pemiliknya tinggal di Jakarta, 3 bulan lalu dia menawarkan kepada saya seharga 100 milyar, kira-kira luasnya 8 hektar, lebih besar 2,5 hektar, dan semuanya kosong hingga menjadi tempat berdiri bangunan liar. kata pemilik supermarket.
Apakah pak Darius masih menyimpan kontak pemilik lahan itu, tanya Ranti
Masih, kebetulan istri saya dengan dia itu teman sesama Dokter, jadi gampang lah untuk urusan lahan itu dan bisa saya bantu, kata Darius
Mercy, Friska dan Rindu, yang hanya diam dan sibuk dengan handphone mereka, seolah tak mau mencampuri Darel dan Ranti.
Baiklah kalau begitu pak Darius, kita bicarakan dulu masalah lahan dan supermarket pak Darius.
Apa alasan pak Darius menjual supermarket dan lahan ini, tanya Ranti
Tidak ada alasan yang terlalu penting, hanya istri saya ingin pindah dari Surabaya, Rumah Sakit kami di Papua sudah selesai di bangun dan rencananya kami akan pindah kesana, apalagi saya dan istri lahir dan besar di sana, kata Darius
" Baik kalau begitu, kami akan membelinya sesuai dengan harga yang pak Darius tawarkan kepada kami, dan bagusnya apa kami bayar sekarang atau kapan, tanya Ranti
Ada baiknya besok setelah makan siang, biar istri dan pengacara saya hadir, begitu juga dari pihak kalian. Kata Darius
" Baik, tapi apakah di jamin bahwa lahan ini tidak akan diberikan kepada orang lain, tanya Darel
__ADS_1
" Begini saja, Biar sah lahan ini akan jual kepada kalian, bagaimana kalau bayar uang tanda jadi dan akan saya berikan kwitansi sebagai bukti, putus pak Darius
" Baiklah, saya kasih 5 milyar apa sudah pantas untuk di jadikan sebagai uang tanda jadi, tanya Ranti
" Sudah cukup, mari ke kantor dan kita pakai kwitansi kantor supermarket saja.
Selesai menulis angka di kwitansi pembayaran Ranti mengirim bukti transaksi ke pak Darius.
Selesai urusan pembelian lahan, pak Darius mengajak mereka makan di restoran yang berada di lantai 2.
Ketika mereka lantai 2 yang masih banyak kosong, muncul ide bisnis Ranti.
Sambil menikmati makanan, mereka ngobrol - ngobrol soal lahan milik teman Darius, akhirnya Darius memutuskan untuk menghubungi temannya dan setelah beberapa kali menghubungi akhirnya diangkat,
Langsung Darius mengatakan bahwa ada yang minat dan ingin membelinya, namun temannya karena sibuk jadi meminta tolong Darius bantu proses pembelian lahan itu.
Ranti yang mendengar omongan kedua orang itu langsung berbinar, dan bertanya memastikan omongan Darius.
Jadi bagaimana pak, apa dia masih mau menjualnya dan apa harganya tidak ada kenaikan lagi? tanya Ranti
Harganya sudah pas katanya, dia tidak mau menjualnya jika di bawah harga itu. jawab Darius
Tolong beritahu ke beliau bahwa saya tunggu hari Senin tanggal sekian sekalian kita transaksi, bagaimana apa bisa pak Darius
Saya akan hubungi dia kembali dan konfirmasi ke anda Nona. balas Darius.
Karena sudah tidak ada yang ingin di bicarakan lagi, akhirnya mereka bubar dan kembali ke tempat masing-masing.
* Bontot, untuk apa kamu membeli lahan lagi ? tanya Rindu
" Kita lihat saja nanti, intinya lahan itu akan berguna menunjang supermarket kalian, kolaborasi pembangunan kita akan membuat area akan lebih tertata rapi, dan asri
Nanti aku minta tolong ke Rendi untuk membuat konsepnya, agar supermarket kalian bisa menjadi lebih besar, saran Ranti kepada mereka.
Tak terasa mereka sudah sampai di rumah dan karena sudah sore jadi mereka langsung ke kamar masing-masing dan membersihkan tubuh mereka.
" Halo, selamat sore, perkenalkan nama saya, Bianca Anastasya, Perwakilan dari Bank Mandiri Global Indonesia, sehubungan dengan telah di terbitkan 2 Kartu ATM, Black Diamond Seven Platinum Star dan Black Emerald Seven Star, maka kami ingin bertemu dengan anda untuk melakukan aktivasi kartu dan juga kami ingin menyerahkan beberapa souvernir dari Bank Mandiri Global Indonesia. Kata Bianca
" Baik, saya tidak keberatan akan tetapi posisi saya berada di Surabaya, balas Ranti
" Tidak masalah, anda bisa memberikan informasi, kapan Nona bersedia untuk bertatap muka dengan kami, kata Bianca
Saya ada waktu di atas jam 2 siang, silahkan anda tentukan jam nya, balas Ranti
" Baik kalau begitu, besok jam 3 sore kita bertemu di kantor cabang pusat Bank Mandiri Surabaya, jawab Bianca
" Maaf apakah, di Surabaya tidak ada Cabang Bank Mandiri Global Indonesia, tanya Ranti
" Secara fisik tidak ada, tapi di setiap propinsi kami kami hadir di kantor cabang Pusat mandiri. jawab Bianca
" Baik, sampai bertemu besok jam 3, terimakasih, Ranti langsung menutup telpon.
Lampu-lampu Taman, sudah di hidupkan, pertanda hari sudah menjelang malam, Ranti masih berdiam di kamarnya sembari membuka buku pelajaran yang akan di ujiankan besok, walau sebenarnya Ranti tak perlu repot-repot belajar, karena seluruh pelajaran sudah dia kuasai.
Masih asik membaca, pintu kamarnya di ketuk dan mengajaknya untuk makan malam.
Tanpa menjawab, Ranti segera membuka pintu dan turun ke lantai bawah, di meja makan keempat kakaknya sudah berkumpul, dan mulai menikmati makanannya.
Di penghujung makan malam, Darel buka suara, soal pemukiman dan kios-kios liar yang berada di lahan yang mereka beli.
Bontot, Kakak agak bingung menghadapi warga yang membangun pemukiman dan Kios di lahan yang baru kita beli, apalagi lahan yang akan kamu beli, apa kamu punya cara atau solusi ?
Untuk menghadapi mereka tentunya kita harus bekerjasama dengan pemerintah urusan tata kota, namun sementara kita menertibkan mereka, kalian harus segera melakukan pembangunan perluasan supermarket, karena menunggu masalah ini selesai, tidaklah efisien, jadi sambil membangun, sambil mengurus bangunan-bangunan itu. saran Ranti
__ADS_1
" Andaikata, Pemkot Surabaya tidak mau mengurus mereka, bagaimana menurutmu? tanya Darel
Tidak mungkin mereka membiarkannya, barangkali pihak Darius dan juga temannya yang malas memfollow up laporan mereka, jika tetap Pemkot Surabaya diam, maka kita bawa masalah ini ke jalur lebih tinggi, dan kalau masih tidak bisa, mau tidak mau jalur hukum. tegas Ranti
Asal kalian tau, terkadang suatu area tidak akan lirik investor, karena malas berurusan dengan mereka - mereka yang membangun seenaknya. Dan mereka pasti punya orang yang mendukung di belakang mereka, lanjut kata Ranti
" Benar juga Bontot, secara lokasi, lahan itu sangat strategis, arus kendaraan sangat ramai, tapi jarang yang melintas ke arah selatan itu kalau malam, kata Darel
Oleh karena itu ini kesempatan kita untuk bisa menyelesaikan masalah itu, kalau area itu sudah bersih otomatis semakin banyak yang orang yang melewatinya. kata Ranti
" Intinya sekarang, adalah kita mencoba bekerjasama dengan Pemkot Surabaya agar mau membantu kita, bila perlu para pedagang disana kita fasilitasi dengan biaya sewa murah, kata Ranti.
Ya sudah sekarang kita belajar, besok kita ujian, kata Mercy.
Tak banyak yang di kerjakan oleh Ranti, dia hanya membaca buku sebentar dan memikirkan bagaimana caranya menghadapi para pemukim liar itu dengan baik.
Dia larut dalam lamunannya hingga akhirnya dia terlelap, dan ketika dia terbangun ternyata sudah pagi. Karena ada ujian maka mereka tidak latihan Tai Chi
Ranti segera bergegas mandi dan berganti pakaian seragam, namun dia masih malas untuk turun ke lantai bawah, dia membuka pesan dari si kembar yang saling menyemangati, dia hanya membalas singkat, " semangat".
Mendengar suara Mercy memanggil di depan pintu kamarnya, Ranti langsung mengikutinya Turun ke lantai bawah, Dewi yang sudah menyiapkan sarapan untuk mereka, ikut duduk bersama Ketty.
Ranti hanya bicara soal nanti siang agar jangan lupa untuk melakukan tanda tangan lahan yang akan kita beli. Sekalian Ranti juga memberitahukan bahwa selesai urusan dengan Darius dia akan Bank Mandiri Cabang Pusat Surabaya.
Mang Dul sudah menunggu di teras, untuk mengantarkan kelima majikannya, kali ini Darel tidak bawa motor.
Perjalanan 30 menit dalam mobil mereka hanya sibuk dengan Handphone masing-masing, sebelum turun mereka menyimpan HP di cincin ruang mereka.
Jam menunjukkan waktu untuk Ujian semester di mulai, kertas soal ujian dan lembar jawaban sudah di bagikan, Dengan santai Ranti mengerjakan seluruh dan hanya butuh waktu setengah jam Ranti sudah mengumpulkan tugasnya.
Ranti langsung keluar ruangan dan duduk di Bangku Taman. Sementara duduk dia melihat seorang siswi yang tertunduk lesu seperti sedang terlibat masalah.
Ranti mendekat dan menyapanya, " hai apa kamu juga sudah selesai mengerjakan soal ujian?
Siswi itu melihat ke arah Ranti dan menggeleng kan kepala, dan berkata, ayahku 3 bulan kemarin meninggal, ibuku di rumah sakit, aku tadi tidak bisa ikut ujian karena sudah 3 bulan aku tidak bayar uang sekolah, kata siswi.
Oh.. kamu di kelas berapa? tanya Ranti
" Aku kelas 11, di ruang B, jawab siswi itu.
Berarti kakak sekelas dengan kakakku Friska, tanya dan merubah panggilan ke siswi itu.
" Friska, yang dulu tinggal di Panti Asuhan Charity, ia aku sama duduk berdampingan.
" Apa kamu akrab dengan kakakku, dan bagaimana menurutmu soal kakakku, tanya Ranti
" Friska, dari kelas 10 kami sekelas, akrab sekali tidak juga, karena Friska gak banyak bicara, tapi kalau bilang berteman ya, kami berteman, aku beberapa kali di berikan makanan atau cemilan, karena dia lihat juga gak pernah ke kantin. jawabnya
Maaf sebelumnya berapa SPP kakak sebulan, tanya Ranti
" Karena aku orang yang kurang mampu, maka aku di kasih potongan bayaran, tiap bulan 400 ribu, biasanya gak pernah telat hanya karena ayahku meninggal dan ibuku di rumah sakit jadi seperti ini, dan bukan aku saja adikku di SMP juga sama, kata siswi itu.
Apa hari ini kakak masih mau ikut ujian di jam kedua ?
Masih, tadi kata orang admin jika sudah beres maka saya bisa ikut ujian, kata siswi itu.
Kakak jangan tersinggung, aku bantu buat bayar SPP kakak dan adik kakak dan tolong jangan bilang sama kakakku Friska
Maaf aku tak mau menambah hutang, nanti kalau aku tidak bisa bayar bagaimana?
Santai saja, aku ikhlas, tidak usah di ganti, asal kakak mau jadi temanku dan kakakku saja itu sudah cukup, kata Ranti
Aduh... gimana ya... siswi itu ragu-ragu
__ADS_1
Ranti langsung menarik tangan siswi itu dan membawanya ke Ruang Tata usaha.
Di kantor Tata usaha Ranti menghadap ke bagian pembayaran sekolah dan ternyata Untuk di kantor itu bisa membayar semua tingkatan TK, SD, SMP dan SMA, jadi mereka tidak keliling kesana kemari.