SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN

SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN
Modus Mikhael


__ADS_3

Selesai berbicara tentang kitab Segel dan Formasi Array, yang baru saja di kuasainya, kini Ranti telah berbaring di kasurnya.


Hanya sekitar 2 jam, dia sudah terbangun lagi, dan benar kata Rose, bahwa saat ini tubuhnya tidak merasa kelelahan atau juga ngantuk.


Selesai membersihkan diri dan berganti pakaian seragam, dia turun ke lantai bawah untuk sarapan.


Nona Muda, saya dan Santina, akan pindah ke rumah yang Nona berikan kepada kami, ucap Sabrina.


" Apakah renovasinya sudah selesai,tanya Ranti


" Sudah Nona, hari ini kami akan pindah, dan memfokuskan diri membantu Tuan Rendi, serta mengontrol pembangunan Pabrik sabun yang sudah tahap finishing, ucap Sabrina.


" Oke, apakah uang kalian masih cukup, tanya Ranti


" Kan kemarin nona muda sudah mentransfer uang 2,5 milyar perorang, jadi masih sangat banyak, uang 100 ribu Dollar saja belum di tukar, ucap Sabrina.


" Baiklah, kalian juga setiap bulan akan terima gaji, seperti karyawan lainnya, tapi ingat kapanpun aku butuh kalian, kalian harus segera hadir, tegas Ranti


" Baik Nona Muda, tugas utama kami adalah membantu anda, ucap mereka berdua.


Formasi di meja makan kini sudah lengkap, mereka dengan nikmat menyantap sarapan pagi.


Dewi berusaha untuk menyiapkan sarapan pagi untuk mereka, itulah saat dimana dia mencurahkan kasih sayangnya kepada adik-adiknya.


Apalagi dia sudah mengecek, saldo rekeningnya sudah bertambah 10 Triliun dan untuk Ketty 5 triliun, uang yang dulu tak sanggup dia pikirkan.


Adiknya Dewi kini hidup seperti sultan, setelah Dewi membelikan mobil untuk kuliah dan yang satu lagi untuk ke sekolah, tapi hebatnya adik-adiknya itu tidak sombong, jadi Ranti tidak mencampurinya.


Ibunya Dewi juga hampir 2 Minggu sekali akan di antar ke kampungnya dengan mobil yang bagus, hingga membuat warga di kampung berpikir Dewi jual diri, untungnya keluarga ibunya sudah di beritahukan, soal uang Dewi.


Hari ini, Atmono mengajukan ijin untuk acara wisuda pada hari Sabtu, dia mengundang Ranti dan keluarganya, juga Rendi, untuk hadir dan juga Pak RT di tempat tinggalnya dulu untuk perwakilan orang tuanya.


Ranti, menjanjikan bahwa dia akan hadir di acara itu.


Tiba disekolah, Ranti di sambut oleh Tiara, dan yang spesial hari ini, Tiara di antar oleh Robin.


" Wah tumben, kakakku yang ganteng, datang mengantar kakak iparku, ucap Ranti sambil mencium tangan Robin.


" Kata Tiara ada cowok yang coba menggangumu dek, jadi kakak sengaja datang, untuk memastikan, laki-laki itu tidak mengganggu kamu, ucap Robin


" Terimalah kak, Ranti masih bisa menghadapinya, ucap Ranti sambil memeluk lengan Robin.


" Masih pagi sudah sudah kumat manjanya, ucap Tiara yang sambil menggelengkan kepalanya melihat tingkah Ranti.


Umur panjang, ketika mereka bertiga melihat Mikhael dan kedua sepupunya Turun dari mobil Mercedez Benz GLC.


Mikhael dan kedua sepupunya mendekati Ranti dan Tiara, serta menyapanya


" Hai Ranti, selamat pagi, ucap Mikhael dengan senyum


" Selamat pagi juga, ada hal apa yang membuat kamu membuang waktu menyapa saya, ucap Ranti cuek


" Hanya menyapa sebagai teman sekelas, Ucap Mikhael


" Perkenalkan kakakku Robin Junior, Alumni di sekolah ini, ucap Ranti


" Saya Robin, kakak angkat Ranti dan pacarnya Tiara, ucap Robin dengan santai.


" Saya Mikhael dan mereka sepupu saya Pretty dan Chelsea, kami pindahan dari Jakarta, ucap Mikhael


Pretty dan Chelsea yang melihat Robin begitu terpesona dengan Robin, yang bagi mereka sangat tampan.


" Kuliah dimana bro, tanya Mikhael


" Saya kuliah di Universitas Airlangga, singkat Robin


" Oh baiklah, senang bertemu denganmu, ucap Mikhael


" Tiara, Ranti, aku kuliah dulu, kalau ada apa-apa, hubungi kakak ya dek, ucap Robin


" Kakak hati-hati di jalan, ucap Ranti


" terimakasih ya sayang, sudah antar aku ke sekolah, ucap Tiara.


" Sama-sama, jangan lupa istirahat kamu makan dan minum obatnya, ucap Robin


" Ia, terimakasih sudah mengingatkan, balas Tiara dan mengantar Robin ke mobilnya.


Mikhael dan kedua sepupu yang melihat mobil mewah milik Robin terkejut, apalagi gaya Robin yang sederhana, hanya bercelana jeans dan kaos oblong.


Mereka semua masuk ke kelasnya, Pretty bertanya ke Tiara


" Tiara, sudah berapa lama kamu pacaran dengan Robin, tanya Pretty


" Dari kelas 10, ada apa, tanya Tiara

__ADS_1


" Hanya bertanya saja, ucap Pretty gugup.


Tak terasa jam istirahat tiba, seperti biasa, Tiara dan Ranti akan duduk di tempat biasa dan menikmati makanannya.


" Boleh aku bergabung dengan kalian, ucap Mikhael


" Duduk saja, tidak ada yang melarang, ucap Ranti sambil menikmati bekalnya.


" Kamu sedang berhemat ya, dari kemarin aku lihat kamu bawa bekal dari rumah, ucap Mikhael


" Bisa di katakan begitu, dari SMP saya bawa bekal, tanya Tiara saja, biar bisa menabung untuk kuliah nantinya, bohong Ranti


Tiara tertawa dalam hati, mendengar omongan Ranti, " Bisa aja kawanku ini membohongi orang", batin Tiara.


" Memangnya kamu tidak punya uang jajan, tanya Mikhael


" Punya tapi tak sebanyak kamu dan sepupu mu, aku saja beruntung, bisa dapat jemputan gratis, ucap Ranti terus mengerjai Mikhael.


Tiara sudah mau muntah darah mendengar omongan Ranti yang terus membohongi Mikhael, di tambah lagi, si kembar Yulianto dan Yulianti, sudah hampir mau kentut mendengar kebohongan Ranti.


" Kalau begitu, pesanlah makanan biar aku yang bayar, ucap Mikhael


" Tidak usah, kapan-kapan saja, sekarang aku sudah kenyang, ucap Ranti.


Tiba di kelasnya, Ranti dan Tiara serta si kembar, tak lagi membahasnya, mereka fokus pada pelajarannya.


Jam pulang sekolah, Mikhael mengajak Ranti ikut mobilnya, tapi Ranti menolak dengan alasan mau mampir ke suatu tempat.


Sepeninggal Ranti dan Tiara, Mikhael mencoba bertanya ke teman sekelas mereka, tapi mereka hanya menjawab, tidak tahu menahu soal Ranti.


" Hei kembar, kalian sudah lama kenal Ranti, tanya Mikhael ke Yulianto dan Yulianti.


" Sudah sejak kelas 10, ada apa kamu tanya-tanya soal Ranti, ketus Yulianti


" Gak apa-apa, cuma mau tau saja, kasihan dia, aku lihat dia hanya beli air mineral saja di kantin, ucap Mikhael.


" Ranti dari kelas 10, memang selalu bawa bekal, terus apa yang salah, ucap Yulianto


" Gak ada, masa hanya untuk beli makanan 20 ribu saja dia gak bisa beli, terus dia juga hanya numpang kendaraan orang lain, kan kasihan, modus Mikhael.


" Dia saja happy, kenapa kamu mesti repot, kamu gak tau siapa Ranti yang sebenarnya, ucap Yulianto.


" Maksud kamu, apa dia orang kaya begitu, tanya Mikhael.


" Bukan itu, asal kamu tahu, Ranti itu tidak pernah minta atau menerima apapun dari siapa pun, justru kalau dia lagi punya, pasti kita akan ke bagian, ucap Yulianto.


" Pasti ada sesuatu yang dia simpan, namanya juga anak Yatim-piatu, pasti merasa rendah diri, ucap Mikhael


" hahahaha, terserah kamu saja, aku hanya ingatkan, jangan mengganggunya, ucap Yulianto sambil beranjak dan naik ke motornya.


" Halo, bagaimana apakah sudah info dengan gadis itu, tanya Mikhael menelpon anak buahnya


" Dia tinggal di perumahan mewah, dan menurut pengelola, rumah itu milik orang kaya, yang menjadi sponsor dia sekolah, ucap anak buahnya.


Ranti sengaja tidak memperbaharui datanya di perumahan itu, dan memang pak Mario menutup rapat soal kepemilikan rumah paling mewah di kompleks itu.


" Pantau terus, perintah Mikhael


" Kami tidak bisa masuk ke kompleks perumahannya, security akan menelpon pemilik rumah jika ada tamu yang berkunjung, paket saja hanya di titipkan di security, ucap anak buah itu.


" Oke tidak masalah, ucap Mikhael


Ranti dan ketiga kakaknya sudah tiba dirumah, dan langsung makan siang.


" Dek, kakak mau ke toko buku, apa kamu mau ikut tanya Mercy


" Kakak duluan saja, aku nanti nyusul bareng Armando dan Salma, ucap Ranti.


" Armando lagi sibuk dengan aplikasi gamenya, katanya masih perlu di perbaiki, ucap Mercy


" Ya sudah nanti aku sama Salma saja, tunggu di toko buku saja, ucap Ranti


" Salma, mau kakak gak ke toko buku, tanya Ranti.


" Maaf kak, tugas dari sekolah banyak banget, ini Salma baru selesaikan 1, terus menggambar dan menulis 500 kalimat, ucap Salma


" Ya sudah kakak pergi sendiri nyusul kakak yang lain, kamu sama Armando , baik-baik dirumah ya, ucap Ranti


" Oke kak, Salma titip es krim Walls Magnum mini 2 kotak, vanilla dan coklat, ucap Salma


" Oke apa ada yang lain, ucap Ranti


" Oh satu lagi, crayon dan buku gambar, hampir lupa, ucap Salma


Ranti keluar dari kamar Salma dan menuju kamarnya, dia berganti Pakaian dengan stelan celana pendek selutut, kaos oblong dan sneaker putih, tak lupa Topi.

__ADS_1


Dengan mengendarai, Lamborghini SIAN Roadster, dia beranggapan ke Mall Galaxy, Ranti berencana selesai dari toko buku dia akan ke kantor RPS GROUP COMPANY.


Kembalikan lagi mobilnya menjadi pusat perhatian para pengendara dan pejalan kaki, apalagi suasana sore yang cerah, dan begitu tiba di pintu pengambilan kartu parkir, petugas itu menyapa dengan sopan.


Saat Ranti ingin parkir di tempat yang berjejer mobil-mobil mewah, Ranti di kejutkan dengan sebuah mobil yang mengklaksonnya.


Dengan santai Ranti memarkirkan mobilnya kemudian keluar dari mobil, namun kembali dia di klakson oleh mobil Mercedez Benz AMG GT-R.


Ranti hanya berdiam dan menunggu orang itu turun.


" Maaf Nona, bisa pindahkan mobil anda, itu tempat parkir saya, ucap Pemilik mobil itu.


" Oh, apakah ada nomor mobil anda di sini, hingga kamu berkata ini tempat kamu, tanya Ranti.


" Tapi saya tiap kesini pasti aku memarkir mobil saya disitu, ucap Pemilik mobil itu.


" Lucu kamu, kecuali ada tulisan plat nomor mobil kamu, baru kamu sebut ini parkiran kamu, ucap Ranti


" Memangnya berapa harga mobil kamu, tanya Pemilik Mercedes Benz


" Lihat saja sendiri, ucap Ranti


Seketika pemilik mobil Mercedes Benz itu terdiam, bagaimanapun tidak mobilnya hanya 6 Milyar, Sedangkan mobil Ranti sekitar 50 milyar.


" maaf Nona, Silahkan anda parkir di situ, aku cari tempat lain saja, ucap Pemilik mobil itu.


Merepotkan saja, untung aku bawa yang ini, coba kalau aku bawa Toyota C-HR Hybrid, pasti di maki habis-habisan oleh pemilik mobil itu.


Dengan bergaya santai Ranti memasuki Mall Galaxy, beberapa orang kagum dengan penampilannya dan kecantikannya, para lelaki melihat betis mulus Ranti, seperti ingin memakannya.


Sedang asik berkeliling, notifikasi bahaya berbunyi, " Ada 3 orang mengikuti anda Nona", pesan yang terlambat di kaca mata Quantum Ranti.


Ranti tak menghiraukan dan terus berjalan menuju ke toko buku, tapi dia mengambil koridor yang agak sepi dan pura-pura mampir ke toilet.


Toilet yang jarang di pakai karena sepi, di manfaatkan ketiga orang itu untuk menangkap Ranti.


" Siapa kalian, kenapa kalian mengikuti saya, tanya Ranti yang pura-pura ketakutan


" Mendingan kamu ikut dengan kami, bos kami ingin berbicara dengan kamu, ucap salah seorang penguntit.


" Hahahaha, bilang sama bos kamu, aku tak berminat menemuinya, ucap Ranti


' Jangan salahkan kami, jika kami membawamu dengan cara kasar, ucap salah satu dari mereka.


" Apa kalian masih ingin melihat dunia ini atau tidak, ucap Ranti


" Hahahaha, kamu menantang kami, ucap mereka


" Ayo tangkap aku, jika kalian mampu, tapi jangan menyesal jika kalian tak mampu, pasti akan ku buat kalian hilang dari dunia ini.


Dengan kemampuannya Formasi Array, Ranti memblokir suara di dalam toilet agar tidak terdengar keluar .


" Bro, ayo kita tangkap dia sekarang, biar cepat dapat uang dari bos besar, ucap salah seorang penguntit yang ternyata anggota salah satu geng di Surabaya.


Saat mereka ingin menyerang, handphonenya ranti berdering, ternyata dari Mercy, yang menanyakan kalo Ranti sudah sampai atau belum, Ranti hanya menjawab sudah tapi mampir toilet dulu.


Ranti yang ingin segera menemuinya ketiga kakaknya, langsung mengontrol pikiran penguntit itu dan menyuruh mereka kembali ke markas, dalam sekejap, layaknya kerbau ketiga orang itu segera kembali ke markas.


Aplikasi Mata Dewa, segera pantau mereka dan temukan markasnya lalu kirim lokasinya ke saya, perintah Tanti.


Setelah beres, Ranti bergegas ke toko buku dan bertemu dengan ketiga Kakaknya.


Hampir 1 jam mereka berkeliling dan berbelanja di toko Buku itu, Akhirnya selesai, sebelum pulang mereka mampir ke food court, sekedar memesan minuman.


Lagi Asik mereka ngobrol, tiba-tiba ada yang menabrak punggung Mercy, mengakibatkan minumannya tumpah.


Saat Mercy melihat siapa yang menabrak bangkunya, seorang wanita meneriakinya


" Ada apa kamu lihat- lihat, ucap gadis itu


" Kenapa kamu menabrak saya, tanya Mercy


" Senang saja gangguin orang, apa kamu marah atau tidak suka, hahahaha


" Kamu ! teriak Mercy


" Hei.. baju murahan kamu itu, pasti aku ganti tenang saja, kawanku lagi beli baju buat kamu, hahahaha


" Ia tunggu saja sampai lebaran 10 x baru bajunya datang, hahahaha


" Seru banget lihat kami tadi itu, apalagi orang miskin itu ngamuk, hahahaha, ucap mereka,


Ranti yang sudah geram, langsung membalaskan dendam Mercy


" Mind Ruler, suruh mereka semua saling menyiram minumannya ke teman mereka masing-masing dan Perintahkan buka kaos mereka dan suruh berjoget, perintah Ranti.

__ADS_1


" Sudahlah kak Mercy, lihat saja pertunjukkan yang sebentar lagi viral, ucap Ranti.


" Ya sudah aku ke toko baju dulu, ucap Mercy.


__ADS_2