
" Dasar lemah" , badan saja yang besar, tapi pukulan kayak kerupuk, bruk... Bruk, ini baru namanya pukulan
" Sialan, gadis ini kuat sekali, batin preman itu".
Terlihat empat preman datang membantu kawannya yang sudah babak belur, " rasakan ini ..! Bugh.. bugh.. brakk.. brakkk, mereka berempat mengeroyok Ranti
Kalian hanya berempat, " ayo maju" jangan hanya bicara, provokasi Ranti
Sementara tak jauh dari Ranti, dia melihat Darel sedang bertarung melawan 2 orang, sementara ketiga kakak perempuannya juga tak kalah seru, satu lawan satu, mereka melawan preman -preman itu,
" Jangan beri mereka ampun, kata bos preman itu meneriaki anak buahnya..
Ranti yang mendengar suara teriakan bos preman langsung bertindak, " aku juga tak akan mengampuni kalian" !
Kraaaak... kraaak... kraaak... kraaak, preman-preman itu langsung di hajar, tak banyak gaya dan bicara, Asal Ranti menangkap pergelangan tangan langsung di patahkan, dapat pergelangan kaki juga langsung dipatahkan...
Ranti terus menghajar preman preman - preman itu... Darel dan ketiga adik perempuannya terlihat kelelahan, tapi masih bertarung, Suster Diana hanya bisa menangis melihat bekas anak asuhnya tengah berjibaku melawan preman.
Suster Diana berteriak minta tolong ke warga sekitar tapi tidak ada yang mau membantu, Suster Diana berpikir kelima bersaudara itu akan kalah dan akan di aniaya, tapi sebaliknya, para preman sudah mulai berjatuhan.
" Sialan gadis ini sangat kuat", tanganku remuk, aku tak sanggup lagi melawannya, batin preman dan mulai menghindari pertarungan
Posisi kelima bersaudara masih bisa dikatakan belum menang, jumlah preman masih banyak, Ranti masih terus beradu, bunyi tulang yang patah terdengar, lalu Ranti mendekat kearah tiga kakak perempuannya yang sudah terpojok, bugh.. bugh... Ranti menendang 5 orang yang preman yang memojokkan 3 kakaknya Ranti, mereka juga sudah terkena pukulan.
Ranti sedih melihatnya, apalagi saat memandang Darel yang di hajar pakai kayu, walau bisa di tangkis,tapi terdengar suara Darel meringis kesakitan, Ranti mendekat kearah pertarungan Darel melawan 3 orang, tak banyak kata langsung, bugh... bughh... krak...krak...
" kalian istirahat saja, biar aku hadapi mereka, perintah Ranti
" Tidak..! kami masih sanggup, kata Darel
Saat Darel ingin melangkah maju, dia terpeleset dan tumbang, " kalian nanti kak Darel ", kata Ranti ke mereka
Ranti berlari mengarah ke bos preman yang terlihat jauh dari anak buahnya, dalam sekejap Ranti langsung memelintir tangannya, Ranti langsung menggunakan kekuatan "mind ruler" dan memerintahkan bos preman agar anak buahnya berhenti menyerang.
" Kalian semua berhenti ' perintah bos preman yang pikirannya sudah di kontrol Ranti.
" Perusahaan mana yang memerintahkan kalian, dan siapa bosnya, tanya Ranti, ke bos preman
Perusahaan yang membayar kami adalah Sumitro Reality, dan yang memberi perintah adalah anaknya Aldino Sumitro, kata bos preman itu
Berapa kalian dibayar, bentak Ranti
Kami di bayar 2 milyar, khusus mengambil paksa lahan panti ini, dan lima milyar untuk seluruh daerah ini.
" Sekarang perintahkan alat berat itu untuk pergi dari sini. perintah Ranti.
" Bos.. bos kenapa anda menurutinya, kata seorang anak buah bos preman itu.
Ranti segera mengontrol pikiran seorang yang berdiri di samping preman yang memanggil bosnya,
Kamu ! tampar dia, perintah Ranti ke preman yang telah di kontrol Ranti
Plak.. plak... dengan segera langsung preman itu langsung bertindak menampar..
Kenapa kamu menampar saya, bugh.. bugh.. dia membalas ke preman yang menamparnya
Ranti mengontrol 3orang preman lagi, " kalian hajar brengsek itu", Ranti menunjuk preman yang bersuara tadi, akhirnya sesama preman 4 lawan 1 bertarung.
Bos preman tak bisa berkata-kata, pikirannya seolah hilang entah kemana, yang dia bisa lakukan hanya suara perintah Ranti.
Keempat kakaknya Ranti, di buat bingung melihat keadaan yang terjadi.
pertarungan sesama preman terus berlanjut, dan kini sudah melebar, beberapa preman turut membantu preman yang di keroyok.
Terjadilah pertarungan yang lebih besar 4 orang melawan banyak preman, Ranti menambah kontrolnya hingga kekuatan seimbang, sudah banyak preman yang tumbang.
__ADS_1
Ranti menarik kontrolnya dari preman - preman itu, mereka kelelahan bertarung.
Setelah 10 menit mereka istirahat, Ranti kembali mengontrol mereka semua untuk menghancurkan 2 ekskavator yang ada di lokasi.
" Kalian semua dengar" !, Hancurkan alat itu dan bakar, suara lantang Ranti memberi perintah.
Hanya dalam waktu singkat dua alat berat itu mulai dirusak, dan para preman mulai membakar kedua alat itu, operator alat-alat itu mau tidak mau langsung lari.
Orang-orang yang melewati daerah itu , berhenti dan menonton pembakaran 2 alat berat itu.
Entah siapa yang menelpon bos perusahaan, hingga tiba-tiba terdengar suara lantang seorang pria Dewasa berteriak..
" Berhenti kalian semua, mundur kalian, siapa yang menyuruh kalian membakar alat -alat ini, Sumadi kenapa kamu diam saja, teriak Aldino ke Sumadi pemimpin preman
" Sumadi, hanya diam tak bisa bicara..
" Sumadi ! , kamu !
Aldino langsung memerintahkan pengawalnya untuk menghajar preman-preman itu.
" Hajar dan tangkap, siapa saja yang menghalangi pembongkaran lahan ini, perintah Aldino.
" Siap bos, jawab Yanto pengawal Aldino.
Yanto tangkap penghianat-penghianat itu dan bawa Sumadi ke hadapanku sekarang.
Ranti sudah bersama dengan keempat kakaknya dan suster Diana, mengontrol Yanto.
" Yanto dengar saya, sekarang kamu tampar bos mu 5 x", suara Ranti bergema di kepala Yanto
Mendapat perintah dari Ranti, Yanto dengan segera menampar Aldino, plak.. plak... plak.. plak.. plak, bunyi suara Tamparan Yanto terdengar
" Yanto..! kamu juga mengkhianati saya, kalian semua tangkap dan bawa pengkhianat ini, perintah Aldino kepada pengawal yang lain
Ranti mengontrol lagi pengawal-pengawal Aldino lainnya, " Kalian semua dengar, jangan ada yang bertindak kepada Yanto"
" Dasar kalian semua brengsek, maki Aldino
Kembali suara suara Ranti terdengar, tapi kali ini di kepala Aldino, " Kamu dengar saya, transfer uang 25 milyar untuk ganti rugi seluruh kerusakan di tempat ini sekarang !.
Tanpa bantahan Aldino mendekati Suster Diana meminta nomor rekening dan segera mentransfer sesuai yang di perintahkan Ranti.
Selesai mentransfer dan bunyi notifikasi di handphone Suster Diana berisi pesan rekening Panti Asuhan telah menerima transfer 25 milyar.
Ranti berbicara di kepala Aldino, terimakasih sudah berdonasi di panti asuhan Kami, dan seketika Ranti melepas kontrol terhadap Aldino dan semua pengawalnya termasuk para preman itu.
Seolah bangun dari tidur mereka bingung dengan apa yang terjadi, Ranti menghapus kejadian yang terjadi, kecuali Transfer 25 milyar yang di lakukan Aldino.
Suara telepon dari kantor Aldino mengkonfirmasi, " Tuan apa benar anda menyumbangkan 25 milyar untuk sebuah Panti Asuhan, suara orang kantor Aldino menggema di kuping Aldino.
" Tuan coba anda lihat di handphone anda, barusan anda melakukan Transfer ke Nomor rekening Panti tersebut atas nama Anda.
" Kalian semua memeras saya, Aldino menunjuk Suster Diana dan kelima bersaudara.
" Ranti menunjukkan handphone dan memutar rekaman video, permohonan maaf Aldino dan bersedia mengganti rugi sebesar 25 milyar.
Tuan muda yang terhormat, siapakah kami ini, hingga bisa memeras Tuan, apa tuan tidak melihat sekeliling, begitu banyak pasukan Tuan yang berada disini, siapakah yang percaya jika kami memiliki kemampuan memeras anda. Jawab Ranti berpura-pura merendahkan diri.
Aldino di buat bingung, sembari berkata, kalian memanipulasi saya untuk mentransfer uang itu kepada kalian, Aldino berbicara asal
Kami akan mengembalikannya uang Anda, tetapi kami juga harus memberi konfirmasi kepada warganet yang menonton aksi anda berdonasi, silahkan lihat siaran langsung media sosial kami menayangkan kebaikan anda, dan silahkan anda baca komentar para netizen memuji anda yang mengganti rugi dan sekaligus berdonasi, kata Ranti
Aldino makin murung, bagaimana jika ibunya tau kalau dia memberikan uang perusahaan secara cuma-cuma, bahkan lahan Incaran tidak berhasil di kuasai.
Kami kembalikan sekarang Donasi anda, 10 milyar, sisa 15 milyar untuk ganti rugi, dan silahkan pergi dari sini.
__ADS_1
Ranti membantu Suster Diana mentransfer kembali uang sebesar 10 milyar ke rekening Aldino.
Terimakasih tuan Aldino karena sudah memberikan biaya ganti rugi kerusakan bangunan kami, dan mohon tinggalkan tempat ini. kata Ranti dengan tegas
Ranti kembali mengontrol pikiran Sumadi dan anak buahnya, " Kalian semua bereskan tempat ini dan jaga tempat hingga tukang selesai memperbaiki kerusakan yang kalian buat".
Mereka seperti kerbau di tarik hidungnya, dan hanya bisa setuju.
Aldino yang merasa di pecundangi Ranti mengancamnya, " awas kalian semua !
Terimakasih atas kebaikan anda, tuan Aldino, kata Ranti
Ranti melihat ada banyak kecil di jalanan, Ranti iseng dan mengerjai Aldino, " Bagikan uang anda yang berada di mobil kepada semua anak-anak yang ada depan lokasi ini"
" Yanto, tolong ambilkan tas saya yang berisi 20 juta dan bantu saya bagikan ke anak-anak ini.
Ranti dan keempat kakaknya beserta Suster Diana hanya bisa geleng-geleng kepala, melihat aksi Aldino.
Terimakasih Tuan, terimakasih tuan, anda sangat baik sekali, begitulah respon anak-anak yang kebagian uang dari Aldino
Setelah uang di tangan Aldino habis, Ranti menarik kontrolnya dan berpura-pura tidak melihat ke arah Aldino.
Terdengar suara Yanto apa yang kamu lakukan, kenapa uang saya kau bagikan ke mereka, teriak Aldino.
" Tuan yang memerintahkan saya dan bahkan tuan sendiri ikut membagikan uang tuan kepada mereka.
Anak-anak berteriak, " Tadi Om sendiri yang memberikan uangnya, apa om mau ambil kembali, kata anak-anak itu
Aldino segera pergi dari situ dengan wajah bingung
" Yanto kenapa bisa seperti ini, aku bisa memberikan uang ke panti dan membagi-bagikan uang kepada anak-anak itu, dan aku tidak ingat apa yang ku lakukan.
" Tadi juga saya bingung tuan memerintahkan saya mengambil tas yang berisi 20 juta itu, untung Tian tidak menyuruh ambil yang 2 milyar buat sogokan ke pak lurah dan pak camat disini, kata Yanto
" Bos bagiamana dengan lokasi Panti itu, tanya Yanto.
" Kita serahkan ke pak lurah dan pak camat saja, jawab Aldino
Sementara di lokasi terlihat para anak buah Sumadi sedang sibuk membereskan kehancuran yang mereka buat, karena ada rasa kasihan Ranti memberikan sejumlah uang kepada Sumadi, " ini buat makan kalian, jaga tempat selama 1 Minggu mulai dari sekarang, perintah Ranti.
Kekuatan Mind Ruler hanya bisa di hentikan oleh Ranti, berapapun lamanya, selama Ranti tidak menarik kontrol nya maka orang tersebut tetap berada dalam kontrol nya. mereka melakukan hal seperti biasa hanya kata perintah itu tetap akan mereka kerjakan.
Kini lokasi pembangunan Panti yang sempat jadi Arena pertarungan, kini hanya terlihat para anak buah Sumadi yang sibuk, mereka yang patah tulangnya sudah di urus oleh anak buah Sumadi yang lain.
Beberapa preman itu adalah warga sekitar yang di rekrut Sumadi.
Ranti dan keempat kakaknya beserta Suster Diana, berpindah ke rumah suster Diana, mereka ngobrol soal pembangunan. Ranti juga menanyakan kenapa warga disini tak ada yang membantu Suster.
Mereka semua di ancam dengan cara di usir paksa juga oleh mereka dan tidak akan di bayar, jika mereka membantu Panti ini, kata Suster Diana
Lagi asik mereka ngobrol, Sumadi datang ke rumah Suster Diana,
Maaf Non pekerjaan nanti kami lanjutkan besok sekarang waktunya sudah mau magrib, dan nanti malam ada orang saya yang akan berjaga disini, kata Sumadi memohon
Silahkan dan besok, berikan uang kepada mereka, yang bekerja dan jika uangnya habis, kamu minta ke Suster, kata Ranti.
Baik Nona terimakasih, saya permisi, sambil menunduk Sumadi pergi dari rumah Suster Diana dan mengajak seluruh anak buahnya.
Ranti memberikan mereka uang harian selama membereskan kerusakan yang terjadi, dan Ranti juga ikutan pamitan kepada Suster Diana untuk pulang.
Ranti melihat keempat kakaknya yang wajahnya lebam dan tangan mereka juga sama, berencana akan mengobati mereka saat sampai dirumah.
Di lain tempat, seorang wanita paruh bayah terlihat sedang memarahi seorang karyawan yang melaporkan kalau hari ini terjadi kekacauan di lokasi proyek, dimana Panti Asuhan suster Diana sedang di bangun.
Wanita itu adalah Amanda Sumitro, ibu dari Aldino CEO dari Sumitro Corp. Yang menaungi Sumitro Reality. Sumitro Corp, termasuk Group keempat terkuat di Jawa Timur dan Bali, Kantor Pusat mereka berada di Bali. Amanda Sumitro adalah ibu Tiri dari Ayahnya Bara Sumitro, sepupu Tania Hermawan.
__ADS_1
Hal ini berarti Aldino Sumitro adalah pamannya Bara Sumitro walau usia mereka hanya terpaut beberapa tahun