
Setelah melakukan check-in, Ranti pun terlelap, hingga pagi merekah, namun karena sudah terbiasa dia tetap bangun paling lambat jam 6 pagi.
Hari ini dia hanya ingin memeriksa kembali semua pekerjaan Rendi agar besok hari tidak ada kesalahan.
Ranti masuk kamar mandi dan membersihkan tubuhnya, setelah berganti pakaian dia turun ke lantai bawah dan menuju meja makan, namun semua kakaknya belum ada yang bangun padahal sudah jam 7 pagi.
" Selamat pagi Nona, bagaimana perjalanan anda, tanya Bu Likha
" Semua lancar selama disana, dan urusan sudah beres, jawab Ranti
" Baguslah Nona, kami semua merindukan Nona dirumah, balas Bu Likha
" Terimakasih, Bu Likha
" Bu Likha, bagaimana dengan bahan-bahan kiriman pak Ryan, apakah tidak ada masalah?
" Sama sekali tidak Nona, semua yang dia kirimkan, semuanya masih dalam keadaan segar dan terbungkus rapi, jawab Bu Likha
" Nanti saat karyawan nya antar kiriman, tolong berikan bonus 5 juta perorang, ucap Ranti
" Baik Nona, kebetulan nanti siang ada kiriman daging dan Buah, jawab Bu Likha
" Kenapa daging dan buah selalu lambat habisnya, apa kalian tidak suka makan buah dan daging, tanya Ranti.
" Bukan kami tidak makan daging dan buah, tidak sopan bagi kami memakan buah dan daging yang mahal, jadi kami hanya makan daging ayam dan ikan saja Nona, jawab Bu Likha jujur
" Kalau kalian seperti ini, abis gajian kalian semua berhenti bekerja dari rumah ini, karena kalian tidak menghargai saya, kita disini banyak orang, tetapi pengeluaran daging sedikit, makanya aku heran, kalian ini makannya apa saja.
" Susu kalau tidak di paksa, kalian tidak mau minum, camilan yang sudah capek aku belikan, kalian diamkan tak mau makan.
" Panggil semua yang bekerja disini, pagi-pagi buat aku marah saja, perintah Ranti emosi
Apa susahnya makan daging, buah dan cemilan, dirumah hampir 20 orang, masa daging yang habis hanya 10 kilo dan paling banyak 5 kilo, giliran ayam hampir sekandang banyaknya, aneh pembantuku, di kasih enak, tapi maunya susah, monolog Ranti.
Setelah menunggu 15 menit semua pelayan sudah berkumpul, Mang Dul serta tukang kebun.
" Saya pagi ini sangat marah dengan kalian semua, sebelum aku berangkat ke luar negeri, ku lihat daging sapi dan daging kambing tinggal hampir sekilo, tadi aku lihat masih ada, namun herannya daging ayam kita sebulan bisa 25 ekor, bahkan lebih, juga telur dan mie instan
" sekarang saya mau tanya, apa kalian tidak suka makan daging selain daging ayam ? dan kenapa buah-buahan kita nanti tiba-tiba habis saat sudah mau ada kiriman buah, kalian tidak suka makan daging dan buah atau bagaimana ?
" Dan kenapa di sana ada beras yang beda merek? tanya Ranti panjang lebar
Semua bekerja dirumah Ranti terdiam, mereka selama ini memang segan makan daging yang harganya mahal, mereka hanya makan daging jika masakannya tidak habis.
" Kenapa semua diam, apa saya salah bertanya dan apakah kalian tersinggung ?
" Bontot, ada apa tumben kamu marahi mereka, tanya Mercy
" Tanya sama mereka, dan Bu Likha juga saya benar-benar kecewa, dengan cara kalian, emosi Ranti
" Sebulan lalu saya marah karena kalian tidak mau minum susu, kecuali kalian alergi susu, sekarang soal daging dan Buah, apa susahnya kalian tinggal makan saja kok susah sekali, gemes Ranti
" Maafkan kami Non, Semua daging yang dikirim oleh pak Ryan berkualitas premium, kami segan memasak untuk kami, jawab Mirna
" Mirna, apa kamu pernah saya melarang kalian makan yang aku beli, selain lobster hanya yang ukuran sangat besar, tapi kalau ukuran 200 gram atau 300 gram apa pernah aku larang, tanya Ranti
" Tidak pernah Non, jawab Mirna
". Aku kasih tau kalian ya, di luar sana, aku kalau kasih makanan ke orang yang tidak aku kenal, aku pasti beri yang terbaik, apalagi kalian yang sudah capek urus rumah dan menjaga saya dan semua kakakku dan sekarang ada dua bocah yang harus kalian buatkan makanan.
" Apa aku salah kak Mercy, mau berikan mereka yang terbaik, makanan yang bergizi, pakaian yang bagus, bahkan handphone aku belikan yang bagus, agar mereka bahagia disini, ucap Ranti ke Mercy
" Mereka semua sangat menghargai kamu, hingga makanan kesukaan kamu, mereka tidak berani memakan nya, mereka juga tidak mau tiba-tiba kamu ingin sesuatu ternyata sudah habis, jawab Mercy
" Kan kalau habis tinggal beli lagi, supermarket kalian hanya depan kompleks, ujar Ranti
" Maafkan Nona sudah membuat Nona sedih, kami berjanji akan lebih memperhatikan makanan kami, Nona sangat berhati mulia buat kami, jadi kami tak ingin menjadi besar kepala disini Non, jawab Dewi si pelayan
" Aku ingin kalian makan dengan senang, jangan tunggu daging yang tidak kami makan baru kalian memakannya, makan apa yang ada, dan itu lagi kenapa beras harus ada 2 merek dan di tempat berbeda
" Kami tidak akan melakukan nya lagi Nona, jawab mereka.
__ADS_1
" Makanlah sesuai dengan kebutuhan dan harus seimbang, apa kalian tidak bosan setiap hari makan daging ayam, ucap Ranti sambil geleng-geleng kepala.
Keenam kakaknya juga bingung melihat pembantu yang susah di suruh makan.
" Ternyata sama dengan bibi yang yang kerja dirumah kami di Jogjakarta, aku marahin cuma gara-gara soal beras, aku di belikan beras yang bagus sedangkan mereka berdua beli beras yang murah, padahal kami tidak pernah melarang soal makanan, kata Renita.
" Itu masalahnya kak, coba bayangkan, bulan kemarin saya marah hanya karena aku belikan mereka susu seorang sekaleng tapi sudah 2 bulan tidak habis, Padahal kan buat kesehatan mereka juga, Kata Ranti
" Bibi semua, kami dari orang yang sama dengan kalian, dulu sangat jarang kami makan yang enak, tapi sekarang apapun kami bisa makan, nah begitu juga dengan kalian, apa yang sudah diberikan nikmati saja, banyak yang bekerja seperti bibi semua di luar sana, kerja gak jamnya, makan mereka di ukur, belum lagi salah sedikit ngomelnya bisa sekompleks dengar, kata Renita
" Kami yang salah Non, niat kami hanya ingin, kapan saja Nona-Nona muda dan Tuan muda butuh, di dapur itu selalu tersedia, jawab Bu Likha
" Itu bagus dan cara kelola yang sangat bagus, tapi kalian juga ingat, kalau kalian adalah manusia, gizi kalian juga sangat penting di jaga agar tidak sakit, apa kalian mengerti maksud saya
" Kami mengerti Nona, terimakasih sudah sangat menghargai kami yang rendah ini, kata mereka
" Tidak ada manusia yang lebih tinggi atau lebih rendah derajatnya hanya karena harta dan pekerjaan, ingat itu, sekali lagi aku dengar kalian berkata rendah, hari itu juga kalian pergi dari sini, dan cari majikan yang tinggi derajatnya, kata Ranti
" Baik nona kami salah bicara, kata mereka.
" Bu Likha dan koki, kalian susun menu makanan yang seimbang setiap hari, dan 1 orang lagi yang bisa buat kue basah atau kue kering, juga roti, agar kita tidak perlu repot-repot beli yang belum tentu enak.
" Baik Nona, saya akan cari Nona, kata Bu Likha
" Ya sudah, kalian ini memang lucu, di kasih enak tapi kalian bikin susah, dimana-mana majikan marah-marah karena Pembantu yang malas dan rakus, tapi kalian di marahin karena tidak mau makan enak yang sudah berikan, apa gak kebalik dunia, kata Ranti
" Maafkan kami Nona, jawab mereka
" Ini kedua kali aku marahin kalian soal makan dan minum, ketiga kalinya aku sudah tidak akan marah lagi, tapi langsung ku usir, ancam Ranti
" Bu Likha ambil paper bag yang ada di kamar ku dan bagi buat kalian semua, khusus Bu Likha paper bag nya beda warna, perintah Ranti
" Kemana Dewi dan Ketty kok gak kelihatan, tanya Ranti
" Bontot orang tua mba Dewi di kampung sakit, jadi dia telpon kami ijin pulang sebentar, jawab Darel
" Apa tahun baru dia disini atau tidak? tanya Ranti
Mendengar orang tua Dewi tinggal sendiri bersama 2 adiknya yang masih sekolah, Ranti langsung menelpon Rendi
Halo Nona, ada yang bisa saya bantu, tanya Rendi
" Ada, tolong Carikan rumah 3 kamar, di tempat yang sama dengan kamu dan Elisabeth, bisa gak tasnya Ranti
" Kebetulan di samping Elisabeth masih kosong Non, tipe dan luas juga harga sama dengan Elisabeth, jawab Rendi
" Telpon orangnya dan bilang saya mau beli rumah itu, jawab Ranti
" Untuk siapa rumahnya Non
" Untuk orang tua dan adik-adiknya mba Dewi, biar gak capek bolak-balik kampung, jawab Ranti
" Baik Nona, saya telpon orang nya sekarang
" Kamu jemput saya jam 10 dirumah aku mau lihat renovasi yang kamu buat itu.
" Baik Non, sambil menutup telpon.
" Sekarang kalian bekerjalah, tolong jangan kecewakan saya, kata Ranti pelan kepada pelayan dan orang kerja lainnya.
" terimakasih Nona, kami akan lebih giat lagi bekerja, jawab mereka
" Tunggu sebentar, bagaimana oleh-oleh nya, coba kalian buka disini
Ranti membelikan mereka kaos, celana dan asesorisnya, di dalam paper bag juga sudah ada amplop masing-masing 2 juta.
" Terimakasih Nona, kami akan memakai nya, jawab mereka.
" Ya sudah tolong siapkan sarapan buat kami, perintah Ranti.
Para pelayan, langsung bergegas dengan hati yang gembira, walaupun mereka dimarahi, tapi itu juga demi kebaikan mereka.
__ADS_1
Ranti hanya ingin mereka mendapatkan asupan makan yang bergizi, gaji saja mereka dua kali lipat dari pembantu kebanyakan, bahkan tiba-tiba Ranti memberikan mereka uang belum lagi bonus hingga seratus jutaan.
Selesai mereka makan sarapan nya, mereka duduk di ruang TV sambil ngobrol, dan Ranti menceritakan semua yang terjadi disana, begitu mereka menceritakan pengalaman mereka di Bali.
Dua bocah Armando dan Salma yang baru saja sarapan datang bergabung dengan mereka.
Dengan handphone di tangan mereka, lalu menunjukkan foto-foto mereka selama di Bali.
" Kakak coba lihat adik Salma, sudah seperti foto model dan sekarang dia punya Instagram dan memposting di disana, kata Armando
" Keren dong, Kakak senang kalau Salma tidak lagi seperti kemarin - kemarin, kata Ranti
" Ia dong kak, sekarang Salma sudah kaya dan punya mobil, apalagi punya kakak-kakak yang sangat sayang dengan Salma, jadi Salma harus bergembira, lihat sekarang aku punya dompet dan ada isinya, ujar Salma dengan Riang.
" Isinya sudah bertambah belum Salma, tanya Darel
" Ini saja gak pernah di pakai, nanti kalau sudah habis baru aku, minta sama kakak semuanya, hahahaha, balas Salma
" Wah Kecil - kecil sudah mau jadi tukang palak, kata Rindu
" Kan aku masih kecil, jadi belum boleh cari kerja jadi, palakin kakak semua aja dulu, anggaplah Salma berutang sama kakak, kata Salma
" Kalau palak itu bukan hutang, itu namanya minta tapi maksa, kalau hutang Salma harus bilang pinjam, begitu sayang, kata Rindu menjelaskan
" Oh gitu ya kak, kalau begitu nanti kalau habis uangku, Salma pinjam sama Kakak-kakak semuanya, hahahaha, balas Salma dan langsung ketawa
" Armando dan Salma, adalah tanggung jawab kami semua, jadi kalau habis uangnya, minta saja sama kami, bukan berhutang, kalian mengerti, tegas Ranti
" Hehehehe ia kak, mana mungkin kami berhutang sama kakak sendiri, jawab Salma
" Nah itu baru betul, selama kalian menggunakan uang dengan baik, berapapun pasti kakak akan berikan, dan apa kalian masih ingat omongan kakak, tanya Ranti
" Masih ingat, jangan jadi orang yang sombong", kata mereka berdua
" Pintar kalian berdua, ingat bulan depan kalian sudah masuk masuk sekolah, jadi belajar bangun pagi, nasihat Ranti.
" Baik kak, pasti kami bisa bangun pagi, jawab mereka
" Bagaimana dengan kakak pengasuh kalian, apa kalian senang dengannya, tanya Ranti
" Kakak pengasuh, sangat baik dan rajin, kami juga sering di ingatkan untuk jangan lupa gosok gigi sebelum tidur dan masih banyak lagi, pokoknya Kakak pengasuh kami itu juga hebat, kata Armando.
" Kalau begitu, kalian harus sopan sama kakak pengasuh kalian, kalau di suruh yang baik-baik, silahkan di kerjakan dan jangan lupa apa ayo, tanya Ranti
" Selalu menggunakan kata tolong dan selalu mengucapkan terimakasih, jawab mereka serentak
" Kakak jadi tambah sayang sama kalian, jangan pernah bersedih lagi, karena kami semua akan selalu ada buat kalian berdua, kata Ranti
" Ia kak, Ki berdua tidak akan pernah bersedih lagi, sekarang kami sudah punya segalanya, punya kakak, punya mobil, punya rumah dan bisa sekolah lagi, apalagi bibi disini semuanya sangat sayang sama kami berdua, jadi tidak pernah kelaparan lagi, jawab Salma emosional dan meneteskan air mata
" Kakak hanya selalu ingatkan agar kalian jangan pernah lupa darimana asal kalian, sama dengan kami, yang tak pernah lupa kalau kami dulu orang MISKIN, jadi hargailah setiap orang, kecuali dia jahat sama kita, ucap Ranti
" Kakak kami ingin minta sesuatu, kalau boleh, tanya Armando
" Kalian mau minta apa, tanya Darel menyambung
" Tolong bebaskan teman-teman kami dan masukan ke panti asuhan tempat kakak yang dulu saja, gak apa-apa uang jajan kami di potong untuk di berikan ke panti asuhan, ucap Armando.
" Armando masih ingat tempatnya, tanya Ranti
" Masih ingat, sekarang aku dan Salma sudah mengingat semua apa yang terjadi disana dan bagaimana kami bisa sampai disana, jawab Armando.
" Bagus kakak pastikan teman-teman kalian bisa bebas dan bersekolah, walau nanti mereka tinggal di panti, dan para preman itu akan di tangkap Polisi, kakak janji buat kalian berdua, kata Ranti
" Terimakasih kak, Armando dan Salma langsung memeluk Ranti dan semua kakak mereka.
" Armando kamu dengar baik-baik, di keluarga ini, hanya kita berdua yang laki-laki, jadi sebagai laki-laki, kamu harus kuat, harus sabar dan harus pintar, karena suatu saat kamu harus bisa melindungi saudara kita yang perempuan, apa Armando siap, tanya Darel
" Armando siap, jika Armando sudah besar, Armando akan melindungi kakak semua dan adik Salma, kata Armando penuh percaya diri.
" Itu baru adik kami yang gagah dan ganteng, puji Renata
__ADS_1
" Terimakasih kak Renata, kakak juga cantik dan baik hati dan sayang sama Armando dan Salma, jawab Armando