
Secara perlahan-lahan, mimpi Ranti mulai tercapai, misi kebaikan setiap hari tak membuatnya lelah, sistem yang begitu baik membebaskan Ranti berbuat sesuka hatinya, selama tidak keluar dari tujuan awal.
Ranti baru saja selesai dengan ujian tengah semester, membuatnya kembali bebas beraktivitas, mereka mendapatkan libur 1 Minggu sungguh membuatnya mampu berbuat banyak hal.
Kali ini tujuan Ranti adalah ke pulau yang dalam tahap pembangunan, seperti saat ini dia sudah berada diatas Kapal menuju ke sana, disana dia akan bertemu dengan Atmono yang menjadi perwakilan Ranti dalam proyek yang dikerjakan oleh perusahaan milik salah satu teman sekelasnya waktu kelas 11.
Tak membutuhkan waktu banyak Ranti sudah sampai di pelabuhan darurat, di pulau itu.
Atmono datang dengan mobil model off-road menjemput Ranti untuk ke base camp.
Setelah menggunakan pakaian standard proyek, Ranti mengikuti perjalanan dengan Medan masih beralaskan tanah, Ranti melihat ada puluhan alat berat yang bekerja, mereka sedang membelah perbukitan untuk persiapan membuat terowongan pendek, sayang hutannya di babat habis.
Ranti menoleh ke sebelah kanan dia melihat penggalian untuk membuat waduk yang lumayan besar.
Dalam perencanaan Pembangunan pulau itu, Ranti menerapkan penerapan teknologi, yang baik misalnya, pembuangan air mandi dan cuci akan ditampung dalam sebuah danau penampung yang akan diolah dengan baik baru akan di buang ke laut, begitu juga dengan sistem septitank yang mengadopsi teknologi Korea Selatan, cita-citanya adalah Parit hanya akan berfungsi untuk air hujan, sedangkan septitank akan di kelola yang kemudian menjadi pupuk.
Sebuah perencanaan yang sangat smart. seluruh kabel listrik, internet dan pipa air semua diatur dan akan di buatkan jalur khusus agar tidak selalu ada pembongkaran.
Infrastruktur jalan di buat selebar-lebarnya, agar kedepannya bisa menampung arus kendaraan dengan baik, saat ini perencanaan baru 2 jalur kiri dan kanan yang akan di aspal, tapi sudah di sediakan lahan untuk suatu saat ada pelebaran.
Bahkan pulau tersebut sudah di sediakan lahan khusus, suatu saat pulau tersebut sudah harus menggunakan MRT, karena Tim Ranti berkeyakinan pulau ini akan berkembang, banyak lahan-lahan besar yang nantinya di siapkan untuk pengembangan lainnya, semisal mall, atau rumah sakit yang lebih besar.
Saat ini Ranti hanya berencana mengembangkan pariwisata, Ranti juga sudah mengambil beberapa hektar untuk perkebunan dan pertanian.
Ranti juga akan membangun sekolah dan universitas, tentunya butuh waktu yang panjang, tapi mengingat Ranti memiliki hidup abadi, di pastikan dia akan bisa melihat perubahan pulau ini di masa depan.
Setelah jauh membelah Pulau, Ranti melihat sebuah bukit yang indah, dengan mata semesta dia memindai lokasi itu, dan benar saja, tanah itu memiliki mata air yang sangat bagus di bawah tanah, dan ada goa yang besar, Ranti memerintahkan Atmono agar mematok bukit itu dan akan di jadikan lahan pribadi.
* Tuan ini lokasi yang bagus untuk tuan tinggal di masa depan, 150 meter di bawah tanah terdapat goa yang sangat bagus, jika tuan mengijinkan, Rose akan memerintahkan orang untuk membangun tempat itu menjadi kediaman Tuan, yang ultra eksklusif, tuan juga bisa memasang Array Pelindung Semesta disini, tapi tentunya setelah tuan membangun Mansion besar Disni" Ujar Rose.
Saya akan segera merapikan lahan ini dan membuat pagar keliling serta mansion yang besar, sedangkan hutannya aku mau lepas berbagai hewan ternak, aku juga di masa depan akan bertani dan berkebun di waktu luang", jawab Ranti.
" Baik Tuan, banyak wilayah di Indonesia yang bisa tuan jadikan tempat Pribadi, mengingat Umur Tuan yang sangat panjang, tapi ingat satu hal, di kemudian hari Tuan tidak akan kerepotan dalam bepergian jauh, saat Tuan mencapai Supreme", ujar Rose.
" Baiklah saya tidak akan bertanya lebih untuk saat ini yang saya tau pasti sistem akan berbuat yang terbaik untuk Saya, ujar Ranti.
* Itu benar sekali Tuan, bahkan di seluruh negara besar Rose akan menyediakan tempat tinggal untuk Tuan, karena dimasa depan tuan tidak lagi bekerja, semua Aset akan di kelola oleh keturunan Tuan, Ujar Rose.
" Baiklah, terimakasih sebelumnya Rose".
Atmono langsing memanggil beberapa orang agar segera mematok lahan tersebut, agar bisa di urus di perijinannya kelak.
Pulau ini, telah mendapatkan ijin dari pemerintah untuk Ranti kelola secara Mandiri, artinya tanah disini 100 % milik Ranti, sedangkan 3 kampung yang mendiami pulau ini, telah disepakati bersama sebagai kampung mula-mula, Ranti wajib membangunkan semua rumah mereka dan memberikan modal usaha serta lahan, dan di setujui bahwa, luas wilayah setiap kampung adalah 2500 hektar.
Melihat warga yang sukarela memberikan pulau ini, dan juga pemerintah dengan tangan terbuka, maka Ranti berjanji, akan melengkapi fasilitas modern bagi pulau ini, Bahkan Ranti berupaya untuk membuat pembangkit listrik sendiri, seberang pulau ini, terdapat sebuah pulau tak berpenghuni luasnya sekitar 100 hektar, Ranti berencana membangunkan reaktor nuklir untuk pembangkit listrik, demi menambah pasokan energi dari 2 waduk yang nantinya di buat.
__ADS_1
Pulau ini bisa sangat strategis, dekat dengan pulau Jawa, Kalimantan dan Madura, ke Singapura dan Johor Malaysia bisa lewat laut.
Makanya Ranti sangat antusias membuat tempat ini sebaik mungkin, Pulau - pulau luasnya sekitar 100 atau 200 hektar sudah di negosiasikan dengan pemerintah bahwa Ranti akan membangunkan Pabrik disana, apalagi ada 4 pulau yang sangat berdekatan bisa disambungkan dengan jembatan menuju pulau yang Ranti bangun.
Ini sebuah perencanaan luar biasa, pulau-pulau yang dimaksud Ranti hanya khusus untuk pabrik dan para karyawan pabrik, tidak untuk pemukiman, jika hal itu terealisasi maka pulau yang di bangun Ranti akan menjadi sangat ramai, dan dipastikan semua penduduknya memiliki pekerjaan, jika tidak ada pengangguran, otomatis saya beli masyarakat akan sangat baik dan kemajuan pulau itu akan lebih cepat.
" Nona Muda, disini batas lahan untuk penduduk lokal, mereka bersedia membongkar rumah mereka, kecuali rumah leluhur, kami membuatkan mereka kampung baru, yang berjarak hanya 100 meter dari kampung lama Milik mereka, dan kami akan menata perkampungan baru mereka dengan sistem perumahan namun di bangun single, dengan ukuran 10x15 per keluarga, sedangkan kampung lama mereka akan di rapikan untuk dijadikan tempat acara adat mereka, mereka minta di buatkan semacam pendopo yang besar, ujar Atmono.
" Tidak masalah, buatkan saja, semua yang mereka minta dan dianggap masuk akal silahkan penuhi, dan kamu harus ingat baik-baik, saat membangun rumah mereka tolong gunakan bahan-bahan yang terbaik, jalan kampung harus baik, lorong-lorong jika ingin pakai paving blok silahkan, tapi harus tapi dan kuat, target kerusakan harus minimal 100 tahun atau lebih, apa kamu mengerti", tegas Ranti.
" Saya mengerti Nona", ucap Atmono.
" lebih baik kita keluar uang sekarang daripada nanti, karena pasti di kemudian hari semua barang akan naik berlipat-lipat, jadi pondasinya kita harus buat sebaik mungkin, tegaskan pada kontraktor, dan jika mereka nakal dan main-main segera berhentikan, semua harus sesuai yang di tetapkan, karena jika semua sudah selesai, saya akan membuat peraturan ketat di pulau ini, agar penduduknya nyaman", ujar Ranti.
" Saya jadi kepingin tinggal disini", ujar Atmono.
" Silahkan saja, saya kasih kamu gratis 2 hektar, dengan catatan tidak boleh kamu jual, cari lokasi bagus untukmu dan bangunlah apartemen sederhana di masa depan, jika semua pulau itu bisa aku kelola dengan membangun pabrik dan jembatan, pasti pulau ini akan maju, banyak yang butuh tempat tinggal", ujar Ranti.
" Saya memiliki hak atas tanah disini selama 100 tahun dan bisa saya perpanjang hak pengelolaannya, artinya, saya sudah menyewa pulau ini selama 100 tahun, semua lahan disini adalah milik saya", ujar Ranti.
" Apakah dalam 100 tahun uang Nona bisa kembali, tanya Atmono".
" Jika tidak kembali semuanya juga tidak apa-apa, tapi pasti akan akan Kembali dan dan bahkan pasti untung, pertama saya mengelola Rumah Sakit, Sekolah, universitas, PLN, Air, pelabuhan dan juga bandara, bukan hanya itu saja, beberapa tempat wisata, Mall dan hotel, belum lagi perusahaan distribusi yang akan saya bangun, otomatis semua itu adalah uang, pemerintah juga di untungkan dengan berbagai jenis pajak disini", Ujar Ranti.
" Ternyata pemikiran Nona Muda sangat jauh kedepan, ucap Atmono.
" Apakah kita juga akan membangun bandara disini kelak, ujar Atmono.
" Wajib, makanya lahannya kamu harus atur baik-baik, diskusikan dengan tim kamu, saya butuh lahan 3000 hektar untuk bandara, dan setelah infrastruktur terbangun, Pabrik-pabrik di pulau itu terbangun dan beroperasi maka tugas terakhir adalah, membangun bandara dan pelabuhan laut internasional", ujar Ranti
Atmono hanya mendengar dan mencatat semua keinginan Ranti, karena dari ucapan Ranti, dia bersama Tim perencanaan akan membuat pemetaannya, Ranti menargetkan mereka 5 tahun semua infrastruktur primer sudah selesai.
" Maaf pak Atmono, lahan perbukitan itu luasnya 50 hektar dan merupakan hutan lebat dan memiliki sumber mata air yang sangat baik, kami melihatnya dengan menggunakan Drone, ucap anak buah Atmono.
" Baguslah, berarti sesuai harapan Nona Muda, ucap Atmono.
" Tolong kamu buatkan batas-batas tanahnya, karena lahan itu akan kubiarkan menjadi hutan alami, seluruh patok akan saya buat dengan menerapkan teknologi canggih, agar barang siapa yang melanggar batas itu saya bisa mengetahuinya" ujar Ranti, padahal yang sebenarnya Ranti akan membuat Pelindung Semesta, agar tidak sembarang orang bisa masuk ke hutan itu.
Perjalanan Ranti berlanjut, mereka tiba di pinggir laut, dimana terdapat pemukiman nelayan disana, rata-rata mereka masih menggunakan perahu sederhana atau kapal-kapal Kecil, biasanya mereka langsung menjual ke Pulau Besar di sebelahnya, Ranti berencana akan membangun tempat pengolahan ikan.
Tapi dari semua rencana rencana Ranti, berpulang pada ketersediaan modal kerja, namun dia percaya dengan sistem yang dia miliki, dan semua Aset Perusahaan yang tahun depan sudah aktif semua, bukan mustahil Mega Proyek Kota Terpadu dan Pulau itu terbangun.
Jika Ranti saat ini sedang merancang pembangunan, di bagian terdapat beberapa Kelompok yang yang sedang merencanakan untuk menghancurkan pembangunan yang sedang di kerjakan oleh Tim Ranti, beberapa dari kelompok itu tengah mendekati beberapa pejabat untuk menekan laju perkembangan pembangunan, dengan melakukan serangkaian manuver politik.
Aplikasi Mata Dewa, secara tidak sengaja mendapatkan informasi dari percakapan sederhana beberapa orang di pemerintahan.
__ADS_1
Ranti yang mendapatkan informasi itu segera membentuk Tim terpadu dengan bantuan sistem, untuk menyusup ke berbagai lembaga pengawasan dan pengambil keputusan.
Saat ini, Proses tahap awal untuk pulau itu sudah hampir selesai, pembongkaran lahan untuk infrastruktur jalan sudah memasuki tahap tersambung, walau masih dalam koridor jalur Utama, tahun depan akan mulai pengaspalan dan membangun jalan perintis untuk wilayah-wilayah yang akan dibangun selanjutnya.
"Atmono, fokus dulu pembangunan untuk rumah penduduk lokal, serta sarana pendukung, seperti sekolah, rumah sakit walau masih Tahap kecil, namun lahannya tetap sediakan sebesar mungkin, dan juga rencanakan pembangunan rumah sakit di beberapa lokasi agar kedepannya tidak terlalu jauh, di Utara, timur selatan, Barat semuanya harus ada, juga 1 rumah rumah sakit untuk rujukan, begitu juga sekolah dan universitas, sediakan lahan yang cukup, di setiap wilayah yang ada, minimal 1 sekolah mendapatkan lahan 5 hektar, untuk Rumah sakit sekurang-kurangnya 15 hektar perwilayah dan 30 hektar untuk rumah sakit pusat, biarkan lahan itu kosong, dan suatu saat sudah di butuhkan kita tak perlu ada acara pembebasan lahan lagi.
" Tahap berikutnya adalah menyiapkan lahan untuk perkotaan sebagai pusat pemerintahan dan pusat bisnis, begitu juga sediakan lahan untuk pasar induk di beberapa titik pasar tradisional, tinggal kapan hal itu akan terbangun, tetap kita harus merencanakan dari sekarang.
" Tim Tata ruang harus bekerja ekstra dalam menangani masalah ini, itu saja dulu usulan dari saya, soal teknisnya bagaimana silahkan kalian tentukan sebelum kita membuat masterplannya. maksimal semuanya sudah rampung bukan Juni tahun tahun depan, dan program awal adalah membangun rumah penduduk lokal, ujar Ranti.
Setelah berdiskusi panjang lebar soal perencanaan di pulau itu, Ranti kembali menuju ke pelabuhan, untuk kembali ke Surabaya, dengan kapal terakhir jam 4 sore dari pulau sebelah.
Ranti berencana memesan kapal sendiri untuk jalur distribusi logistik di kemudian hari.
* Tuan di kemudian hari setelah Mansion tuan berdiri di pulau ini, maka Rose akan mempekerjakan orang-orang dari Rose, karena goa yang akan Rose bangun itu adalah sangat rahasia, di sana segala persiapan makanan tuan akan di proses, jadi tidak ada yang curiga tentang kehidupan tuan di kemudian hari", ujar Rose.
" Apakah para pekerja itu juga hidupnya abadi seperti aku?" tanya Ranti.
" Bisa dikatakan begitu, akan tetapi mereka akan berganti setiap 25 tahun, itu untuk pelayan umum, tapi yang berada di dalam goa itu mereka memiliki umur yang sangat panjang, jadi semua pelayan akan di rotasi, dari goa itu juga seluruh suplai makanan bagi keturunan tuan akan didistribusikan, agar mereka semua mendapatkan makanan yang berkualitas, karena pasti akan ada perubahan yang besar di kemudian hari, ujar Rose.
" Baiklah Rose, apa saran Rose buatku untuk masa depan dalam hal makanan ?" tanya Ranti.
* Seperti yang pernah kita bicarakan, Tuan segera mengumpulkan seluruh bibit rempah, buah, sayuran bahkan padi, singkatnya adalah seluruh bibit untuk pangan, sedangkan untuk kebutuhan daging carilah seluruh ternak yang bisa dimanfaatkan dagingnya, misalnya sapi, rusa, domba, kambing, ayam, babi dan lain sebagainya, tuan bisa mengatur waktu mempercepat mereka berkembang biak dan juga tumbuhan bisa dengan cepat bertumbuh dan bisa dipanen, ujar Rose.
" Rose, bagaimana kota Surabaya 50 tahun kedepan?" tanya Ranti.
* Kota Surabaya akan berjumlah 8 juta orang, itupun sudah terbagi ke kota Baru dan kota-kota sekitarnya, lahan akan semakin sempit, oleh karena itu tuan harus memikirkan memindahkan pabrik makanan, sabun dan lainnya, sudah tepat tuan menyewa beberapa Pulau di sekitar Pulau yang di bangun saat ini* ujar Rose.
" Lantas lahan bekas Pabrik baiknya di buat apa, apartemen, atau perumahan? tanya Ranti'.
" Apartemen boleh, rusunami juga boleh, tapi keduanya, yang penting kalangan bawah bisa memiliki tempat tinggal, itu tujuan kita", ujar Rose.
" Baiklah, kalau begitu mungkin 25 tahun kedepan pabrik-pabrik itu akan saya pindahkan, bahkan saya sendiri mencari lahan di luar pulau Jawa", ujar Ranti.
Tak terasa Ranti sudah tiba di pulau sebelah dan siap menyeberang ke pelabuhan Gresik.
Hampir 4 jam dari pulau tempat penyeberangan, hingga dia sampai di Surabaya, Ranti berencana akan kembali kesana pada malam Minggu, dia ingin menyusuri goa yang dia temukan, karena hal menarik yang dia lihat didalam Goa tersebut.
Menurut penglihatannya, didalam Goa itu ada jalan menuju ke dasar lautan, dan juga ada celah kecil di belakang air terjun, bahkan didalam goa itu terdapat danau kecil, Ranti memperkirakan bahwa jika di buat pembangkit listrik skala kecil, maka sudah mampu dia gunakan untuk kebutuhan listrik di dalam goa itu
" Suatu keberkahan yang luar biasa", batin Ranti.
* Tuan tidak perlu repot-repot soal pangan di masa depan, karena mulai Tahap Berlian Level 7, Ruang Dimensi Tuan akan mengikuti kemanapun tuan Pergi, saat tuan akan membawanya, maka ruang dimensi itu akan berpindah ke Cincin Semesta, atau jika tidak mau repot-repot, dengan Cincin Semesta tuan bisa membawa beberapa Ton Makanan, saat tuan keluar dari pulau itu, ujar Rose.
" Ternyata pemikiranku masih belum terbuka semuanya, aku masih kuatir dengan perubahan di masa depan, aku takut makanan- makanan yang ada di masa depan semuanya bukan daging asli atau kasar dagingnya akan lebih sedikit, karena bumi ini semakin sempit, ujar Ranti.
__ADS_1
* Itu hal wajar Tuan, tapi ingatlah, daging segar dan sayuran atau singkatnya seluruh bahan makanan di masa depan akan menjadi sangat mahal, karena tingkat pertumbuhan manusia yang sangat tinggi, makanya banyak pengembang membangun kondominium, apartemen, Rusun, semuanya untuk penghematan lahan, contoh Singapura, Hongkong dan ratusan kota besar di dunia ini, rata-rata orang hanya mampu tinggal di apartemen, tapi tetap lahan akan berkurang", ujar Rose.
Hari ini Ranti hanya banyak berbicara dengan Atmono dan Rose, besok dia akan berkunjung ke Mega Proyek Kota Terpadu, dan malamnya dia bersama keluarga akan ke Jogjakarta, mereka rencananya akan lewat darat.