SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN

SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN
Tiba di Surabaya dan berkumpul dengan seluruh saudara.


__ADS_3

" Memangnya apa salah Aisyah terhadap mereka", ucap Aisyah dengan mata berkaca-kaca.


" Hidup itu memang seperti ini, makanya kakak selalu mengajarkan agar kita hidup dengan rendah hati, kakak kasih tau Aisyah, rumah orang yang menyuruh para preman itu sudah kakak bakar dan para preman- preman itu sudah kakak hukum dengan membuat mereka menjadi gila, kakak janji siapapun yang mengganggu orang-orang kesayangan kakak pasti kakak akan balas 100 kali lipat", ucap Ranti Sambil membelai rambut Aisyah dengan penuh kasih sayang.


" Terimakasih kak, hukum orang itu seberat-beratnya, kasihan karyawan Aisyah di pukul hingga babak belur, Aisyah tidak tega melihat mereka di perlakukan seperti itu", ucap Aisyah.


" Nona Muda, kami tidak apa-apa", ucap sang Manajer Gerai KFC Aisyah.


" Terimakasih atas kesetiaan kalian menjaga Gerai saya", ucap Aisyah.


" Sama-sama Nona Muda, dari awal di terima bekerja disini, kami yakin Nona Muda berdua adalah orang yang baik, saya sendiri sudah berjanji akan bekerja dengan baik dan akan mempertahankan tempat ini apapun caranya, kami sudah mendengar cerita tentang Nona Muda berdua dari Nona Nuril, maka kami yakin telah beruntung mendapat bos yang baik, tolong jangan bersedih lagi, kita harus kuat dan berusaha memajukan Gerai KFC milik Nona", ucap manajer dan diikuti oleh seluruh karyawannya.


" Terimakasih atas kebaikan kalian, besok akan datang orang untuk memperbaiki segala kerusakan jadi kita tutup sehari, kecuali yang di Pelabuhan", ucap Aisyah yang kini sudah mulai tenang.


" Rose tolong berikan seluruh karyawan motor Nmax, untuk manajer berikan Toyota Corolla Cross dan Supervisor Toyota Raize", perintah Ranti.


" Saya sebagai kakaknya Aisyah, menghadiahkan kalian motor matic Nmax untuk seluruh karyawan baik yang disini maupun yang di pelabuhan, untuk Manajer dan supervisor saya hadiahkan mobil, dan tolong lebih semangat lagi", ucap Ranti.


" Terimakasih Nona Besar", jawab mereka dengan merubah panggilan.


" Ya sudah, kalian yang laki-laki, tolong bergantian jaga, dan ini buat kalian semua, dan untuk motor kalian besok sore akan datang, jadi besok pagi di belakang bangunan ini akan di buatkan tempat parkir motor khusus untuk karyawan", ucap Ranti.


" Baik Nona Besar", jawab mereka.


Setelah dirasa sudah terkendali, Ranti, Aisyah dan Nuril kembali Kios Aisyah.


" Nak, maafkan Ayah terlambat mengetahui kejadian di gerai KFC induk, ayah tadi pergi dengan para paman mu setelah makan sate", ucap pak Antara.


" Tidak apa-apa ayah, kejadiannya memang sangat cepat, mereka lebih dari 20 orang", ucap Aisyah.


" Paman tolong Carikan Security, apalagi kedepannya minimarket, restoran dan kios-kios Aisyah akan di buka, sudah wajib kita punya Security", ucap Ranti.


" Ia, paman juga berpikir demikian, paman akan pekerjakan 3 orang, mereka memang mantan penjahat, tapi sudah bertobat, kebetulan mereka sudah selesai kontrak kerja di perusahaan, mereka bisa paman percaya", ucap Pak Antara.


" Tidak apa-apa dengan latar belakang mereka, saya percaya dengan pilihan Paman, suruh mereka mulai bekerja besok", ucap Ranti.


" Baik, Paman akan hubungi mereka sekarang", jawab Pak Antara.


" Gaji mereka 5 juta, dan besok saya berikan inventaris kantor 3 motor Nmax buat mereka, dan ini ada 15 juta, bagikan rata kepada mereka, dan suruh beli baju baru, tidak perlu pakai seragam Security, pakai baju biasa saja, dan harus berpenampilan rapi dan wangi, agar pengunjung bisa lebih nyaman", ucap Ranti.


" Baik nak, Paman akan perintahkan seperti itu", jawab Pak Antara.


" Aisyah, ini sudah malam, kakak harus kembali ke Jakarta, jangan bersedih lagi, selain 3 orang pengamanan dari Paman, kakak juga sudah perintahkan orang agar menjaga gerai mu dari jauh, dan orang itu Aisyah sudah kenal", ucap Ranti.


" Maksud kakak, yang nomornya ada sama Aisyah? tanya Aisyah.


" Ia sayang, dia juga minta agar mengawalmu, karena dia nyaman dengan mu, makanya kakak panggil dia agar menjagamu, Putrinya sudah meninggal, jadi anaknya tinggal 2 laki-laki, makanya dia menjagamu seperti Putrinya sendiri, anggaplah dia sebagai Pamanmu, apalagi dia orang yang sangat baik, anak buahnya hanya 6 orang yang akan bergantian menjagamu selama 24 jam, ini kakak titip uang, anggaplah kamu yang memberikan untuk dia dan anak buahnya.


" Aisyah harus kasih berapa ke paman itu? tanya Aisyah.


" Pamanmu, berikan 5 Milyar, sedangkan anak buahnya masing-masing 2 Milyar, itu gaji mereka pertahun dari kakak, 1 orang mereka bisa bertarung 50 orang, sedangkan Pamanmu lebih hebat lagi dia mampu melawan 100 orang sendirian.


" baik kak, tapi bolehkah mereka besok suruh datang ke rumah besar Aisyah, agar bisa mengenal mereka", ucap Aisyah.


" Kamu telpon saja pamanmu itu, pasti dia senang, dia dan anak buahnya tidak mungkin berkhianat sama kamu dan kakak, suatu saat kakak kasih tau beberapa hal sama kamu, termasuk liontin yang kamu pakai itu", ucap Ranti.


" Ia kak, hati-hati di jalan, Aisyah minta ijin, besok sore mau ajak bibi Lomban jalan-jalan dengan Koenigsegg Gemera, boleh ya", ucap Aisyah.


" Boleh, dan hanya orang benar-benar sayang sama kamu yang boleh naik di mobilmu itu, jangan lupa juga mobil Aston Martin Vanquish kamu besok pagi panaskan dan isi Bensin", ucap Ranti.


" Ia kak, terimakasih, kakak juga kalau bekerja jangan lupa makan, dan jangan terlalu memaksakan diri, Aisyah gak mau kakak sakit", ucap Aisyah lalu memeluk Ranti.


" Ia sayang, kakak pasti ingat pesan mu", ucap Ranti dan langsung masuk ke mobilnya.


" Nuril jangan lupa besok awasi orang yang memperbaiki Gerai", perintah Ranti.


" Baik Nona Besar, Nuril akan mengawasinya dan membuat laporannya", jawab Nuril semangat.


Sepeninggal Ranti, Aisyah dan Nuril makan malam berdua, Nuril bisa melihat perubahan temannya itu.


" Aisyah, di makan makanannya, percayalah Kakakmu pasti sedih jika dia datang melihat kamu kurus", ucap Nuril.


" Hehehehe, aku kayak anak TK ya, ucap Aisyah.


" Ia, tapi aku senang membantumu, aku juga ingin kamu selalu bahagia, kamu sudah memberikan keluargaku kebahagiaan, ayahku sekarang menjadi Direktur, sebuah jabatan terhormat, itu semua berkat kebaikan kamu dan kakakmu, aku hanya bisa membantumu sebagai balasan Budi baikmu, dan sebagai temanmu yang akan terus mendukungmu ", ucap Nuril dengan lembut.


" Terimakasih Nuril, tapi kamu jangan terlalu capek, mulai besok kita berdua yang menjalankan Gerai KFC milikku, terimalah hadiah dari saya", ucap Aisyah.


" Aku sudah menerima banyak dari Nona Muda Ranti", ucap Nuril.


" Itukan dari kakakku, kalau ini dariku, aku beli kaos Gucci, Luis Vuitton dan Chanel, juga celana panjang, serta sepatu Nike dan sepatu resmi, Luis Vuitton dan Gucci.


" Sudah masukkan ke mobilmu, dan ini ada jam tangan yang sama dengan milikku, tapi setiap hari kita ke sekolah pakai yang Samsung saja", ucap Aisyah.


" Oh ya, apa nanti saat ke sekolah, saya jemput kamu atau bagaimana", ucap Nuril.


" Tidak perlu, kita naik motor masing-masing saja, kecuali hujan baru kamu datang jemput saya", ucap Aisyah.

__ADS_1


Saat ini Ranti sudah berada di udara, dia terbang menuju Surabaya, dia sudah berpesan ke orangtuanya kalau dia tidak mampir.


Dengan kecepatan tinggi Ranti melesat menuju Surabaya, dan hanya butuh waktu 45 menit dia sudah sampai di rumah Belanda.


Dengan mengendarai mobilnya, dia menuju ke rumahnya, dan tepat jam 10 malam dia tiba di rumah.


Betapa kagetnya, dia melihat seluruh saudaranya belum pada tidur.


" Halo semuanya, Putri cantik sudah pulang", teriak Ranti.


" Hore kakak sudah pulang", balas teriak Salma.


" Kok belum tidur sayang, apa karena siang tadi kamu tidurnya lama", tanya Ranti.


" Ia kak, lagian kak Darel dari tadi melawak terus, makanya kami semua belum ngantuk", ucap Salma.


" Ya sudah kakak mau mandi dulu terus kita begadang", ucap Ranti.


" Oke, oh ya kak besok aku mau ke DAMKAR, mau berikan oleh-oleh buat Livung dan kakaknya, terus mau ke paman Ndut, dan teman-teman Salma di Galaxy Mall, nanti sama kak Armando dan Mora, boleh ya kak", ucap Salma.


" Kamu itu sayang sekali sama paman ndutmu, ucap Ranti.


" Kan Paman Ndut baik dan juga sayang sama Salma, jadi Salma juga harus baik dan sayang sama paman Ndut", ucap Salma.


" Ya sudah gak apa-apa", ucap Ranti dan berlalu kekamarnya.


Tak lama kemudian Ranti kembali ke ruang TV dan duduk di tengah-tengah Kakak-kakaknya, sasarannya adalah Darel kakak laki-laki kebanggaannya, dan langsung memeluknya.


" Astaga, badan Segede ini masih saja kayak Salma", ucap Mercy.


" Kak Mercy, mumpung kak Darel lagi dirumah jadi Bontot mau puas-puas bermanja-manja dengan kak Darel", ucap Ranti.


" Oh jadi karena kak Darel ada, kamu gak mau kakak peluk gitu", ucap Mercy berpura-pura kesal.


" Hehehehe, jangan ngambek dong, nanti cantiknya makin bertambah", ledek Ranti.


" Kamu itu", sahut Mercy.


" Apa kamu gak capek dek ", ucap Darel sambil mengelus punggung Ranti.


" Tidak, apalagi melihat kita semua lengkap dirumah ini, bahkan kakak Kembar juga ada disini", ucap Ranti.


" Kami nanti pulang hari Minggu, lagian bunda juga ada sama Dady dan Mommy kamu di Jakarta", ucap Renata.


" Makanya kakak ke sini saja, biar kita semua lengkap, bagiamana besok lusa kita jalan-jalan ke pantai tempat si Suryani", ucap Renita.


" Aunty, Ketty juga ikut ya", ucap Ketty.


" Oh ya ampun, kamu belum tidur sayang", ucap Ranti.


" Hehehehe tadi sudah sempat tidur, tapi saat aunty pulang Ketty terbangun mendengar suara Aunty", ucap Ketty.


" Oh sayang maafkan aunty sudah mengganggu tidurmu", ucap Ranti.


" cium dulu baru Ketty maafkan Aunty", ujar Ketty sambil menunjuk pipinya.


hahahaha hahahaha


Pecah ketawa mereka melihat ekspresi keponakan usil mereka.


" Baiklah, sini sayang, aunty peluk dan cium kamu", ucap Ranti.


Dewi terharu melihat melihat adik-adiknya sangat menyayangi Ketty, tanpa sadar airmatanya menetes.


" Ada apa kak Dewi, kok airmata kakak menetes", ucap Vanya.


" Kakak terharu, melihat kalian semua sangat menyayangi Putri kakak, kakak jadi teringat masa lalu, saat itu kami berdua tak berdaya, dan beruntung asik Ranti menyelamatkan Ketty", ucap Dewi.


" Kakak, itu namanya jodoh, dan lihatlah sekarang, capek kami semua hilang karena Keponakan kami ini sangat pintar menghibur kami, lagian dari awal saya sudah bilang, Ketty adalah keponakan kami, jadi sudah seharusnya kami bibi dan pamannya memberikannya kebahagiaan dan mencurahkan kasih sayang kami padanya", ucap Ranti.


" Terimakasih dek", ucap Dewi.


" Kita kakak beradik jangan ada kata terimakasih", ucap Ranti sambil mengusap airmata Dewi dan mencium pipinya.


" Kami semua sangat menyayangi kakak dan juga Ketty, kak Dewi selamanya akan menjadi kakak tertua kami, Ketty juga selamanya akan menjadi keponakan tertua kami", ucap Vanya.


" Bunda, Ketty juga bangga memiliki bunda yang sangat hebat", ucap Ketty.


" Ya sudah, besok lusa kita ke pantai, kakak akan masak yang enak buat kalian selama kakak masih cuti", ucap Dewi dengan bahagia.


" Asik, kak Dewi memang yang terbaik", ucap mereka sambil memeluk Dewi.


" Terimakasih sudah mau menjadi kakak buat Darel", ucap Darel sambil memeluk Dewi.


" Ia sayang, kakak juga bangga memiliki adik-adik yang cantik-cantik dan ganteng juga pintar, cup cup", ucap Dewi sambil mencium jidat Darel dengan penuh kasih sayang.


Tak terasa sudah jam 12 malam, mereka memutuskan untuk istirahat.

__ADS_1


" Kak Darel bontot mau tidur dengan kakak, sudah lama kakak kelonin bontot", ucap Ranti manja.


" Wah ... wah .. kumat lagi penyakit kronisnya", ledek Mercy.


" Kakak, jangan godain kenapa", ucap Ranti dengan tampang cemberut.


" Oh adikku yang manjanya gak ketulungan, cup cup", ucap Mercy sambil mencium kedua pipi Ranti.


Ranti menggandeng tangan Darel dan menuju kamarnya.


Ranti langsung berbaring di kasur empuknya dan langsung memeluk Darel.


" Kamu itu sudah umur 18 tahun, masih aja kayak umur 8 tahun", ucap Darel sambil mengelus punggung Ranti.


" Bontot gak perduli dengan umur, bontot juga gak malu dengan kakak, di Dunia ini, hanya sama kalian kakakku tempat aku bisa merasakan kebahagiaan, jadi buat apa malu, tidak peduli dengan omongan orang, kak Darel adalah kakak kesayanganku dan kebanggaanku", ucap Ranti.


" Ia sayang kakak tau, tapi kamu itu sudah gadis, bukan anak kecil lagi, apa gak malu", ucap Darel


" Ngapain malu, toh sama kakak sendiri", ucap Ranti sambil lebih erat memeluk Darel.


Darel hanya bisa pasrah dengan kelakuan adiknya, tapi jangankan Ranti, Mercy, Friska dan Rindu juga sama, kakak tidur maunya di elus punggungnya.


Tak terasa pagi hari sudah menggantikan malam.


" Dek ayo bangun sayang, mandi dan sarapan", ujar Darel, sambil menoel hidung mancung Ranti.


" Udah pagi ya kak", ucap Ranti.


" Sudah sayang, sana mandi, kakak juga mau ke kamar kakak dan Mandi.


" Kak mandiin bontot, bontot kangen di mandiin kakak", ucap Ranti.


" Dasar manja, gak malu apa sudah gadis 18 tahun masih minta di mandikan sama kakak", ucap Darel.


" siapa suruh kalian semua memanjakan aku, dan lagian buat apa malu sama kakak", ucap Ranti sambil berdiri dan membuka seluruh bajunya.


Darel hanya bisa geleng-geleng kepala, dan ikut masuk ke Kamar mandi.


Lagi sibuk memandikan Ranti, tiba-tiba Mercy dan Friska masuk ke kamar Ranti dan melihat ke kamar mandi.


" Kak Darel curang, kami juga mau di mandikan kakak ucap mereka berdua dan langsung buka baju.


Mereka mandi sambil bercanda, lalu datang Rindu, dan juga langsung buka baju.


" Hahahaha, jadi ingat suasana panti asuhan, kak Darel memandikan kita semuanya", ucap Ranti.


Di tengah keseruan mereka, datanglah Vanya.


" Oh astaga kalian ini, sudah besar mandi saja minta bantuan kakak kalian, udah cepat mandinya", perintah Vanya.


" Apa kalian gak malu bertelanjang bulat di depan kakak laki-laki kalian, kalau nanti Sonia atau orang luar tahu bagaimana", ucap Vanya.


" Hehehe, kan hanya kita saja dirumah ini, kami gak malu telanjang di depan kak Darel", ucap Mercy.


" Ia sayang, kakak tahu itu, tapi nanti apa kata para pelayan, ya sudah sini kakak bantuin kalian mandi", ucap Vanya tapi sebelumnya dia mengunci pintu kamar Ranti.


Satu persatu Vanya dan Darel memandikan keempat adik mereka, Vanya juga sudah tidak memakai bajunya.


Sejam mereka mandi, Vanya mengeringkan badan keempat adik perempuannya, walau dia sendiri belum berpakaian, sementara Darel mengeringkan badannya sendiri.


" Terimakasih kak, ucap mereka berempat mengingat masa lalu.


" Ayo kita sarapan, kakak sangat menyayangi kalian", ucap Darel.


" Ia kak, selamanya kami adiknya kak Darel dan selamanya kami mau di manjakan oleh kakak", ucap Mercy, yang memang dari kecil sangat dekat dengan Darel.


" Kalian semuanya kebanggaan kakak", ucap Darel.


Kini mereka sedang menikmati sarapan buatan Dewi.


" Dek, apa benar mengirimkan uang untuk ibu dan adikku? tanya Dewi.


" Ia kak, ada apa? tanya Ranti.


" Tidak apa-apa, hanya ibu dan adikku kaget, Rekening mereka tiba-tiba dapat transfer dari kamu", ucap Dewi.


" Ya sudah, biar masa tua ibu juga ada pegangan uang banyak, ambil SIM ini dan berikan sama ibu dan Dewa agar mereka bisa jalan-jalan, Kak Dewi bantu ibu mengisi formulir mobil yang nanti siang di antar Aluna, Porsche 911 dan Porsche Cayenne GTS triptonik", ucap Ranti.


" Terimakasih Dek", ucap Dewi.


" Sama-sama Kak, kasihan ibu hanya di rumah saja, toh sekarang ibu sudah sangat sehat, jadi kalau dia ingin pulang kampung juga, kan bisa bawa mobil sendiri atau di di temani Dewa, yakinlah kepercayaan diri ibu akan bertambah dan tambah semangat dimasa tuanya", ucap Ranti.


" Benar juga itu kak Dewi ", ujar Friska.


" Baiklah, selesai sarapan, kakak dan Ketty pamit kerumah ibu ya", ucap Dewi.


" Ia kak, titip oleh-oleh dari kami buat ibu dan adik dewa, suruh dia jangan kendor dalam belajar, agar bisa ranking terus", ucap Darel.

__ADS_1


__ADS_2