
Suasana di ruang VIP menjadi haru, Nindya yang tetap berusaha untuk tidak mengingat masa lalu, tapi pertemuannya dengan Pak Antara mau tidak mau memaksa dia mengingatnya.
" Sudahlah Dek jangan di ingat lagi, saya dan istri sangat senang bertemu dengan dek Nindy lagi, setelah dek Nindy di bawa orang, kami masih disana selama 2 tahun, baru pindah ke merak dan berjualan, dan saya berusaha dengan menjadi pegawai kecil hingga Aisyah lahir.
" Ini Anjas dan juga Atilla yang sering menemani kamu ke warung", ucap Pak Antara.
" Anjas sekarang sudah menikah? ucap Nindya.
" Ia Bi, saya sudah menikah, dan ini Rubiyah istri saya dan sedang hamil 5 bulan", ucap Anjas yang memang dari kecil memanggil Nindya dengan sebutan Bibi.
" Syukurlah, bibi bahagia melihat kalian sudah besar dan sudah menikah, bibi sekarang tinggal di Jogjakarta, bersama adik kembar kalian, ini mereka yang biasanya kalian hanya melihat di foto yang bibi simpan", ucap Nindya dengan penuh kebahagiaan.
" Kami juga sudah mengenalnya waktu mereka ke Lampung bersama Nona Muda Ranti", jawab Anjas.
" Anjas, Atilla sampai kapanpun kalian boleh memanggilku dengan sebutan Bibi, kalian anak baik, ayah dan ibumu juga sangat baik, bibi juga kangen dengan Lyla dan si kecil Zulfan", ucap Nindya.
" Lyla baru menikah belum sebulan, suaminya juga bekerja di perusahaan Nona Muda Ranti, Zulfan dia angkat jadi Manajer di KS oleh Aisyah mewakili Nona Muda Ranti ", ucap Anjas.
" Syukurlah, bibi semakin bahagia, bibi sangat berhutang Budi kepada keluarga kalian, Anjas, Atilla ambil ini, dan tabunglah jangan menolaknya, Mas Antara dan Mbak, tolong juga ambil ini mohon jangan di tolak, Nindy tau kalian ikhlas menolong Nindy, tapi Nindy juga ikhlas memberikan hadiah untuk mas dan Mbak, titip juga buat mas Zulkarnain, Lyla dan Zulfan, ucap Nindya sambil memberikan Cek Pak Antara dan anak-anaknya masing-masing 150 Milyar begitu juga keluarga Zulkarnain.
" Dek, pasti mas Zulkarnain akan menolaknya, kamu sendiri sifatnya dari dulu tidak pernah berubah, dia sangat ingin bertemu kamu, Apalagi kami berdua sudah tersingkir dari keluarga besar kami", ucap pak Antara.
" Apa karena masa lalu mas Antara? tanya Nindya.
" Ia, tapi gak apa-apa, toh saya dan bsng Zulkarnain tidak pernah bergantung kepada mereka, tapi berkat nak Ranti memberikan status buat Aisyah maka mereka sekarang tidak lagi bisa macam-macam", ucap Pak Antara.
Nindya asik ngobrol dengan pak Antara, sementara Salma dan Mora juga asik bermain dengan Velove dan Vexia, sedangkan Armando menempel terus ke Rindu.
" Kak, nanti masih pulang bareng kita kan? tanya Armando.
" Ia, kita nanti pulang sama-sama, jangan sedih dong, Armando nanti bisa lihat kampus kakak", jawab Rindu.
" Kenapa Nak, tanya Monika Hadinata.
" Takut nanti kak Rindu gak balik ke Surabaya", jawab Armando.
" nanti bulan Desember kakakmu baru kesana lagi dan pulang kalau libur", Ucap Monika Hadinata.
" Ia Bi, ucap Armando.
Tak berapa lama kemudian petugas yang berada di ruang VVIP itu memberitahukan bahwa sudah waktunya naik pesawat.
Keluarga Aisyah terlihat murung, selama ini sudah tak pernah jauh dari mereka, Tapi kini sekali pergi jauh justru keluar Negeri.
" Nak jangan buat Kakak-kakakmu repot ya, ucap Bu Antara.
" Tenang saja bibi, kami tidak akan repot mengurus Aisyah, ucap Robin dan Tiara.
" Hehehehe, tapi kalo Aisyah kangen ibu, boleh gak Aisyah tidur dengan kakak ipar", ujar Aisyah.
" Ia boleh, nanti selama disana Aisyah tidur dengan kak Tiara saja", ucap Tiara.
" Terimakasih kakak iparku yang paling cantik dan paling baik, beruntung kakak gantengku dapat calon istri seperti kak Tiara, Aisyah dan kak Ranti juga bersyukur punya kakak ipar yang baik hati", ucap Aisyah.
" Aisyah tolong lihat dan jaga adikmu Salma dan Armando, ucap Ranti.
" Ia kak, pasti Aisyah bantu kak Yati menjaga mereka", jawab Aisyah.
" Salma, Armando, selama kakak belum datang kalian pakai kartu yang sudah kakak berikan kalau beli sesuatu", ucap Ranti.
" Ia kak, dan kakak cepat datang ya", ucap Salma sambil memeluk Ranti.
" Kakak akan segera selesaikan pekerjaannya dan langsung menyusul, kan ada Mora, juga ada ayah dan Bunda serta lihat itu ada Velove dan Vexia, pasti Salma tidak kesepian", ucap Ranti.
" Ia Kak, tapi tetap kakak cepat datang ya, ujar Salma yang masih meminta agar Ranti segera menyusul.
" Makin besar, makin manja, bikin kakak makin sayang, ya Uda sini peluk kakak dulu", ucap Ranti.
" Armando juga mau peluk kakak", teriak Armando dan langsung berlari mendekat ke Ranti.
" Ini jagoan kakak paling ganteng, jaga adikmu baik-baik ya sayang, cup cup", ucap Ranti sambil mencium pipi Armando.
" Kalau itu sudah tanggungjawab Armando menjaga adik Salma", jawab Armando.
" Ya sudah kami berangkat dulu ya, dek jangan lupa makan dan istirahat, jangan paksakan tenaga untuk bekerja", ucap Vanya.
__ADS_1
" Terimakasih kakakku yang Cantik", ucap Ranti dan memeluk semua Kakaknya, termasuk Sonia dan Tiara, serta Robin.
" Salma sini sama kak Vanya", panggil Vanya.
Salma langsung menggandeng tangan Vanya, tapi matanya melihat Ranti terus.
" Dek ingat kata kak Vanya, jangan lupa makan dan kalau capek istirahat ya", ucap Mercy.
" Terimakasih, kalian memang kakak terbaik buat aku", ucap Ranti.
" Princes, Dady dan mommy berangkat duluan ya", ucap Adriansyah.
" Kak Nayla, kak Anjeli tolong tengok bunda dan ayah", ucap Aisyah.
" Pasti, nanti kami tidur di kamarmu yang di kios", ucap Nayla.
" Terserah kakak berdua, kan kunci rumahku ada sama kakak berdua", ucap Aisyah.
Akhirnya rombongan keluarga Ranti take off dari Bandara Internasional Soekarno Hatta menuju Amerika Serikat tepatnya ke Massachusetts.
Keluarga Aisyah terlihat murung, namun ada kebanggaan tersendiri buat mereka, karena Putri mereka bisa liburan ke luar negeri.
Ranti sendiri karena nanti berangkat jam 8 malam, memutuskan untuk menyewa hotel.
Keluarga Aisyah sudah dalam perjalanan pulang.
* Tuan, semua anak yang di obati sudah bisa di keluarkan dari kantong Ruang, begitu juga dengan keempat gadis dan juga Nasyilah Handoko, beserta dokter, jadi tinggal Noey dan Rosemary", ucap Rose.
" Apakah semua fasilitas sudah siap? tanya Ranti.
" Sudah semuanya", jawab Rose.
" Terimakasih Rose", ucap Ranti.
" Rose, bagaimana dengan harta Karun Kaisar itu, apa sudah bisa kita masuk ke goa itu? tanya Ranti.
" Besok Malam Tuan, tapi Tuan harus berjalan kaki sejauh 10 Km dari mulut gua itu, gunakan peta yang kedua untuk melihat tata letak ruangan-ruangan yang ada, dan maaf mata semesta tuan tidak berfungsi untuk melihat terlalu jauh", ucap Rose.
" Baik Rose, lalu sebenarnya ada berapa banyak harta yang berada disana dan berapa yang harus kita bagikan kepada pihak keluarga itu? tanya Ranti.
" Terimakasih Rose", ucap Ranti.
Sementara di atas Pesawat Jet Gulfstream G 750, yang terdapat para saudara Ranti, juga Mora, Sonia dan Tiara serta Yati.
" Aisyah, ini minum dulu, dan jangan terlalu memikirkan banyak hal, tenang saja, kakakmu tidak akan pernah ingkar janjinya", ucap Vanya yang melihat wajah murung Aisyah.
" Terimakasih kak Vanya, Aisyah kepikiran kakak Ranti yang pasti capek bekerja untuk memenuhi kebutuhan Aisyah", ucap Aisyah.
" Kamu tenang saja, kakakmu itu memang sudah seperti itu, dia hanya ingin kamu bahagia dan jangan mengecewakannya itu saja, sama seperti kami, kami selalu membuatnya bahagia dan kalau dia capek pasti dia hanya minta kelonin, intinya Kakakmu sangat menyayangi keluarganya", ucap Vanya.
" Kak Aisyah, jangan kuatir, kak Ranti pasti akan baik-baik saja, dan pasti datang menyusul kita, kak Ranti sudah janji sama Salma", ucap Salma.
" Ia dek, kakak saja yang belum terbiasa dengan cara kak Ranti bekerja", ucap Aisyah.
" Yang penting kita harus mendukungnya dengan terus berbuat baik dan selalu rendah hati, serta belajar yang giat, itu saja sudah membuat kak Ranti sangat bahagia", ucap Salma.
" Terimakasih dek, kakak tidak akan bersedih lagi", ucap Salma.
" Kamu kenapa Dek, kalau ngantuk, temani kakak iparmu yang sedang istirahat", ucap Robin.
" Aisyah tidak capek dan ngantuk, hanya kepikiran kak Ranti saja, tapi sudah gak apa-apa", ucap Aisyah.
" Ya sudah sini sama kakak", ucap Robin sambil merangkul Aisyah.
" Terimakasih kak", ucap Aisyah sambil bersandar di bahu Robin.
Jika yang sibuk dengan handphone mereka, berbeda dengan Vanya, dia tak pernah lelah menyiapkan makanan kecil untuk saudara-saudaranya.
" Terimakasih kak Vanya, ucap Friska dan Mercy.
" Ia sayang, makanlah, kakak sengaja siapkan buat kalian semua", ucap Vanya.
" Kakak selalu memperhatikan kami, kakak selalu membuat kami tenang dan bahagia menjalani hidup ini", ucap Mercy.
" Ia, kakak bahagia melihat kalian yang sudah besar, kakak hanya takut suatu saat kalian menikah dan mengurus suami, hati-hati memilih pasangan, jangan jadi seperti kakak", ucap Vanya.
__ADS_1
" Ia kak, kami mau fokus kuliah dan membantu Ranti, agar dia tidak bekerja sendirian demi kebahagiaan kita", ucap Mercy.
" Kita harus saling menopang, Kakak bangga dan tidak menyesal merawat kalian dari kecil, pengorbanan kakak terbayar dengan kehebatan dan kekompakan kalian walau kakak sempat tidak bersama dengan kalian", Ucap Vanya.
" Kami selaku ingat omongan kakak waktu sebelum pergi, itulah dasar kami membangun keluarga ini, kasih sayang yang tulus dan selalu ada buat saudara dalam kondisi apapun", ucap Mercy sambil memeluk lengan Vanya.
" Ya Sudah istirahat dulu, perjalanan kita masih panjang, nanti kita transit di Dubai", ucap Vanya.
" Salma, Mora istirahat dulu sayang, lihat tu kak Armando kamu sudah keenakan tidur di pangkuan Rindu", ucap Friska.
" Ia kak, tapi mau minum susu ultra dulu", ucap Salma.
" Ini sayang, minumlah terus istirahat, nanti di Dubai kita jalan - jalan sebentar, kalau sempat", ucap Mercy.
" Kak Mercy, kalau nanti bisa di jalan-jalan di Dubai apa Aisyah boleh ke Burj Khalifa.
" Boleh, seorang kamu juga istirahat, temani Tiara saja, kasihan kakakmu Robin nanti pegal-pegal", ucap Mercy.
" Ia kak, ucap Aisyah dan langsung beranjak ke ruangan tempat Tiara yang lagi istirahat.
Waktu sudah menunjukkan sudah jam 6 Sore waktu Jakarta.
* Tuan, apa mau menggunakan pesawat atau mau terbang sendiri ke Beijing? tanya Rose.
" Apakah bisa saya terbang kesana, nanti pasporku di tidak ada tanda kedatangan", ucap Ranti.
* Tenang saja kalau soal itu, soalnya lebih cepat Tuan terbang daripada naik pesawat, Tuan bisa terbang Maksimal 1500 km per jam, artinya tuan hanya butuh waktu 3,5 jam sudah tiba lokasi harta itu, koordinatnya sudah dimasukkan ke GPS", ucap Rose.
* Jika Tuan ingin beristirahat, Tuan bisa mampir di mana saja yang Tuan mau, kalau pun ingin sambil makan, silahkan buat pelindung semesta dan biarkan elemen angin yang membawa Tuan, jadi seperti pesawat yang punya auto pilot", ucap Rose.
" Baiklah, berarti aku tiba disana jam 10 malam", ucap Ranti.
* Kira-kira segitu, dan Tuan harus Segera mengeksekusi harta pengkhianat itu dan masuk ke dalam goa, di gerbang goa tuan bisa istirahat 2 jam sambil menunggu kompas itu aktif", ucap Rose.
Selesai berbelanja, Ranti segera mencari tempat sepi dan langsung terbang menuju Beijing.
Dengan kecepatan maksimal 1500 km perjam, Ranti membelah langit, jika kecepatan pesawat komersial hanya terbang maksimal 900 km perjam, itu berarti perbedaan kecepatan sangatlah jauh.
Ranti memutuskan untuk tidak mampir dimanapun, Ranti ingin mencoba terbang jarak jauh antar negara.
* Tenang saja, ketahanan terbang anda 12 jam nonstop, itu Berarti tuan bisa terbang dengan jarak 18 Ribu km tanpa berhenti, Armor Transparan Ultimate Tuan sangat kuat menahan terpaan angin, bahkan hujan deras sekalipun tidak akan berpengaruh pada Armor Transparan Ultimate Tuan, jarak pandang Tuan saja yang berkurang menjadi hanya sekitar 800 km", ucap Rose.
Ranti terus memacu kecepatan terbangnya, dia beberapa kali melihat pesawat terbang lainnya yan berada di depannya, dan bahkan Ranti bisa mendahuluinya, sensor dari Armor memudahkan Ranti menjaga jaraknya dengan pesawat komersial.
Ranti sendiri kagum dengan Armor Transparan Ultimate miliknya, Apalagi nanti jika dia sudah masuk pada Tahap Supreme, maka kecepatan akan bertambah menjadi 3000 km perjam dan bisa terbang 18 jam nonstop, bahkan Armor Transparan Ultimatenya akan berubah tanpa sayap.
Tak terasa sudah 2 jam Ranti berada di udara, cuaca malam yang tenang dan terang membuat penerbangan Ranti menjadi semakin nyaman, kencangnya angin tidak terasa di tubuh Ranti, dan itu membuktikan kekuatan dan ketahanan Armor Transparan Ultimate miliknya.
Saat ini keluarga Ranti sedang transit di Dubai, Adriansyah sengaja meminta transit 4 jam agar anak-anak bisa jalan-jalan, Velove, Vexia, Aisyah dan Rio Aryanto sangat senang.
Saat ini Ranti sudah berada di udara wilayah hukum RRT, Koordinat nya tercatat masih lumayan jauh, butuh sekitar 40 menit lagi untuk bisa tiba di tempat harta Karun itu.
Ranti makin semangat, dan memacu kecepatan terbangnya, tenaganya sudah terkuras sekitar 10%, dan akhirnya Ranti pun tiba di sebuah hutan belantara, setelah mendarat Ranti memindai mencari pintu gua, dan ternyata pintu gua itu tepat berada di bawah batu yang sangat besar.
Ranti terus memindainya dan mendapatkan cela untuk masuk, dan betapa kagetnya Ranti saat tiba di Pintu bagian dalam gua, ternyata di lapisi Aray pelindung, walau menurut Ranti aray tersebut tidaklah kuat, tapi bagi manusia biasa, Array Pelindung itu sudah sangat kuat.
Ternyata, pertahanannya sangat luar biasa, bahkan belum ada teknologi yang bisa mendeteksi keberadaan gua di balik gua itu.
* Tuan silahkan istirahat saja dulu, dan teteskan darah Tuan ke Peta dan kompas itu, waktu pengambilan harta hanya 6 jam, sedangkan dari pintu masuk hingga ke ruang harta, tuan hanya memiliki waktu 4 jam", ucap Rose.
* Tuan sebagai informasi, ternyata harta yang tersimpan itu jumlahnya 250 kuadriliun Yuan, dan harta untuk pihak keluarga inti keturunan Kaisar ada 100 kotak berisi masing-masing 200 batang Emas 24 karat berat 2 kg, untuk di bagi kepada 10 keluarga, bukan hanya itu saja, terdapat 100 kotak berisi masing-masing 2 juta koin emas yang beratnya 10 gram per koin, 100 kotak berisi berlian, semuanya di bagi kepada 10 keluarga itu, dan nanti mereka sendiri yang akan membagi kepada seluruh keluarganya, dan daftarnya sudah ada", Rose.
" Baiklah Rose, saya mau istirahat sebentar", ucap Ranti.
* Baik Tuan, istirahatlah, lokasi keluarga itu berada 150 km dari hutan ini, berikanlah mereka 1000 Pill Regenerasi Fisik dan Jaringan Sel, serta 1000 tetes serum Pembersih dan Kekebalan Tubuh, juga 1000 tetes air Surgawi.
Desa mereka itu pemberian pemerintah dan disana tidak warga selain 10 keluarga itu yang kini berjumlah 1000 orang, hidup mereka sangat sulit", ucap Rose.
" Saya akan menguras harta keluarga pengkhianat itu, dan akan membagikan kepada mereka", ucap Ranti.
* Berikan saja pada 10 keluarga besar mereka 5 triliun Yuan, biar mereka sendiri yang membagikan kepada anggota keluarganya", ucap Rose.
" Baik Rose", jawab Ranti singkat.
Kini Ranti sedang duduk dan menikmati makanannya dan juga Juice, kali ini Ranti harus bisa menaklukkan jebakan yang ada, untunglah mata semesta nya walau tidak bisa melihat dengan jelas tapi masih mampu mendeteksi letak dimana jebakan itu
__ADS_1