
* Tuan, dengan adanya Tato ini, maka baik laki - laki maupun perempuan, hanya akan memiliki anak maksimal 2, dan jika keturunan perempuan dari keluarga Utama tidak bisa melahirkan keturunan, maka hanya di perbolehkan mengadopsi anak, dan keturunannya di anggap berhenti, Karena anak adopsi tidak akan masuk dalam garis keturunan mereka.
Intinya hanya yang memiliki tanda saja yang di sebut keluarga Utama atau keluarga kedua.
Ada juga tato pelayan, Rose mengadopsinya dari cara Ayahnya Tuan, yaitu ada yang disebut pelayan tingkat 1 dan yang lainnya, cara ini sangat baik, makanya Rose mengadopsinya.
Dengan adanya hirarki seperti ini, meminimalisir keruntuhan tatanan kekuatan Keluarga Tuan di masa depan.
Lalu bagaimana dengan sahabat dekat Tuan, berbeda dengan status Nona Tiara, silahkan Tuan tentukan siapa saja yang menurut tuan layak", ucap Rose.
" Baiklah Rose, aku akan memikirkan itu semuanya, terimakasih sudah mempersiapkan itu semuanya, aku tahu Rose tidak ingin aku bersedih di di sepanjang keabadian hidup ku,
Aku ingin melihat seluruh keturunan orang-orang paling ku cintai hidup rukun dan tidak kekurangan apapun, dan yang terpenting jangan sampai mereka lupa jati dirinya dan siapa leluhur mereka", ucap Ranti.
* Rekaman kehidupan Tuan dan seluruh keluarga Tuan, akan mereka lihat di kemudian hari, jadi mereka tidak akan lupa siapa leluhur mereka fan bagaimana kebersamaan Tuan dengan mereka", ucap Rose.
" Terimakasih Rose, sekarang aku tenang, Namun, tolong untuk tetap membantu seluruh saudaraku dalam mencari pasangan hidup mereka", Mohon Ranti.
* Baik Tuan, pasangan mereka semua akan diikat dengan keluarga Tuan, jika mereka berkhianat maka di saat yang sama pasangan mereka tidak akan bisa memiliki akses kekayaan, kekuasaan dan kekuatan, Rose sudah mengaturnya, pasangan mereka dilarang memberikan harta keluarga Tuan tanpa pemberitahuan kepada saudara Tuan, artinya jika ada dari pasangan yang memanfaatkan kekayaan dari saudara Tuan melebihi batas maka saat itu juga, akses fasilitas akan di kurangi, agar si pasangan ini sadar bahwa dia harus bekerja keras sebagai suami, jangan seperti mantan suami Nona Vanya.
Bebaskan mereka bergaul dan mencari pasangan, selama saudara Tuan tidak disakiti seperti yang di alami Nona Vanya, biarkan saja, tapi tetap akan di awasi", ucap Rose.
" Hehehehe, terimakasih Rose, aku sangat menyayangi mu, andai kamu bisa berwujud manusia, pasti sudah kupeluk", ucap Ranti dengan bahagianya.
" Terimakasih Tuan sudah menyayangi dan mengerti kehadiran Rose, sebagai hadiah, 1 tambang Gas alam untuk energi Listrik di Treasure Island, dan seluruh pabrik tuan di Pulau-pulau sekitarnya, Tuan bisa memiki energi Listrik Mandiri.
Dan sebagai bonusnya, waduk-waduk yang berada di Treasure Island akan terus berada pada titik aman untuk air bersih.
Secara keseluruhan, Treasure Island, akan menjadi daerah mandiri, dan segala jenis pasokan utama berasal dari Tuan sendiri, dalam hal Energi listrik dan kebutuhan akan Air.
" Berapa lama tambang itu akan habis? tanya Ranti.
" Lebih dari 400 tahun, apalagi ada beberapa sumber energi yang akan membantu, seperti tenaga Surya di wilayah tuan itu ada 3 pulau dengan luas lahan masing-masing 15 ribu hektare, di tempat itu bisa di jadikan tempat pembangkit listrik tenaga Surya", ucap Rose.
" Efeknya akan memperpanjang usia dari cadangan gas itu sendiri", ucap Rose.
" Baiklah, kita mulai pembangunannya, 3 tahun depan, sedangkan untuk gas alam, kita mulai tahun Depan, dan seluruh pulau wajib menggunakan gas alam, begitu juga di proyek Pembangunan Kota Terpadu.
* Baik Tuan, Rose tambahkan 500 triliun untuk pembangunan ke Mega Proyek Tersebut, dan uang itu di kelola oleh IDB. itu berarti secara keseluruhan pembangunan 2 Mega Proyek itu menjadi 1100 triliun, Hari Senin depan Pemerintah pasti Gempar dengan berita penambahan modal dan penemuan Ladang Gas Alam, yang cukup besar dan akan di kelola dengan Prioritas 2 Mega Proyek Tuan.
Tak Terasa diskusi mereka telah sampai jam 4 subuh, Ranti akan mencari kontraktor untuk pembangunan jaringan pipa Gas, untuk Mega Proyek nya.
Akhirnya Mentari pagi menggeser malam, Ranti di bangunkan dengan pelukan hangat kedua adiknya yang sudah mulai besar, hampir 3 tahun mereka hidup bersama, makin manja juga kedua adiknya.
* Selamat pagi Tuan, manual untuk pembuatan Tato, sudah tersedia di dalam cincin semesta, pelajari terlebih dahulu, dan tentukan semua aturannya, serta gambarnya, jika sudah maka acara pembuatan Tato bisa di laksanakan", ucap Rose.
" Baiklah, berikan aku waktu berpikir, Maksimal 1 bulan dari sekarang, ucap Ranti.
* Baiklah", Jawab Rose.
"Ayo bangun, dan mandi, setelah itu kita sarapan, Apa kalian berdua mau kakak mandikan atau mau mandi sendiri? tanya Ranti.
" Adik Salma saja yang kakak mandikan, Armando nanti sendiri", ucap Armando.
" Ya sudah", ucap Ranti dan mengajak Salma ke kamar, sementara Armando ke kamarnya.
Jam 8 pagi, semua anggota keluarga sudah berada di meja makan, nanti siang baru ada meja tambahan, karena ada lagi yang akan datang.
Nindya sudah mengabarkan ke putrinya agar hari ini datang ke Surabaya dan bawa serta pembantu mereka dan supir serta mobil Alphard, agar nanti tidak kekurangan kendaraan jika mau jalan- jalan.
Tepat jam 10 pagi, Darel menghubungi Ranti bahwa mereka sudah di Bandara Soekarno Hatta, dan 30 Menit lagi mereka akan take off.
" Darel, pesawat apa yang akan kita gunakan ke Surabaya ? tanya Bastian.
" Kita akan menggunakan Gulfstream G 700, karena yang Bombardir Global 7500 di pakai ayah ke Kalimantan", ucap Darel.
" Wow, ini pesawat Jet Pribadi termahal di dunia, dan apakah Ranti juga menyewakannya untuk umum? lanjut Bastian.
__ADS_1
" Tidak paman, pesawat hanya menunggu saja kapan mau di pakai, untuk saat ini pesawat di parkir di bandara ini, nanti jika Bandara pribadi sudah selesai, maka semuanya akan pindah ke sana, di Kota Terpadu", jawab Darel.
" Sangat hebat adikmu Darel, paman bahagia mendengarnya, kalian semua juga hebat mampu bertahan hidup dan tetap kompak", ucap Bastian
" Terimakasih Paman, semua berkat Suster Diana, dan yang ini, kakak kebanggaan kami, dialah yang merawat kami dengan sangat baik", ucap Darel.
Vanya tersenyum bahagia melihat kearah Darel dan Sonia yang berbincang dengan Bastian.
Yang akan datang, Radjiman Pradipta dan istri, Bastian, istri dan ke 3 anaknya, serta kakek dan neneknya Rindu.
Di Jakarta, tepatnya di Tanjung Priuk daerah Warakas, terlihat seorang wanita berserta putranya yang berumur 15 tahun, juga sedang sarapan nasi uduk.
" Selamat pagi Bu Monika, sapa Tim Rose yang bernama Ryu dan Ryi.
" Selamat pagi Tuan Ryu dsn nona Ryi, mari masuk dan sarapan bersama, ramah Monika.
" Kami sudah sarapan, kalau boleh kami minta Teh dan kopi serta kue buatan ibu", ucap Ryu, mereka yang selama ini tugaskan melindungi Monika dan Rio Aryanto Bramantyo.
Monika mengalami lupa ingatan sebagian, hingga dia tidak mengenal orangtuanya, dia hanya tahu setelah dia di ceraikan dan ditinggalkan oleh mantan suaminya.
Perusahaannya kini diambil alih oleh mantan suaminya, nama perusahaan masih sama karena sebenarnya nama pemiliknya masih Monika Hadinata.
Perusahaan Tersebut adalah importir ke 6 terbesar di Indonesia, mereka mengimpor, barang elektronik dengan merek-merek ternama, termasuk Smartphone.
Saat ini Bramantyo hidup makmur bersama istri ketiganya yang memiliki anak 1, dan 2 orang anak dari pernikahan Bramantyo dengan istri pertamanya, kakak tiri Rindu yang bernama Queen Bramantyo dan Jacques Bramantyo lah yang membawa Rindu ke Panti Asuhan, dan diterima oleh Bu Yanti.
Kehidupan Monika Hadinata, sudah membaik sejak di bantu Tim Rose, seminggu yang lalu, Ranti memang berencana akan membantunya, apalagi dia adalah ibunya Rindu, dan ternyata malah dia adalah bibinya Ranti.
" Maaf Bu Monika, kami di perintahkan majikan, agar membawa ibu dan Rio ke Surabaya, ada hal besar yang akan ibu dapatkan disana, dan pasti ibu akan sangat bahagia", ucap Ryu.
" Saya takut pergi ke sana, nanti malah saya lebih tersiksa disana", ucap Monika Hadinata yang wajahnya langsung pucat ketakutan.
" Tenang saja, jika kami ingin menyiksa ibu, apa ibu dan Rio hari ini bisa makan dengan enak, apakah tukang kontrakan tidak mengusir ibu dari sini, Percayalah, majikan kami akan memberikan ibu hidup bahagia seumur hidup, lagian dia bukan laki-laki, dia Nona Muda yang mengutus kami, setelah disana, malam ini juga ibu akan tahu kebenaran yang selama ini Tersembunyi di dalam diri ibu sendiri.
Ibu bukan berasal dari keluarga sembarangan, hanya ada laki-laki jahat membuat ibu seperti ini, ibu tidak bisa mengingat semuanya, ibu melupakan sesuatu yang terpenting dalam hidup ibu, dan majikan kami akan menyembuhkan ibu, dan saat itulah ibu akan mengetahui siapa sebenarnya ibu, dan tujuan kami membawa ibu ke Surabaya", ucap Ryu.
" Ibu percayalah, atau coba ibu pikirkan masa depan Rio Aryanto putra Ibu, kasihan dia yang tidak bisa lanjut sekolah, inilah waktunya ibu memberikannya hidup yang layak", ucap Ryi.
" Tuan Ryu, saya sangat membahagiakan anak saya, apapun akan aku lakukan demi kebahagiaan, dan baiklah saya dan Rio akan ikut kalian ke Surabaya, tapi mohon, jangan tambah penderitaan saya, berjanjilah kepada saya tuan", ucap Monika Hadinata.
" Kami berjanji, hanya akan ada kebahagiaan untuk ibu dan Rio disana, Nona Muda kami sangat baik hatinya.
" Bersiaplah, bawa saja dokumen yang ada, pakaian tidak usah, tinggalkan saja semuanya disini, dan ini pakaian baru buat ibu dan Rio, serta ambilah handphone ini, agar tidak bosan di pesawat, silahkan Bu kami akan menunggu kalian sekarang", ucap Ryu.
Monika dan Rio hanya menurut saja, walau masih ada keraguan di pikiran mereka berdua.
Setelah sejam menunggu, akhirnya kedua ibu dsn anak itu sudah siap, dengan pakaian baru dsn sepatu baru.
Ranti melihat laporan Aplikasi Mata Dewa, tersenyum sambil menyetir menuju bandara Juanda.
" Rose, siap kan paspor untuk bibi Monika Hadinata dan Rio Aryanto Hadinata, tolong rubah semua nama belakang mereka, termasuk kak Rindu, dan siapkan Tim untuk merebut PT IKATA, milik bibi Monika", ucap Ranti.
" Dengan senang hati Tuan, lalu bagaimana dengan mantan suami dari Nyonya Monika Hadinata.
" Istri ketiganya mantan suaminya itu tidak tahu masalah ini, jadi dia berikan hidup yang layak, saya akan menghukum Aristoteles Bramantyo dan kedua Anaknya", tegas Ranti.
* Kedua Anak itu telah menikah dan memiliki anak, bagaimana cara Tuan menghukum mereka.
" Belikan saja, tanah dan rumah di pedesaan, aku akan menghapus kemampuan mereka dalam berbisnis, aku hanya memberikan mereka kemampuan bertani dan beternak itu saja, walaupun hidup mereka tetap mapan, tapi mereka hidup di pedesaan, maksimal mereka hanya bisa mencapai ibu kota provinsi saja, buang mereka ke luar pulau Jawa, terserah Rose mau letakkan mereka dimana,
Yang penting mereka bisa hidup dengan baik, jika keturunan mereka ada perubahan baru aku pertimbangkan. Dan Bramantyo, biarkan dia hidup sendirian di Jakarta, hapus ingatan istri ketiganya dan anaknya 10 tahun kemudian baru di buka, begitu juga Bramantyo hapus ingatannya selama 10 tahun, agar dia bisa menderita, biarkan dia melihat PT IKATA itu berkembang, dan bibi Monika menjadi orang hebat", ucap Ranti.
* Langkah yang baik, baiklah Rose akan membuang kedua bersaudara itu di daerah Kalimantan dekat perbatasan Malaysia, dengan uang dari Bramantyo, rumah, kendaraan dan lahan pertanian akan disediakan, untuk istri ketiganya Bramantyo akan Rose pindahkan ke daerah Sukabumi, dengan memberikan rumah dan uang serta Supermarket, tentunya uangnya dari tabungan Bramantyo. Tuan masih terlalu baik buat mereka", ucap Rose.
Tak terasa mereka sudah tiba di bandara Juanda, yang datang menjemput hanya Ranti dan kedua orangtuanya, selebihnya tinggal di rumah.
Darel menghubungi Ranti kembali bahwa mereka sudah tiba di bandara Juanda.
__ADS_1
" Kami sudah di parkiran, Tunggu di ruangan VIP saja, mobil kita di parkiran VIP, ucap Ranti.
" Mom, mereka sudah tiba, ayo kita ke ruangan VIP, ucap Ranti.
" Hahahaha akhirnya keluarga kita bisa berkumpul, ujar Monicha.
Sementara, di bandara Soekarno Hatta, terlihat Monika Hadinata dan Rio Aryanto, bersama Ryu dsn Ryi sedang memasuki ruang tunggu pesawat untuk ke Surabaya.
Untuk dirumah Ranti sendiri, sedang di siapkan jamuan makan, sebagian makanan di ambil dari Kafe, Ranti sendiri sudah menerima kiriman Daging sapi Wagyu dari Cirebon dan daging domba premium dari Garut.
Akhirnya, setelah menunggu hampir setengah jam, Darel dan rombongan sampai di ruang VIP, 2 Alphard sudah menunggu, bersama pak Jumono dan mang Dul.
" Ayah, bunda, Selamat datang di Surabaya", ucap Monicha dan Adriansyah.
" Terimakasih Nak, mana cucuku? ucap Radjiman Pradipta.
" Ranti Putri Setiawan memberi hormat untuk Kakek dan Nenek, serta Paman dan Bibi", ucap Ranti memberi hormat dengan cara keluarga Pradipta.
" Cucuku, hormatmu sudah kami terima, Kakek sangat ingin memelukmu, kakek sangat rindu sama kamu cucuku, terimakasih, berkat obat yang kamu berikan kakek dan nenek bisa sehat seperti ini", ucap Radjiman
" Sama-sama kakek, itu juga berkat Paman Nikson yang tak sengaja bercerita tentang kakek dan nenek, jadi berikan hadiah untuk Paman Nikson", ucap Ranti.
" Sini sayang sama nenek, nenek juga mau memelukmu, ternyata semua cucu perempuan ku Cantik- cantik", ucap neneknya Ranti.
" Ia dong, masa neneknya cantik terus kita jelek", ucap Ranti.
" Paman, bibi, terimakasih sudah datang di Surabaya, nanti Ranti kasih hadiah besar untuk kalian, biar tambah cantik dan juga ganteng, hehehehe", ucap Ranti sambil tertawa.
" Bunda, kayaknya cucumu satu ini ketularan nenek Jenderal", ucap Bastian ke ibunya.
" Hahahaha, usilnya ibuku ternyata turun ke putrimu Icha", ucap neneknya Ranti.
Hahahaha, hahahaha
Seketika ruangan VIP menjadi heboh.
" Cucuku, ini adiknya nenek, panggil juga nenek Hadinata, ikut nama suaminya.
" Salam buat kakek dan nenek Hadinata, selamat datang di Surabaya", ucap Ranti
" Terimakasih sudah mengundang kami, kami sudah jarang kemana-mana, Apalagi kami hidup hanya tinggal berdua saja", ucap kakeknya Rindu.
" Percayalah setelah hari ini, kakek dan nenek Hadinata akan bahagia, dan bisa jalan-jalan dengan hati senang, nanti Ranti akan berikan kejutan untuk kakek dan nenek Hadinata.
Nama kedua orangtua itu adalah Wiyoko Hadinata, sedangkan istrinya Hermina Samsir, adiknya Herlinda Samsir, neneknya Ranti
" Ayo kita kerumah, kita akan makan bersama, tapi nanti aku mau pergi sebentar setelah tiba Rumah, ada hal yang ingin ku kerjakan, tapi saat pulang rumah, Ranti akan membawa sesuatu yang membuat kita semua bahagia, ayo kita pulang", ajak Ranti.
" Mas dan mba petugas, ini hadiah buat kalian, maaf ya kalau kami berisik, ucap Ranti sambil memberikan uang 25 juta.
" Terimakasih Nona Muda, kami selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk setiap kedatangan Nona Muda dan keluarga, kami juga kangen dengan Nona kecil Salma yang sudah lama tidak kesini", ucap mereka semua.
" terimakasih, kami memang belum pergi kemana-mana, tapi Minggu depan kami akan pergi, pasti kalian akan bertemu dengan asik bungsuku, terimakasih sudah memperhatikan adikku, ini tambahan buat kalian berdua", ucap Ranti sambil memberikan jam tangan Samsung.
" Terimakasih Nona Muda, semoga selalu sehat dan jangan lupa, berbahagialah selalu", ucap mereka.
Kini mereka sudah di perjalanan pulang, Ranti ikut kembali ke rumah, mati dia akan ke rumah Belanda menunggu Monika Hadinata.
" Pak supir, bagaimana kehidupan cucu saya selama ini? tanya Radjiman ke Mang Dul.
" Maaf Tuan Besar, Nona Muda kami serta seluruh saudaranya, sangat baik dengan kami, mereka hidup rukun dan juga saling menyayangi, mereka hidup dengan kesekolah dan bekerja, kalian libur hanya ke Mall saja,
Selebihnya mereka habiskan di rumah, tidak seperti anak-anak seumuran yang taunya nongkrong tidak jelas. Dirumah kalau tidak belajar, Nona Muda kami hanya bermain musik dan menonton film, itu saja tuan besar.
" Kalau kalian di gaji berapa oleh cucuku, maaf jangan tersinggung dengan pertanyaan saya", ucap Radjiman.
" Tidak apa-apa Tuan besar, saya saat ini di atas kertas gaji supir total 7 juta, kalau istri saya 10 juta, Pelayan yang lain 6 juta, tapi itu hanya di atas kertas kontrak kerja, kenyataan nya kami di bayar lebih dari itu, tapi tahunan, setiap akhir tahun kami semua di berikan bonus, hari raya keagamaan juga kami di berikan bonus, anak-anak kami semua di sekolahkan dan berikan uang jajan, pelayan yang lain kuliah saat sore harinya, pengasuh Tuan Muda Armando dan Nona Salma gajinya 6 juta, fasilitas dan yang lain adalah kuliah gratis dan kendaraan,
__ADS_1
Untuk makanan dan minuman semuanya sama dengan yang Nona Muda makan dan minum, jadi bagi para Nona muda dan Tuan muda, adalah anak kami sendiri, kami semua melayani mereka dengan ikhlas,
Soal jam kerja, kami bekerja dari jam 5 pagi hingga makan malam jam 8 Malam, tetapi pekerjaan tidak berat, tidak ada kata-kata kasar, kami membersihkan rumah sama seperti kami membersihkan rumah kami sendiri, kalau capek ya istirahat sebentar, Nona Muda sangat marah kalau kami memaksakan bekerja saat kami terlihat capek, kalau kami ingin pulang kampung, tidak dilarang, kami di berikan mobil untuk pulang dan uang di luar gaji kami", ucap mang Dul.