
Ketika Ranti memerintahkan agar segera memutuskan semua jaringan, baik listrik, air dan internet, salah seorang dari mereka melaporkan ke saudara mereka yang kepala preman.
Dengan cepat para pekerja langsung memutuskan jaringan listrik, pekerja yang lain memutuskan air dengan memotong pipa dan menutupnya, begitu internet, kabel penghubung langsung di cabut, para pekerja itu di berikan masing-masing 1 juta.
Dari arah bangunan terlihat begitu banyak orang yang mendatangi gedung Sapphire Tower, mereka membawa berbagai macam alat, bahkan ada yang membawa senjata tajam.
Ranti tak keluar dari Lobby, langsung berlari ke arah belakang gedung, notifikasi berbahaya sudah di kirimkan, namun Ranti masih mengabaikan, dan untuk pertama kali dia mengeluarkan pedang Black soul sword Dan white destiny sword, tapi dia tidak berniat membunuh mereka, minimal buat mereka cacat saja, jadi dia mengontrol kekuatan nya.
Kini mereka telah berhadap-hadapan, lebih dari seratus preman yang mendatangi gedung.
" Siapa yang mengaku bos disini, kata kepala preman.
" Siapa yang mengaku bos, saya memang bos disini, kamu mau apa, dan apa hak kamu memasuki gedung Saya, bentak Ranti
" Hahahaha, anak ingusan mengaku diri bos, hahahaha ketawa si kepala preman.
" Majulah jangan banyak omong, kata Ranti
aktifkan Armor sekarang, Perintah Ranti, dengan gerakan cepat tubuhnya telah terlapisi Armor.
" Kawan-kawan ada gadis kecil ingin bertarung, hahahaha, patahkan tulang kakinya, perintah kepala Preman
Betapa kagetnya mereka ketika tiba-tiba di tangan Ranti telah terdapat 2 pedang yang sangat anggun dengan warna hitam dan putih, di tengah pedang terdapat gambar Phoenix merah dan Phoenix Biru, dengan pegangan yang mengkilat.
" Jika kalian sanggup ayo maju Sekalian, Tantang Ranti
Para karyawan dari berbagai kantor yang menyewa di gedung melihat dari lantai atas, ada yang turun tapi hanya dari kaca, mereka melihat Ranti telah berada di tengah-tengah preman.
" Serang, Serang, teriak Kepala preman
Prang... prang, bunyi pedang Ranti beradu dengan besi yang di bawa para preman, Arkkkhhh... arkkkhhh, mulai terdengar teriakan-teriakan preman kesakitan.
Tang.. tring... prang, bunyi pedang pedang dan besi terus beradu, Ranti belum terkena pukulan satupun, kecepatan dan kekuatan dia maksimalkan tapi tidak untuk membunuh
Para penonton sudah sangat tegang, namun mereka masih terpana melihat adegan Ranti bergerak dengan begitu lincah, setiap serangan preman di tahan dan balik menyerang, arkkkhhh
teriak seorang preman yang ke-dua pahanya di tusuk
Darah sudah berserakan dimana-mana, tapi masih banyak yang terus menyerang.
" Gila, tangguh benar gadis itu, dia bahkan belum terkena pukulan dan belum terlihat lelah, batin kepala Preman,
Para preman menghentikan serangan mereka, sudah 20 orang yang tumbang meringis kesakitan.
" Apakah kalian sudah menyerah, aku berkeringat saja belum, ini baru pemanasan, ayo maju lagi, ejek Ranti
" Dasar wanita iblis, kata Kepala preman
" Siapa yang undang kalian kesini, siapa.. teriak Ranti
Orang yang menelpon preman sudah gemetaran, ternyata yang menelpon adalah Angela
" Oh kamu si resepsionis, kata Ranti
" Kalau ia kenapa, teman-temanku akan menghajar kamu, dasar iblis
Ranti Tak merespon dengan mulut tapi langsung menampar nya, Angela terlempar mengenai karyawan yang sekolompok dengannya.
" Kamu mau melawan saya hah, ucap Ranti sambil menjambak rambut Angela.
" Wanita biadab, teriak seorang preman
Ranti melepaskan rambut bela dan langsung menyerang orang yang berteriak itu, Arkkkhhh... arkkkhhh, teriakan kesakitan pria itu lagi-lagi Ranti menusuk kedua paha orang itu.
Kepala Preman yang melihat Kilauan pedang yang menusuk anak buahnya, gemetar namun tetap dengan senyum beringas.
" Hei wanita iblis hari ini, adalah hari terakhir mu melihat dunia, kata ketua Preman
" Majulah jangan banyak omong kau, teriak Ranti
" buat formasi, dan serang dia, perintah kepala Preman
Dalam sekejap mereka membentuk lingkaran, dan langsung menghajar, terdengar bunyi notifikasi, di belakang Ranti ada yang mau menusuk dengan pisau.
" Keluarkan jarum Es, lumpuhkan kedua tangannya, perintah Ranti
Jarum es langsung keluar dari armor dan menuju ke orang yang mau menusuk Ranti
Arkkkhhh.. arkhhh, terdengar suara seorang pria berteriak, tangannya langsung kaku dan mati rasa, semua urat sudah sudah di bekukan, tangannya membiru.
Pertempuran terus berlanjut, setiap ada yang mau menusuk diam-diam Jarum es langsung bertindak otomatis.
Ranti mengayunkan pedang nya dengan sangat indah, lompatannya seolah-olah terlihat dia terbang, sudah banyak preman yang tumbang, yang mau menusuk diam-diam sudah enam orang yang tumbang.
Mereka kebingungan, siapa yang membantu Ranti, tiba-tiba tangan mereka mati rasa, darah dimana-mana semua yang kena tusukan telah terkapar.
__ADS_1
Jarum Es blok semua darah korban agar mereka tidak mati kehilangan darah.
Jarum-jarum es beterbangan dan menancap di paha para korban, seketika darah mereka berhenti mengalir, namun rasa sakit terus mereka rasakan.
Total sudah ada 60 orang yang tumbang, Ranti masih tetap bergerak lincah, pertarungan sudah hampir 1 Jam, Ranti belum berkeringat.
" Serang terus, sedikit lagi dia pasti kehabisan tenaga, kata Kepala preman.
" Sudah kubilang jangan banyak omong, aku belum berkeringat, kalian semua payah, kata Ranti mengejek
Mereka kaget melihat Ranti yang masih segar, namun mereka kembali fokus ke pedang Ranti yang indah.
Ketua divisi SDM sudah tak berdaya, para karyawan yang memberontak sudah kehilangan sombongnya, mereka kebingungan malam ini mau tidur dimana, untung sebagian dari mereka tidak membawa istri mereka.
Di tengah mereka merenung, pertempuran terus berlanjut, sudah 90 orang yang tumbang, kini kepala Preman sudah berkeringat dingin, sudah banyak anak buahnya yang tumbang.
" Nona kami menyerah, terdengar seorang preman yang sudah kelelahan berteriak menyerah, teman-teman dia yang lain juga berteriak menyerah dan melepaskan senjata mereka, Ranti membiarkan mereka yang menyerah karena sudah kepayahan.
" Apakah kamu masih punya anak buah lagi yang belum kamu panggil, kata Ranti kepada kepala Preman.
" Rasakan ini, kepala Preman mengeluarkan pistol dan menembakkan kearah Ranti, dengan mata semesta Ranti melihat arah peluru dan menghindar.
Dor..dor. dor
Suara pistol terus memuntahkan peluru, namun sayang sekali, tak ada satu peluru pun yang mengenai Ranti
Dengan langkah begitu cepat Ranti mendekat ke kepala Preman dan menusuk kedua pahanya, dan kedua pergelangan kaki dan dan juga tangannya,
Sreeerk, sreeerk, bunyi pedang menusuk pergelangan tangan dan tembus tulang, di pastikan akan cacat seumur hidup.
Mereka semua bingung kini luka mereka tidak lagi mengeluarkan darah tapi semuanya mati rasa
Kepala Preman terkapar dan meringis kesakitan, " sungguh aku sangat malu di kalahkan seorang gadis kecil", batin kepala Preman
" Pergi kalian dari sini, tertatih-tatih mereka berjalan, mereka pikir paha mereka sudah sudah sembuh, Ranti sengaja membuat mereka mati rasa agar bisa keluar dari area gedung.
Mind Ruler hapuskan ingatan preman- preman itu dan seluruh yang melihat pertarungan ku. Aplikasi Mata Dewa, kopi semua CCTV, dan hapus dari server Kantor.
Ranti mengeluarkan elemen Air dan membersihkan semua darah yang berserak, Ketua Divisi SDM dan yang lain kebingungan melihat tiba- tiba keluar air dari dalam tanah dan mengering dengan tiba-tiba, dan darah bekas pertarungan kini lenyap
Pedang yang di pegang Ranti juga lenyap, lebih bingung lagi mereka melihat dari tangan Ranti keluar sebotol minuman.
Setelah selesai beraksi, Ranti menghapus memori mereka dari sebelum Angela menelpon Preman, begitu juga para preman sekarang bingung mereka luka-luka darimana, efek pembekuan sudah mulai hilang sejak jarum es di tarik oleh Ranti.
Kali ini Ranti tidak berbelas kasih lagi kepada orang seperti karyawan gedung Sapphire.
Baiklah Pak Thomas saya pamit mau kembali ke hotel, dan besok saya datang lagi, panggil semua karyawan yang bukan kelompok pemberontak agar menghadap saya besok sebelum makan siang, dan pesan makan siang sejumlah karyawan yang tidak memberontak.
" Baik Nona, apakah anda akan menggunakan ruangan anda Nona
" Suruh orang bersihkan saja dan jangan dulu rekrut orang, untuk sementara, dan jalankan sesuai yang kita diskusikan tadi, perintah Ranti.
" Terimakasih Nona, saya minta maaf merepotkan Anda dalam kasus ini, kata Pak Thomas
" Ini pertama dan terakhir kali saya bantu atasi karyawan, dan saya berikan kamu kesempatan untuk terus menjadi kepala disini, tolong jangan sekali lagi jangan kecewakan saya, kata Ranti
" Terimakasih Nona, terima Nona, kedepannya saya akan lebih tegas lagi dalam mengatur karyawan.
" Saya akan pegang kata-kata kamu, jawab Ranti dan langsung bergegas keluar dari ruangan pak Thomas dan menuju loby untuk menunggu taksi.
Di luar lobby Ranti kembali tukang Taman yang seolah-olah tadi tidak terganggu akan pertarungan nya, dia tetap merawat taman dengan baik, tapi karena taman yang luas, dia tidak sanggup mengurus sendiri.
Ranti membiasakan tukang taman itu bekerja nanti besok saja aku tanya siapa dia.
.
Taksi online tiba dan Ranti langsung naik dan berangkat menuju hotel tempat Ranti menginap.
Tiba di hotel sudah jam 5 Sore, tapi saudara-saudaranya masih belum pulang, Ranti mengirim pesan ke Darel, dan Darel menjawab bahwa mereka masih berada di RPS Cempaka dan baru mau pulang.
Ranti bergegas masuk kamar dan mandi, serta berganti pakaian.
DING... DING
Selamat Tuan anda telah menyelesaikan misi tersembunyi, membasmi preman yang sangat meresahkan di belakang gedung Anda. untuk itu sistem memberikan anda
10 milyar poin sistem
7, 5 milyar Poin Pemahaman
1 milyar Poin Pengabdian
__ADS_1
" Terimakasih Rose"
Selesai menerima hadiah, Ranti membuka laptop dan tablet, Ranti senang karena mendapat bukti-bukti penggelapan si Dody, di perusahaan PT Andalan Mas,
Ranti mengirim semua temuan itu ke email Direktur Ane, bukan hanya bukti Dokumen tertulis, juga dokumen elektronik, sangat banyak bukti yang di temukan, tentu saja Ranti mengirim nya menggunakan aplikasi mata Dewa agar tidak terlacak.
Direktur Ane yang menerima dokumen-dokumen itu langsung berangkat ke kantor polisi, bahkan si Dody masih berada di kantor.
Dody berpikir, kalau Direktur Ane sengaja pulang lebih awal karena Bimo sakit, padahal Bimo setelah Ranti meninggalkan kantor Andalan Mas, Ane langsung memesan taksi untuk mengantarkan Bimo dan baby sitter pulang.
Tepat jam 17.30 WIB, Polisi datang ke Gedung Emerald bersama Direktur Ane, disaat yang sama Dody baru tiba di lobby, polisi langsung bergerak dan menangkap nya.
" Nona Rezita maaf ya, lobby terjadi keributan, kata direktur Ane
" Tidak apa-apa, hanya soal kecil saja, nanti kami bereskan, Nona Muda kami sudah berpesan, bahwa anda adalah temannya, jadi kami pasti tidak akan membuat perhitungan materi kepada Anda, apalagi ini adalah masalah hukum, jawab Rezita
" Terimakasih Nona Rezita, atas pengertiannya
" Ada masalah apa direktur, kenapa Tuan Dody di tangkap, kepo Rezita
" Kasus korupsi, jawab Ane singkat
" Oh maling berdasi rupanya, kata Rezita.
Direktur Ane juga menelpon Ranti, bahwa dua telah mendapatkan bukti- bukti dan polisi sudah menangkap Dody, Ranti hanya membalas baguslah.
" Direktur Ane, besok saya ingin bertemu dengan anda di Gedung Sapphire, jam 10 pagi, bagaimana ? tanya Ranti
" Bisa, tapi maaf dalam rangka apa, tanya Ane
" Datang saja dulu, nanti kita bicarakan di Gedung Sapphire, balas Ranti
" Baiklah, jawab Ane.
Ranti juga menelpon Thomas, bahwa besok ada tamu penting yang akan datang ke sana.
DING... DING
Selamat Tuan anda telah menyelesaikan misi dadakan dengan sempurna, menyelamatkan anak direktur Ane dan menemukan dalang kebocoran anggaran di perusahaan Andalan Mas., Hadiah
20 milyar Poin Sistem
15 milyar Poin Pemahaman
1,5 milyar Poin Pengabdian
Uang Tunai 2 triliun Aktiv.
Ranti teringat bahwa dia belum memberikan hadiah untuk Elisabeth dan Bu Gendhis, Ranti langsung mentransfer sebesar 10 milyar Bu mereka berdua.
Selang 30 menit, Elisabeth menelpon, Ranti dan bertanya uang itu untuk apa
" Halo Nona, ada apa kirim uang sebanyak ini, kata Elisabeth
" Terima saja, aku lagi bahagia, kami semua naik kelas dan juara 1,kak Darel lulus SMA juga juara 1, kata Ranti
" baiklah kak Elis terima dengan senang hati, semoga rejeki nona makin besar, kata Elis
" Terimakasih doanya, tapi uang itu di bagi buat Bu Gendhis
" Ia pasti dong, ibu 5 milyar dan aku 5 Milyar, kebetulan ibu ingin beli mobil jadi pas Nona kirim besok saya ke dealer Grace belikan ibu mobil, kata Elisabeth.
" Kak Elisabeth, memangnya Bu Gendhis suka mobil apa, sedan atau kayak punya kak Elis.
" Dia mau seperti yang aku punya, nyaman katanya, makanya ibu selalu meminjam nya, kalau dia ada Acara.
" Baiklah besok ambil saja sama Aluna, nanti ku hubungi Aluna agar mobil Bu Gendhis di siapkan.
" Waduh, malah bertambah hadiahnya, terimakasih kalau begitu, besok nanti pas makan siang kak Elis ke sana.
" Bagaimana perkembangan perusahaan kita, tanya Ranti
" Besok kak Elis akan menerima tamu dari perusahaan distributor yang ingin bekerja sama dengan kita, mereka tertarik dengan produk kita dan ingin mencoba membantu mendistribusikan nya.
" Jangan lupa semua proposal ngirim ke email saya, balas Ranti
" Baik Nona, saat ini penjualan kita secara perlahan mulai bergerak naik, produk kita sudah masuk 30 besar, mudah-mudahan akhir tahun kita bisa menembus 20 besar, kata Elisabeth
" Bagus, berarti tim marketing kita bekerja dengan baik, katakan kepada mereka barangsiapa yang menjual terbanyak maka saya pribadi Bakan memberikan hadiah tambahan 5 x gaji pokok dan insentif yang mereka terima.
" Baik Nona, jawab Elisabeth
__ADS_1