
Tak terasa sudah jam 8 malam, Ranti bergegas untuk menyelesaikan rencananya, yakni menghabisi 4 orang kaki tangan Dorman Dorian.
Aplikasi Mata Dewa, memberikan informasi tentang posisi keempat orang itu, Dimana saat ini, mereka berempat tengah berkumpul di di apartemen milik salah satu dari mereka.
Tanpa menunggu lama-lama, setelah membaca notifikasi dari Aplikasi Mata Dewa, Ranti segera menuju ke lokasi yang di maksud.
Mereka berempat lagi kebingungan sudah seharian, mereka tidak mendapatkan kabar dari Dorman Dorian.
Tak membutuhkan waktu lama, Ranti sudah tiba di apartemen tempat para tangan kanan Dorman Dorian berkumpul.
Dengan sarung tangan pemindah, Ranti segera memasuki Apartemen itu dan langsung menembakkan jarum Black Soul kearah 4 orang itu.
Terdengar suara keempat orang itu berteriak, namun sayang teriakan mereka tidak terdengar dari luar.
Setelah semua sudah menjadi menjadi abu, Ranti menggunakan Elemen angin untuk menarik keluar abu mereka berempat, dan . membuangnya.
Rose dan aplikasi Mata Dewa, sudah memindahkan aset-aset keempat orang itu, kepada anak-anak mereka.
karena tugasnya sudah selesai, Ranti langsung ke Bandara, Soekarno Hatta dan kembali ke Surabaya.
" Besok aku akan memberikan uang kepada 3 panti asuhan itu, sebagai dana Abadi buat mereka kelola", monolog Ranti.
" Rose, buat rekening atas nama 3 panti Asuhan Charity, 20 triliun, Agape Triliun dan Al Azhar 10 Triliun, Perintah Ranti.
* Baik Tuan*.
DING... DING
* Selamat Tuan, anda telah menyelesaikan misi khusus dengan menghancurkan Geng Mafia Dorman Dorian.
Hadiah :
50 Triliun PS
30 Triliun PP
10 Milyar Poin Pengabdian.
* Bonus : 10 hektare lahan di samping pembangunan Universitas bintang timur.
" Wah kebetulan, aku rencananya mau membeli lahan itu, dan sekarang kamu memberikannya padaku, " terimakasih Rose", ucap Ranti antusias.
* Sama-sama Tuan*.
Dengan menempuh perjalanan jam lebih dari Jakarta, kini Ranti sudah berada di rumahnya.
Dia langsung masuk kamarnya dan menguncinya dari dalam, setelah itu dia masuk juga ke Ruang Dimensi, di dalam ruang khusus, Ranti melihat Jeremy yang sedang kebingungan dan putus asa, dia di letakkan bersama dengan Tristan dan Mikhael.
Berbeda dengan Dorman Dorian, Ranti dengan segera melemparkannya ke tengah hutan belantara yang terdapat di Penjaranya, Ranti membuatkan gubuk kecil serta perlengkapan lainnya, Rose hanya memberikannya skil memasak dan berburu dan Bertani.
Perlu di ketahui, hewan - hewan yang hidup di hutan itu memiliki 2 kali lebih cepat besar daripada yang di ternak oleh penghuni penjara lainnya.
Betapa terkejutnya, Dorman Dorian, melihat sekelilingnya yang hanya terdapat hutan dan sebuah gubuk yang di bangun dekat sungai dan terdapat kolam ikan.
Walaupun gubuk tapi Rose sudah menyiapkan peralatan yang lengkap dan juga peralatan berburu, yang semuanya sudah tertulis di atas kertas yang di letakkan di ruang tamu gubuk itu.
Makanan hanya di sediakan dalam jangka 6 bulan, ruang penyimpanan makanan hanya bertahan 3 bulan, itulah yang di baca oleh Dorman Dorian, intinya dia harus bisa hidup sendiri.
Berbeda lagi dengan situasi Jeremy yang masih berada dalam Kantong Ruang Penyimpanan. Dia di ceramahin Abis-abisan oleh Tristan dan Mikhael.
" Kalau kamu mau makan, maka kamu harus bekerja, berkebun, bertani dan beternak, jika kamu tidak mau,maka jangan harap kamu bisa makan, ucap mereka berdua.
" baiklah, jawab Jeremy pasrah.
" Tapi mas tempat di mana ya, tanya Jeremy.
" Kami berdua juga tidak tahu, saat kami sadar, sudah berada di tempat ini, tapi orang yang menyekap kita, tidak pernah datang, jadi ya kami pasrah dan bekerja untuk bisa makan, ucap Tristan.
__ADS_1
" Kok bisa begitu, aku gak merasakan apa-apa sewaktu di culik, seingatku kemarin aku di berada di toilet, pas sadar sudah Disni, ucap Jeremy.
" Sekarang kamu makan saja, nanti setelah makan kita bekerja menanam jagung dan panen buah, untuk hari ini.
" Kalian sudah berapa lama disini, tanya Jeremy
" Kami lupa berapa lama, sudah lebih 6 bulan, kalau saya ucap Mikhael.
" Siapa yang nyediain semua ini, lanjut Jeremy.
" saya tiba disini, sudah seperti ini, semua komplit, hanya saja kita harus beternak, menanam padi dan lain-lain agar tiap hari kita bisa makan, ternak juga banyak karena sudah berkembang, jadi kita fokus pad pertanian, ikan di kolam juga banyak, ucap Tristan.
Jeremy yang mendengarkan penjelasan Tristan dan Mikhael, membuat dia jadi lebih sedikit tenang.
Sementara, Dorman Dorian masih nampak mengamuk, dan berusaha untuk melarikan diri, kemudian suara Ranti terdengar.
" Percuma kamu berusaha melarikan diri, Karena sampai kamu mati pun tidak bisa keluar dari sini, mendingan kamu berusaha pertahankan hidup kamu", ucap Ranti.
" Siapa kamu? tanya Dorman Dorian dengan kasar
" Hahahaha, kamu tidak berhak tahu siapa saya, disini aku yang berkuasa, ejek Ranti.
" Kamu tidak tahu sedang sedang berhadapan dengan siapa, sombong Dorman Dorian.
" Aku tidak tahu dan tidak mau tahu, yang jelas kamu sudah tidak bisa berbuat apa-apa, jadi nikmatilah hidup mu, ejek Ranti
" Kenapa kamu menculik saya dan siapa yang menyuruhmu, tanya Dorman
" Alasannya hanya satu, kamu itu penjahat, dan tidak Perlu orang untuk menyuruh aku menangkap kamu, dan sebagai informasi, kamu akan selamanya disini, itupun jika aku masih senang kamu disini, jika tidak saat itu juga kamu akan rasakan apa itu namanya di injak orang, ucap Ranti.
" Dasar iblis kamu, bentak Dorman Dorian
" Kalau aku iblis, lantas kamu orang baik ?, karena kamu sudah menghinaku, maka tidak ada makanan gratis buat kamu, mulai detik ini, cari sendiri makanan kamu, ucap Ranti.
Dalam sekejap semua makanan yang ada di meja makan dan di gudang penyimpanan makanan, hilang semuanya, Dorman yang melihatnya kebingungan, padahal perutnya sudah sangat lapar.
" Silahkan berjuang untuk mencari makananmu, selamanya kamu akan sendirian Disni, hewan-hewan Disni akan ku buat menjauh, agar kamu tersiksa, itulah yang di lakukan iblis, ejek Ranti.
Kembali ke Ranti.
Tak terasa waktu sudah pagi, Ranti bangun dan membersihkan dirinya, kemudian turun untuk sarapan pagi, disana semuanya sudah berkumpulnya.
" Pulang jam berapa kamu sayang, ucap Monicha
" Jam 10 malam tiba di Bandara hanya aku ketemu teman dan ngobrol saja, hingga sampe rumah sudah mau jam 2 pagi, jawab Ranti berbohong.
" Lain Kali langsung pulang rumah ya, jangan paksakan tenaga untuk bekerja, ucap Monicha.
" Terimakasih mommy, ucap Ranti dan langsung menikmati makanannya.
" Bagaimana persiapan liburan ke Beijing, tanya Ranti.
" Sudah oke semuanya, tinggal tunggu hari keberangkatan, ucap Mercy.
" Si kembar juga sudah siap, nanti malam mereka tiba disini lagi, ucap Darel.
" Kak Sonia ikut gak, tanya Ranti
" Kali ini Sonia tidak bisa ikutan, dia ingin bersama keluarganya, dan mereka mau Bali saja, ucap Darel.
" Oke baiklah, ucap Ranti.
Tak banyak kegiatan yang mereka lakukan pagi ini, jam 10 Pagi, Ranti mengunjungi Panti Asuhan Charity, Disana dia disambut oleh seluruh penghuni Panti, Panti yang kini terlihat sangat bersih dan sangat indah, ruang kantor, hingga ruangan makan, tertata dengan sangat baik dan bersih.
Pekerja di Panti Asuhan Charity, di gaji dengan UMR, dan beberapa dari pekerjanya adalah mantan anak Panti Asuhan yang sudah berkeluarga dan tinggal masih dekat dengan Panti.
Mereka bisa bekerja, sambil membawa anak-anak mereka dan tetap bisa memantau anak-anak mereka.
Hal ini sengaja dilakukan agar mantan anak-anak Panti yang hidupnya masih di bawah, akan di bantu.
Tujuan Ranti ke Panti Asuhan Charity adalah memberikan Dana Abadi 20 triliun, dan dia ingin agar panti Asuhan Charity bisa Mandiri.
__ADS_1
Bu Farida, sangat kaget di berikan uang sebanyak itu, dan sudah dalam bentuk deposito berjangka, Ranti menjelaskan bahwa setiap tahun akan mendapatkan bunga, yang akan di transfer ke rekening biasa untuk operasional Panti.
" Nak sudah lebih dari cukup, bahkan tidak ada donatur lain juga panti bisa hidup dan terus berjalan, ucap Bu Farida.
" Itu maksud saya, tapi Bu Farida tidak boleh mencari supplier makanan selain pak Ryan, apalagi pelayanan dan barangnya juga sangat baik, ucap Ranti.
" Pasti Nak, dengan pak Ryan kita semua sudah nyaman, pesanan kita juga cepat di antar dan kita sudah percaya dengan pak Ryan, Bu Farida.
" Saya membiarkan Panti Asuhan Charity ini agar mandiri dalam pengelolaan anggaran, tiap bulan tetap berikan saya laporan nya, ucap Ranti.
" Kami juga sudah menyesuaikan uang transportasi dan jajan anak-anak, ucap Bu Farida.
" Baiklah, untuk tahun ajaran ini fokuskan anak-anak panti ke satu sekolah saja, di Bintang Timur, dan kita akan beli mobil bus untuk mereka, daripada mereka naik angkot dan mencar- mencar sekolahnya, jadi daftarkan semuanya ke sana saja, untuk biayanya, nanti kita urus lagi, ucap Ranti.
" Baik Nak, ucap Bu Farida.
Selesai dari Panti Charity, Ranti menuju ke Panti Asuhan Agape, disana juga dia mengatakan hal yang sama, memilih satu sekolah saja, dan membelikan mobil Bus, dan memberikan uang Deposito Berjangka senilai 20 Triliun.
Melihat apa yang di berikan Ranti, membuat Suster Diana jadi sedikit linglung, Panti Asuhan Agape hanya menampung 100 anak, dan rata- rata masih kecil.
" Sudah terima saja, agar saat mereka besar nanti, mereka bisa hidup dengan baik, makan yang bergizi serta pendidikan yang baik, ucap Ranti.
" Tapi ini sungguh sangat banyak, ucap Suster Diana.
" Jika pengasuh dan karyawan bisa Terima upah dengan baik, pasti mereka akan bekerja dengan baik, apalagi sebagian Pengasuh Disini adalah mantan anak Panti Asuhan Charity, yang saat ini hidup mereka masih kekurangan, walaupun sudah menikah, ucap Ranti.
" Baiklah, ucap Suster Diana.
Ranti ingin memberdayakan semua yang sudah di bantu agar bisa Mandiri, karena suatu saat, ketika Bu Farida dan Suster Diana sudah tidak ada, maka kedua Panti Asuhan itu sudah memiliki pengganti yang berkompeten dan pastinya setia dan jujur, bukan berarti Ranti sudah tidak mau membantu kedua Panti itu, tapi saatnya harus bisa Mandiri.
Sejurus dengan itu, Ranti menuju ke Panti Al Azhar, Dia langsung di sambut oleh Gema, Yudi dan Kiran serta Pak Fatur dan istrinya.
Ranti langsung berjalan ke arah belakang Panti Asuhan Al Azhar, untuk melihat orang kerja yang sedang melakukan pemetaan lahan, dan juga beberapa Alat berat sudah datang.
" Nona Muda, anak-anak sangat bersyukur, karena bantuan dari anda", ucap Pak Fatur Rahman.
" Saya juga bersyukur bisa membantu Panti Asuhan Al Azhar. Lalu apakah tanggapan dari masyarakat sekitar dan pengurus masjid di daerah sini", tanya Ranti.
" Alhamdulilah, semua merasa senang, karena masih ada yang membantu Panti Asuhan kami dengan ikhlas, warga dan pengurus masjid bahkan dari agama lain juga, bersedia membantu, mungkin mereka semua tersentuh dengan aksi Nona Muda, ucap Pak Fatur Rahman.
" Syukurlah kalau warga disini menyambut dengan suka cita, oh ya Pak tolong panggilkan Pengurus Masjid dan juga jika ada pengurus dari agama lain, kita berkumpul di disini, bagaimana apakah bisa", tanya Ranti.
Sangat bisa Nona Muda, kebetulan saya dengan Pengurus Masjid sangat akrab dan pengurus gereja disini juga sangat akrab, kedua pengurus ini, yang tak berhenti membantu kami, saya telpon mereka sekarang, ucap Pak Fatur Rahman.
" Kalau ada Karang Taruna RW, dan Pak RW juga lebih bagus, saya ingin menyumbang buat Masjid dan gereja disini, juga Karang Taruna, serta RW, agar warga disini semua mendapatkan kebahagiaan yang sama", ucap Ranti
" Baik Nona Muda, ucap Pak Fatur Rahman dan langsung menghubungi mereka yang di sebut oleh Ranti.
" Gema bagaimana, apakah SIM motor kamu sudah jadi, tanya Ranti.
" SIM kami bertiga sudah diantar kemarin sore, jadi kami sudah bisa bawa motor dari kamu kesekolah, ucap Gema.
" Hahahaha, nanti kamu dan Kiran jadi pembalap wanita, ucap Ranti sambil bercanda.
" Bisa aja kamu Ranti, oh ya Ranti, kami bertiga memutuskan untuk kuliah Jadi guru, kami ingin berkarya di sekolah yang kamu dirikan, Kasihan ayah dan bunda, makin hari mereka makin Tua, jadi kami berpikir, kelak mereka bisa menikmati hari tuanya, ucap Yudi.
" Saya bahagia mendengarnya, aku memang berharap demikian, dan cari kakak - kakak kalian, yang memiliki keahlian mengajar dan pasti harus berintegritas", Ujar Ranti.
" Yang ingin bergabung sudah ada 5 orang, mereka semua kini mengajar di sekolah lain, mereka janji jika sekolah ini sudah di buka mereka akan kembali ke sini, ucap Kiran.
" Bagus, tapi kalian ingat baik-baik, Panti Asuhan Al Azhar, ini saya bangun demi kalian bertiga, jadi di masa depan, hanya salah satu dari kalian yang boleh memimpin Panti ini, satu untuk Yayasan dan satu lagi bagian Pendidikan", Ucap Ranti.
Istri pak Fatur Rahman, menyambut dengan gembira, itu berarti ketiga anak angkat mereka, tidak akan pergi jauh dari mereka.
" Nona Muda, ibu sangat senang dengan pembagian Tugasnya, ibu ketakutan jika suatu saat anak-anak ibu, pergi mencari pekerjaan di luar dan jauh dari kami, ucap Istri pak Fatur Rahman.
" Bunda jangan sedih, kami akan selalu bersama bunda dan Ayah, kami akan mengurus Bunda dan Ayah sampai kapanpun, ucap Kiran.
" Kalian bisa hidup dengan baik dan punya pendidikan yang baik, Bunda dan Ayah sudah sangat bahagia, maafkan Bunda yang selalu merepotkan kalian", ucap Pak Fatur Rahman
" Bunda bicara apa sih, kita tidak repot mengurus Bunda waktu sakit, justru cobaan itu, menambah arti penting Bunda dalam hidup kami, seumur hidup kami tak akan mampu membalas kasih sayang bunda dan Ayah", Ucap Gema sambil memeluk istri pak Fatur Rahman.
__ADS_1