
Setelah menurunkan Novita di depan kostnya, Ranti langsung bergegas pulang, di perjalanan mereka bertiga terlihat bahagia.
Hanya membutuhkan waktu 30 menit untuk tiba dirumahnya, mereka di oleh Bu Likha, dan langsung ke dalam rumah.
Keempat kakak Ranti semuanya berada kamar, jadi Ranti hanya meminta agar bu Likha membantu 2 bocah-bocah itu.
Bu Likha, bagaimana apa keponakan ibu sudah datang, tanya Ranti
Maaf Non, tadi pagi keponakan saya di panggil pulang sama kakak saya, katanya ada urusan, jadi nanti besok sore baru datang langsung kesini.
ya sudah tidak apa-apa, tolong urus Armando dan Salma, saya mau mandi kata Ranti
" Non, tadi ada kiriman dari 2 toko tempat non belanja, dan semua belanjaannya ada di ruang TV, laporan Bu Likha.
" terimakasih Bu"
Ranti pergi ke kamarnya untuk mandi, baru mau masuk kamar mandi handphone nya berdering, Ranti melihat siapa yang menelpon ternyata dari Suryani.
Halo Ranti apa kabar, maaf baru menghubungi kamu, kata Suryani
Kabar aku baik, ada masalah apa ? tanya Ranti
Tidak ada hanya saya mau tanya, kok Ranti kirim uang ke rekening saya dan juga sangat banyak, aku bingung untuk apa, ucap Suryani
Disimpan saja, anggaplah hadiah pertemanan kita, jangan berpikir aneh-aneh, nanti aku tidak akan kerumah kamu lagi. kata Ranti
" Ayah menyuruhku mengembalikannya padamu, jadi bagaimana, aku bingung
" Bilang saja, kalau di kembalikan aku akan marah dan meminta uang pengobatan kamu sebanyak 5 milyar, jawab Ranti asal
Astaga Ranti, ancamannya menakutkan, aku jual diri juga gak bakal bisa bayar, Jawab Suryani
Hehehe, ya sudah makanya jangan pikir aneh-aneh, pakailah dengan bijak, atau simpanlah buat kamu kuliah nanti, jawab Ranti
apa tempat kamu tinggal itu tanahnya milik kalian atau bukan, tanya Ranti
" Kata ayah tanah disini milik orang Jakarta, hanya orang itu datang tidak tentu, orang itu bilang pakai saja nanti bila dia mau pakai tanah ini, pasti jauh hari akan di kasih tau. kata Suryani
Siapa yang bertanggung jawab atas tanah itu, tanya Ranti
" Paman saya, adiknya ibuku, dia bekerja di perusahaan pemilik tanah ini, dan kalau disini ayahku yang mengurus nya, ada apa Ranti kok tanya tanah ini, memangnya kamu mau beli, pancing Suryani
Kalau mau di jual pasti aku beli, kakakku sangat senang nongkrong di pinggir pantai, kata Ranti
" Nanti aku tanya ayahku, karena sempat aku dengar, katanya kalau ada yang mau beli, maka orang itu akan menjualnya, jawab Suryani
Coba kamu tanya sama ayahmu, jika memang mau di jual dan harganya berapa, balas Ranti
" oke, aku shalat dulu Ranti, nanti abis shalat aku tanya ayah pas dia pulang dari mushalla, jawab Suryani
Oke, aku tunggu nanti ya, bye
Akhirnya Ranti bisa mandi, setelah selesai mandi, Ranti langsung turun ke lantai bawah, dia melihat keempat kakaknya sudah berada di meja makan.
" Bontot, tadi kata mang Dul, kamu kena masalah dan kekantor polisi, tanya Mercy
Tadi kami mau ke dealer ambil mobil, di jalan aku lihat ada kak Elis dan Bu Gendhis lagi di maki-maki oleh istri Manajer kak Elis di kantor nya, dan menuduh kak Elis pelakor, serta memeras uang suaminya untuk beli mobil. Karena ibu itu sudah keterlaluan, akhirnya aku laporkan ke polisi. cerita Ranti
" oh begitu, lain kali hati-hati ya dek, kata Mercy
'Ia kak, terimakasih"
" Kak Darel, bagaimana dengan supermarket nya, tanya Ranti
__ADS_1
" Aman, besok mamanya Alviani akan bantu kakak untuk memeriksa setiap laporan yang masuk, apakah kamu punya teman yang bisa bantu ibunya Alviani, belum pengalaman juga gak apa-apa, yang penting ada yang membantu ibunya Alviani.
Aku telpon orangnya dulu, dia lagi butuh kerjaan, aku baru ketemu tadi siang di Mall Galaxy, tapi aku yakin dia jujur dan setia. kata Ranti
Halo Novita, kamu lagi apa, basa basi Ranti
" Baru selesai makan, ada apa Non, tanya Novita
" Besok jam 12. 00 WIB siang, kamu tunggu saya di kost kamu dan siapkan surat lamaran kamu
Oh oke Non, semua sudah siap, besok tinggal tunggu non Ranti saja, jawab Novianti
Bagus kalau, ya sudah sampai ketemu besok, bye
Bontot, kakak kan belum terlalu paham manajemen, kalau kakak minta tolong Rendi untuk mengajarkan ibunya Alviani, bisa gak dek, tanya Darel
Nanti aku suruh Rendi, untuk membantu mamanya Alviani. kata Ranti
" Terimakasih sebelumnya, ucap Darel
Armando, Salma, kenapa kalian makan sedikit sekali, tanya Ranti
Tadi ngemil terlalu banyak di mobil kak, jawab Armando
Makanya, lain kali kalau ngemil jangan banyak-banyak, jadinya kayak gini, nasehat Ranti
Maaf Nona, Kamar Tuan Kecil dan Nona Kecil sudah di bersihkan, mata Bu Likha
" terimakasih Bu Likha", tolong nanti barang - barang, Armando dan Salma tolong di atur. perintah Ranti
Armando, Salma, bilang apa sama Bibi, perintah Ranti
" Terimakasih Bibi, jawab kedua bocah itu.
Ranti sudah memerintahkan, agar semua pelayan dan tukang kebun termasuk Bu Likha harus memanggil, Armando dan Salma, Tuan dan Nona Kecil. Ranti sedang mengurus status kedua bocah itu agar masuk dalam keluarga mereka, tentunya keempat kakaknya tidak keberatan.
" Armando, Salma, kalian berdua, harus sopan kepada semua yang bekerja di rumah ini, kalian berdua bisa melihat kami Kakak - kakak kalian, yang selalu berbicara dengan sopan kepada mereka juga dengan mba Dewi.
Dan ingat, panggil mereka dengan sebutan bibi, kakak tidak mau dengar kalian tidak sopan, jika butuh bantuan mereka, kalian harus awali dengan kata minta "tolong", dsn jika mereka sudah menolong kalian jangan lupa bilang ' terimakasih" itu namanya menghargai orang lain, apa kalian mengerti.
Kami mengerti kak, jawab mereka berdua
Kalian berdua kalau ada apa-apa dan kami semua tidak ada, kalian minta tolong sama Bu Likha atau Mang Dul.
Terakhir, Kak, Darel, kak Mercy, kak Friska, dan Kak Rindu juga adalah kakak kalian, kakak harap kalian berdua tidak mengecewakan kami berlima.
Kami akan memberikan kalian berdua apapun yang kalian mau, dengan syarat, Jangan pernah jadi orang yang sombong, itu saja harapan kami sama kalian berdua, apa sudah mengerti
" Mengerti kak, kami tidak akan jadi orang sombong seperti laki-laki yang di Mall tadi, kata Armando.
" Aku juga, tidak akan jadi orang sombong, seperti ibu yang kakak laporkan ke polisi, jawab Salma.
Bagus, kakak senang mendengarnya, sekarang kakak ingin tahu, apa cita-cita kalian berdua, tanya Ranti
Aku ingin punya perusahaan game, makanya nanti aku mau belajar komputer dengan rajin, kata Armando
Kalau kamu Salma, tanya Ranti
Kalau aku ingin ahli kimia dan ahli membuat obat-obatan. Dan ingin punya pabrik obat. Kata Salma
Keren, maka belajarlah dengan tekun, kakak akan melakukan apapun untuk kalian agar bisa mencapai cita -cita kalian.
Ayo kita istirahat, sudah malam, kata Darel
__ADS_1
Mereka bertujuh langsung berdiri, tinggal Dewi yang masih duduk dan membantu Bu Likha membereskan meja makan.
Mba Dewi biarkan saya sendiri yang membereskan meja, mba Dewi istirahat saja, kasihan Non Ketty, kata Bu Likha
Gak apa-apa Bu Likha, Ketty sudah terlelap, tadi di Kafe dia gak tidur siang jadi sekarang dia pulas banget tidurnya.
" Oh ya sudah, kata Bu Likha
Mba Dewi, maaf kalau saya salah bicara, tapi aku lihat mba Dewi, tak pernah sakit, Non Ketty juga, apa rahasianya, tanya Bu Likha
Aku di kasih obat sama Ranti, waktu aku baru tiba di rumah ini, aku beberapa kali cek dokter dan hasilnya aku tak ada penyakit atau potensi yang membawa penyakit untukku, apalagi aku sangat menjaga agar asupan gizi bisa seimbang, jawab Dewi
Kalau Bu Likha bagaimana menurut Bu Likha dengan dengan mereka berlima selama Bu Likha bekerja di sini dan perbedaan dengan majikan Bu Likha sebelumnya. tanya Dewi
Sangat berbeda seperti bumi dan langit, yang paling pertama bukan karena gaji yang besar, tapi sikap dan sifat mereka yang sangat menghargai kami para Pelayan, kedua mereka memberlakukan jam kerja yang sangat manusiawi bagi kami, mba Dewi tahu, dulu aku bekerja dari jam 5 pagi hingga jam 10 malam tak ada istirahat, tapi disini, selesai sarapan kami membereskan semua tanggung jawab, abis makan siang kami hanya duduk menggosok baju yang tidak banyak, kerja kami tidak berat dan di hargai. kalau gaji semua yang bekerja pasti di gaji, hanya bedanya ada yang memberi gaji tapi menindas, kalau mereka memberikan kami gaji karena menghargai kami. jawab Bu Likha
Kita semua orang yang beruntung bisa di bantu oleh mereka, kata Dewi.
Tapi Bu Likha kenapa memanggil anak saya Nona, kami bukan majikan Bu Likha, posisi kita sama Bu, protes Dewi
Maaf mba Dewi, perintah dari Non Ranti tidak bisa di bantah, sebenarnya dari awal mba Dewi disini, kami di peringatkan bahwa status Non Ketty adalah Nona Kecil, tapi karena, kami tahu pasti mba Dewi keberatan maka, kami hanya memanggil non Ketty dengan sebutan Nona saat ada Nona Ranti dan keempat kakaknya. kata Bu Likha tidak enak hati.
Saya dan anak saya merasa tidak pantas dengan status yang di berikan Ranti.
Siapa yang tidak pantas, Darel tiba-tiba datang.
" maafkan kami, Tuan muda kata Bu Likha.
Dari hari ini hingga kedepannya harus di ingat status Armando, Salma dan Ketty adalah Tuan muda Kecil dan Nona muda Kecil, siapa yang protes berarti tidak menghargai kami yang yang memberikan status tinggi kepada mereka bertiga. apa sudah paham
Terimakasih mas Darel, sudah memberi status tinggi buat anak saya, kata Dewi
Ketty kami status karena dia sudah kami anggap keponakan pertama dari keluarga kami. Armando dan Salma akan akan di angkat jadi kami sebentar lagi surat resminya akan keluar.
Untuk mba Dewi statusnya seperti biasa tapi bukan pelayan, kami menghormati dan menghargai mba sebagai orang yang lebih tua dan bisa di katakan sebagai kakak luar kami, makanya mba Dewi jangan berpikir aneh-aneh, kita adalah keluarga, kata Darel
Kami menganggap kalian semua keluarga, para pekerja disini bukan babu atau jongos apalagi budak, kalian bekerja sebagai profesional hanya pangkat nya adalah asisten rumah tangga, makanya kalian di gaji berdasarkan posisi masing-masing.
lanjut Darel
Dan yang paling penting disini, adikku Ranti paling tidak suka ada orang saling merendahkan atau meremehkan orang lain, itulah sebabnya adikku sangat menghormati kalian yang bekerja disini, masih lanjut Darel berbicara.
Terakhir, kami sadar kami siapa dan kalian sadar kalian siapa, dengan begitu kita bisa saling menghargai dan menghormati. apa Bu Likha dan kawan-kawan pernah kami memberi perintah seperti majikan lain, tanya Darel
" Itulah tuan muda yang kami berdua bicarakan tadi, kami betah disini bukan hanya mengejar gaji, tapi karena kami nyaman bekerja, Tuan muda dan Nona-nona Muda begitu menghargai kami, jadi sangatlah bodoh kami jika tidak membalas kebaikan Tuan Muda dan Nona-nona Muda kepada kami. Jawa Bu Likha
Itu baru benar, kami berlima sadar darimana kami berasal, makanya kami juga sangat mengerti posisi Bu Likha dan mba Dewi. Kata Darel
Terimakasih mas Darel, sudah memberikan pencerahan kepada kami.
Sama-sama, sudah istirahat besok aku mau sekolah
Oh ya mba Dewi, tadi aku bawa bekal dan kata Sonia Pacarku, makanannya sangat enak, dia menitipkan ucapan terimakasih buat mba Dewi
" Terimakasih kembali, dari saya maaf Darel"
Bu Likha apa anak-anak Bu Likha tidak ingin jalan-jalan ke Surabaya, mereka bilang tanggung kalau datang hanya sebentar, nanti pas kuliah saja baru tinggal di Surabaya kata mereka. kata Bu Likha
Mba Dewi apa ada rencana untuk pulang kampung, tanya Darel
Nanti lebaran Tahun depan, yang penting tiap bulan selalu ngirim buat ke kampung fan juga rumah di kampung belum selesai, kata Dewi
Ya sudah nanti kalau ada apa-apa kalian jangan sungkan beritahu Kami, selamat malam. kata Darel langsung beranjak.
__ADS_1