SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN

SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN
Orang kaya ke 5 di Indonesia


__ADS_3

Ranti tiba dirumahnya tepat jam 11 malam, terlihat suasana rumah sudah sepi, pertanda semua penghuni sudah tidur.


Tiba di kamar Ranti segera membersihkan dirinya dan berganti pakaian, lalu masuk ruang dimensi.


" Selamat datang Nona Muda, sapa Noey


" Terimakasih Noey, apa putriku sudah tidur? tanya Ranti.


" Sudah, Ponakanku hari ini sangat ceria, karena sudah bisa jalan sendiri", ucap Noey.


" Syukurlah kalau putriku bahagia, tolong kamu sabar ya, jika Putriku nanti lari sana sini", ucap Ranti.


" Tidak apa-apa Nona Muda, Noey sangat bahagia, melihat keponakanku sudah bisa jalan, dan hari ini Rory, jalan-jalan di kebun buah abadi", ucap Noey.


" Ya sudah kalau begitu, kasih tau Putriku, kalau saya datang menjenguknya", ucap Ranti dan keluar dari Ruang Dimensi.


Kita kembali ke saat Aisyah pulang sekolah.


" Bunda, nanti hari Jumat pulang sekolah, Aisyah, mau ke Singapura bareng kakak-kakakku dan ke dua adikku Salma dan Armando", ucap Aisyah.


" Dalam rangka apa nak kamu pergi kesana? tanya Bu Antara.


" Kami mau ketemu dengan orang dari pihak Bank yang mengeluarkan kartu yang ini", ucap Aisyah sambil menunjukkan kartu Paladium Reserve Card kepada ibunya.


Tanpa Aisyah sadari, ada beberapa orang yang sedang duduk makan di kios ibunya itu adalah termasuk dalam daftar orang terkaya di Indonesia.


Mereka yang rencananya akan bertolak ke Lampung, guna bertanya soal penyewaan lahan yang kini sudah di berikan pemerintah kepada Ranti.


Mereka terkejut mendengar dan melihat kartu milik Aisyah.


" Halo dek, darimana kamu mendapatkan kartu itu? selidik seorang laki-laki paruh baya, yang masuk daftar ke 5 orang terkaya Indonesia.


" Dari Banknya langsung, jawab Aisyah singkat.


" Apa kamu tahu, hanya orang yang memiliki kekayaan lebih dari 5 milyar Dollar USA yang bisa mengajukan kartu seperti itu", ucap pria itu.


" Oh begitu ya Pak, kalau itu saya tidak tahu, tapi kartu ini atas nama saya, bisa bapak lihat, dan ini kartu saya yang lainnya", ucap Aisyah memamerkan kartu dari American Express, Centurion Black Card.


Pria paruh baya itu tersedak melihat kartu Aisyah.


" Dek, buat orang itu malu, dia hendak ke Lampung Selatan ingin merebut lahan Kakak, ucap Ranti lewat pesan WA.


" Kakak tau darimana, ada orang yang sombong ini? penasaran Aisyah.


" Pengawal tersembunyi kamu, mengirim video singkat ucapan orang itu, dan dia termasuk orang yang sangat Sombong, kekayaannya, masih kalah jauh dengan kamu, uang dollar Amerika kamu saja saat ini ada 15 milyar, belum uang Yuan RRC, dan juga triliunan rupiah milikmu", ucap Ranti.


" Baik kak, tapi apa nanti gak akan heboh, jika aku memamerkan kekayaanku", ucap Aisyah.


" Kamu tenang saja, hebohnya sebentar saja, ikuti saja omongan Kakak", ucap Ranti.


"Baiklah kak", jawab Aisyah pasrah.


" Kenapa kamu melamun dek, apa kamu ingin bilang bahwa kamu juga memiliki kartu yang lain", ejek orang itu.


" Hehehehe, baiklah Tuan Besar, aku hanya memiliki kartu mandiri World Elite, Black Card dari Bank BNP Paribas Perancis dan Black Card dari Bank Of China, terakhir aku memiliki kartu SADB dan IDB", ucap Aisyah dan meletakkan kartu-kartu tersebut di atas meja.


" Hey gadis kecil, kamu tahu tidak, BNP Paribas itu sekarang milik orang Indonesia, SADB di Singapura, dan kartu itu hanya di berikan kepada keluarga pemilik Saham atau pemilik langsung", ucap pria itu lagi.


" Jadi menurut tuan besar kartu saya ini palsu, apa anda mengenal petinggi IDB dan SADB, juga petinggi BNP Paribas", tanya Aisyah


" Kalau, Direktur Utama SADB, itu saya kenal, karena saya berteman dengan ayahnya, sedangkan Direktur Utama IDB, itu mantan anak buah di perusahaan saya", ucap pria itu.


" Kalau begitu, silahkan anda telpon dan tanyakan perihal Kartu saya, jika ini palsu saya silahkan ambil mobil saya itu", ucap Aisyah sambil menunjuk mobil Koenigseg Gemera miliknya.


" Paling juga mobil kelas menengah", ucap pria itu.


" Nuril, kak Diman tolong buka penutup mobil Ade", ucap Aisyah.


Dan dengan segera Diman dan Nuril membuka penutup mobil Aisyah.


Kembali lagi pria itu terkejut melihat salah satu mobil impian anaknya, kini berada di tangan Aisyah.


Pria itu sudah memesan ke importir, tapi kuota untuk Indonesia sudah habis di borong.


" Bagaimana Tuan besar, kamu tau mobil ini saya gunakan hanya untuk kesekolah, saya masih punya Aston Martin Vanquish sebentar lagi tiba", ucap Aisyah.


Dan benar saja, pengawalnya yang sudah dianggap pamannya itu membawa Aston Martin Vanquish milik Aisyah.

__ADS_1


" Jangan lupa soal kartu saya, silahkan hubungi Direktur Utama SADB dan IDB", ucap Aisyah dengan senyum liciknya.


" Baiklah, letakkan kunci mobilnya dan surat-suratnya", tantang pria itu.


" Lalu bagaimana jika anda kalah", tantang Aisyah.


" Inj buku cek saya, nilainya 10 milyar, cukup buat kamu pakai seumur hidup", ucap pria itu merendahkan Aisyah.


" Baiklah, percayalah uang kamu ini pasti akan ku bagikan kepada siapapun yang ingin ku berikan, khususnya buat kakakku Diman dan sahabatku Nuril, kedua orangtuaku tak butuh uang ini", ucap Aisyah.


Dengan penuh semangat, pria itu menelpon Yoga Setiadi.


" Ya halo Pak Albert, ada apa menghubungi saya, untuk perusahaan anakmu, itu urusan ayahku dan pamanku, tidak ada sangkutan dengan saya, tapi nanti saya bantu bicara dengan ayahku", ucap Yoga Setiadi.


" Maafk Nak Yoga, saya tidak membahas masalah perusahaan anak saya, tapi terimakasih jika Nak Yoga mau membantu membicarakan dengan ayahmu, tapi saat ini saya hanya ingin bertanya perihal Kartu SADB yang tertinggi, saat ini ada seorang gadis memamerkan kartu itu kepada saya", ucap Pria itu.


" Oh, coba baca nama pemegang kartu itu, karena hanya orang yang berkedudukan tinggi di Bank kami yang bisa memiliki kartu itu, atau orang memiliki kekayaan minimal 10 triliun Rupiah", jelas Yoga Setiadi.


" Namanya, Aisyah Aliyah Antara", jawab Pria Paru baya itu dengan santai.


" Saya harap anda jangan membuat masalah dengan pemilik kartu itu, jika perusahaan anda dan anak anda masih ingin berdiri, karena jika anda mengganggunya, maka saya tak segan-segan menghancurkan seluruh perusahaan anda dan keluarga", jawab Yoga Setiadi.


" Maksud nak Yoga apa, saya tidak mengerti", ujar pria paruh baya itu.


" Sekarang Pak Albert ada dimana? coba ganti dengan panggilan video", perintah Yoga.


" Baiklah, tapi saya berada di Pelabuhan Merak", jawab Pria itu dan mengganti dengan panggilan video.


" Hahahaha, itu mobil Koenigseg Gemera milik adik kesayangan adikku pemilik Bank SADB dan IDB, serta ARSA Group, maaf saya pastikan anda akan hancur, jika anda tidak berlutut meminta maaf kepada Aisyah.


" Kak Yoga, dia bilang kartu saya palsu, dan dia taruhan 10 milyar dengan Ade, ucap Aisyah manja.


" Hei adik cantik, jangan bersedih, apa kamu masih butuh uang 10 milyar, atau uang bulanan kamu belum dikirim kakakmu, hingga kamu taruhan seperti itu", ucap Yoga Setiadi.


" Mana pernah kakakku terlambat kasih uang bulanan, yang ada nanti aku palakin kakak-kakakku semuanya", ucap Aisyah dengan santai juga.


" Ya sudah simpan kartumu, ingat baik-baik pesan kakakmu, dan kamu jangan lupa, harus datang ke Singapura Jumat malam, apa sudah di beritahu kakakmu? tanya Yoga.


" Sudah kak, Ade disuruh datang ke bandara, karena bandara buatku masih sementara di rancang", ucap Aisyah juga dengan santai.


Obrolan Aisyah dan Yoga, yang begitu akrab, membuat pria paruh baya itu bergetar dan berkeringat dingin.


Tabungan dia di JP Morgan saja, sudah lebih dari 15 milyar Dollar USA, belum yang lainnya, uang rupiah dia saja, sudah lebih dari 300 triliun, tapi apakah adik kami itu sombong ?


Tentu tidak, ayah dan ibunya tetap berjualan makanan di pelabuhan Merak dan saat ini anda meremehkannya.


Ku peringatkan, jika Aisyah meneteskan airmata kesedihan karena ulah anda, jangan salahkan kami, jika kami bertindak, kami tidak pernah mengganggu siapapun, tapi kami pantang di ganggu oleh siapapun", tegas Yoga.


" Baik nak, tolong jangan perpanjang masalah ini, saya minta maaf", ucap pria itu.


" Jangan minta maaf kesaya, tapi ke Aisyah yang anda remehkan", tegas Yoga.


" Nona Muda, maafkan saya, dan saya mengaku kalah", ucap pria itu.


" Ini ada telpon dari paman Jusuf Maulana, yang katanya mantan anak buahmu", ucap Aisyah sambil mengarahkan kamera ke pria bernama Albert.


" Apa kabar Tuan Albert", sapa pak Jusuf Maulana.


" Memang benar ucapan anda dulu sebelum memecat saya tanpa alasan, dan saya tidak menyesal, karena saya bisa lebih bebas berekspresi di setiap pekerjaan saya, dan lihatlah, walau saya tidak memiliki perusahaan tapi saya bisa di percaya untuk mengontrol seluruh perusahaan besar milik Nona Muda saya, dan saya bersyukur, bos saya saat ini sangat baik, dan menghargai kami sebagai keluarga, 3 bulan saya bekerja di tempatmu, tapi selain gaji, aku tidak dapat apa-apa", lanjut Pak Jusuf Maulana.


" Paman, jangan pernah bekerjasama dengan perusahaan orang ini, saya akan bicara dengan kakakku, bahwa seluruh Perusahaan kakak jangan ada yang bekerjasama dengan perusahaan milik orang sombong ini", ucap Aisyah.


" Tenang saja, paman tidak akan pernah bekerjasama dengan perusahaannya, jadi jangan sedih lagi ya", ucap Jusuf Maulana.


" Terimakasih Paman, Ucap Aisyah dan menutup telponnya.


" Maafkan saya Nona Muda, saya tidak tahu latar belakang anda, mohon jangan hukum saya seberat itu", mohon pria itu.


" Kakakku mengajarkan kepada kami adik-adiknya, agar jangan hidup dengan kesombongan dan keserakahan, dan asal anda tahu, pemerintah Lampung Selatan telah memberikan lahan itu kepada kakak saya, dan saat ini sedang membangun, baru jadi orang kaya ke 5 di indonesia saja sudah sombong.


" Kakakku pemilik RPS Group Company, perusahaan induk yang menaungi 2 proyek terbesar di Indonesia", tegas Aisyah.


" Ya ampun, bisa hancur semua perusahaan saya, batin pria itu.


" Ampuni saya Nona Muda, tolong berikan saya kesempatan", harap pria itu.


" Kalau saya lupa kesombongan anda hari ini, jadi pergilah kamu dari kios saya dan siap-siap berhadapan dengan kakakku", ucap Aisyah.

__ADS_1


" Adik kakak yang cantik ternyata sangat kejam juga, beri dia kesempatan, sekali saja, dan jika dia berulah lagi, pasti kakak akan menghukumnya", ucap Ranti lewat telpon.


" Baiklah, kakak memang terlalu baik sama orang", ucap Aisyah tidak rela.


" Pantas saja Aisyah cocok dengan Salma, sama-sama kejam saat berhadapan dengan orang yang sombong", batin Ranti.


" Pergilah dan jangan pernah berbuat seperti ini lagi, jika saya tahu, maka saat itu juga saya akan menghancurkan kamu, beruntung kakakku melepaskanmu hari ini", ucap Aisyah.


" Terimakasih Nona Muda, saya berjanji akan bertobat, jawab Albert.


" Pergilah dan buktikan", singkat Aisyah melunak.


Dengan langkah cepat Albert pergi bersama dengan anak buahnya.


" Anak Bunda ternyata sudah sangat hebat, dan sangat kaya, tapi tetap sederhana, ucap Bu Antara.


" Ia dong, kakakku tidak mau Aisyah jadi orang sombong, lagian bunda lihat orang itu, karena kesombongannya dia hampir kehilangan segalanya, dan Aisyah gak mau kehilangan orang-orang yang menyayangi Aisyah", ucap Aisyah yang kembali manja.


" Nuril, kamu bersiaplah, hari Jumat pulang sekolah kita ke Singapura, telpon kedua kakakku di Lampung agar mereka ikut juga", ucap Aisyah.


" Ia, tapi sekarang kamu makan dulu, nanti sakit perutmu, dan kakakmu pasti akan menghukumku dan menjauhkan kamu dari aku", ucap Nuril.


" Ya sudah kamu pulanglah, nanti sore kita cek gerai KFC", ucap Aisyah.


" Tak salah kakak menyayangimu dek, teruslah bahagia", monolog Ranti, saat melihat laporan dari Aplikasi Mata Dewa.


Kembali ke waktu saat ini.


Ranti yang baru selesai membersihkan diri, dia langsung ke kamar Salma, dia melihat betapa tenangnya Salma dalam pelukan Armando, begitu juga Ranti melihat betapa sayangnya Armando kepada Salma, dia teringat masa kecilnya saat tidur di pelukan Darel kakaknya.


" Kalianlah penyemangat kakak, teruslah bahagia adikku sayang, kakak akan berikan apapun untuk kalian, asalkan kalian selalu tersenyum", monolog Ranti.


Entah kenapa Ranti saat ini terlihat banyak pikiran, salah satunya betapa dia tak sanggup melihat semua orang tersayangnya pergi meninggalkannya kelak, keabadiannya tidak bisa di tawar lagi.


* Tuan, waktu anda bersama mereka masih panjang, masih lebih dari 100 tahun, jadi jangan banyak berpikir soal kepergian mereka", ucap Rose yang juga sedih melihat Tuannya.


Ranti berbaring di samping Salma, sambil membelai lembut rambutnya.


" Terimakasih kak, sudah sangat menyayangi Salma dan kak Armando", ucap Salma yang tiba-tiba bangun.


" Sama-sama sayang, kalian harus bahagia, dan jaga baik-baik nama keluarga kita, hanya itu yang kakak minta", ucap Ranti, kemudian berpindah ke tengah-tengah Armando dan Salma.


" Ia kak, Salma akan mengharumkan nama keluarga kita dengan prestasi", ucap Salma sambil memeluk Ranti.


" Ya sudah, bobo lagi, besok lusa kita akan ke Singapura, kalian berdua akan menjadi anak terkaya di dunia", ucap Ranti.


" Walaupun kaya, tapi Salma tetap adiknya kalian semua kakak-kakakku, kasih sayang kalian lebih berharga daripada uang melimpah", ucap Salma.


" Ya sudah, sini peluk kakak lebih erat lagi, sampai kapanpun, Salma tetap adik kecil kakak", ucap Ranti.


" Kakak, jangan berisik dong, Armando jadi gak bisa bobo", ucap Armando, yang terbangun karena obrolan Salma dan Ranti.


" Oh sayang, maafin kakak dan Salma ya, sekarang kita tidur", ucap Ranti.


" Ia kak, Armando juga sangat menyayangi kakak dan adik Salma", ucap Armando kemudian menutup matanya.


Pagi harinya, Ranti seperti biasa mengantar Salma dan Armando kesekolah, dia juga akan ke kampung yang dia datangi kemarin dan keluarga penjaga candi.


Sepanjang jalan, mereka bertiga berbicara banyak hal, apalagi Salma mengatakan bahwa keluarga ayahnya Mora, makin membenci Ayahnya", ucap Salma.


" Itu urusan mereka, kakak akan ikut campur, jika ayahnya Mora disakiti secara fisik", ucap Ranti.


" Tapi hebat ayahnya Mora, tetap sabar dan tidak terpengaruh", ucap Salma.


" Ya ialah, secara Paman sudah sangat kaya, tabungannya saja sudah lebih 5 triliun, belum Mora dan adiknya, yang uangnya di tabung, apalagi Mora terkenal sangat sederhana", sambung Armando.


" Dia sama dengan kak Sinyo", balas Salma.


Tak terasa, mereka sudah sampai di Sekolah dan seperti biasa juga, Ranti tak pernah lelah mengantar Salma dan Armando hingga sampai di kelasnya.


Itulah mengapa, Armando dan Salma sangat menyayangi Ranti, bukan hanya uang banyak yang di berikan tapi kasih sayang juga melimpah.


Kekayaan Salma dan Armando sudah hampir mencapai 1,5 kualidrium Rupiah, belum uang dollar, euro dan juga Yuan.


Tapi mereka berdua, tetaplah anak yang tidak neko-neko, apalagi sombong, apalagi semua kakak mereka tidak ada yang sombong dan juga serakah.


Sampai saat ini, Armando dan Salma tetap saja mendapatkan uang jajan harian dari Kakak-kakaknya, dompet mereka tak pernah kosong.

__ADS_1


Ironisnya, mereka selalu bawa bekal, Mora dan sinyo juga sudah ketularan bawa bekal.


Bedanya saat ini, tidak ada lagi yang berani mengganggu mereka berdua.


__ADS_2