
Semua yang melihat sertifikat dari pak RW, membuat sebagian warga mempercayai pak RW. Namun ada juga yang kritis, dengan komentarnya
Maaf pak RW jika sertifikat yang di pegang pak RW itu asli, kenapa sejak di terbitkan, pak RW tidak langsung mengambil alih, disitu jelas bahwasanya pemilik rumah yang baru juga tidak tinggal disini, itu berarti orang tersebut meminta Pak RW yang mengelola rumah, nah kenapa Anton yang bertindak, dan kenapa bukan anda sebagai RW yang di percayakan, ini masalah hukum pak, siapa yang dipercayakan harus dia mengambil keputusan, buka memerintahkan orang lain, sekalipun keluarga...
Pak RW diam seribu bahasa, Ranti sudah sangat marah dan akhirnya apa yang ditahannya meledak juga...
Pak RW dan kamu menunjuk Anton, memangnya ada aturan pemerintah mengambil hak kepemilikan orang tanpa seijin pemiliknya dan di perdagangkan seenaknya.
Kamu boleh jadi RW tapi ini rumah ibu saya, dan dengan sadar ibu saya menitipkan rumah ini kepada pak Adam RT setempat waktu kami masih tinggal disini.
Bapak dan ibu semuanya, nama saya Ranti Putri Setiawan, anak dari Monicha Herdiani Setiawan Pemilik sah rumah ini, dulu kami jualan di kios dekat puskesmas dan sekolah TK dekat gerbang masuk itu dulu saya pernah ikut PAUD disitu..
sambil mengambil fotonya dia memperlihatkan foto Ranti kecil menggunakan seragam PAUD
Dan coba bapak dan ibu lihat di belakang foto ini dan fotokopi KTP ibu saya, perhatikan tanda tangan ibu saya, apakah sama atau tidak dengan yang ada di berkas-berkas yang di pegang pak RW.
ini kasus hukum dengan delik penipuan dan pemalsuan dokumen negara. Akan saya laporkan ke pihak berwajib kasus ini, dan video ini jadi saksi, saya juga melaporkan ancaman mau merubuhkan rumah ibu saya.
Sontak Pak RW dan Anton terdiam, namun berusaha tenang..
Pak RW masih mau menggertak, mari kita adu sertifikat ini, kata pak RW
Ranti tertawa, hahahaha saya sudah mengkonfirmasi nomor sertifikat yang anda miliki Pak RW, nomor itu tidak terdaftar, dan apakah pemilik baru sesuai yang tertulis di sertifikat tahu namanya di catut oleh kamu pak RW, hahahaha kamu pasti kena pasal berlapis.
Pak Adam dan pak Haryo tolong saya ke kantor Polisi buat laporan penipuan rumah ibu saya..
tapi tunggu sebentar, Seruni berapa pesanan kita tadi, tanya Ranti ke Seruni, dan Seruni memberikan nota nya, ini uangnya tolong kamu panggil orang restoran ambil uangnya sisa nya kamu pegang saja.
Bagaimana pak Adam dan pak Haryo, bisakah membantu saya..
jawab mereka berdua, bisa walaupun kalian hanya tinggal sebentar disini dulu tapi ibumu dan Bu Suratmi serta paman mu sangat baik, jadi kami pasti membantu, lanjut kata pak Haryo, kalau belum punya pengacara, ijinkan saya menelpon kakak saya yang pengacara, kebetulan istrinya sepupu istri pak Adam.
Ranti yang memang tidak memiliki pengacara langsung setuju, dana berkata, apakah kita kekantor polisi dulu atau ke kantor pengacara dulu, tanya Ranti ke mereka berdua..
Sebentar nona Ranti saya tanya kakak saya dulu, pak Haryo langsung menelpon tanpa peduli RW dan Anton yang bergegas pulang, dan setelah 3 kali mencoba menghubungi kakaknya, akhirnya di angkat juga alasannya lagi nyetir dan lagi cari tempat untuk menepikan mobilnya
Pak Haryo menceritakan maksud dan tujuannya, kepada kakaknya, akhirnya keputusan yang di ambil adalah, ke kantor pengacara untuk persiapan BAP di kantor polisi
__ADS_1
Setelah telpon ditutup, mereka bertiga langsung berangkat dan kali ini yang menyetir pak Haryo, mobil Toyota Rush, melaju ke arah kantor pengacara, 30 menit berselang mereka tiba di kantor pengacara, bersamaan dengan kakaknya pak Haryo.
Ranti minta waktu untuk makan dulu karena sudah sangat lapar, kebetulan deretan situ ada warung makan, jadi mereka mampir dan semuanya makan terlebih dahulu, sambil berkelakar pak pengacara bicara, biar kita ada energi hahahaha
selesai makan, mereka jalan ke kantor, sesampainya di lantai 2, pengacara memanggil stafnya untuk mencatat apa yang disampaikan Ranti dan membuat surat penunjukan kuasa hukum atas nama Ranti Putri Setiawan sebagai pemberi kuasa dan penerima kuasa ada kantor pengacara dan fokus laporan 2 kasus, penipuan dan pengancaman, sang terlapor, pak RW dan Anton dan yang membuat laporan Ranti, saksi Widya, Seruni, pak Adam pak Haryo khusus untuk penipuan sertifikat.
Setelah semua siap, mereka pun berangkat ke kantor polisi, sedangkan alat bukti adalah rekaman video dari Ranti
Didalam mobil Ranti bertanya, pak pengacara saat kasus ini naik sidang apakah saya wajib hadir atau apakah cukup pak pengacara
Pengacara menjawab, ada baiknya anda hadir dalam persidangan nanti, dan saya akan berusaha untuk memberikan yang terbaik dalam menangani kasus ini.
Ranti yang suasana hatinya sudah membaik, karena baik pengacara maupun pak Adam dan Pak Haryo yang tulus membantunya, menambah semangatnya untuk menghadapi kasus ini.
Berbeda dengan suasana di rumahnya, Widya dan Seruni nampak terlihat pasrah jika memang mereka harus pindah, Bu Widya berucap ke ibu Adam, " Bu Adam maaf merepotkan kalian berdua, Pak Adam dan ibu sungguh orang yang yang baik, demi kami, kalian jadi sangat repot, maafkan kami Bu Adam sambil berdiri dari kursi dan membungkuk..
Bu Widya dan Seruni, kalian berdua sudah kami anggap keluarga, apalagi Seruni yang sebentar lagi akan menikah dengan Niko keponakan kandung saya, jadi kalian tenang saja, ucap Bu Adam, dan apakah Bu Widya lupa sifat suami saya
Maafkan kami Bu Adam, justru sifatnya pak Adam yang membuat jadi semakin rasa bersalah, Pak Adam orang baik dan amanah.
Bu Adam membalas, itulah kenapa dari awal kalian tinggal disini saya tidak pernah berpikiran negatif soal statusmu dan saat Bu Widya ngobrol dengan suami saya, Bu Widya juga orang baik, Seruni juga anak baik maka, kami sekeluarga sangat senang kalian berada dekat dengan kami, jujur saja agar kita semakin dekat maka saya berniat menjodohkan Niko dengan Seruni, ehhh ternyata mereka memang sudah dekat, jadi jalan yang saya kira sulit ternyata di permudahkan..
Sementara di kantor pengacara sendiri sudah selesai membuat laporan, untuk melaporkan kasus ini ke kantor polisi, hari sudah sore dan akhirnya persiapan sudah selesai dan mereka pun langsung berangkat ke kantor polisi.
Setiba di kantor polisi, pak pengacara langsung menyerahkan berkas dan bukti untuk mengusut kasus ini. Pihak kepolisian juga memeriksa berkasnya dan menanyakan kronologi kejadian dan di tulis dalam BAP.
Selesai dari kantor Polisi mereka kembali ke rumah tapi sebelumnya, mengantarkan pak pengacara ke kantornya. Sebelum mereka tiba di rumah Ranti mampir ke ATM, dan juga mereka mampir beli makanan.
Ketika tiba dirumah ibunya Ranti, rumah sudah ramai, istrinya pak Haryo dan menantu perempuannya serta ke dua anak dan menantunya pak Adam juga sudah berada di rumah, mereka terlihat asyik ngobrol.
Ranti yang melihat rumahnya ramai membuat suasana hatinya semakin bahagia. Dia bersuara wah jadi seperti pertemuan keluarga kalau ramai begini.
Seruni mumpung masih jam 6 sore, tolong telpon restoran yang tadi siang agar menyiapkan tempat, kita makan malam bersama disana, bagaimana bapak-ibu, anggaplah salam perkenalan dan pertemuan kembali saya dengan bapak-ibu sekalian, ujar Ranti, kepada mereka
Mendapat persetujuan dari mereka yang ada dirumah Ranti, Seruni segera menelpon ke pihak restoran dan mereka menyanggupinya, betapa bahagianya Ranti dikelilingi oleh orang yang baik dan jujur serta amanah.
Karena waktu masih panjang untuk makan malam, maka Ranti berinisiatif untuk memberikan surgawi buat Pak Adam dan istrinya, begitu juga Bu Widya serta pak Haryo dan istrinya
__ADS_1
Yang pertama adalah pak Pak Adam dan istrinya, setelah mereka berdiri dan berjalan ke rumahnya, Ranti mencegahnya, pak Adam dan ibu sebentar, ijinkan saya memeriksa kondisi kalian berdua, karena menurut penglihatan saya bapak dan ibu saat ini sedang sakit dan kalian pinjam uang ke kakaknya pak Adam untuk biaya RS, benar tidak ?
Pak Adam kaget kok bisa Ranti tahu dia pernah masuk RS, akhirnya pak Adam bersuara, darimana Nona Ranti tau..
Soal dari mana saya tau, untuk saat ini tidak penting, waktu saya terbatas jadi saya ingin memberikan sesuatu sebagai ungkapan terima kasih atas nama ibu saya tolong jangan di tolak, pinta Ranti ke pak Adam dan istrinya.
Dan untuk pak Haryo dan istri, maaf saya lancang, bagaimana dengan jantung ibu, kalau tidak salah sekita 5 bulan yang lalu ibu kena stroke ditambah lagi, ibu pengidap asma akut, benar tidak Bu Haryo. Mereka semakin kaget dan bingung, dan belum selesai dengan kebingungan mereka Ranti mengatakan, pak Haryo sendiri kena Diabetes Melitus walau masih stadium awal tetap dalam jangka 2 bulan ini gejalanya sudah sangat merepotkan bukan ?
Non Ranti seperti malaikat yang turun mengunjungi kami, mereka berempat bersuara kompak
Kata Bu Adam, Nona benar saya menderita penyakit seperti yang dikatakan Nona, yang lain juga membenarkan penjelasan penyakit mereka.
Ya sudah ayo ke rumah Bu Adam dulu, setelah itu kita ke rumah pak Haryo, kata ajakan Ranti..
mereka pamit ke Bu Widya dan berjalan ke rumah pak Adam, dan setelah tiba, Ranti mengatakan agar mereka menyiapkan air hangat. Ranti meminta agar tolong bantu dia menggelar tikar, setelah tikar di gelar, pak Adam dan istrinya dibaringkan dan di berikanlah Pil surgawi kepada mereka berdua.
Dengan percaya diri kedua orang pasutri itu menelan Pil surgawi, Ranti bersuara bapak dan ibu reaksinya akan sangat sakit sekitar 5 menit dan waktu proses keselurahan hanya 15- 20 menit, jadi bertahanlah.
Selesai Ranti berbicara, pilnya sudah bereaksi tubuh mereka sudah mulai bergetar, keringat sudah mulai menetes, menit ke 5 getaran tubuh mereka makin kencang suara istri pak Sangat kencang, pak Adam berusaha untuk tidak berteriak tapi tetap saja suaranya keluar, dan akhirnya mereka berdua sudah tenang, cairan hitam pekat sudah dikeluarkan dan bau juga sudah sangat menyengat, " tolong" rileks prosesnya tinggal 5 menit, pejamkan mata dan berusaha tenang.
Ranti mendiamkan mereka dan berbicara ke anak pak Adam, agar air hangat segera bawa ke kamar mandi, kakak-kakak orangtua kalian sudah sehat, hari Senin cek ke RS.
mereka masih berbicara, terdengar suara Pak Adam dan istrinya, Nona Ranti terimakasih badan saya terasa sangat ringan dan terasa lebih berenergi, tapi kok bau banget ya...
Ranti mengatakan, silahkan bapak dan ibu membersihkan diri, saya mau ke rumah pak Haryo. Pak Haryo dan Haryo, apa sudah siap prosesnya sama dengan yang kalian lihat, bagaiman kalau kalian mau ayo kita ke rumah kalian...
Dengan mantab suami istri itu langsung bergegas bersama menantu perempuannya
sekitar 1 jam berada di rumah pak Haryo dan mereka juga sudah di obati dan selesai berpakaian rapi, mereka dan menantu perempuannya datang kembali ke rumah Ranti, dengan perubahan yang sangat drastis, nampak muda dan bersemangat, mereka semua bahagia.
setelah saling memuji, mereka berangkat ke restoran untuk makan malam. Ranti melihat Bu Widya yang murung tersenyum, lalu Ranti berbisik nanti pulang dari restoran giliran ibu, karena penyakit ibu sudah menahun dan prosesnya lebih lama, jadi kita makan dulu, ibu harus punya banyak tenaga dalam prosesnya nanti, sabar ya Bu, akhirnya Bu Widya tersenyum kembali dan berbicara maaf non, hehehehe tenang saja kita adalah keluarga dan kalian semua keluargaku.
Akhirnya sampai juga mereka di restoran, para pegawai restoran melihat mereka sudah datang, petugas restoran mengkonfirmasi, apa pesanannya atas nama nona Ranti, dan "Ranti menjawab ia"
mereka diarahkan ke meja yang di pesan, makanan langsung disajikan dan mereka mulai menyantap hidangan tersebut dengan suasana yang bahagia, ditengah kebahagiaan mereka, Ranti berdiri dan bersuara ..
" Saya atas nama ibu saya Monicha Herdiani Setiawan", mengucapkan terimakasih, kepada keluarga Pak Adam yang hingga saat ini, memegang amanah dari ibu saya, terimakasih, sambil mengambil 1 botol kaca berisi 2 butir pil semesta dan menyerahkan ke pak Adam.
__ADS_1
Pak Adam ini saya punya herbal, pil ini punya khasiat menyembuhkan segala penyakit dan bisa menyelamatkan nyawa orang, asal harapan hidup masih ada walau tinggal 10 %, pasti orang itu bisa selamat, dan obat ini bisa simpan hingga batas waktu yang tak terhitung lamanya asal tidak kena air dan tutupnya terbuka, silahkan di terima, Ranti juga menyerahkan 1 botol berisi 5 tetes, cairan serum pembersih dan kekebalan Tubuh pada kedua anak pak Adam, tolong di terima dan baca peraturan nya sudah saya tulis.
Giliran pak Haryo juga dapat tapi 2 pil surgawi dan 5 tetes serum pembersih dan kekebalan Tubuh. Semu senang dan bahagia