
Di Jakarta sedang terjadi kehebohan yang besar, perusahaan yang masuk daftar sebagai perusahaan terkuat di Indonesia terjadi stagnan pada penutupan perdagangan saham sesi pertama atau sebelum jam makan siang.
Pergerakan saham turun sangat drastis, hal ini membuat para petinggi perusahaan milik Ferdiansyah Setiawan terlihat tidak tenang, padahal pada sesi pembukaan, saham mereka masuk dalam jajaran saham yang paling di buru.
Ranti menelpon Ayahnya agar jangan dulu membeli saham Ferdiansyah Setiawan, saham itu akan masih terus turun, hingga sampai ke dasar paling bawah, dan sudah boleh di beli, dan tahan saja dulu.
Untung saja perusahaan pengelolaan perhotelan milik Ferdiansyah Setiawan terpisah dari perusahaan induk, makanya perusahaan tersebut masih tenang-tenang saja.
Ferdiansyah Setiawan belum mengetahui kalau dia sekarang sudah bangkrut atau uang tabungannya sudah habis, tinggal aset Saja, uang perusahaan dia juga sementara di kuras Aplikasi Mata Dewa.
Ranti hanya tersenyum melihat pergerakan saham Perusahaan Ferdiansyah Setiawan, " sudah bagus kamu belum ku hancurkan, sekarang kamu mau membunuhku, nah sekarang rasakan, aku bukan ayah yang masih memandang kamu saudara", batin Ranti.
" Ranti ayo kita pulang, apakah punya kamu sudah pas atau atau bagaimana? tanya Tiara.
" Sudah pas kakak ipar, apa kita makan dulu baru pulang dan bersiap-siap? tanya Ranti.
" Ya sudah, kalau begitu kami mau makan apa disini, aku belum tau restoran apa yang bagus disini", ujar Tiara.
" Biar simpel, kita makan KFC saja atau MC Donald, bagiamana ? tanya Ranti.
" Ia makan itu saja, kan nanti di kondangan kita pasti makan", ucap Tiara.
"Kak Robin mau makan apa? tanya Ranti.
" Kakak ikut kalian saja, Kecuali kalian makan Pete baru kakak menyerah", ucap Robin.
" Ya sudah ayo kita kesana, ucap Ranti sambil menggandeng tangan Robin.
Betapa bahagianya Robin bisa jalan-jalan bersama dengan orang yang paling dia sayang selain ayah dan ibunya serta kakeknya.
setelah tiba di KFC, mereka mencari-cari tempat duduk, kemudian Robin bertanya menu apa saja, setelah memutuskan menu apa saja yang diinginkan Ranti dsn Tiara, Robin langsung pergi memesan.
Setelah mengantri sekitar 15 menit, akhirnya makanan tiba, mereka bertiga dengan hati gembira segera menikmati ayam gorengnya.
Suasana bahagia itu di rusak oleh seorang seorang Manajer KFC datang mendekati meja tempat Ranti dan Tiara serta Robin yang lagi asik makan sambil ngobrol ringan.
" Maafkan kami mbak dan mas nya, meja ini sudah di pesan orang terlebih dahulu, tapi kami lupa meletakkan tanda pemesanan", bohong Manajer itu,
Padahal belum ada yang memesan tempat itu sebelumnya, pemesanan baru saja datang, saat seorang pria dan wanita tiba.
" Kalau itu kesalahan kalian, jadi tunggi kami selesai makan, apa kamu mengerti, ucap Ranti.
" Tapi Nona, tolong pengertiannya, saya akan kembalikan uang Anda asal anda mau pindah meja, ujar Manajer itu.
" Apa kamu pikir saya terlalu miskin untuk meminta kamu membayar makanan saya, memangnya mereka siapa hingga saya harus pindah, pergi sana jangan ganggu saya lagi makan, atau ku usir kalian dari sini", bentak Ranti.
" Sopan sedikit Nona kalau bicara, disini bukan dirumah anda, saya Manajer di KFC, saya sudah meminta anda dengan baik - baik, kenapa anda membentak saya, memangnya kamu mampu melebihi dari tamu yang memesan tempat ini", ucap Manajer KFC meremehkan Ranti.
" Siapa tamu yang memesan tempat ini suruh dia datang kesini, dan ingat baik-baik, kamu baru dapat pesanan tempat saat tamu anda datang, artinya kamu berbohong, hari ini juga jika pemilik gerai ini tidak memecatmu, maka pemiliknya tidak akan lagi bisa memperpanjang kerja sama dengan pihak KFC apalagi Mall ini, dan tempat lain",tegas Ranti.
" Hei Nona, saya tamu yang menginginkan tempat itu, dan saya pemilik gerai KFC di seluruh kota Surabaya", ucap ibu itu.
" Oh begitu, baiklah saya kalah karena anda pemilik KFC ini, tapi masa berlaku kerjasama anda dengan KFC Indonesia tinggal 6 bulan lagi, dan masa sewa anda di Mall ini tinggal 2 bulan lagi", ucap Ranti dan menelpon Arshad.
" Halo Nona Muda, ada yang bisa saya bantu? tanya Arshad.
" Saya di berada di gerai KFC, kesini kamu sekarang bersama Manajer Operasional, 5 menit kalian berdua harus ada di sini", perintah Ranti.
" Halo bisa saya bicara dengan Direktur Utama, saya Ranti Putri, pemegang saham terbesar KFC Indonesia ", ucap Ranti.
__ADS_1
" Tunggu sebentar Nona Muda, saya sambungkan ke ruang direktur, ucap Resepsionis.
" Ya halo Nona Muda, maaf saya lagi Rapat mengenai pengelolaan wilayah dan hendak menata lagi sistem nya", ujar Direktur.
" lakukan saja terserah kalian asal itu bisa menaikkan penjualan dan meningkatkan pelayanan, tapi saya minta kamu hubungi pemilik waralaba khusus kota Surabaya, dan saya perintahkan agar selesai kontraknya berakhir, jangan di perpanjang, alasannya, saya lagi makan bersama kakak dan kakak ipar ku, di usir oleh pemilik gerai, lokasinya Pakuwon Mall, dan ini juga milik saya, kau kamu tidak menelponnya sekarang, maka sekarang juga saya tarik saham saya,dan saham ayah saya 20 %, berarti kalian harus mengembalikan nilai saham sebesar 60%", tegas Ranti.
" Baik Nona Muda, saya sendiri yang akan menelponnya ", ucap Direktur Utama gemetaran, jika Saham 20% saja sudah 10 Triliun, bagiamana 60%.
" Silahkan anda duduk ibu Pemilik Gerai KFC, anda memang layak duduk di kursi ini", Ucap Ranti sarkas.
" Nona, bekerjalah dengan baik agar kamu sukses seperti saya, kan enak dimana - mana kamu di hormati", ucap wanita itu.
" Terimakasih Nasehatnya ibu, tapi Mungkin anda setelah 6 bulan, harus mencari usaha baru, dan dari sekarang anda harus Segera mencari tempat baru, tunggulah beberapa saat lagi, Pihak KFC Indonesia akan memberikan anda kejutan, dan kejutan pertama dari Mall ini dan jaringan Mall Pakuwon Group, serta Mall Galaxy 1,2,3", Ranti.
" Ayo kak kita tunggu saja di luar, ucap Ranti.
" Dek, apa kamu dan ayahmu punya saham di KFC? tanya Robin.
" Ya, aku 40% dan ayahku 20%, jika aku tarik punyaku maka secara otomatis ayahku akan ikut", ucap Ranti.
" Maaf Nona Muda, kami terlambat 2 Menit", Ical Arshad dengan nafasnya masih memburu.
" Datangi ibu itu dan jelaskan, bahwa sewanya tidak akan kita perpanjang, dan dia tidak boleh ada di seluruh Mall milikku, saya juga sudah meminta orang KFC Indonesia untuk mencabut ijinnya setelah masa kontrak selesai 6 bulan lagi", ucap Ranti.
" Baik Nona Muda, Ucap Arshad Warsito.
Ranti menghubungi kembali pihak KFC Indonesia, yang ternyata tidak mengindahkan omongan Ranti.
" Halo, Kenapa anda tidak menggubris telpon dari saya", tanya Ranti.
" Oh maaf kami sudah menelusuri, bahwa pemegang saham 40 adalah PT. RPS Group Company, dan Direktur Utama atau CEO nya adalah Pak Rendi", ucap Direktur Utama itu.
" Baiklah, ingat baik-baik, Nama saya Ranti Putri, Pemilik Tunggal RPS Group Company, dan ARM Investama adalah memiliki Saham 20% di tempat anda, saya akan menggunakan hak saya sebagai Pemegang Saham terbesar, Untuk memecat anda sebagai CEO, silahkan kalau mau lewat jalur yang lain, yang jelas tidak mungkin ARM Investama tidak mendukung saya, dan suara kami 60%", ucap Ranti dan langsung mematikan Handphonenya.
" Baiklah, saya telepon dia sekarang, agar dia tahu bahwa Paman mendukungmu dan pemegang saham lainnya pasti diam, karena mereka semua hanya memiliki saham masing-masing 10 % ada 2 orang, 5 % ada 2 orang sedangkan 10% adalah saham publik", ucap Haris Setiadi.
" Nona Muda, sudah saya bicarakan dengan ibu itu", ucap Arshad.
" Baiklah, saya tidak mau melihat tampangnya disini ", Ucap Ranti.
" Ayo Tiara, kak Robin kita pergi, di wanita sedang menuju kenari, mari kita pergi, malas saya berhadapan wanita itu.
Ranti bersama Tiara dan Robin langsung bergegas Pergi dari situ.
" Tuan Arshad, tolong saya, saya tidak tahu jika Nona itu pemilik Mall Pakuwon dan Mall Galaxy", ucap wanita itu.
" Maaf Nyonya, itu sudah keputusan mutlak dari Nona Muda kami, jadi gunakan waktu anda untuk mencari tempat yang baru, lain kali lihat-lihat, dan saya juga ingin kasih tahu, Gerai anda di DAMKAR Supermarket, juga pasti di tutup, karena supermarket itu milik kakaknya, selamat tinggal", ucap Arshad
Ibu itu sudah kebingungan, bagiamana tidak, Mall Galaxy dan Pakuwon serta Tunjungan Plaza adalah Favorit didatangi warga Surabaya.
Sementara itu, Pak Haris menghubungi Direktur Utama KFC Indonesia.
" Halo Pak Haris, ucap Direktur Utama berbasa-basi.
" Maaf terlebih dahulu Tuan direktur yang terhormat, saya dari ARM Investama, ingin anda mundur dari jabatan Anda, saya bersama dengan keponakan saya memiliki saham di sebesar 60 %, berarti kami adalah Pemilik Saham pengendali di perusahaan ini, saya dan Keponakan saya sudah memberikan anda kesempatan untuk memimpin KFC Indonesia, namun saya dan keponakan saya meminta anda untuk segera mundur atau saya dan keponakan saya akan segera menarik Saham kami", ucap Haris Tegas.
" Maaf Tuan Haris, saya tidak tahu jika Nona Muda Ranti adalah pemilik RPS Group Company", bohong direktur utama itu.
" Jangan kamu berbohong, saya sangat tahu cara pembelian saham keponakan saya, asistennya tidak mungkin tidak mengatakan siapa namanya dan juga perusahannya apa, dan mustahil manajemen kalian tidak memiliki kontaknya dan juga fotonya", ucap Haris.
__ADS_1
" Maaf Pak anda jangan sembarangan menuduh saya berbohong, memang benar yang tertulis disini hanya RPS Group Company", bohong Direktur Utama.
" Baiklah, tapi kamu sudah pasti kami pecat sebagai CEO, silahkan lakukan RUPS-LB, anda sebagai pendiri Perusahaan yang menaungi bisnis KFC Indonesia dan lain - lain, sudah di ujung tanduk", ucap tegas Haris.
" Jadi apakah anda akan menguasai perusahaan saya? balas direktur utama.
" Kalau begitu silahkan akan anda kembalikan Saham kami totalnya 60 %, sebagaimana kami membayarnya Tunai, maka anda juga wajib membayar tunai, dan kami akan mengusir Seluruh brand yang ada di property kami, dan pihak ARM Investama akan mendata seluruh perusahaan yang bekerjasama dengan, begitu juga perusahaan keponakan saya, akan menekan semua yang bekerja sama dengan kami agar berhenti bekerjasama dengan perusahaan anda", ucap Haris.
" Baiklah, saya akan mengembalikan saham kalian, hanya 30 triliun bukan, jangan kuatir saya akan membayarnya dalam tempo 3 bulan", ucap Direktur Utama.
" 3 Bulan, aturan darimana itu, kami hanya butuh sehari saja menyetor uang kepada kalian, aku berikan waktu kamu menyelesaikan dalam 3 hari, asal kamu tahu, seharusnya secara otomatis perusahaan anda sudah milik keponakan saya, tapi silahkan selesaikan dalam waktu 3 hari", tegas Haris.
" Baiklah, saya akan bayar saham kalian dalam waktu 3 hari", ucap Direktur Utama.
" Aku harus pinjam uang ke Pak Ferdiansyah Setiawan, dan juga ajukan kredit ke IDB, dapat uang dari mereka, aku bisa membayar saham yang akan di tarik itu", batin Direktur Utama.
" Baiklah kalau begitu, kami akan menunggu dan 3 hari lagi Segera siapkan uangnya dan Tim pengalihan saham, tapi ingat harganya bukan 30 triliun, melainkan 45 triliun, Ucap Haris.
Seketika direktur utama itu langsung terdiam, dia bingung bagaimana caranya agar bisa mengembalikan kedua saham itu.
Di posisi Ranti sendiri terlihat tidak perduli lagi, dia mau bertele-tele, intinya dia hanya ingin sahamnya di kembalikan, itu saja.
Tak berselang berapa lama, Ranti sudah tiba di rumah Tiara, dan setelah Tiara turun dari mobil, Ranti langsung bergegas ke rumahnya untuk bersiap-siap ke acara.
Sambil mandi Ranti membaca laporan tentang dimulainya kehancuran Ferdiansyah Setiawan di bursa efek, setelah sesi kedua di buka, dan ternyata semakin ambruk saja.
Saat Ferdiansyah hendak menggunakan uang perusahaan untuk melakukan tindakan buy back, ternyata uang perusahaan tidak lagi mampu bisa membeli saham - saham itu, dan setelah dicek Ternyata uang perusahaan dia sudah raib.
Uang perusahaan di bank tersisa hanya 100 juta, dan herannya yang memindahkan uang tersebut adalah dirinya dan kedua anaknya serta beberapa orang direksi, dan tanggalnya terlihat beberapa hari lalu dari proses pemindahan hingga saat transaksi pemindahan, itulah hebatnya Sistem yang mampu berbuat apa saja.
Total uang yang raib baik di perusahan induk dan seluruh anak perusahaan mencapai 500 triliun, bahkan utang-utang bank dan supplier belum terbayar.
Ferdiansyah menghubungi pihak Bank, namun pihak menjawab bahwa melakukan itu semua sudah sesuai mekanisme, bahkan segala surat-suratnya ditandatangani oleh mereka-mereka yang namanya tercatat di Bank, Ferdiansyah membantahnya namun pihak bank mengirim salinannya lewat email dan meminta kepada Ferdiansyah agar datang ke kantor.
Kita kembali sejenak di waktu pagi jam 9 di Gresik Jawa Timur.
Bagyo mendapatkan laporan dari 5 toko miliknya mengatakan bahwa seluruh barang telah hilang, baik display hingga Gudang, bahkan rekening toko juga kosong, uang Transaksi juga kosong kecuali uang koin.
Bagyo Segera datang ke toko cabang utama, yang berderet-deret dengan dealer Samsung, toko handphone dan toko elektronik, semuanya habis tak tersisa.
Polisi diturunkan dari Polresta Gresik di lima toko Bagyo, namun polisi kesulitan mengidentifikasi kasus tersebut yang sama persis dengan kejadian di supermarket, tidak satupun yang bisa di curigai, CCTV tidak yang rusak, bahkan CCTV dari toko tetangga juga tidak ada tanda - tanda yang mencurigakan, kan mustahil barang segitu banyaknya tidak menggunakan mobil apalagi barang-barang elektronik.
Logika sederhana saja berkata tidak mungkin perampok membawa barang segitu banyaknya tanpa menggunakan mobil besar, ini lah dasar kuat membuat polisi kebingungan bahkan mereka juga enggan mengusutnya jika bukan karena kewajiban sebagai polisi.
Lebih menyedihkan lagi uang tabungan Bagyo berkurang lagi 100 milyar, Bagyo tertunduk lesu, dan mulai berpikir dosa-dosanya, 2 anaknya berbisnis handphone di Sidoarjo dan Malang mereka sudah sukses, mereka berdua anak dari Istri pertama dan kedua, yang sudah dia ceraikan, bahkan istri pertamanya sudah almarhumah setahun yang lalu, namun mantan istri keduanya tetap menyayangi putra pertamanya.
Sekarang Bagyo tinggal bersama istri ketiganya yang sangat sosialita, kedua anak mereka yang beranjak dewasa juga tak kalah dari istri ketiganya.
Padahal kesuksesan dia Karena bantuan dari kedua istrinya yang dia nikahi secara bersamaan, sekarang Bagyo sungkan Menemui anaknya yang hampir 20 tahun dia tidak nafkahi bahkan jenguk pun tidak, mereka hanya bertemu jika ada pertemuan dengan prinsipal, itupun tidak ada obrolan, bahkan kedua anaknya memanggil Bagyo dengan sebutan Pak, yang berarti etika komunikasi saja.
Kedua anaknya tahu kejadian yang menimpa ayahnya tapi mereka masa bodoh, toh hartanya dia bukan milik mereka, buat apa peduli, prinsipnya sebagai anak hanya membantu kalau Bagyo butuh, itu juga sebatas biaya hidup untuk Bagyo saja, 3 juta perbulan sudah cukup, atau kalau butuh pembantu, ya cukup bayar pembantu, tapi jika Bagyo minta bantuan untuk bisnisnya, itu tidak akan, secara mereka membangun bisnis tanpa bantuan Bagyo.
Dengan langkah lesu, Bagyo memasuki ruangan rahasia, dia ingin mengambil beberapa dokumen yang dulu sudah dia anggap miliknya dana berencana akan menjualnya, tetapi semuanya sudah tidak ada, betapa menderitanya dia, yang tersisa hanya dokumen rumah dan 3 Ruko, yang memang murni miliknya.
Istri ketiganya juga pintar, dia diam-diam sejak menikah, walaupun bergaya hedonis, tapi dia masih berpikir masa depan, 17 tahun menikah dia juga sudah memiliki banyak tabungan, belum lagi kebun dan Sawa di kampungnya, bahkan dia memiliki 10 Ruko sendiri di kampungnya daerah Blitar, Punya kebun 10 hektar, dan Sawa 15 hektar, serta sudah punya rumah bagus di kampung ayahnya, sementara Bagyo tahu, istri ketiganya berasal dari Rembang Jawa tengah, ternyata itu kampung Ibunya.
Bagyo sudah di ujung tanduk, hartanya memang masih banyak, tapi tidak sebanyak kemarin, untung saja dia tidak gemar berhutang, jadi hutang banknya masih mampu dia bayar tanpa menjual asetnya.
Kedua Anaknya hasil pernikahan dengan istri ketiganya, juga tak kalah pintar dan licik, mereka berdua juga sudah di latih Ibunya bagaimana mempersiapkan diri saat nanti ayah mereka bangkrut dan jika terjadi perceraian.
__ADS_1
Mereka tahu sendiri jika Bagyo suka main perempuan, bahkan beberapa karyawan perempuan yang menjadi selingkuhannya, istri dan kedua anaknya menutup segala sesuatunya lewat cara hidup mereka yang hedonis, padahal sebagian uang uang di berikan Bagyo mereka simpan dan beli barang yang lebih berguna.
Lalu bagaimana dengan Ferdiansyah di Jakarta..