
Keesokan pagi harinya seluruh keluarga Ranti mendatangi sekolah Bintang Timur Jogjakarta, ternyata yang datang dari Jakarta bukan hanya Suratmi, melainkan ada kedua orangtuanya dan Lukman.
Para guru dan pengurus Yayasan kaget dibuat mereka, bagaimana tidak, pagi-pagi parkiran mereka sudah parkir beberapa mobil yang kategorikan mahal.
Pak Gunadi dan Supomo menyambut keluarga Ranti dengan begitu sopan, walau terkesan tiba-tiba, tapi para guru dan Pengurus Yayasan terlihat siap menyambut keluarga pemilik sekolah tersebut.
Ranti dan keluarganya langsung berjalan ke arah Panti Darurat untuk menjemput Velove dan Vexia.
Velove dan Vexia sendiri sudah bersiap, mereka berdua terlihat yakin untuk pergi meninggalkan Panti darurat itu dan memulai hidup baru.
Begitu keluarga besar itu tiba di tempat yang di tuju, terlihat anak-anak Panti sudah rapi walau hanya berpakaian seadanya.
" Selamat Pagi Nona Muda, dan selamat semuanya, saya Juwita adalah penghuni panti paling tua disini", ujar Juwita.
" Selamat pagi juga Juwita, mereka semua adalah keluargaku, yang itu adalah orang tua saya, itu bibi saya nantinya akan membantu mengurus panti ini di kemudian hari, dan mereka Bibi Suratmi dan Paman Lukman, mereka yang akan mengadopsi Velove dan Vexia.
" Sedangkan yang lainnya adalah kakak kembarku, mereka tinggal di Jogjakarta sini, mereka alumni disini, ujar Ranti.
" Kalau yang kembar saya mengenalnya, mereka kakak kelasku dan peraih juara umum waktu lulusan sekolah", ujar Juwita.
" kalau mereka, Mercy, Friska dan Rindu kakak saya juga, kami bukan saudara sekandung, kami besar bersama-sama di Panti Asuhan Charity di Surabaya, masih ada 2 lagi yaitu Kak Darel dan kak Vanya anak angkat pak Gunadi.
" Kalau yang ini, namanya Armando dan Salma mereka juga bukan adik kandungku, mereka sama dengan kalian yatim Piatu, tapi kamu semua hidup saling menyayangi, dan saling menghormati.
" Terakhir ada kakak saya tertua,juga bukan kakak kandung, dia tidak bisa datang karena sibuk di Kantor dan merawat anaknya", Ujar Ranti.
" Maaf Nona Muda, jadi maksud anda kalian semua saudara angkat", tanya Juwita.
" Saya dan si kembar adalah sepupu kandung, selain mereka berdua, kami adalah saudara angkat, tapi kedudukan kami sama-sama sebagai kakak beradik, sebagai harus taat kepada kakaknya, begitu juga sebagai kakak harus melindungi dan menyayangi adiknya serta siap berkorban demi keluarganya, itu yang kami terapkan dalam hidup kami, jawab Ranti.
" Kalian sangat hebat, saya dan Poppy bukan saudara dengan adik-adik disini, tapi saat panti kami di bubarkan, mereka ikut dengan kami, beruntung Pak Gunadi dan Pak Supomo memberikan tempat ini, dan membantu masalah makanan, dan kami berdua bekerja paruh waktu untuk menambah biaya operasional Panti ini, kami hanya ingin bisa cepat selesai sekolah dan bekerja, agar adik-adik yang lain bisa hidup lebih baik, Yayasan Bintang Timur sudah sangat baik menampung kami", ujar Juwita.
" Mulai hari ini, hidup kalian akan berubah, dan akan mendapatkan kehidupan yang layak, pesan saya agar jangan menjadi orang malas, sombong, tamak dan terpenting mengkhianati Keluarga, kalian adik-adik harus menyayangi kakak kalian dan menghargai pengorbanan kakak kalian, apa kalian paham", tanya Ranti.
" Kami paham Kak, makanya kami tidak pernah meminta lebih, dan mematuhi apapun yang dikatakan kak Juwita dan kak Poppy, mereka berdua layaknya orangtua bagi kami", ujar seorang anak laki-laki yang sudah SMP.
" Bagus kamu sebagai laki-laki, kelak harus menjadi pelindung bagi seluruh adik-adik dan kakakmu, ujar Ranti.
" Pasti itu Kak, saya sudah jelas 9 dan laki-laki tertua di Panti ini, saya sudah berjanji untuk tetap ada buat seluruh adik-adik dan 2 kakak kami yang hebat, ujarnya.
" Baiklah, adik - adik semua, saat ini 2 saudara kalian akan ikut kami, namun kalian jangan kuatir setiap ada waktu pasti mereka berdua akan datang kesini", ujar Ranti.
" Velove, Vexia beri salam untuk kedua orangtua angkat kalian, Mulai hari ini, mereka berdua adalah ayah dan bunda kalian berdua", ujar Ranti.
" Velove memberi salam dan hormat kepada ayah dan Bunda.
" Vexia memberi salam dan hormat kepada ayah dan Bunda.
" Ayah dan bunda juga menerima salam dsn hormat dari putri-putri ayah dan Bunda, jangan sedih, kalau kalian kangen bisa Video Call, atau sebulan sekali bisa datang kesini, bunda janji akan datang membawa kalian bermain disini, ujar Suratmi.
" Ayah juga pasti akan meluangkan waktu untuk mengantar kalian kesini, dan jika kalian sudah besar seperti Ranti, kalian berdua bisa datang sendiri ", ucap Lukman.
" Terimakasih ayah, terimakasih Bunda.
" Hai namaku Salma dan ini Kakakku Armando, saya dan kak Armando juga bukan saudara kandung tapi kakakku sangat menyayangiku, kami berdua lebih setahun di paksa untuk mengemis, akhirnya Kak Armando membawaku Pergi dan terlunta-lunta di jalan, hingga kak Ranti mengajaknya tinggal dirumahnya, dan kalian bisa lihat kami, dapat kasih sayang dan dapat perlindungan,
Bibi Ratmi dan paman Lukman, pasti akan memperlakukan kalian berdua dengan baik, tapi kalian juga harus menghormati dan menyayangi ayah dan bundamu, saya juga sekarang punya ayah dan Bunda, walau mereka bukan Orangtua kandungku, tapi aku sangat menyayangi mereka dan akan taat pada nasehatnya dan tentunya akan bahagia jika dapat pelukan hangat dari mereka berdua", ucap Salma.
" Oh putri bungsu bunda sungguh luar biasa, sini bunda peluk kalau begitu", ujar Monicha.
" Jangan disini bunda, Salma malu", ujar Salma.
Hahahaha... hahahaha
__ADS_1
"Dasar manja", ujar Rindu".
" Tapi benarkan kak, tidak mungkin Paman dan Bibi akan membiarkan Velove dan Vexia, akhirnya bertambah juga saudaraku, ujar Salma.
" Kalau yang itu, siapa dia? tanya Vexia
" Oh maaf, dia satu-satunya sahabatku di sekolah dasar Bintang Timur pusat Surabaya, tapi dia memiliki orangtua lengkap, yang sangat baik hati, makanya aku sering main ke rumahnya, biarpun sahabatku cuma satu, tapi aku bahagia", ucap Salma.
" Nak Juwita dan nak Poppy, kalian berdua jangan kuatir, seluruh adik-adik kalian yang ada di tempat ini, adalah tanggung jawab kami, semua kebutuhan pokok dan sekolah akan menjadi tanggung jawab keluarga besar kami, syaratnya hanya jangan menjadi orang malas dan sombong serta melakukan hal-hal yang merusak nama keluarga kita", ucap Adriansyah.
" Terimakasih Pak, saya dan Poppy akan mendidik mereka dengan lebih baik", ujar Juwita.
" ini ada hadiah dari saya dan istri, PIN nya ada di belakang Kartu ini", Ucap Adriansyah Setiawan sambil memberikan ATM berisi 50 milyar.
" Dan ini dari Bibi dan Paman Lukman, ujar Ratmi sambil memberikan ATM yang juga berisi 50 milyar.
" Tolong gunakan dengan baik, belikan mereka pakaian dan makanan yang layak, dan ingat baik-baik, sekolah dengan pintar agar kedepannya kalian semua bisa sukses", ujar Adriansyah.
" Kalau saya, akan membelikan kalian semua baju dan seragam sekolah, nanti siang kalian jangan bermain kemana-mana, karena tukang jahit akan datang untuk mengukur kalian", ujar Nindya.
" Terimakasih atas pemberiannya, suatu saat nanti kami pasti akan membanggakan kalian semuanya, ujar Juwita.
" Sangat tegas dan berani, Mulai hari ini, kalian boleh memanggil kami semua Paman dan Bibi, mulai hari ini, kalian keluarga saya, dan tolong jaga nama baik keluarga ini", Ucap Adriansyah.
" Terimakasih Paman dan Bibi, saya akan mencatat semua nama adik-adik saya disini, dan segala pembicaraan hari ini, saya akan jelaskan kepada mereka kembali", ujar Juwita.
" Nak Juwita, fokuskan belajar juga, ikuti semua yang diatur oleh Putri Bibi, semua demi kebaikan kalian, Bibi akan sangat bahagia jika suatu saat kalian mengajak Bibi melihat kesuksesan kalian", ujar Monicha.
" Terimakasih bibi, kami akan berusaha dengan baik", ujar Juwita.
Sementara mereka berbincang - bincang, datanglah lebih dari 20 orang laki-laki dengan peralatan lengkap.
" Maaf jika kami mengganggu, kami adalah pekerja yang akan merenovasi tempat tinggal sementara adik-adik disini", ujar Seorang pimpinan proyek.
" Maaf Tuan besar, ini perintah Nona Muda, agar segera di kerjakan dalam waktu singkat, jadi saya meminta banyak orang untuk mengerjakannya", ujar Supomo.
" Oh oke, lebih cepat lebih bagus, terus bangunan utamanya kapan di mulai pembangunannya, saya tidak mau lama-lama membiarkan mereka tinggal di tempat yang tidak layak", ujar Adriansyah dengan tegas.
" Kompleks Panti akan mulai di bangun awal bulan depan, anggaran juga sudah disetujui oleh Nona Muda, dan orang - orang ini juga yang akan membangunnya, target untuk gedung pertama dan kantor, 1 tahun selesai, ujar Supomo.
" Baik, Bangun Gedung pertama dan gedung untuk kantor Panti, serta Pembangunan Pagar, jadi agak lama 1 tahun, tapi tidak masalah, saya ingin seluruh kompleks Panti Asuhan ini Selesai dalam 2,6 tahun", ujar Adriansyah.
" Bisa Tuan, bahkan Target dari Nona Muda, harus 2 Tahun", ujar Supomo.
" Bagus itu, tolong jaga mutunya, jika kontraktor ini mampu mengerjakan kompleks Panti Asuhan ini dengan baik, saya akan minta anakku agar kalian juga yang mengerjakan gedung universitas di tempat ini, ujar Adriansyah.
" Terimakasih Tuan Besar", ujar Supomo.
Setelah selesai membicarakan semuanya, kini Velove dan Vexia, resmi menjadi anak angkat dari Lukman dan Suratmi.
Suratmi tak berhenti bersyukur, dia kini memiliki kesibukkan baru yaitu mengurus kedua putri angkatnya.
Sementara itu didalam sekolah, Ranti memerintahkan agar segera membuatkan surat pindah atas nama Velove dan Vexia.
Hanya hitungan menit suratnya sudah selesai, tinggal nanti akan di konfirmasikan ke pihak Dinas Pendidikan.
Nindya telah memesan makan siang dari warung Padang yang terkenal di Jogjakarta, untuk anak-anak panti dan seluruh pengurus yayasan dan guru, serta para pekerja renovasi.
" Nak, kalian berdua jangan sungkan-sungkan, mulai hari ini ayah dan bunda akan merawat kalian berdua dengan baik, apa yang jadi milik ayah dan bunda juga milik kalian, di rumah nanti akan ada pelayan yang akan membantu kalian, tapi kalau kesekolah bunda yang akan mengantarkan kalian, ucap Suratmi.
" Ia Bunda, ucap Vexia".
" Nanti kita belanja yang banyak di Jakarta, ujar Suratmi, sekarang makanlah, nanti dirumah kalian kasih tau makanan apa kesukaan kalian dan makanan apa yang kalian tidak suka, agar pelayan tau keinginan kalian, nanti bicara bicara dengan pelayan dirumah kita tetap harus sopan dan baik kepada mereka", ujar Suratmi.
__ADS_1
" Ia Bunda", kami akan menuruti nasehat Bunda", ujar Velove.
Makan siang berakhir dengan tenang dan nyaman, nampak banyak yang datang mengantar barang pesanan dari Supomo, begitu juga Prasetyo yang datang membawa pesanan logistik makanan.
" Nona Muda, mereka suami isteri yang akan menjadi koki bagi anak-anak Panti, untuk sementara mereka saya kontrakkan tempat di samping sekolah kita ini, dan kedua orang itu adalah yang akan bekerja sebagai tukang cuci dan gosok, hanya Saja ada jam tertentu mereka akan ke kampus", ujar Gayatri.
" Tidak apa-apa, saya senang mereka mau bekerja sambil kuliah", ujar Ranti.
" Terimakasih Nona Muda ", jawab mereka berdua.
" bekerjalah dengan baik, jika pekerjaan kalian bagus, maka mulai semester depan saya akan bantu biaya semester kalian", ujar Ranti
" Kami akan bekerja dengan baik, terimakasih atas kesempatannya", ujar Agatha nama salah satu dari 2 gadis itu.
" Kalian ke kampus naik apa, tanya Ranti".
" Kami naik ojek online", jawab Wilona", gadis tukang cuci satunya lagi.
" Pak Supomo, tolong belikan 4 unit motor untuk inventaris, 2 siapkan disini dan 2 lagi biar Agatha dan Wilona pakai ke kampus", ujar Ranti.
" Baik Nona Muda, saya belikan motor Matic Yamaha Nmax saja", ucap pak Supomo.
" Baiklah, Juwita nanti catat bahwa kita memiliki apa saja, termasuk perlengkapan dapur, tidur dan lainnya, buatkan daftar inventaris dan kontrol semuanya", perintah Ranti
" Baik Nona Muda ", jawab Juwita.
Kini urusan Panti sudah selesai, keluarga Ranti termasuk dia sendiri kini dalam perjalanan menuju Parangtritis.
Sejam kemudian mereka tiba, Salma dan Mora bersama Velove dan Vexia langsung akrab dan bermain bersama, maklum umur hampir sama.
Armando masih malah menempel ke Ranti dengan gaya bermalas-malasan.
" Kenapa tidak ikut bermain sayang ", tanya Ranti.
" Gak apa-apa kak, senang aja lihat adik Salma, makin hari makin terlihat ceria, hampir 2 tahun kita tinggal dengan kakak, membuat Armando makin menyayanginya, ujar Armando.
" Itu namanya kakak yang hebat, kamu juga harus bahagia agar adikmu juga bahagia bisa melihat kakaknya bahagia", ujar Ranti.
" Armando sangat bahagia, memiliki semua kakak yang baik dan menyayangi kami, apalagi sekarang ada ayah dan bunda serta bibi yang juga sangat baik, komplit sudah kebahagian Armando", ujarnya.
" Kakak bangga sama kalian, ujar Ranti.
" Armando, temani kakak beli gorengan", ajak Rindu.
" Armando di beliin gak", canda Armando.
" Memangnya kamu mau berapa banyak?" tanya Rindu serius.
" hahahaha, hanya bercanda saja kakak", ujar Armando sambil menggenggam tangan Rindu.
* Tuan, penguasa yang punya lahan di Garut ingin menjual lahannya, apa Tuan tertarik atau tidak", tanya Rose.
" Baiklah", tolong beli lahan itu, dan gunakan Tim dari Rose mengerjakan lahan tersebut dan buat beberapa bangunan untuk kandang dan juga rumah bagi pekerja, serta buatkan jalan sebagai akses", perintah Ranti.
" Kalau jalan tinggal kita lapis lagi dengan aspal, untuk permintaan yang lain akan selesai dalam jangka 6 bulan, apakah nanti Tuan akan langsung membeli bibit Domba dari sistem atau bagaimana ", tanya Rose.
" Ya aku ingin membelinya", ujar Ranti.
" Baik Tuan, Rose segera kirim orang untuk membeli lahan itu dan menebusnya dari Bank Nona sendiri, 3 hari lagi, pembangunan akan dimulai, Tapi Rose akan membeli bahan bangunan dari toko sekitar saja, agar warga sekitar tidak curiga dengan para pekerja dari Rose", ujarnya.
" Atur saja, pokonya saya mau 6 bukan sudah beres dan pada lebaran tahun depan kita sudah bisa menjual Domba", Ujar Ranti.
" Oke jangan kuatir ", ujar Rose.
__ADS_1