SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN

SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN
Berbagi dan tiba di Merak


__ADS_3

Uus terkejut mendengar ucapan Ranti soal gaji yang akan dia akan terima.


" Kamu, siapa namamu? tanya Ranti sambil menunjuk Security wanita itu.


" Nama saya Abigail, panggilan Biga, jawab wanita itu.


" Kamu lulusan apa, dan kenapa mau jadi security? tanya Ranti.


" Lulusan SMA, ya daripada saya tidak bekerja, makanya saya bersedia jadi Security, tapi lama kelamaan saya senang dengan pekerjaan ini, dengan begini putra saya bisa minum susu", ucap Biga.


" Kemana suami kamu? tanya Ranti.


" Biasa Nona Muda, nikah lagi, dengan yang lebih cantik, tapi gak apa-apa, saya sudah merelakannya, yang penting putraku ada bersama dengan saya", ucap Biga.


" Baiklah, kamu jaga baik kantor ini, saya percayakan keamanannya sama kamu dan Uus Sunarya, kamu cari satu lagi perempuan, agar kamu ada temannya, nanti kamu juga ikut latihan dasar, gajimu 5 juta, jam kerjamu mengikuti jam kantor, ucap Ranti.


" Terimakasih Nona Muda", ucap Biga sambil membungkuk.


" Uus, Biga akan membantu kamu dalam penyusunan laporan kerja Security termasuk jurnal, kalian nanti sama wakil Komandan harus bisa saling mendukung, agar setelah Tim saya keluar dari sini kalian sudah Mandiri", ucap Ranti.


" Siap Nona Muda", ucap mereka berdua.


" Joey, aku Permisi pulang dulu, kalian menginap di hotel sebelah saja, ini kartu buat kalian dan ini uang cashnya, tolong rapikan semua pekerjaan mereka.


" Maaf Nona Muda, bagaimana dengan kami, tanya para staf yang tidak masuk daftar pecat yang kebingungan.


" Kalian yang masih tinggal disini, terus bekerja, gaji kalian semuanya 5 juta, tapi saya tidak mau ada yang malas disini, tegas Ranti.


" Baik Nona, tapi apa saya boleh ijin pulang sebentar, saya ingin pindah dan kost dekat sini agar dekat", ucap salah seorang gadis itu


" Dimana kamu tinggal? tanya Ranti.


" Di peternakan Nona, lumayan jauh dari sini, sebulan ini saya bolak balik, terasa sangat capek, tapi saya sudah dapat tempat kost, jadi rencananya malam ini saya sudah tinggal disana? ucap Gadis itu.


" Baiklah, pulanglah, besok jangan terlambat, salam buat bapakmu, katakan padanya, nama saya Ranti Putri yang mengirim pesan", ucap Ranti.


" Baik Nona Muda, akan saya sampaikan, ayah saya tukang rumput di peternakan itu jadi bosnya menyuruh kami tinggal di mess, tahun depan saya baru mau kuliah, cape belajar terus, jadi istirahat dulu sambil belajar bekerja", ucap gadis itu.


" Kamu bawa kendaraan apa kalau kesini? tanya Ranti.


" Diantar ayah, nanti pulang kerja, di jemput adik, soalnya motorku ilang saat parkir di rumah kakek", ucap gadis itu.


" Ya sudah, ini cek untuk mu, belilah motor dan sisanya buat kamu bayar kost", ucap Ranti memberikan cek 50 juta.


" Nona ini banyak sekali, ucap gadis itu.


" Sudah sana pulang, kamu ke bank dulu cairkan dsn buat ATM, besok kamu ke dealer beli motor, dan bayar kos kamu untuk setahun", Ucap Ranti.


" Kalian berempat, ini ambil buat kalian masing-masing, dapatnya juga sama, kantor ini saya percayakan kepada kalian, tahun depan semua kalian wajib kuliah, ambil kuliah Sore, jika kalian tidak mau kuliah, maka maaf saya berhentikan kalian dari sini", tegas Ranti.


" Baik Nona, kalau gaji 5 juta sangat cukup buat kami bayar kuliah", ucap mereka.


" Baiklah, makanya menabung mulai dari sekarang, uang yang saya berikan kalian beli motor agar kerja kalian makin lebih baik", ucap Ranti.


" Dan kamu Biga, ini buat kamu, ambilah, aku titip buat Uus dan yang lainnya.


Hari ini kalian anggap saja libur, besok mulai kerja lagi, dan jangan kecewakan saya, nanti yang akan jadi Direktur baru disini, nama ya Niko, istrinya Seruni", ucap Ranti.


" Maaf Nona Muda, apa Niko yang di Garut ? tanya gadis yang ayah nya bekerja di peternakan Ranti.


" Apa kamu mengenalnya? tanya Ranti .


" Maaf Nona Muda, saya akrab dengan kak Seruni, Ayah saya di masukkan kerja oleh kak Niko dan kak Seruni", ucap gadis itu dengan polosnya.


" Oh ya sudah, ya Niko yang itu, dia akan memimpin disini", ucap Ranti.


" Baiklah Nona jadi tambah semangat saya bekerja, apalagi kak Niko dan kak Seruni orangnya sangat baik, apalagi bibi Widya ibunya kak Seruni, kalau ke peternakan pasti bawa banyak makanan", ucap gadis itu dengan enteng, dia gak tahu sedang berhadapan dengan siapa.


" Hahahaha, berarti kamu doyan makan, silahkan pulang sebelum aku berubah pikiran", ucap Ranti.


" Baik Nona Muda, Permisi", ucap gadis itu dan langsung beranjak pergi.


" Joey, saya pergi sekarang, jangan lupa laporannya", ucap Ranti dan juga langsung Keluar dari ruangan itu.


Sepeninggal Ranti, para karyawan yang tersisa, tersenyum bahagia, mereka terbebas dari Rangkuti yang saat ini sudah kembali ke rumahnya, begitu juga seluruh karyawan bawaannya, semua di pecat tanpa ampun.


Ranti kembali ke Hotel dan menikmati makan siangnya, dengan penuh ketenangan.


" Hai, boleh saya duduk saya duduk disini", sapa seorang dewasa.


" Silahkan saja, kebetulan saya sudah selesai, sebentar lagi saya mau Check out", ucap Ranti.

__ADS_1


" Rose tolong rubah jadwalnya, tanggung saya sudah di Cirebon, besok saja saya ke Lampung dan Kamis baru ke Palu", Ucap Ranti.


" Baik Tuan, semua bisa diatur, Jawab Rose.


" Terimakasih Rose ", jawab Ranti dan langsung berdiri.


" Maaf pak, saya permisi dulu", ucap Ranti ke pria dewasa itu.


" Maaf juga Nona, apa bisa temani saya sebentar, sepi soalnya jika saya makan sendirian", ucap pria itu.


" Maaf sekali lagi, saya harus segera pergi", ucap Ranti dan melangkah hendak menuju kasir, tapi pergelangan tangannya di pegang oleh laki-laki dewasa itu dengan kerasnya.


" Lepaskan tangan saya, atau saya teriak", ucap Ranti.


" Jangan pura-pura sok suci, saya bayar 25 juta kamu temani saya makan dan tidur siang bagaimana? tanya pria itu.


Dengan sangat marah Ranti melepaskan tangan laki-laki itu.


" Kamu pikir saya wanita gampangan, ucap Ranti dan langsung pergi, tapi pria itu berusaha menarik tangan Ranti, tapi sayang Ranti lebih cepat menarik tangannya.


" Drone, hancurkan mobilnya", perintah Ranti.


" Tuan laki-laki itu pengusaha transportasi, banyak bus pariwisata yang dia miliki, dia juga pemilik saham terbesar di hotel ini", lapor aplikasi Mata Dewa.


" Ambil uang tabungannya dan blokir semua Kartunya, lumayan buat berikan pada remaja-remaja yang sedang dalam penyembuhan ginjal.


" Hei Nona, kenapa diam saja, apa kamu sudah merubah keputusan kamu? tanya laki-laki itu dengan sombongnya.


" Maaf 1 triliun saja aku tidak tertarik, apalagi hanya uang 25 juta, harta kamu saja tidak mampu menandingi harta saya, mau menawar saya dengan uang receh 25 juta.


Begini saja, kalau kamu punya kartu seperti ini, maka saya temani kamu gratis 1 malam, tapi jika tidak, maka kamu harus menggonggong seperti anjing", ucap Ranti sambil mengeluarkan Black Card Centurion miliknya.


Si laki-laki itu terdiam tak bisa bicara, bagiamana mungkin dia bisa memiliki kartu seperti Ranti, kekayaannya saja hanya beberapa ratus milyar, utang juga ada.


" Barang palsu saja, mau kamu tunjukkan", ucap pria itu.


" Maaf nona, berapa total makanan saya, dan 4 kamar untuk anak buah saya selama 1 Minggu? tanya Ranti.


" Totalnya 22 juta, jawab Kasir itu.


" Ini kartu saya, ucap Ranti dan memberikan Black Card Centurion miliknya.


Terdengar bunyi Ting.. pertanda pembayaran sukses.


" Maafkan saya Nona, yang sudah berlaku tidak sopan sopan", ucap laki-laki itu.


" Maaf, aku tak akan pernah memaafkan laki-laki seperti kamu, ucap Ranti dan meninggalkan Restoran itu dan kemudian masuk ke mobilnya.


Laki-laki itu hanya bisa melihat punggung Ranti, apalagi dia melihat Ranti masuk ke mobil Mercedes GLE class seharga 3 milyar, mobil laki-laki itu hanya 1,9 milyar.


Drone yang sudah selesai merusak mesin mobil laki - laki mengejar mengikuti Ranti.


" Tuan uangnya sudah di kuras sebanyak 250 milyar", lapor Aplikasi Mata Dewa.


" Terimakasih", siapa suruh dia mengganggu saya.


Laki-laki itu sudah hilang moodnya, hingga dia memutuskan untuk kembali ke kantor, namun naas, saat menghidupkan mobilnya, mesinnya tidak merespon, beberapa kali di coba tidak bisa.


Ketika dia membuka kap mesin, betapa kagetnya dia mesin mobilnya sudah rusak parah.


Ranti yang melihatnya hanya tertawa, aplikasi mata memang hebat memberikan Ranti tontonan lucu.


Karena merasa masih banyak waktu, Ranti mencoba untuk jalan darat saja, nanti kalau sudah capek baru terbang, sekarang jalan santai saja.


Ranti sengaja tidak ke peternakan, alasannya peternakan dia itu tidak ada masalah, Pak Adam dan Pak Haryo sangat hebat dalam mengurus peternakan nya, dan seluruh laporan sangat rapi dan tidak ada kecurangan sedikitpun,


Kalau mereka pun ambil kambing seekor untuk makan bersama, mereka pasti ijin, 4 bulan sekali mereka ambil seekor, bagi Ranti tidak masalah, asal mereka bisa bekerja dengan semangat.


Para karyawan juga, kadang di berikan jeroan sapi dari RPH milik Ranti, juga kaki dan kulit, walau tidak sering, tapi rata-rata sebulan ada 2 atau 4 kali mereka di berikan.


Tak terasa Ranti sudah mau memasuki Gerbang Tol Palimanan.


Jarak tempuh sekitar 300 Km, dengan santai dan sesuai dengan aturan jalan Tol, Ranti mengendarai Mercedes nya sambil mendengar musik dan menikmati cemilannya.


Ranti tidak kuatir dengan dengan kendaraan sekitar, sejatinya mobilnya sudah di sempurnakan oleh Rose, mata semesta Ranti mampu menjangkau ratusan meter kedepan, hingga dia bisa melihat dengan jelas saat hendak menyalip kendaraan yang didepannya.


Camera belakang juga menampilkan jarak mobilnya dan mobil di belakangnya, layar di dashboard juga menampilkan kondisi mobil, baik BBM, tekanan ban dan suhu mesin.


Berjalan selama 1 jam, Ranti kemudian mampir di rest area yang ada SPBU nya, Ranti mengisi full tanki, kemudian parkir untuk istirahat, sekalian menurunkan suhu mobilnya.


Karena tidak ada hal penting yang di kejar, maka Ranti ingin beristirahat dengan tenang.

__ADS_1


Dia memasuki restoran yang cukup ramai, Ranti hanya memesan, mie goreng ayam, dan ayam goreng 2 potong, serta ikan gurami goreng, serta cap cai.


Para pengunjung ada yang melihatnya dengan heran, melihat pesanan Ranti yang terbilang banyak.


Sambil menonton YouTube Ranti mulai menikmati makanannya.


Sejam dia beristirahat, Ranti melanjutkan perjalanannya, tak ada hambatan sama sekali perjalanan Ranti. hingga akhirnya Ranti di Cikopo dan lanjut masuk Tol Jakarta Tangerang.


Akhirnya, Ranti tiba di Kios Aisyah tepat jam 9 malam, Bu Antara terkejut saat melihat mobil Ranti parkir depan Kios.


" Selamat Malam Bu, apa kabar dan di mana Aisyah? tanya Ranti.


" Barusan pulang ke rumahnya, kasihan dia dari saat makan siang dia sudah disini membantu ibu, apalagi kios ibu sekarang makin ramai, apalagi harganya standard, untung sedikit asal jualan habis", ucap Bu Antara.


" Benar itu Bu, berapa pemasukan perhari? tanya Ranti.


" rata-rata 6 juta, apalagi sekarang tidak sudah tidak buka 24 jam, dari jam 5 pagi sampai jam 11 malam saja, karyawan 2 shift, untuk bahan- bahan sayuran semuanya sudah di pesan tinggal ambil saja atau dikirim, kalau daging ayam dan sapi sekarang belanja 1 Minggu 2 x, soalnya sudah ada kulkas untuk daging, jadi tidak terlalu repot lagi.


" Bapak sudah memesan, etalase makanan stainless steel, sekalian ada bak air, jadi tempat makanan terendam di air panas, jadi makanan tetap hangat, agar nanti para pelanggan tidak makan makanan yang dingin", ucap Bu Antara.


" Bagus itu, sekalian tidak repot memanaskan di dapur", Ucap Ranti.


" Ia nak, jadi bisa hemat tenaga, dan dapur juga tidak selalu kotor dan basah, apalagi yang masak hanya bapak dan ibu, kayak sekarang ibu lagi merebus Daging sapi, agar besok jam 7 pagi tinggal masak saja, semua bumbu kalau sepi para karyawan wajib membersihkan bumbu seperti bawang putih dan merah, petik cabe, pokonya keesokan harinya, taunya ibu dan bapak tinggal masak saja.


" Keren, saya senang mendengarnya, artinya bapak dan ibu menggunakan waktu dengan Baik.


Lalu bagaimana dengan Nino, apa warungnya sudah di buka? tanya Ranti.


" Sudah, hari Sabtu kemarin dia sudah mulai jualan, dia kalau sore jualan sate kambing dan ayam, juga sop, bagaimana kalau kita kesana, kebetulan bapak disana", ucap Bu Antara.


" Ayo, kebetulan saya sudah lama tidak makan sate kambing", Ranti dsn langsung bergegas.


" Aisyah lagi jalan kesini, kaget dia, saat ibu kirim pesan, kalau nak Ranti datang", ucap Bu Antara.


15 menit berjalan santai, Ranti dan Bu Antara tiba,tak pelak baik Pak Antara, maupun Nino terkejut.


" Selamat malam Nona, Sapa Nino yang langsung berdiri menyambut kemudian memanggil istrinya.


" Malam juga, bagaimana jualan nya? tanya Ranti.


" Lumayan, biar sedikit tapi sudah ada pelanggan, wajar non kami baru buka hari Sabtu, jadi belum banyak yang tau, kalau sate, dari sore sudah ada 20 bungkus, kalau menu nasi campur, 2 hari ini juga lumayan", ucap Nino.


" Sabar saja, waktu masih panjang, 3 tahun, jadi santai saja", ucap Ranti selow tapi memperingatkan soal waktu.


" Ia Nona Ranti.


" Oh ya, itu mobil pickup yang saya beli', lapor Nino.


" Baguslah, jangan kecewakan saya, apalagi mengecewakan adikku, lihatlah bagaimana dia tetap menganggap kalian adalah keluarga nya, jujur saja kalau bukan karena Aisyah, aku tidak akan membantu kalian, apalagi kalian bukan siapa-siapa saya.


Saya melihat hati Aisyah, walau mulutnya memarahi kalian, tapi hatinya tetap menyayangi kalian, lihat kalau dia memang dia membenci kalian, untuk apa dia masih peduli dengan kalian, toh dia sekarang sudah sangat kaya, apa untungnya dia bergaul dengan kalian.


Namun, karena pak Nino adalah adik ibunya, maka dia tidak dendam dengan kalian, sekarang waktunya kalian buktikan apa yang kami berikan saat ini,tidak akan sia-sia", ucap Ranti.


" Terimakasih Nona Ranti, kami sekeluarga bersyukur dengan bantuan nona, kakakku juga masih mau membantu kami", ucap Nino.


" Karena dasarnya mereka kakak yang menyayangi adiknya, sekarang jangan berpikir masa lalu, saat nya buatkan saya 1 porsi sate ayam dan juga kambing, serta sop kambing, pakai lontong saja, bumbu kacang", ucap Ranti.


" Kakak, tega banget gak kasih tau adek, kalau kakak mau datang", sapa Aisyah sambil mencium tangan Ranti dan langsung menempel.


" Harusnya Kakak datang hari Kamis, tapi ternyata Mall kakak di Cirebon ada masalah, jadi kakak kesini, besok temani kakak ke Lampung, kakak mau bayar tanah disana dan mau ketemu orang Pemkab lagi, jam 10", ucap Ranti.


" Oke, Aisyah kabarkan ke kak Nayla dan Anjeli, kakak nanti tidur di rumah Aisyah saja, ada satu kamar khusus buat Kakak", ucap Aisyah.


" Ia, kakak tidur di rumahmu saja", ucap Ranti.


" Kak Diman kemana Paman? tanya Aisyah.


" Dia istirahat Sebentar, nanti juga turun gantikan Paman dan Bibi, katanya mumpung libur, dia mau buka sampai jam 2 pagi, kalau warung nasi, kita buka 24 jam, karyawan baru 6 orang 3 shift", ucap Nino.


Ranti melihat juga ada beberapa orang yang sedang makan, ternyata menu andalan Nino adalah sop kambing dan soto, dan bisa dikatakan enak dan juga gurih.


" Aisyah, ini makan satenya", tawar Ranti.


" Kakak saja yang makan, Aisyah masih kenyang", ucapnya.


" Oh ya kak, disamping tanah Aisyah yang sementara membangun minimarket, ternyata mereka membangun Gerai KFC, dan sudah selesai, katanya orang kerjanya, tinggal tunggu pemiliknya ulang tahun baru di buka, terus di blok sebelah juga, mereka juga membuat Gerai KFC dan selesai, mereka sewa 4 Kios", ucap Aisyah yang tak tahu kalau gerai itu adalah hadiah ulang tahun Ranti untuk dia.


" Kan bagus jadinya, jadi nanti orang selesai makan, bisa belanja di minimarket kamu, begitu sebaliknya, kalau yang disini juga sama, semakin banyak orang ke KFC itu, maka kios kamu dan pamanmu bisa sama-sama dilirik orang, saat mereka bosan makan KFC, mereka pasti makan tempat kalian",jawab Ranti.


" Mahal ya kak, kalau kita buka usaha KFC itu, berapa modalnya untuk francise KFC ? tanya Aisyah.

__ADS_1


" Kayaknya kalau ukuran yang di sebelah minimarket kamu dan disini, sekitar 15 milyar, kayaknya, kenapa memangnya kamu mau nambah usahamu? tanya Ranti.


" Kalau harganya segitu, Aisyah mau, tapi sayang sudah ke duluan orang lain", Ucap Aisyah.


__ADS_2