SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN

SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN
Selalu berbagi


__ADS_3

Dengan kecepatan tinggi, Ranti tiba di perbukitan, dan mendarat dengan baik, juga pakaiannya telah berganti dengan pakaian layaknya seorang pendaki atau juga petualang.


Begitu dia sampai, Ranti melihat beberapa rumah yang di bangun dari bambu dan beratap Rumbia.


" Maaf kalau kehadiran saya mengganggu kalian semua, nama saya Ranti dan sedang berpetualang di hutan", ucap Ranti.


" Maaf Nona, kami jarang menerima tamu, apalagi kami tidak banyak bergaul dengan dunia luar, silahkan masuk, disana ada balai untuk menerima tamu", ucap seorang pemuda yang bertugas menjaga perkampungan mereka.


" Terimakasih, mohon tanya, Disni ada berapa orang yang tinggal? tanya Ranti.


" Kami saat ini hanya 5 keluarga saja, sebagian penduduknya telah pindah ke tempat lain, tapi itu hak mereka", ucap pemuda itu.


" Kalau kamu sekolah sampai kelas berapa? tanya Ranti.


" Kami disini tidak ada yang bersekolah, tapi kami di ajarkan baca dan menulis oleh orang tua kami, karena kami juga pasti akan turun untuk menjual hasil panen dan belanja keperluan kami disini", jawab pemuda itu.


" Baiklah, saya mengerti dengan keadaan kalian, dan saya juga tahu kenapa kalian tidak mau pindah dari tempat ini, itu karena kalian menjaga sesuatu yang berharga, dan saya bangga dengan kalian yang begitu setia dengan sumpah leluhur kalian", ucap Ranti.


Ucapan Ranti, membuat pemuda bergetar, karena selama ini tidak ada satupun yang tahu apa yang terkandung di dalam bukit itu, walaupun banyak keluarga yang sudah pergi dari wilayah itu, tapi mereka tidak pernah bercerita tentang situs bersejarah itu, yang mereka tahu, bahwa suatu saat akan ada orang yang datang membuka pintu untuk para penjaga tempat itu.


Hampir lima belas menit mereka berjalan akhirnya mereka tiba di Balai Kampung, dan pria itu langsung membunyikan Kentungan, dan secara serentak, para penghuni berdatangan.


Ranti memindai para keluarga itu dan Ranti hampir menangis melihat keadaan mereka yang sangat kekurangan gizi.


Total warga yang ada sekitar 30 orang termasuk anak kecil.


" Nona, maaf anda datang dengan siapa dan apa tujuan anda? tanya seorang pria sepuh.


" Saya, datang sendirian, dan saya ingin membantu kalian semua, karena kalian adalah orang-orang yang setia, saya tahu tempat ini telah dilindungi dengan mantra pelindung, dan hanya bisa orang baik yang dapat masuk", ucap Ranti.


" Penglihatan anda sungguh hebat Nona, semua yang orang luar yang datang akan melupakan tempat ini setelah mereka keluar dari sini, tapi anda bahkan sudah tahu, apa yang ada disini", ucap pria sepuh itu.


" Tunjukkan pintu masuk kedalam candi itu, ijinkan aku membukanya dan kalian bisa melihat apa saja yang ada di dalam candi itu", ucap Ranti dan langsung membuat para warga terkejut.


" Anda tahu darimana jika di tempat ini terdapat sebuah candi? penasaran pria sepuh itu.


" Itu tidak penting, saya tidak akan merugikan kalian, jujur saja, jika saya ingin menghancurkan dan mengambil candi itu, adalah hal yang gampang buat saya, tapi kalian semua orang baik", ucap Ranti dan langsung mengaktifkan armornya.


Seketika tubuh Ranti bercahaya, dan para warga terkejut dan berlutut.


Tuan Pelindung maafkan kami, selamat datang kembali, akhirnya setelah ribuan tahun Tuan kembali", ucap pria sepuh itu.


" Bangunlah, saya bukan leluhur kalian, tapi leluhur kalian adalah orang yang sangat baik di masa lalunya, hanya saja dia tersesat dan di hukum untuk pergi dari dunia ini selamanya, tapi bukan meninggal, leluhur kalian masih hidup tapi di dunia berbeda.


" Jangan kuatir, saya akan membantu kalian, agar kalian bisa hidup layak", ucap Ranti.


" Terimakasih Nona, kami hanya ingin melihat perkembangan dunia saja, tapi kami tidak mau terlibat di dalamnya, selamanya kami akan tinggal disini, kecuali ada yang bisa membuka pintu candi itu, karena menurut leluhur kami, bahwa jika pintu itu di buka oleh seseorang, maka orang itulah yang akan memimpin tempat ini", ucap pria sepuh itu.


" Baiklah mohon tunjukkan jalannya, jika saya mampu membukanya, maka saya pasti akan mengijinkan kalian untuk keluar dari sini, dalam artian, kalian sudah bebas dari sumpah leluhur kalian, tapi saya berharap kalian tetap disini, dan turut menjaga candi ini, hanya saja kalian akan sedikit lebih modern", ucap Ranti.


" Kalau begitu mari kita kesana", ucap pria sepuh itu.


Setelah menuruni banyak anak tangga, akhirnya mereka tiba di depan pintu, dan alangkah terkejutnya Ranti, setelah membaca tulisan kuno itu, ternyata pemilik candi ini adalah manusia pertama yang di berikan sistem kekayaan dan kekuatan, hingga dia bisa membangun kerajaan, tapi karena dia berubah menjadi tamak, maka dia


di buang sistem ke awal semesta, dan hartanya di kunci di dalam candi ini.


" Pak Tua, maafkan saya, cincin yang anda pakai, itu bukan cincin sembarangan", ucap Ranti.


" Saya minta 1 tetes darah bapak untuk membuka pintu candi ini, dan darah bapak juga bisa di gunakan untuk mengaktifkan Cincin yang bapak pakai", ucap Ranti.


Ketika bapak menusuk jarinya, sejenak pintu candi itu bergetar, walau tidak langsung terbuka.


Ranti membaca tulisan kuno yang tercetak di pintu candi yang ternyata merupakan cara membuka pintu candi.


Setelah pintu candi terbuka, jauh di semesta Awal, seseorang yang membuat candi itu terkejut, dia langsung mengaktifkan seluruh catatan yang dia buat di dinding candi itu.


Ranti takjub dengan cahaya yang keluar dan membentuk tulisan.


" Siapapun anda, saya mengucapkan terimakasih karena sudah datang dan membantu keturunan pelayan saya, membuka rumah saya ini, tolong bantu mereka dalam mengelola seluruh harta saya, dan sampaikan maaf saya untuk mereka, suatu saat saya akan datang kembali untuk meminta maaf secara langsung", isi tulisan kuno yang terdapat di sebuah altar.


" Percayalah saya akan membantu pelayan anda dengan ikhlas", batin Ranti.

__ADS_1


" Saya berikan kepada anda, 2 ruangan berisi sebagian harta saya, dan 7 ruangan itu bagikan kepada seluruh pelayan saya, bagi yang sudah keluar dari kompleks rumah saya, cukup berikan 10 % saja, dan bagi yang masih bertahan tolong bagikan lebih besar", lanjut catatan yang ditulis si pemilik candi.


Ranti membuka setiap ruangan yang ada, dan terlihat segunung harta untuk para pelayan yang secara turun temurun menjaga kompleks itu.


Ranti mengambil keputusan, bahwa setiap KK mendapat 1 ruangan, sedangkan yang sudah keluar Ranti membagikan 2 ruangan untuk mereka yang sudah keluar.


Sementara Ranti sendiri mendapatkan 2 ruangan yang ternyata isinya justru lebih banyak dan berharga.


" Kalian semua tolong teteskan darah di atas Cincin ini, agar kalian bisa mengambil semua harta yang berada disini, dan saya membagikan kalian tiap keluarga 1 ruangan", ucap Ranti sambil membagikan cincin tingkat besi.


* Tuan total harta yang tuan dapatkan berjumlah 6 ribu triliun jika seluruh benda berharga itu di uangkan", ucap Rose.


" Menang banyak aku kali ini, tapi tetap 5 keluarga itu berikan masing-masing 250 milyar, bagi setiap anggota keluarganya, dan khusus pak Burhan tambahkan 50 milyar", perintah Ranti.


* Tuan didalam candi terdapat kolam yang jernih, alangkah baiknya seluruh anggota keluarga itu berendam disitu, dan berikan mereka pil Penambah Kecerdasan dengan tingkat kemurnian 80% saja, serta bagi seluruh warga di atas 17 tahun berikan mereka SIM ajaib, dan di dalam candi itu juga masih ada 1 ruangan lagi, dan itu hanya pemilik sistem yang bisa masuk, di dalamnya terdapat barang-barang yang sangat berharga nilainya, totalnya lebih dari 10 ribu triliun, tapi hati-hati dengan 2 batu yang tersimpan di dalam sebuah kotak, kedua batu itu merupakan batu untuk menempa Cincin Semesta, serta bisa dijadikan senjata", ucap Rose.


" Baiklah, aku akan mengambilnya", jawab Ranti.


Terlihat 5 keluarga itu sedang baju membahu mengambil harta mereka masing-masing, yang di bagikan secara adil oleh tiap kepala keluarga.


Selesai mereka mengambil hartanya, Ranti segera meminta mereka agar masuk ke kolam yang ada di dalam candi itu.


Ternyata kolam itu sudah diberikan serum Pembersih dan Kekebalan Tubuh, Rose juga sudah menyediakan baju ganti untuk mereka semua.


Setelah semuanya beres para warga hanya bisa berterimakasih kepada Ranti, dan berjanji tidak pergi kemana-mana, mereka akan selalu menjaga peninggalan majikan mereka.


" Baiklah saya akan bantu kalian untuk membeli lahan ini, dan kalian bisa mengolahnya, aku juga akan menyegel lahan ini agar, hanya orang baik yang bisa masuk", ucap Ranti.


Setelah hampir 3 jam mereka berada didalam candi, mereka keluar dari sana lewat pintu belakang, alangkah kagetnya, ternyata pintu belakang candi berada di Balai tempat mereka berkumpul.


" Biarkan candi ini tetap tertutup, agar peninggalan majikan kalian tetap terjaga, toh selama ini keberadaan candi ini tidak terdeteksi oleh siapapun", ucap Ranti


" Baik Nona, dan ijinkan kami mengangkat Nona menjadi penasehat kami, dan kami bersedia kapanpun anda butuhkan", ucap mereka sambil membungkuk.


" Baiklah, tapi ingat baik-baik, cari seluruh saudara kalian dan berikan hak mereka, aku akan membuat jalan tembus ke desa sebelah dengan lebih baik, ayo ikut saya", ucap Ranti.


" Elemen Tanah, buatkan jalan lebar 2,5 meter sepanjang 10 km",.perintah Ranti.


Tanah kemudian bergetar dan terlihat seluruh bebatuan keluar dari dalam tanah dan menyusun menjadi jalan yang lebar dan rata.


" Baiklah saya pamit sekarang, Apa yang sudah kuberikan agar kalian gunakan dengan baik, asal kalian berhemat, pasti yang itu cukup untuk kalian gunakan seumur hidup, setelah jalan desa itu selesai, maka kalian akan saya kirimkan mobil, tapi besok kalian semua tunggu motor yang akan datang dari Surabaya.


" Kami akan mengingat seluruh pesan Nona, seluruh anak-anak kami, nanti akan kami sekolahkan, agar bisa menjaga tempat ini dengan lebih baik", ucap pria sepuh itu.


" Bagus itu, ucap Ranti dan berpamitan untuk pulang karena sudah malam.


Warga terkejut ketika Ranti kembali mengaktifkan armornya dan secara perlahan mulai terbang, tapi setelah itu Ranti langsung menghapus memory warga perihal Ranti bisa terbang.


Ranti terbang santai sambil melihat-lihat ke bawah, dan betapa indahnya saat melihat treasure island yang di penuhi lampu penerangan karena masih banyak yang bekerja, dia bergeser kearah proyek kota terpadu, suasana juga sama, masih banyak orang yang bekerja.


Entah apa yang di lihatnya, membuat Ranti langsung menukik tajam, setelah makin dekat, ternyata ada seorang gadis uang ingin bunuh diri.


Begitu tiba gadis langsung melompat terjun dari jembatan, Ranti dengan cepat menangkapnya dan membawa kembali ke atas jembatan, kemudian menonaktifkan armornya.


Gadis itu terkejut, ketika dia melihat Ranti.


" Ada masalah apa hingga kamu ingin bunuh diri, ceritakan ke saya siapa tahu aku bisa membantumu", ucap Ranti.


" Aku di perkosa pacarku dan temannya, hingga aku hamil, setelah melahirkan anakku di ambilnya dan di jual, rumahku juga sudah di gadaikan olehnya tanpa saya tahu, dan akhirnya di sita oleh rentenir. Saat ini aku bingung mau cari anakku dimana, apalagi sekarang aku sudah gak punya rumah, juga orangtuaku juga sudah bercerai dan gak tau dimana mereka sekarang, mereka hanya meninggalkan aku rumah itu", ucap Gadis malang itu.


" Tuan putra dari gadis itu ada di panti Agape, untunglah pacar gadis ini menjual bayi itu ke orang yang baik hati dan mereka memberikan bayi itu ke Panti", lapor Aplikasi Mata Dewa.


" Terimakasih,ucap Ranti.


" Kamu namanya siapa, dan dimana kamu tinggal sekarang? tanya Ranti.


" Aku tinggal di kontrakkan, yang seminggu lagi habis masa kontrak, dan saya tidak punya uang, ijazah juga tak punya", jawab gadis itu.


" Baiklah,


sekarang mari ikut saya akan berikan kamu kehidupan baru", ucap Ranti.

__ADS_1


" Rose siapkan 3 ATM, 50 milyar untuk deposito, 15 milyar untuk biaya hidupnya dan 10 milyar untuk usaha, juga siapkan rumah, mobil, motor dan SIM, serta kirim orang untuk mengambil anaknya gadis ini", ucap Ranti.


Juga kirim orang untuk menangkap mantan pacarnya gadis ini dan temannya, buang mereka ke hutan di Kalimantan, dan cukup berikan mereka parang dan garam, lalu biarkan mereka.


* Baik Tuan segera dilaksanakan, silahkan ambil ATM dan SIM di dalam tas anda", jawab Rose.


" Terimakasih Rose, ucap Ranti.


" Maaf Nona, kamu manusia atau bukan? tanya gadis itu.


" Saya manusia biasa saja, umurku baru 18 tahun, jangan takut, setelah ini kamu akan bisa menikmati hidup, besok pagi anakmu akan kembali padamu", ucap Ranti.


" Terimakasih Nona, semoga saja anakku masih hidup", ucap gadis yang bernama Nazwa.


" Pastilah, sekarang mari ikut saya, kamu sekarang punya rumah baru, dan semuanya komplit, jadi malam ini juga kamu ikut saya", ucap Ranti.


Ranti membuat gadis itu tertidur dan memasukkannya kedalam Cincin Semesta dan Ranti lanjut terbang kearah rumah yang di sediakan Rose.


Hanya sekitar 10 menit mengudara, Ranti mendarat dan mengeluarkan mobilnya, setelah berada di kompleks Perumahan Citra Land Malang.


Tiba di gerbang, Ranti langsung menunjukkan dokumen dan kunci rumah kepada Security.


" Maaf Nona, tadi ada orang datang membawa mobil dan motor", ucap Security.


' Terimakasih pak, ini buat kopi dan beli rokok, nanti yang menempati rumah itu, adalah saudara saya, tolong bapak bantu menjaga rumah itu", ucap Ranti sambil memberikan uang sebesar 5 juta.


" Pak tolong antarkan saya ke rumah, ucap Ranti.


Ranti ingin memberikan uang lebih kepada pak Security itu, tapi dia tidak suka dengan 2 kawan pak Security lain disitu, hingga Ranti mengajak Security yang menyapanya.


Tiba dirumah, Ranti langsung turun dari mobil dan menghampiri pak Security itu dan memberikannya ATM senilai 25 milyar.


" Didalam ATM itu berisi 25 milyar, anggaplah itu gajimu, selama nanti menjaga saudaraku, dan ini handphone buat kamu dan anak-anak mu serta berikan yang ini kepada kedua teman kamu, dan jangan beritahukan soal ATM itu", tegas Ranti.


" 2 ATM yang ini buat biaya anakmu sekolah hingga lulus kuliah. sedangkan ATM 1 ini, khusus biaya hidup sehari-hari, tiap bulan akan saya berikan kamu gaji, sesuai gaji kamu di kompleks sini", ucap Ranti.


" Terimakasih Nona, saya pasti akan menjaga rumah itu dengan baik", jawab Security.


Setelah Security itu kembali pos, Ranti langsung menghentikan waktu dan mengeluarkan Nazwa.


Seketika Nazwa terkejut dengan rumah yang mereka datangi.


" Nona, apa benar ini menjadi milikku? tanya Nazwa.


" Ya dan ini dokumennya atas nama anak anda", ucap Ranti.


" Maaf Nona tahu darimana nama putri saya? lanjut tanya Nazwa.


" Itu tidak penting, pokoknya kamu tunggu saja, besok pagi orang saya akan membawa putri anda,


" Ini ambilah, ATM ini adalah untuk Deposito kamu, yang ini deposito atas nama anak anda, masing-masing ATM itu sudah saya isi 250 milyar, dan yang ini, 50 milyar untuk biaya kamu sehari-hari, tolong lanjutkan sekolah kamu, terakhir saya berikan kamu ruko, saya tahu kamu sangat ingin berusaha, maka saya berikan kamu modal usaha, sebesar 25 milyar", ucap Ranti.


" Astaga Nona, ini sangat banyak, aku bisa jadi sultan


", ucap Nazwa.


" Gunakan dengan bijak, dan mari saya make over kamu agar lebih Cantik", ucap Ranti, kemudian menjelaskan efeknya.


Dengan segera setelah Nazwa bersedia, maka Ranti memberikan Pill Regenerasi Fisik dan Jaringan Sel, serta Pill Penambah Kecerdasan.


Setelah lebih dari sejam, Nazwa terlihat lebih cantik.


" Sekarang ini buat kamu dan teteskan darahmu agar SIM ini bisa aktif", perintah Ranti.


" Terimakasih Nona, saya berjanji di kemudian hari saya pasti datang membantu Nona jika saya dibutuhkan", ucap Nazwa.


" Yavsuatu saat, pasti saya mencari kamu, dan kamu wajib menolong saya, ucap Ranti.


Mereka tidak tahu saat ini Ranti sedang mencari orang-orang yang nantinya dia pekerjakan di perusahaan miliknya.


" Sekarang ambil handphone dan tablet serta jam tangan, dan juga perhiasan ini, dan ini adalah Liontin dan cincin untuk putri anda, ucap Ranti.

__ADS_1


" Terimakasih Nona, ucap Nazwa sambil berlutut.


" Baiklah, sekarang saya pamit, kamu jangan kemana-mana besok, tunggu orang saya datang membawa putrimu, juga nanti ada 2 pelayan untukmu, agar kamu bisa fokus kuliah dan membesarkan anakmu", ucap Ranti dan naik kemobilnya, dan beranjak menuju Surabaya.


__ADS_2