SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN

SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN
Masalah Armando dan Salma di sekolah


__ADS_3

Malam berganti dengan pagi, hari ini adalah awal sekolah di semester ini, Ranti mulai aktivitas di kamar mandi dan berganti pakaian seragam sekolah dan turun ke lantai bawah.


Di meja makan semua kakaknya dan kedua adiknya sudah rapi dengan seragam sekolah dan juga Dewi.


" widihh, ganteng dan cantiknya, adik-adik kita ini, ucap Mercy


" Ia dong, sekarang Salma dan kak Armando sudah mau sekolah lagi, jadi harus cantik dan ganteng, kata Salma


hahahaha hahahaha


" Hebat sekali kamu Salma, pagi-pagi sudah buat kami bahagia, kata Darel


" Siapa dulu dong kakaknya, hahahaha, balas Salma


" Dompetnya jangan lupa, dan ini buat jajan, kata Ranti sambil memberikan uang seratus ribu kepada Salma dan Armando.


" Yati tugas kamu tunggu sampai mereka pulang dan ini buat kamu jajan selama kamu menunggu mereka, kata Ranti


" Terimakasih Nona Muda, kata Yati


" Bagaimana Yati, apa kamu terus mengasuh mereka berdua atau mau kerja di Perusahaan, tanya Ranti


" Maaf Nona Muda, sebenarnya saya sangat ingin bekerja di perusahaan, tapi kasihan Tuan Muda Kecil dan Nona muda kecil, biarlah setahun ini saya mengasuh mereka, kata Yati


" Terimakasih Yati, ini Tablet untuk mu, buat kamu tidak bosan menunggu mereka, jangan kuatir soal internetnya, pakai saja sesuka hati, kata Ranti sambil memberikan tablet merk Samsung.


" Terimakasih Nona Muda, jawab Yati.


" Begini, kamu lebih baik cari kampus bersama dengan Dewi dan sore harinya kalian bisa kuliah bersama, kata Ranti


" Baik Nona, dan terimakasih, tapi apa boleh saya ambil jurusan Akuntansi, tanya Yati


" Jurusan apapun silahkan, asalkan kamu nyaman dan bertanggungjawab dengan pilihan kamu, Karena saya tidak suka kalau plin plan, kamu mengerti, tegas Ranti


" Aku mengerti Nona Muda, aku ingin lanjutkan akuntansi karena di SMK itu jurusan saya, Yati


" Bagus kalau begitu, semangat ya, dan jangan pusing soal biaya, kata Ranti


" Terimakasih Nona Muda, ucap Yati


Selesai dengan sarapan paginya mereka segera menuju ke mobil yang sudah menunggu, 2 mobil Alphard siap mengantar mereka ke sekolah.


" Selamat pagi Tuan Muda kecil dan Nona Muda kecil, Paman Jumono siap mengantar kalian kesekolah, kata Pak Jumono


" Terimakasih paman, ayo kita berangkat, ajak Armando


" Paman, nanti mobil ku satu lagi, tolong bantu di mandikan ya, kata Salma


" Tenang saja Nona kecil, pasti paman mandikan biar bersih dan wangi, kata Jumono


Mereka semua tiba di sekolah, Dewi mengantar Armando dan Salma ke ruang kepala sekolah, serta mengantarkan beberapa dokumen yang belum lengkap.


Di gerbang sekolah SMA, Ranti bertemu dengan Tiara.


" Hai, bagaimana liburanmu di Jakarta, tanya Ranti ke Tiara


" Baik-baik saja dan sangat berkesan, apalagi Robin juga ikut jadi tambah senang.


" Baguslah kalau kamu senang, aku juga senang waktu ke China, sedangkan semua kakakku dan dua adikku mereka di Bali, kata Ranti


" Terimakasih ya transferannya, sangat banyak, kata Tiara


" Hanya 10 milyar sebagai hadiah tahun baru, Robin juga ku transfer sama, kak Sonia juga, dan jangan banyak komentar lagi, kata Ranti


" Aku sudah tahu, daripada nanti kamu sedih mendingan aku berterimakasih saja, kata Tiara


" Itu baru namanya temanku dan kakak iparku, tapi oleh-oleh buatku mana, kata Ranti


" Tenang nanti pas pulang sopirku akan membawanya, kata Tiara


Tiara dan Ranti memasuki ruang kelas, dan betapa kagetnya dia melihat Hilman dan Aldi duduk berdampingan dan saling suap-suapan roti.


" Ternyata ada pasangan yang fenomenal di kelas kita, kata Ranti sedikit berteriak


Aldi dan Hilman yang mendengar dan melihat Ranti, ketakutan dengan raut wajah pucat.


" Hilman, Aldi, kalian berdua kayak lihat hantu, tanya ketua Kelas


" Ranti... Ranti apa kamu baik-baik saja, kata Aldi terbata-bata


" Aku baik-baik saja, ada apa memangnya


" Tidak apa-apa, hanya tanya saja, kata Aldi


Kita ke Posisi 2 bocah


" Armando, Salma, Kak Dewi pulang dulu ya, kalian nanti kalau ada apa-apa ada Yati yang menunggu kalian berdua, kata Dewi


" Baik Kak, terimakasih sudah mengantar kami, kata mereka berdua


" Belajar yang rajin, biar keponakan kalian bisa belajar dari kalian, kata Dewi.


' Baik Kak, kata mereka berdua

__ADS_1


" Yati, tolong perhatikan mereka ya, kata Dewi


" Baik Nona Dewi, kata Yati


" Bu kepala sekolah, ini Yati yang mengurus ke adikku, dia akan menunggu hingga selesai sekolah, jadi tolong ijinkan Yati berada di area sekolah, kata Dewi sopan


" Silahkan, tidak apa-apa, disana ada lobby untuk menunggu, dan kalau butuh camilan di belakang ada kantin, kata Bu Indarwati


" Terimakasih kalau begitu, dan saya titip ke dua asik saya, kata Dewi


" Nak Armando dan Nak Salma nanti ikut Bu guru ke kelas kalian, Nak Armando kelas 3 dan Nak Salma Kelas 2, kata Bu Indarwati.


" Baik Bu, kata mereka berdua kompak dengan sopan


" Yati ini buat kamu jajan selama menunggu mereka, kata Dewi sambil memberikan uang 50 ribu


" Maaf Nona, tadi Nona Ranti sudah memberikan saya uang untuk jajan, kata Yati


" Sudah jangan menolak, saya juga tidak tiap hari mengantar mereka berdua, kata Dewi sambil memberikan uang ke Yati


" Terimakasih Nona Dewi, kata Yati


" Tolong perhatikan baik-baik mereka berdua ya, kata Dewi


" Pasti Nona, kata Yati


Kini Armando tiba di kelasnya, dan di bawa ke depan oleh wali kelasnya


" Anak-anak semuanya kalian kedatangan siswa baru, namanya Armando, kata ibu wali kelas.


" Armando silahkan perkenalkan diri kamu ke teman-teman semuanya, ucap ibu wali kelas.


" Selamat pagi teman-teman semuanya nama saya Armando Putra, cukup panggil saja Arman atau Ando,


" Kamu tinggal dimana dan sama siapa, tanya salah seorang murid


" Aku tinggal bersama dengan 5 kakakku dan 1 adikku, semuanya sekolah disini, dan kami tinggal di Puri Permata Resident.


" Kakakmu kelas berapa lanjut seorang siswa bertanya


" Kelima kakakku sudah SMA dan adikku kelas 2, jawab Armando.


" Apa kamu punya PS 5 dirumah, tanya seorang siswa lagi


" Punya 2, satu, untuk kakak saya dan satu lagi untuk saya.


Mendengar Armando mengatakan bahwa punya PS 5 ada 2, mereka semua tercengang.


" Kenapa kamu hanya tinggal dengan kakakmu, apakah orang tuamu, berada di luar kota


" Armando apakah kakakmu yang tadi itu bekerja, tanya wali kelasnya


" Ia kakakku bekerja di Kafe


" Apa kakakmu yang lain juga bekerja, tanya wali kelasnya


" Tidak, kata Armando.


" Kamu dan semua saudaramu kesekolah naik apa, tanya wali kelas itu


" Kami di antar Supir, kata Armando yang sudah mulai jengah.


" Apa ibu masih ingin bertanya soal keluarga saya, jika ingin silahkan tanya ke pengasuh saya nanti saya panggil sekarang.


Wali kelas terdiam, namun dia masih penasaran dengan Armando


" Halo kak Yati tolong datang kelas saya, ibu wali kelas saya ingin bertanya soal keluarga kita, kata Armando


" Baik Tuan Muda, kata Yati


" Tak berapa lama Yati tiba di kelas Armando


" Permisi Bu, saya Yati pengasuh Armando, apa ada yang ingin ibu tanyakan tentang Tuan Muda saya, tanya Ranti


" menurut jawaban Armando, katanya dia beserta saudara-saudaranya Yatim Piatu, sedangkan mereka semua sekolah disini dan Nina Yati tau biaya disini terbilang mahal, dan katanya hanya 1 kakaknya yang bekerja, jadi saya penasaran saja, kata wali kelas itu


" Maaf Bu, saya hanya mengasuh Tuan muda Armando dan Nona muda Salma, kakak mereka Dewi pengawas di kafe milik mereka sendiri, kalau perusahaan mereka memiliki perusahaan RPS Finance dan sementara membangun pabrik.dan juga membangun sekolah bertaraf internasional, di samping sekolah Budi Luhur, soal biaya Tuan Muda Armando sudah lunas 1 semester dan biaya-biaya yang sudah di lunaskan oleh kakaknya Tuan Muda, kata Yati


" Jadi mereka orang kaya, kata ibu wali kelas


" Apakah ibu sudah menghormati Tuan muda saya karena sudah tau siapa tuan muda saya, kata Yati tegas


" Bukan begitu maksud saya, kata wali kelas gugup.


Sementara Yati masih mengurus Armando, Salma juga menelponnya agar datang ke kelasnya


" Kak Yati, tolong datang ke kelas saya, ibu wali kelas ingin bertanya, kata Salma.


" Baik Nona Muda, tunggu sebentar, kata Yati


" Bu wali kelas yang terhormat, saya akan melaporkan ke Tuan Muda dan Nona-nona Muda saya, atas perlakuan anda terhadap Tuan muda Armando.


" Bukan saya merendahkan Armando, saya takut pendidikannya putus di tengah jalan, kata wali kelas itu ketakutan

__ADS_1


" Maaf Bu, jangan kira saya hanya pengasuh dan tak mengerti pertanyaan anda, apakah ibu kenal dengan Tuan Muda Darel, Nona Muda Mercy, Friska, Rindu dan Ranti, tanya Yati


" Oh jadi Armando ini adik dari mereka yang anak panti Asuhan, kata ibu wali kelas


" Nona Yati, mereka semua dari SD bersekolah disini dan anak Panti, dan mereka memang semuanya pintar hingga dapat beasiswa, tapi kalau kamu bilang mereka kaya dan punya perusahaan, tolong jangan membual, kata Bu wali kelas malah terang-terangan menghina.


" Baiklah Bu, jangan menyesal dengan tindakan ibu saat ini.


" Tuan Muda, kak Yati mau lihat Nona Salma dulu


" Baik kak, jawab Armando


" Kamu Armando cari tempat duduk yang kosong di belakang, perintah ibu wali kelas


" Kenapa saya harus duduk di belakang, di depan ada yang kosong, kata Armando


" Kamu tidak punya hak untuk memilih tempat duduk di depan, itu hanya khusus orang-orang kelas atas, kamu mengerti, kata wali kelas itu.


" Oh, ada yang seperti itu, berapa harga yang harus saya bayar agar bisa duduk di depan, tantang Armando


" Hanya orang yang bayar SPP full dan membayar full semua biaya disini.


" Baiklah, nanti saya kirim omongan ibu yang barusan ke kakak saya, terimakasih ibu Dinar yang terhormat.


Setelah melewati beberapa kelas, akhirnya Yati sampai di kelas Salma


Betapa kagetnya Yati melihat Salma masih berdiri, sementara sang guru sudah mulai mengajar.


" Permisi Bu guru, saya Yati pengasuh Nona Muda Salma, kenapa Nona saya masih berdiri, ini sudah hampir sejam, ibu membiarkan nona saya berdiri, apa ada masalah, tanya Yati sambil merangkul Salma


" Bukan masalah besar, saya hanya ingin tau keluarga Salma saja, apakah dia siswi beasiswa atau bukan, tanya wali kelas itu


" Harusnya anda tanya ke bagian administrasi, apakah menanyakan soal pembayaran adalah tugas guru, tanya Yati


" Memang bukan, tapi apa salahnya saya menanyakannya, agar saya lebih mengenal Salma, kata guru itu


" Seandainya nona saya dari keluarga miskin bagaimana Bu, tanya Yati


" Kalau dari keluarga miskin berarti saya tak perlu sungkan karena tidak ada yang bisa di andalkan, kata Yati


" Jadi maksud ibu, tidak bisa di andalkan masalah uang begitu ya Bu


" Kira-kira Seperti nona Yati, kata Bu guru itu


" Biasanya kalau anak orang kaya, berapa yang mereka berikan buat ibu, biar nanti saya sampaikan ke kakak Nona Salma.


" Sudahlah, aku sudah tahu, mereka semua hanya Yatim Piatu, jadi saya panggil anda kesini hanya mau katakan lain kali cari sekolah yang cocok dengan keuangan mereka, kata guru Salma


" Baik nanti saya laporkan ke kakaknya, semoga besok pagi ibu masih mengajar disini.


" Apakah Nona saya, bisa duduk dan belajar pelajaran anda atau bagaimana, tanya Yati


" Silahkan saja kalau mau, tapi saya jelas tidak akan memperhatikan Salma, kata wali kelas itu.


" Baiklah, kata Yati


" Nona Muda, apa masih mau belajar disini atau tidak, tanya Yati ke Salma


" Masih mau, tapi saya tidak suka dengan guru itu, dia sangat sombong, laporkan ke kak Ranti saja, kata Salma


" Maaf Nona Yati, siapa kakaknya Salma, tanya guru itu


" Semua kakaknya sekolah disini, 5 di SMA dan 1 lagi kelas 3, dan perlakuan wali kelas dia juga sama dengan ibu tapi ibu lebih parah, kakak Mereka Tuan Muda Darel, Nona Muda Mercy, Friska, Rindu dan Ranti Putri, merekalah kakak Nona Salma, kata Yati


" Oh mereka sekolah disini juga, memang sekolah ini banyak menerima beasiswa, kata guru itu


" Nona Salma, mari kita ke taman saja dan laporkan ke Nona Nona Ranti.


" Permisi Bu, Nona saya tidak ikut pelajaran anda, kata Yati


" Silahkan keluar, murid tidak penting juga, kata guru itu.


" Hati-hati ucapan Anda, jangan sampai saya laporkan ke Nona Muda Ranti


" Memangnya Ranti itu siapa, kata guru itu


" Bukan siapa-siapa hanya siswi kelas 1 SMA disini, terimakasih atas perlakuan ibu yang sangat baik, permisi, kata Yati dan langsung meninggalkan ruang kelas itu.


Yati yang sudah emosi langsung mengirim pesan ke Ranti dan seluruh majikannya.


Ranti karena masih ada kelas jadi belum bisa membuka handphone


Dewi yang membaca pesan Yati, langsung naik pitam.


Pak Jumono tolong kita kembali ke sekolah, adikku Salma di hina gurunya dan sekarang dia tidak mau dengan guru itu.


" Baik Nona, jawab pa Jumono


" Non Dewi mau kemana, tanya Bu Likha


" Adikku Salma di hina gurunya, dia sekarang tidak mau di ajari guru bodoh itu, kata Dewi emosional


Ibu ikut kalau begitu, jawab Bu Likha

__ADS_1


Akhirnya mereka bertiga langsung berangkat ke sekolah


__ADS_2