
" Baik Nona Muda, besok kedua kontraktor akan saya undang kesini dan mohon kehadiran dari tim Pemprov, agar kita bisa memulai dari awal Secara bersama", ucap Pak Supomo.
" Baik Pak, tapi nanti makan siang, kami meluncur dari kantor kesini", ucap perwakilan dari Pemprov Jateng.
" Baiklah, kita bertemu jam 2 siang di tempat ini", ucap Supomo.
" Maaf Nona, lalu kelanjutan bantuan bagi warga bagaimana? tanya salah seorang kades.
" Lanjutkan seperti pembicaraan awal, maksimal 1 bulan dari sekarang semua data kelompok tani sudah berkumpul, dan serahkan ke Pak Supomo,
Bapak-bapak dan ibu Kades, jika ada masalah jangan sungkan lapor ke pak Supomo, apa yang bisa kami bantu pasti kami bantu, tapi jika tidak bisa,pasti kami langsung menjawab tidak, agar tidak menjadi harapan bagi warga", ucap Ranti.
" Baik Nona, kami berterimakasih atas perhatian Anda bagi desa kami, saat ini, ada banyak warga kami di libatkan dalam pembangunan ini, ucap mereka.
" selama mereka ada kemampuan ya kita pekerjakan, dan pasti harus ikut aturan yang ada, ucap Ranti.
" Maaf Nona, sekali lagi mohon bantuannya, jika nanti perusahaan beroperasi tolong adakan klinik buat kami, desa terlalu jauh ke puskesmas sekitar 20 km", ucap seorang warga.
" wah kalau itu urusan pemerintah, bangunan bisa saya bantu tapi kalau pengadaan dokter atau perawat itu urusan pemerintah, di sini saya memang akan membangun klinik, tapi tidak tiap hari ada dokter, yang ada hanya perawat, yang menangani kecelakaan ringan saja", ucap Ranti terus terang.
" Maaf bapak ibu, untuk anggaran pengadaan Fasilitas kesehatan di disini, memang belum sama sekali belum ada anggaran, tapi saya coba masukkan ke anggaran tahun depan, ucap pak Bupati.
" Terimakasih Pak, kami sangat berharap fasilitas tersebut itu saja", ucap mereka.
" Awal tahun saya buatkan gedungnya, tapi peralatan dan dokter harap pihak pemerintah yang mengurusnya, nanti jika pabrik obat saya sudah beroperasi, akan saya bantu dengan obat-obatan walau tidak banyak", ucap Ranti.
" Baiklah, kami akan usahakan agar pemerintah provinsi mau memberi bantuan tenaga kesehatan", ucap Bupati.
Ranti akhirnya mengembalikan ATM ibu pejabat itu.
" Silahkan ibu ambil kembali ATM ini, dan ingat baik-baik kejadian hari ini", ucap Ranti
" Nona, saya Dito dan adik saya Dita, kami meminta maaf atas kecerobohan ibu saya, ucap mereka berdua.
" Baiklah, kalian berdua juga harus ingat, apa untungnya kita menjadi pejabatnya, dan apa ruginya kita bergaul dengan orang lain yang kurang beruntung, saya tidak berkeinginan jadi pejabat atau menjadi tenar, lebih baik hidup seperti ini, kemana - mana bebas, lihat saya perempuan dari Surabaya saya datang sendirian naik mobil, pesawat pribadi bukan sombong aku punya 2, bahkan perusahaan pembuatnya aku punya, helikopter Pribadi aku juga punya sekarang ku biarkan kakak saya menggunakannya, saya lebih bebas berkeliaran sendiri, hari ini kalian bisa melihat saya berpakaian seperti ini, itu karena saya menghargai para pejabat, jika hanya internal saja, aku lebih senang berpakaian kaos dan celana Cargo, simpel dan lebih nyaman", ucap Ranti.
" Terimakasih Nona, sudah membuka wawasan kami, ujar Dito.
" Ya sudah, mari kita nikmati makanan yang ada", ucap Ranti.
Tiba-tiba Handphone Ranti berdering.
" Ya dek ada apa, apa sudah sudah selesai ujian semester nya? ucap Ranti.
" Sudah Kak, ayahku tadi di keroyok sama sama sepupunya, tapi untunglah ayah ku tidak apa-apa, CCTV di kios kami di rusak oleh mereka, apalagi mereka membawa banyak orang, Aisyah mau tanya, apa Memory penyimpanan yang rusak bisa di perbaiki dan datanya bisa diambil, Tanya Aisyah.
" Ya sudah kakak kirim orang kesana nanti biar dia yang urus, kamu jangan bertindak apapun nanti justru kamu yang disalahkan, biar Polisi saja yang mengurus mereka", ucap Ranti.
" Ia Kak, tapi nanti malah mereka datang lagi, ucap Aisyah.
" Kamu panggil pengawalmu agar mendekat ke kios kalian, minta mereka berjaga 24 jam, tekan tombol darurat, pasti mereka merapat", ucap Ranti.
" Baik kak, tapi kasihan ayah kak", ucap Aisyah sambil menangis.
" Ia sayang, biar orang kakak yang mengurus mereka, nanti CCTV nya orang kakak juga yang akan memperbaikinya, sudah jangan sedih lagi, ambil air yang di tempat biasa kasih minum buat Ayahmu, dan suruh minum Juice Buah yang biasa kamu minum, pasti paman akan lebih segar", ucap Ranti.
" Terimakasih kak, maaf mengganggu waktu kakak", ucap Aisyah.
" Sama-sama sayang, kamu adikku jadi tidak mengganggu kakak, kakak pastikan mereka masuk penjara", Ucap Ranti dan mematikan Handphonenya.
" Aplikasi Mata Dewa cek CCTV di kios Aisyah pulihkan datanya, nanti biar Tim Rose yang selesaikan, dan tunjukkan koordinat mereka semua
__ADS_1
" Baik Tuan, mereka semua saat ini ada di rumah Utama, masih berkumpul, 4 wanita dan 6 laki-laki," balas Aplikasi Mata Dewa
" Terimakasih, tolong bergabung dengan Mind Ruler, aku ingin menghukum mereka berbuat hal yang menjijikan, tolong di rekam perbuatan mereka", perintah Ranti.
Ranti mensinkronkan Mind Ruler dan aplikasi Mata Dewa serta Mata Semesta.
" Tekan jaringan otak nafsu binatang mereka, biar mereka berpesta layaknya film dewasa", Perintah Ranti kepada Mind Ruler dan aplikasi Mata Dewa.
Selesai memberi perintah, Ranti melanjutkan acara makan bersama dan ngobrol santai dengan para pejabat yang ada,
" Nona, lahan untuk membangun bak utama untuk masing-masing desa sudah ada, begitu juga untuk bak penampungan ke rumah warga, sudah selesai kami tentukan, lapor Keempat Kepala Desa.
" Bagus itu, tap harap bersabar sedikit, waduknya belum selesai, kami akan bangun bak besar Utama, air minum para pekerja, dan nanti kita salurkan ke penampungan utama untuk keempat desa. Baknya mungkin Selesai 4 bulan lagi, jadi mohon bersabar", ucap Ranti.
" Ia Nona, kami sendiri menyaksikan para pekerja yang sedang bekerja, kami bahkan sudah mulai dan beberapa pipa sudah kami tanam, pipa yang di beli pak Supomo sesuai standard PAM, ucap mereka.
" Terimakasih sudah Membantu meringankan pekerjaan anggota saya", ucap Ranti dengan sopan.
Ibu pejabat hanya bisa diam mendengar obrolan keempat kepala desa bersama Ranti dan di dengar oleh segenap warga yang duduk bersama mereka, dengan suasana bahagia.
Warga keempat desa terlihat sangat bahagia, dengan hadirnya Perusahaan Ranti di daerah mereka, warga juga sudah berjanji akan bertani Kedelai dan Jagung seperti permintaan Ranti.
" Bapak ibu semuanya, jangan takut produksi kalian tidak terjual, bibit kedelai dan jagung yang akan saya berikan adalah jenis unggul, pupuk yang saya jual kepada kalian itu adalah kelas ekspor dan ramah lingkungan, soal hasil kalian bisa lihat saat panen nanti",ucap Ranti.
" Maaf Nona, kami disini di rugikan terus oleh para tengkulak, kami memang butuh uang, mereka datang memberi kami pinjaman dan memotong pada hasil panen dan menambahkan bunga 30%, ya otomatis kami tidak bisa berdaya", ucap para petani.
" Karena mereka orang yang serakah. Percayalah, jika kalian butuh uang silahkan jaminkan hasil panen kalian kepada perusahaan saya, dan bunganya 5% untuk pembangunan desa kalian bukan buat saya, bagaimana apa kalian setuju dengan saran saya? Ucap Ranti.
" 10% pun kami setuju, ucap para petani, tapi apa Nona tidak rugi ? tanya mereka.
" Ya tidaklah, uang saya kembali dengan utuh, saya juga dapat jagung dan Kedelai, keuntungan saya adalah bahwa saya dapat jaminan pemasukan bahan baku untuk produksi pakan ternak, itu saya sudah untung banyak", ucap Ranti.
" Kok bisa untung, bagaimana hitungannya? tanya mereka penasaran.
" Wah, hati Nona sangat mulia, sudah keluarga kami ada harapan pekerjaan, kami juga petani yang tidak akan kesulitan menjual produksi kami, Terimakasih Nona Muda, kami berjanji akan menjaga perusahaan dan bekerja untuk memenuhi kebutuhan bahan baku pabrik pakan Ternak anda", ucap mereka.
" Terimakasih bapak-bapak, tolong doakan agar Peternakan saya bisa maju, kelompok tani kalian bisa datang ambil daging dan telur kemudian jual keliling, pasti untung, kami akan jual kepada kalian harga spesial, jadi kalian bisa untung lebih", ucap Ranti.
" Maksudnya bagaimana Nona Muda? tanya mereka.
" Sambil menunggu hasil panen jagung dan kedelai, kalian bisa berdagang Daging Ayam dan Telur keliling, Jadi kalian ambil barang dari perusahaan saya dengan harga yang bisa untuk di jual lagi, kalian keliling tiap kampung, 3 hari sekali atau seminggu sekali dengan harga jual seperti di pasar, nah kalian pasti untung, tapi harus di kelola oleh kelompok utama, yang di pimpin oleh pak kades" ucap Ranti.
" Wah jadi gak kebayang nantinya kami bisa makmur, terimakasih Nona Muda, kami akan belajar berdagang, jadi kamu punya pendapatan sampingan", ucap mereka.
" Nah dengan begitu bapak-bapak, tidak akan terlilit hutang, bahkan pendapatan sampingan kalian, sudah mampu menjadi modal dan juga bisa menyekolahkan anak-anak kalian, siapa tahu 10 tahun ke depan, yang jadi Petinggi Peternakan saya adalah warga dari desa kalian", ucap Ranti memotivasi.
" Amin, ucap mereka serentak.
" Kalian tenang saja dan percayalah, omongan hari pasti akan berlaku, saya hanya minta, tolong setelah makmur kalian tetap hidup rendah hati, jujur dan setia, selalu ingat siapa penolong kalian, lihatlah kades kalian yang berjuang, mereka membuang rasa malunya untuk meminta kepada saya agar warganya di beri pekerjaan, juga bantu carikan solusi agar kalian ada pendapatan sampingan, mereka lakukan semua itu demi kalian, apa kalian tega mengkhianati ketulusan kades kalian, camat kalian juga Bupati kalian, saya harap bapak-bapak mengerti maksud saya", ucap Ranti.
" Kami akan mendengarkan arahan Nona Muda, kami bahagia sekarang, walau hari ini dan 3 bulan kedepan kami belum mendapatkan hasil, tapi kami bahagia karena memiliki harapan cerah dimasa depan", ujar para Petani.
" Saya berjanji, akan terus membantu kalian hingga maju, saya juga bermimpi ingin melihat rumah - rumah kalian sudah bagus, jadi berusahalah dan tetap semangat, taat dalam beribadah, pasti rezeky akan di berikan dan jangan lupa berbagi disaat kalian sudah mampu.
Kepada siapa kalian harus berbagi, otomatis kepada desa kalian, kalian bisa menyumbang untuk banyak hal di desa, hanya itu permohonan saya kepada kalian", ucap Ranti.
" Terimakasih Nona Muda, pikiran kami sudah terbuka, kami akan selalu hidup sebagaimana biasa kami hidup, sombong tidak akan membuat kami kaya", ucap mereka.
" Saya senang mendengarnya, dan ingat baik-baik, kalian mulai hari ini adalah mitra kerja perusahaan saya, mari kita berbisnis dengan tidak saling curang, agar kerjasama tetap terawat", ucap Ranti.
Ibu pejabat itu, merasakan hangat mendengar omongan Ranti, dia mulai sadar bahwa dia selama ini hanya memanfaatkan rakyat kecil demi bisa jadi pejabat.
__ADS_1
" Nona Ranti, apa masih ada ruang untuk saya agar bisa membantu mereka? tanya ibu pejabat itu.
" Sangat banyak ruang yang tersedia, tinggal komitmen ibu, mungkin ibu bisa mengupayakan membangun klinik untuk empat desa ini, ibu bisa membantu dengan memberikan masukkan kepada pemerintah pusat, ibu bisa datangi lokasi-lokasi yang belum tersentuh, pasti ibu jadi pahlawan buat mereka, jika sudah seperti itu, posisi ibu sebagai perwakilan mereka tidak akan ada yang mengambilnya, warga dengan suka rela memilih anda untuk jadi wakil mereka, percayalah.
Caranya, buat Tim terpadu, bagaimana bisa dapat uang, tayangkan program ibu di Chanel YouTube, maka Tim anda pasti bisa mendapatkan gaji, dan dari situlah ibu berpromosi dengan menyuarakan kebutuhan masyarakat, itu pasti lebih menyentuh hati para pemilih ibu, tanpa ibu bayar pun mereka pasti memilih ibu, percayalah, kekuatan media sosial luar biasa", ucap Ranti.
" Terimakasih Nona, jadi lebih luas pemahaman saya, saya berjanji akan memperbaiki kinerja saya, dan segera membangun Tim, jadi biarpun saya di Jakarta, tapi Tim saya tetap bekerja", ucap ibu itu.
" Nah, Itu maksud saya, mudah kita meraih sesuatu, tapi jauh sulit mempertahankannya, ucap Ranti.
Akhirnya tepat jam 2 siang acara Pertemuan itu berakhir, dan di penghujung acara, ibu pejabat berdiri dan meminta maaf atas tindakannya yang hampir membuat warga desa tidak dapat bantuan.
" Jangan kuatir Bu, kami percaya anda orang baik, mari berjuang bersama kami rakyat kecil, ujar para warga yang memaafkan ibu pejabat itu.
" Terimakasih atas kebaikan kalian, saya akan berjuang agar sarana kesehatan dan pendidikan disini bisa terealisasi, berikan saya kesempatan untuk memperbaiki kinerja saya, ucap ibu itu dengan tulus.
" Silahkan Bu, kami tetap mendukung ibu, jadilah ibu buat kami dan terus merawat kami", ucap para warga.
Seketika bangsal itu berubah menjadi seperti suasana kampanye.
Para pejabat dan tamu undangan sudah pulang, sebelumnya Ranti memberikan 500 ribu kepada warga yang datang, dan paket sembako.
Kini tinggallah Ranti dan keempat kades, mereka masih membahas tentang air dan perkembangannya.
Para Kades sangat antusias, karena masalah terbesar bagi warga mereka adalah air bersih.
Selesai dengan semua hal di Lokasi Pembangunan Peternakan, akhirnya Ranti kembali menuju Surabaya, dia melewati berbagai lahan perkebunan rakyat, dengan hati gembira dia terus mengendarai mobilnya.
Lagi asyik menyetir, Ranti mendapatkan notifikasi dari Rose.
* Tuan sekitar 500 meter lagi, ada sebuah keluarga berjumlah orang sedang kelaparan, anak mereka tidak bisa lanjut sekolah karena tidak punya seragam, padahal mereka harusnya sudah lulus SMA, mereka anak gadis yang satu berumur 19 tahun dan satunya lagi 17 tahun, mereka korban perampasan lahan, dari sebuah perusahaan, Pihak keluarga ini di tipu perusahaan itu sudah 5 tahun, tanah mereka tidak di bayar, berikan bantuan buat mereka, jika malam ini mereka masih disitu, kedua anak gadis itu akan di culik, Rose bisa merasakan nya Tuan, Rose akan berikan hadiah besar kepada Tuan jika mau membantu mereka
Bahkan warga sekitar tidak ada yang mau membantu mereka, Kepala Desa mereka orang bejad, dia ingin salah satu dari kedua anak gadis itu", ucap Rose.
" Siapkan makanan, dan Carikan apakah di sekitar sini ada perumahan atau rumah warga yang hendak di jual", ucap Ranti.
" 3 km kedepan sudah kota kecamatan dan masuk wilayah Sleman, ada 1 rumah yang hendak di jual, sampingnya ada bekas toko, saat ini pemiliknya sudah punya rumah baru dan Toko yang lebih besar, jadi mereka berniat menjualnya seharga 1,5 milyar, luas tanah 2500 meter, suratnya lengkap", ucap Rose.
" Baiklah Tolong hubungi pemiliknya, saya mau beli untuk keluarga ini, tolong siapkan ATM 5 buah, 4 ATM masing-masing isi dengan jumlah 20 Milyar, 1 ATM lagi isi 50 milyar, terakhir buatkan 3 rekening deposito masing-masing 100 milyar, siapkan juga SIM, 4 mobil, 1 mobil pickup, 3 Toyota Raize, Ambil dari Dealer Grace, 4 unit Motor Nmax, terakhir tolong atur semua dokumen sekolah mereka", perintah Ranti.
" Baik Tuan, untuk rumah sudah, mereka siap bertemu, 1,5 jam lagi, mobil 3 jam lagi sampai, tuan tinggal membayarnya, untuk dokumen sekolah, butuh 1 Minggu, jawab Rose.
" Baik terimakasih Rose", ucap Ranti, sambil memarkir mobil di depan gubuk reyot milik keluarga itu.
Ternyata lokasinya benar-benar susah, jika hujan pasti mobil tidak bisa lewat, dan lahan milik seorang pengusaha dari Jakarta, jelas tertulis nama perusahaannya.
" Selamat Sore, sapa Ranti saat berada di depan pintu.
Betapa sedihnya Ranti melihat keempat orang itu duduk berkerumun sambil memakan ubi singkong rebus dan daun singkong rebus beserta garam.
Keempat orang itu kaget dan kesan ketakutan terlihat di wajah mereka, Ranti sangat sedih melihatnya, apalagi melihat baju mereka yang sudah beberapa hari tidak di ganti.
" Rose siapkan baju 4 potong untuk mereka taruh di mobil, juga sendal, saya akan make over mereka sekarang", Perintah Ranti.
* Dengan senang hati Tuan, di alun-alun kecamatan itu juga ada toko pakaian, tidak mewah tapi lumayan berkelas", jawab Rose.
" Baiklah selesai bayar rumah dan mobil saya akan belanjakan pakaian buat mereka", ucap Ranti.
" Jangan takut, saya Ranti Putri, saya ingin membantu kalian, duduklah dan ini makanan dan minum untuk kalian", ucap Ranti.
" Apa kamu tidak akan di menyiksa kami, pernah ada yang bawa makan, setalah kami makan, disuruh bayar, karena tidak bayar, kami di pukul", ucap salah satu anak gadis itu
__ADS_1
" Saya tidak akan menyiksa kalian, hari adalah hari terakhir kalian menderita, selesai makan, saya akan merubah kalian dan kalian bisa punya rumah baru, dan kalian berdua bisa sekolah lagi, bapak dan ibu bisa membuka toko, percayalah", ucap Ranti.