SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN

SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN
Keluarga Istri pak Jumono di Sidoarjo


__ADS_3

Kedua Anak Gadis kembar Sarwono, adik kandung Bu Jumono, mengalami penyakit kulit, hingga semua teman sebayanya tidak mau berteman dengan mereka.


" Tuan kedua gadis itu, terkena guna-guna, jadi sebelum mengobati mereka, Tuan harus membakar rumah lama keluarga Sarwono, dan hari ini juga Tuan harus segera mengambil boneka mereka berdua yang di jadikan media untuk mengguna- guna mereka, dan tuan harus membunuh dukun itu, sudah banyak korban jiwa yang melayang di tangannya", lapor Aplikasi Mata Dewa.


" Baiklah", nanti saya eksekusi", Balas Ranti.


" Nona, kesembuhan kedua anak kembar itu, hanya akan bertahan 6 jam setelah anda sembuhkan, jadi segera eksekusi dukun itu agar kesembuhan mereka bisa permanen, dan orang yang meminta agar kedua gadis itu guna-guna adalah Pak Lurah dari desa ini, yang diam-diam merupakan predator gadis muda", Lanjut Aplikasi Mata Dewa melaporkan.


" baiklah, sekarang arahkan Drone agar membakar pak lurah, dukun dan juga rumah lama Sarwono, bagaimana apa bisa demikian", tanya Ranti.


* Maaf Tuan, kalau dukun itu, harus Tuan yang membakarnya langsung, bersama seluruh media yang di pakai untuk mengguna-guna orang lain", timpal Rose.


" Oh baiklah, saya akan lakukan sendiri, tapi apakah setelah aku mengeksekusi nya bisakah aku menenggelamkan nya", ucap Ranti.


* Silahkan, tidak masalah, dan bahkan akan lebih baik", jawab Rose.


Ranti pun segera, melaksanakan proses penyembuhan keluarga Sarwono, dia tidak menjelaskan soal guna-guna yang menimpa kedua anak gadisnya.


Tak berapa lama, terdengar juga teriakan- teriakan keluarga Sarwono.


Sedangkan di kediaman Pak Lurah, dia sedang tertidur setelah puas berhubung intim dengan salah satu pembantunya.


Drone segera masuk ke kamar pak Lurah itu dan tanpa basa-basi langsung menembakkan api warna Hitam ke tubuh pak Lurah itu.


Seketika pak lurah terbangun dan berteriak sambil lari keluar dari kamarnya.


Rumah yang di jadikan kantor juga, yang saat ini sedang banyak orang, langsung gempar melihat tubuh pak lurah yang mulai hangus dan tergeletak di teras rumahnya, dan secara perlahan-lahan, api hitam itu membakar seluruh tubuh pak lurah hingga menjadi abu.


Pak Jumono yang sedang berada disana juga terkejut, dia lagi berbincang dengan pegawai Bank BP3N, perihal mengajak Keponakannya pulang.


Warga dan pejabat kelurahan ada yang pingsan karena melihat kejadian itu, dan mau tidak mau mereka melaporkan kejadian itu ke kantor polisi dan jug kepada istri pak lurah yang saat ini sedang bekerja.


Selesai dari rumah pak Lurah, Drone berangkat menuju rumah lama Sarwono yang terlihat sudah tidak terawat, dan langsung di bakar dengan api merah, hingga menimbulkan kehebohan.


Sementara saat ini keluarga Sarwono sudah selesai proses pengobatannya, tinggal menunggu mereka yang sedang mandi.


Selang 30 menit kemudian, keempat orang itu keluar dari kamar dan terlihatlah perubahan yang terjadi, kedua gadis kembar itu ternyata aslinya adalah gadis yang sangat cantik, pantas saja pak lurah sangat ingin memiliki mereka.


Lagi asyik mereka mengobrol, datanglah tetangga dan mengatakan bahwa rumah Sarwono terbakar.


Tapi Sarwono dan keluarganya tidak menggubrisnya, rumah mereka berada agak jauh dengan tetangga, apalagi rumah itu terbuat dari kayu, dan juga tidak ada barang penting disana.


" Paman biar aku saja yang datang kesana ucap Julius.


" Dek aku temani, ucap anak laki-laki tertua Marwoto.


Tak lama berselang, Jumono datang bersama anak gadis Marwoto.


" Ayah, ayah sudah sembuh", ucap anak gadisnya Marwoto.


" Ia nak, ayah di obati oleh Nona Muda, majikan pamanmu Jumono, dan coba kamu lihat Gloria dan Victoria kini sudah sembuh dari penyakitnya", ucap Marwoto.


" Syukurlah kakak berdua sudah sembuh dan kembali menjadi cantik seperti dulu. Paman dan bibi juga sudah terlihat lebih sehat", ucap Anak gadisnya Marwoto.


" Ya sudah sekarang Susanti Suteja dan kamu sekalian, saya bantu agar lebih cantik lagi", ucap Ranti.


" Baiklah Nona Muda, jawab Anggi anaknya Marwoto.


" Anggi kamu bantu Susanti ya", ucap Ranti.


" Biar ibu saja yang membantu calon menantu ibu", ucap Bu Jumono.


" Ya sudah Kalau begitu, saya tidak punya banyak waktu, ucap Ranti.


" Susanti, rasanya akan sangat menyakitkan dan matamu akan terasa panas, jadi bertahanlah, dan fokus saja pada masa depanmu bersama dengan Dominikus", ucap Ranti menyemangati Susanti.


Kedua orangtua Susanti tidak tahu apa-apa saat Susanti di bawa oleh Dominikus dan Leonita, mereka sangat percaya pada Dominikus, apalagi dengan hadirnya Leonita, jadi mereka tidak kuatir Susanti pergi dari rumah mereka bersama dengan kedua kakak beradik itu.


Ranti segera meneteskan Embun Pohon Kehidupan ke mata Susanti dan mendiamkan selama 2 menit, hingga mata Susanti mulai terasa panas, disaat itu juga Ranti memberikan Pill Regenerasi Fisik dan Jaringan Sel kepada Susanti dan Anggi.


* Tuan, ada kacamata di didalam ransel anda, Nona Susanti wajib menggunakan kaca mata saat berada di luar ruangan selama 1 bulan, agar jangan sampai kena debu", ujar Rose.

__ADS_1


Dominikus yang mendengar suara Susanti hanya mampu meneteskan air matanya, dia berdoa agar Susanti mampu melewatinya.


Ranti juga mengedarkan Energi Positif kepada dua gadis itu yang sedang beradu teriakan.


Anggi lebih dulu selesai prosesnya dan langsung berendam di bak air, Ranti membagi tenaga untuk mengaktifkan elemen apinya agar air di kamar mandi tetap hangat.


Selesai Anggi mandi dia berganti pakaian dan keluar dari kamar mandi dan melihat keadaan Susanti.


Akhirnya Susanti sadar dan meminta air. kemudian di antar Bu Jumono ke kamar mandi dan berendam, tapi Ranti memerintahkan agar jangan memaksa membuka matanya.


Ternyata mata Susanti seolah lengket karena efek dari Embun Pohon Kehidupan.


Setelah 20 menit di kamar mandi, akhirnya dia yang di bantu oleh Bu Jumono keluar dari kamar dengan mata yang masih tertutup.


" Nona Muda, boleh aku meraba wajah Dominikus sebelum saya membuka mata", ucap Susanti.


" Kalau itu tanya sama Dominikus", jawab Ranti.


" Dek, mas disini", ucap Dominikus.


Susanti meraba wajah Dominikus dengan lembut.


" Terimakasih mas, terimakasih sudah membuat saya bahagia, Santi berjanji jika hari ini bisa sembuh, Susanti selamanya akan mencintai mas seorang", ucap Susanti tanpa malu-malu.


" Ia, mas percaya, dan jika tidak sembuh juga, percayalah mas akan tetap mencintai Santi", ucap Dominikus.


" Terimakasih mas", jawab Susanti.


" Susanti, apa kamu sudah siap, melihat wajah tampan Dominikus? tanya Ranti.


" Sudah Nona Muda", Jawab Susanti mantab.


Ranti kemudian meneteskan embun Pohon Kehidupan ke mata Susanti.


Dan perlahan-lahan, mata Susanti yang tadinya lengket kini mulai normal kembali, dan keluarlah airmata bercampur selaput yang sangat tipis dari mata Susanti.


" Basuh mata kamu dengan air ini", ucap Ranti sambil memberikan gelas berisi air bercampur air surgawi.


" Mas, kenapa kamu sekarang kurus, tidak seperti dulu saat aku masih sehat", ucap Susanti dengan raut muka sedih melihat Dominikus yang kurusan.


" Tidak apa-apa, hanya tugas kuliah yang banyak dan praktek juga hingga mas kurang tidur", ucap Dominikus berbohong.


Dia sibuk mencari artikel untuk pengobatan mata Susanti.


" Bagaimana perasaan kamu sekarang? tanya Ranti.


" Sangat bahagia, akhirnya aku bisa melihat orang selama ini menjadi penyemangat saya untuk bertahan hidup selain orangtuaku", ucap Susanti.


" Terimakasih Nona Muda, Susanti siap jika Nona meminta bantuan kepada saya", Ujarnya.


" Saya hanya minta kamu, selalu menyayangi Dominikus dan jangan mengkhianati ketulusan cintanya kepadamu", ucap Ranti.


" Saya wanita paling beruntung di cintai oleh mas Dominikus, dan saya juga akan jadi wanita paling jahat sedunia serta bodoh kalau mengkhianati ketulusan mas Dominikus, justru saya tidak akan melepaskannya", ucap Susanti yang tak malu memeluk Dominikus di hadapan banyak orang.


" Saat kamu cacat saja aku tetap setia kepadamu, apalagi sekarang kamu sudah sembuh", ucap Dominikus.


" Ya sudah, ini untuk pak Marwoto dan keluarga, Pill ini namanya Pill Penambah Kecerdasan dan Memperkuat Jaringan Otak, dan juga SIM, silahkan telan terlebih dahulu Pill nya, kemudian teteskan darah kalian di SIM ini, dan biarkan sensasi hangat.


" Dan ini juga buat keluarga pak Sarwono, lakukan seperti keluarga Marwoto.


" Dan ini buat Susanti, dan kotak ini berisi Pill dan Serum untuk keluarga kamu, baca aturan pakainya.


" Pak Marwoto dan istri, ambil ATM ini berisi 25 milyar Deposito Berjangka, dan 2 ATM juga berisi masing-masing 5 milyar untuk pemakaian hari-hari, dan 1 ATM lagi berisi 10 Milyar untuk kalian gunakan membuka usaha.


Ini untuk kalian bertiga, saya berikan masing-masing 3 ATM, yang 1 berisi 20 milyar untuk Deposito berjangka dan 1 ATM berisi 5 milyar untuk biaya sehari-hari, dan 1 ATM berisi 5 Milyar untuk biaya kuliah, tidak apa-apa terlambat yang penting sekarang kalian daftar kuliah.


Saya juga menghadiahkan kalian berdua laki- laki-laki masing-masing mobil, Toyota Raize dan Motor Nmax terbaru, sedangkan Anggi, 1unit Toyota Yaris dan motor Nmax. Begitu juga dengan Pak Marwoto dan istri, saya hadiahkan mobil 1 Unit Toyota Corolla Cross dan 2 unit motor Nmax.


Ini buat Keluarga Sarwono, saya juga menghadiahkan Deposito sebesar 25 Milyar, dan masing-masing kalian suami istri seorang 5 Milyar untuk biaya sehari-hari, dan 10 milyar untuk buka usaha, serta 1 mobil Toyota Corolla Cross dan 2 unit motor Nmax.


Dan ini buat kedua anaknya Sarwono, masing-masing Deposito 20 Milyar dan 5 Milyar untuk biaya sehari-hari, sedangkan baya pendidikan sebesar 5 Milyar, ambil paket C dan lanjut kuliah

__ADS_1


Kedua anaknya Sarwono juga sama, masing-masing 1 unit Toyota Yaris dan 1 unit motor Nmax.


Dan khusus buat Sarwono dan Marwoto, ambil uang ini untuk renovasi rumah dan membangun rumah, masing-masing 5 Milyar.


Sedangkan untuk Susanti, saya berikan Deposito Berjangka 15 Milyar dan 5 Milyar untuk biaya sehari-hari dan 3 Milyar untuk biaya kuliah, kamu juga bisa mengajar di sekolah Bintang Timur, terserah mau disini atau di Surabaya.


Dan ini cek untuk kedua orang tuamu, sebesar 10 Milyar dan 5 Milyar untuk orangtuamu menambah modal warung kelontongnya.


Sedangkan untuk kedua kakakmu saya berikan 5 milyar agar mereka bisa membangun rumah sendiri, dan 2 milyar untuk modal mereka dalam berjualan ikan segar.


Tak lupa juga, saya berikan kedua orangtuamu 1 unit mobil Toyota Avanza Veloz, sedangkan kedua kakakmu mobil Toyota Cayla, dan mereka semuanya mendapatkan Motor Nmax.


Sedangkan kamu sendiri, saya berikan Toyota Yaris dan motor Nmax.


" Terimakasih Nona Muda, kami akan menggunakan uang pemberian anda dengan baik dan sesuai arahan mu.


" Sama-sama, dan kalian tunggu besok karena semua kendaraan akan tiba besok", ucap Ranti.


" Karena semuanya sudah mendapatkan hadiah, maka saya mau pamit ke rumah Zumrotin dan Zahra, mereka adalah alasan aku berkunjung ke desa ini.


" Oh hampir lupa, Anggi kamu segera daftar kuliah, dan fokus kuliah saja, akhir bulan kamu resign, dan untuk kalian semua, saya harap kalian wajib kuliah 4 tahun", ucap Ranti.


" Maaf Nona Muda, Susanti sudah memilih kuliah di Surabaya dan maunya di universitas negeri Surabaya", ucap Susanti.


" Baiklah, saya akan suruh orang untuk mengatur paket C kamu, dan mendaftarkan kamu di universitas itu", ucap Ranti.


" Kamu juga Anggi, mau kuliah jurusan apa? tanya Ranti.


" Saya ingin bekerja di Bank dan maunya kuliah di Surabaya, boleh gak Nona Muda saya kuliah di universitas Petra", ucap Anggi.


" Silahkan saja, toh biayanya sudah saya berikan, gunakan dengan baik", ucap Ranti dan beranjak keluar dari rumah Marwoto.


Sepeninggal Ranti, Marwoto dan Sarwono memberondong Dominikus dengan berbagai pertanyaan, Julius dan Leonita duluan jalan ke rumah Zahra, jadi tinggal Dominikus di rumah itu bersama kedua pamannya.


" Domi, seberapa kaya bos Ayahmu, hingga kalian saja bisa hidup mewah, dan memangnya berapa gaji Ayahmu, bukan paman meremehkan, ayahmu itu sangat akrab dengan kami sebelum menikah dengan ibumu", ucap Marwoto.


" Nona Muda Ranti paling kaya dari 11 bersaudara, ayah tidak beritahu jumlah pasti kekayaan Nona Muda Ranti, yang jelas seluruh pelayan dan yang bekerja di rumahnya, memiliki uang yang sangat banyak, bukan sombong ayah tahun ini saja ayah mendapatkan bonus hampir 4 triliun, belum tahun - tahun sebelumnya, kalau gaji hanya 7,5 juta perbulan saja, dan itu sudah gaji tertinggi untuk seorang sopir pribadi.


" Ayahku, tidak di ijinkan untuk keluar dari rumah Nona Muda, tugas ayah mengantar jemput Tuan Muda Armando dan Salma yang saat ini masih SD, ayah juga tidak mau keluar dari pekerjaannya walau uang kami sudah sangat banyak, asal paman tahu saja, Tuan Muda Armando dan Nona Muda Salma, mereka berdua masing-masing memiliki uang lebih dari 1000 triliun, uang jajan tiap bulan 250 juta, tiap Minggu ayah di kasih uang sama mereka berdua 5 juta, padahal mereka sendiri jarang pergi kemana-mana.


" Zahra dan Zumrotin itu sekarang kuliah di universitas Katolik Widya Mandala Surabaya, selesai kuliah mereka akan pindah kerja ke perusahaan milik Nona Muda Ranti yang sangat banyak.


Uang mereka berdua saja sudah mencapai 7 triliun, padahal gaji pelayan hanya 7 juta bersih, belum pemberian dari saudara-saudaranya Nona Muda yang tak kalah baik hati", ucap Dominikus.


" Pantas saja, aku lihat Zumrotin saat pulang kesini dia menggunakan handphone iPhone 14 Promax, baju mereka juga sangat bagus", ucap Anggi.


" Mereka dirumah Nona Muda, makan makanan yang sama dengan para nona dan Tuan Muda, daging sapi yang mereka makan adalah sapi Wagyu, kiriman dari peternakan nona Muda Ranti di Cirebon, susu juga kiriman dari Bandung, pabrik susu nona Muda.


Kalau pakaian, Nona Muda sering belikan mereka sebagai hadiah dari Jakarta atau luar negeri, intinya para pelayan di manjakan oleh mereka.


" Ayah saja, punya tas, dompet hingga ikat pinggang merek Hermes dan Gucci, tapi kami tidak boleh menggunakannya, Kaos yang ayah pakai tadi itu merek Lacoste asli, sedangkan jeans itu merek Levi's asli.


" Mobil-mobil saya dan kedua kakakku semuanya pakai uang Nona Muda, saya dirumah punya motor Kawasaki Ninja ZX 25 RR juga mas Julius dan Mbak Leonita, kami di belikan sama Nona Muda, tapi ayah kalau berangkat kerja tetap pakai Supra X inventaris dari Nona Muda, kecuali hujan.


Kami bertiga juga sudah di berikan uang untuk biaya kuliah dan juga deposito berjangka, kami juga sudah belikan rumah sama ayah dan Bunda", ucap Dominikus.


Mereka tidak tahu kalau Dominikus dan kedua kakaknya saat memiliki tabungan masing-masing 250 Milyar dan 20 Milyar untuk keseharian mereka.


" Bukan main kekayaan majikan Ayahmu, Paman saja sampai bingung dia memberikan pilihan milyar sama kayak kasih uang 2000 kepada anak kecil, belum lagi memberikan mobil dan motor sudah sama dengan memberikan anak-anak permen", ucap Marwoto.


" Nona Muda Ranti Memnag begitu, dia sudah memikirkan baik-baik sebelum memberi kepada kita.


Jadi paman berdua, ingat baik-baik pesan Nona Muda, karena dia paling benci orang pembohong dan orang Sombong", ucap Dominikus.


" Ya sudah, saya mau menyusul mereka, sekalian mau ajak Susanti jalan-jalan", ucap Dominikus, yang sudah berada di mobil Jimny nya.


" Dominikus, apa kamu punya lain selain ini? tanya Susanti


" Ada, aku punya mobil Range Rover Evoque, kami bertiga punya mobil sama, kalau ayah dan Bunda masing-masing punya Toyota Raize, katanya mereka tidak perlu mobil mewah", ucap Dominikus.


" Mas, aku mencintaimu bukan karena harta kamu, kita tumbuh bersama, dan janjimu dari usia kita 8 tahun, hingga hari ini tidak berubah, adek bahagia jika mas dan keluarga tidak miskin lagi seperti dulu, tapi mas harus ingat, jangan pernah jadi orang tamak dan tinggi hati, adik gak mau mas berubah", ucap Susanti.

__ADS_1


" Kamu saja waktu buta mas tidak berpaling, itu berarti mas bukan melihat kamu dari cantik atau body, tapi mas mencintai adek karena hatimu yang lembut, buat apa kita pamer harta, yang ada malah kita di kelilingi para penjilat, makanya mas kemana-mana pakai mobil ini", ucap Dominikus sambil memarkirkan mobilnya di pekarangan rumah Zahra.


__ADS_2