
Drama yang terjadi di dealer mobil berakhir dengan penuh kebahagiaan bagi Aluna, bagaimana tidak bahagia, selain mendapatkan komisi penjualan, dia juga mendapatkan uang nilai dari diskon 5% harga mobil Ranti.
Aluna yang berbahagia, berbeda dengan Manajer dan beberapa karyawan yang menghina Ranti, mereka semua di pecat langsung oleh Grace.
Walau Aluna kelihatan polos, tapi dia sangat cekatan dan memiliki kesabaran yang tinggi, hingga Grace memberikan kesempatan kepada Aluna untuk Senior Marketing di Dealer Grace.
Dokumen sudah beres dan masalah lain juga sudah beres, tinggal plat nomor yang harus menunggu maksimal 1 Minggu, dan dengan menggunakan Plat nomor pinjaman Dealer, Ranti Alphard putihnya dan pergi dari dealer.
Jam sudah menunjukkan waktu jam pulang sekolah, Ranti pun bergegas menuju ke Sekolah Bintang Timur untuk menjemput Kakak-kakaknya.
Dengan penuh semangat Ranti mengirim pesan ke kakak-kakaknya untuk tidak memesan taksi karena dia yang akan menjemput mereka.
Kakak-kakaknya tidak kepikiran kalau nanti Ranti akan menyetir mobil sendiri dan menjemput mereka.
15 menit sebelum jam pulang sekolah Ranti sudah berada di Sekolah dan menunggu mereka, dan sambil menunggu dia membaca pesan dari Rendi bahwa urusan sudah selesai dan dia akan pulang besok malam, karena besok pagi hingga siang dia mau cek lahan sekali lagi dan akan mengarahkan tim yang akan membersihkan lahan tersebut.
Ranti hanya membalas dengan singkat, " lanjutkan"
Rendi juga mengirimkan detail pembuatan kolam penampungan beserta dengan biayanya, begitu juga dengan rencana pembuatan pagar beserta anggarannya.
Ranti hanya membalas, " nanti kita bahas setelah Rendi kembali ke Surabaya.
Ranti melihat sudah banyak siswa yang berhamburan, dia langsung mengenali Kakak-kakaknya, bersama Sonia dan Tiara.
Ranti turun dari mobil menyambut mereka, tetapi hanya terpaku tak bisa berkata-kata, melihat Ranti turun dari mobil dan dua hanya sendiri.
Darel, berkata Bontot ini mobil siapa dan kamu kesini sama siapa?
Ranti melihat kakak laki-laki nya dan sambil terkekeh dia menjawab, " Ini mobil keluarga kita ", dan aku yang menyetirnya ke sini.
Apa... apa..! kamu menyetir sendiri... kata Mercy tak percaya
Ia aku gak percaya, pasti kamu suruh mang Dul sembunyi dulu kan... kata Rindu...
Friska hanya diam tak berkomentar, dalam hatinya bangga, karena mulai besok mereka tidak lagi kelamaan nunggu taksi datang...
Ranti menjawab mereka, ya sudah kalau Kakak- Kakak tidak percaya percaya, ayo Tiara dan kak Sonia, kita pulang, sedih sekali hatiku, dengan membuat raut wajahnya seperti sedih beneran.
Keempat kakaknya langsung memeluknya, Bontot bukan kami tidak percaya sama kamu, tapi kami tidak pernah melihat kamu belajar menyetir mobil, dan kamu sendiri bilang bahwa Mang Dul yang akan jadi sopir.
Pokoknya bontot sedih dan sangat sedih.... karena keempat kakakku yang paling bontot sayang sudah tidak percaya sama Bontot lagi... masih mode pura-pura sedih...
Ia deh kami percaya sama kamu, jangan sedih lagi ya....kata Mercy memeluk adik manjanya Tingkat Tinggi
ia deh sekarang aku gak sedih lagi tapi ada syaratnya... kata Ranti, sekarang beralih ke mode jahil
Astaga pake syarat juga biar gak sedih lagi... kata Rindu...
Ya uda apa syaratnya kata Friska akhirnya berkomentar, yang greget ingin sekali dia mencubit pipi adik manja ini...
Ranti menunjukkan pipinya minta di cium... cium dulu biar Bontot tidak sedih lagi...
Sonia dan Tiara hanya bisa menepuk jidatnya...dan berkata... astaga Ranti... kamu itu paling-paling ya...
Hehehehe sapa suruh mereka sayang dan memanjakan aku yang Bontot ini... kata Ranti dengan santainya
Ya sudah sini, Darel memegang kedua pipi Ranti dan mencium keningnya, punya Ade 4 perempuan tapi yang satu ini paling manja tingkat tinggi... cup, cup
Diikuti tiga kakak perempuannya, mereka berkomunikasi Uda di cium jangan sedih lagi, kami semua sayang Bontot... ayo kita pulang dan buktikan dirimu bisa nyetir... ajak Friska
Kebetulan Sonia dan Tiara hari ini tidak ada yang jemput jadi Ranti mengajak mereka berdua dan ternyata mereka muat satu mobil
__ADS_1
Kak Darel kapan motornya di pake ke sekolah, tanya Rindu
Nanti kalau SIM motor sudah selesai. kata Darel
Mereka berenam sudah duduk manis dan Ranti naik ke tempat duduk supir, dan Ranti menghidupkan mobilnya..
Mereka mulai kuatir meyakinkan Ranti, Bontot kak Darel masih belum menikah dengan Sonia, jadi tolong hati-hati ya, kata Darel gugup
Sonia mendengar kata-kata Darel sejenak lupa akan kekuatirannya berganti bahagia.
Mobil pun mulai bergerak maju, semua penumpang berharap- harap cemas, tubuh mereka menegang dan nyaris tak bernapas apalagi pas keluar gerbang sekolah jalanan lagi ramai kendaraan.
Tapi sebelum keluar ada siswa yang berkomentar, " cantik-cantik jadi supir jemputan anak sekolah", di balas oleh siswa lainnya, yang hasilnya halal
10 menit berada di jalan raya, baru keenam orang penumpang itu terlihat tenang.
Dengan sombongnya Ranti berkata, jangan lupa kasih bintang lima ya.. hahahaha Ranti memecah keheningan mereka semua..
Spontan Tiara berkomentar, baik Bu supir dan sesuai aplikasi ya... hahahaha
Semua mereka tertawa... hahahaha
DING.... DING...
* misi dadakan terkonfirmasi*
Selamatkan seorang gadis yang kena tabrak lari, waktu 20 menit, jika gagal korban meninggal dunia.
Ranti segera mencari tempat untuk parkir, setelah dapat tempat parkir dia langsung turun dari mobil dan berlari kearah TKP, dan terlihat seorang wanita muda tergeletak bersimbah darah.
Ranti berteriak ke warga yang berkerumun, tolong panggilkan ambulance...
Seseorang menjawab, kami sudah memanggil ambulance tapi belum sampai...
Kakak-kakak nya beserta Tiara dan Sonia yang ikut ke TKP melihat Ranti sedang memegang kepala Wanita itu
Tak lama mobil ambulance tiba dan mereka langsung menangani wanita itu, mereka heran dengan luka seberat ini pasti darah akan banyak yang keluar tapi ini sudah tidak ada darah yang keluar dari tubuh gadis itu.
sementara para perawat dan dokter memberi tindakan, Ranti diam - diam mencabut jarum akupuntur nya.
para perawat dan Dokter itu berkata, nona seandainya darah gadis ini tidak berhenti, dapat di pastikan Gadis ini sudah kehilangan nyawanya. Mari ikut kami ke RS.
Ranti yang mau tidak mau harus ikut, keempat kakaknya beserta Tiara dan Sonia juga ikut menemani Ranti ke RS.
Sampai di RS, mendengar dokter menghubungi seseorang yang pasti keluarga gadis itu.
Sementara menunggu tindakan dokter, mereka berenam mencari kantin dan untunglah di dekat RS ada kafe. Ranti mengatakan, kalian duluan kesana nanti aku menyusul
Ranti kembali ke UGD dan bertanya ruang administrasi dimana, setelah dia mengetahui tempatnya, dia langsung ke ruang administrasi dan membayarnya, serta memberikan deposit sesuai permintaan pihak RS, Ranti pun pergi ke kafe.
Sampai di kafetaria dia memesan makan, mereka bertanya penyebab kecelakaan itu, Ranti hanya menjawab menurut warga sekitar bahwa hadis itu korban tabrak lari, dan kata mereka mobil yang menabraknya adalah mobil Ferrari.
Dasar mentang-mentang mobil mewah, maunya seenaknya di jalan... kata Tiara.
ya banyak orang kaya mengandalkan kekuasaan dan uangnya, bagi mereka yang berprinsip seperti itu menganggap nyawa manusia bisa di beli.
Aku bersyukur ayah dan ibuku selalu mengajarkan, kita yang harus menguasai uang dan bukan uang yang menguasai kita... kata Sonia..
Kakak ipar Sonia benar... lihat saja penampilan kakak, tidak kelihatan orang kaya, dan lihat juga kakak iparku Tiara.... penampilan nya juga
Makanya Ranti bahagia punya kakak ipar seperti kalian berdua... hahahaha sudah cantik, pintar dan tidak sombong, pujian Ranti kepada Sonia dan Tiara, mampu membuat kedua gadis cantik itu dan Kakak-kakaknya tertawa hahahaha.
__ADS_1
karena sudah sore mereka memutuskan untuk pulang, tapi sebelum pulang mereka ke UGD untuk melihat gadis korban tabrak lari itu.
Setelah tiba di UGD, terlihat lumayan ramai, ternyata keluarga korban sudah datang, baru saja Ranti memasuki ruangan, seorang ibu-ibu langsung menampar Ranti hingga Ranti hampir jatuh karena kaget ditampar tiba-tiba
Hey kamu gadis muda, jika terjadi apa-apa pada anak saya,. akan kubuat hidupmu lebih menderita dari anak saya..
Darel yang memegang Ranti berbicara, " ibu jangan sembarangan bicara bukan adik saya yang menabrak anak ibu"..!
Hai anak muda dengar ya.. tidak maling teriak maling.
Suami ibu itu datang Dan mencoba memukul Darel, " anak muda kalian jangan berkelit kalau bukan kalian yang menabrak anak saya lantas siapa hah...
Dokter yang datang mengontrol kaget di UGD terjadi keributan. Dia bertanya ke perawat ada apa ini.
Dokter orangtua korban memukul Nona itu, perawat menunjuk Ranti.
Astaga, mohon tenang bapak ibu, tolong jangan buat kekacauan di RS, biar saya jelaskan
Maaf bapak dan ibu orang tua korban, nona ini yang menolong anak anda, jika nona ini tidak menghentikan darah korban dengan segera, maaf putri anda berdua sudah pasti meninggal.
Ranti yang pantang disalahkan langsung emosi dan berkata, Dokter ini kuitansinya dan karena orang tua korban sudah datang tolong kembalikan uang saya sekarang. Dan kalian bayar waktu saya yang sudah capek membantu anak Anda dan ganti baju saya yang terkena darah anak kalian, juga biaya bensin mobil saya dan ongkos makan kami di kafetaria karena terlambat pulang rumah, Total kalian harus ganti 150 juta sekarang dan belum ongkos kamu ibu tua yang sudah menampar saya dan kamu bapak tua yang sudah meninju 2x wajah kakak saya. harus diganti sekarang juga, kata Ranti
Orang tua gadis itu terkejut mendengarnya dan membalas dengan nada sombong, " jadi kamu mau memeras kami". !!
Saya tidak memeras anda, wanita tua saya hanya meminta kompensasi atas apa yang anda lakukan pada saya dan Kakak saya. kata Ranti
Kamu mau bayar atau tidak, lanjut Ranti berteriak... hingga semua orang yang mendengar ketakutan
kalau kami tidak mau bayar kamu mau apa, mau lapor Polisi, silahkan kami tidak takut, dasar sudah menabrak anak kami masih mau memeras kami pula...
Mereka masih berdebat polisi tiba di ruang UGD..
Ibu korban langsung melapor, " pak polisi gadis ini yang menabrak putri saya, tuduh ibu itu
Polisi hanya manyun dan menjawab serta memperlihatkan bukti CCTV yang berada di TKP, terlihat jelas jelas, mobil yang menabrak gadis itu hingga terlempar, dan menit selanjutnya terlihat Ranti berlari ke TKP hingga dia menolong gadis itu dan terakhir Ambulance datang, hingga ambulance pergi.
Melihat bukti dari kepolisian, suami istri itu langsung berlutut dan meminta maaf kepada Ranti.
Ranti yang sudah kena tampar dan makian juga dia melihat bibir kakaknya berdarah, tak bergeming dan berkata bayar seperti yang saya bilang tadi di tambah kompensasi pemukulan kalian berdua total semua 500 juta. Dan pihak RS tolong kembalikan biaya pengobatan gadis itu dan deposit yang sudah saya berikan ini nomor rekening saya dan tolong segera. kata Ranti
Saya jijik melihat orang yang tak punya otak seperti mereka berdua tanpa tau kebenarannya langsung menuduh dan memukul orang seenaknya. Lanjut Ranti
Dan kalian berdua jika kalian tidak mau bayar, saat ini juga saya laporkan tindakan kalian ke Polisi.
Suami istri itu langsung tersungkur dilantai, mau cari dimana uang 500 juta saat ini, mereka hanya pegawai kantoran biasa, rumah masih cicil, mobil juga itupun anak mereka yang membantu bayar kredit mobil.
"Nona", kami mohon, ampuni kami berdua, kami akui kami salah, mohon mereka berdua masih berlutut.
Ranti menjawab, saya tidak akan menarik omongan saya, biarpun kalian mengeluarkan air mata darah. tegas Ranti
Kalian tahu, siapapun boleh memakai dan menyakiti saya tapi jangan berbuat demikian kepada Kakak-kakakku, kalian mau bayar atau tidak !
Dokter mencoba menengahi dan berkata Nona kami cek deposit 100 juta uang anda, dan 5 juta biaya tindakan tindakan akan kami transfer ke rekening anda.
Ranti menjawab, terimakasih Dokter
Pak dokter tolong proses ke dua orang ini sekarang.
Darel berkata, dek kasihanilah mereka, kalau mereka di penjara siapa yang menjaga anak mereka, Darel berusaha membujuk Ranti
Tidak ada belas kasihan bagi orang seperti mereka dan lihat wajah kakak sampai seperti ini dan kakak lihat kak Sonia sampai menangis, kak Mercy, Friska dan Rindu yang menangis lihat kak Darel di pukul orang tanpa sebab.
__ADS_1
Nona dan tuan muda tolong ampuni kami kata si suami yang sudah pasrah namun berusaha meminta pengampunan.
Tak berselang berapa lama orangtua Tiara dan Sonia sudah tiba RS, ternyata Tiara dan Sonia begitu Ranti dan Darel di pukul mereka berdua menghubungi keluarga mereka.