SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN

SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN
Mengantar Aisyah ke sekolah


__ADS_3

Tak terasa hari sudah sore, Ranti dan saudara-saudaranya berkumpul di ruang keluarga, mereka semua mendengar penjelasan Ranti mengenai kasus Aisyah.


" Ya sudah dek, kamu berangkat ke Merak, kasihan adik kamu itu, pergilah dan hibur dia", ucap Mercy.


" Dek coba kamu telpon dia Sekarang, kakak juga jadi kepikiran", ucap Friska.


" Baik kak, tadi dia sangat murung, lihat rekaman cctv di kiosnya", ucap Ranti dan langsung telpon video dengan Aisyah.


" Ya kak, ada apa? tanya Aisyah dengan wajah yang masih murung.


" Dek ini kak Mercy, jangan sedih ya sayang, kakakmu akan mengurusnya, dan menghukum orang-orang serakah itu", ucap Mercy menghibur Aisyah.


" Ia kak, Ade hanya gak mau terekspos saja, nanti repot kalau mau kemana-mana, juga kak Ranti tambah repot, padahal Aisyah rajin bayar pajak, kok mereka jahat seperti itu kak", ucap Aisyah.


" Makanya kakakmu selalu berpesan jangan pamer harta, lihat saja, Aisyah tidak pamer saja, kejadiannya sudah seperti itu, itulah alasan utama kenapa kamu hidup seperti ini, bebas kemanapun kita mau", ucap Friska.


" Ia kak, Aisyah nyaman dengan hidup seperti ini, pulang sekolah bantu bunda sebentar baru ke Gerai KFC, atau nongkrong di warung paman Nino, ke Mall saja tidak tiap Minggu pergi, kecuali pengen beli sesuatu, tapi kalau nongkrong Aisyah tidak suka", ujarnya


" Kami juga seperti itu dek, bahkan adikmu Salma saja, hanya pas libur baru ke Mall, itupun hanya ke Mall galaxy", ucap Mercy.


" Kata kak Ranti mau kesini, tapi kalau kakak capek gak apa-apa tidak kesini, nanti kakak sakit karena kecapean", ucap Aisyah.


" Hahahaha, kakakmu barusan jalan, di antar Salma dan Armando", ucap Friska


" Ya sudah adik tunggu saja, kakak kesayangan kamu pasti datang, kakak berdua juga mau mandi dan mau ke supermarket kami, ingat jangan murung lagi", ucap Mercy.


" Ia kak, Ade sayang kalian semua",ucap Aisyah.


" Aplikasi Mata tunjukkan koordinat bekas rumah kak Darel", perintah Ranti


" Baik Tuan, jawab Aplikasi Mata Dewa.


Setelah mendapatkan koordinatnya Ranti segera melesat dengan kecepatan maksimal, kecepatan terbang Ranti saat ini sudah 4000 km perjam, membuatnya tiba dengan cepat di lokasi bekas rumah orangtuanya Darel.


Tanpa basa basi Ranti langsung menyentuh tembok yang dimaksud dan benar saja ada sebuah kita yang tersimpan di tembok itu.


Selesai mengambil kotak itu, Ranti terbang menuju rumah utama keluarga Kusuma, 10 menit berselang, dia tiba dan mendarat di samping rumah utama yang cukup besar.


Dengan santai Ranti memasuki rumah itu yang kebetulan sedang sepi, Ranti memindai seluruh ruangan dan akhirnya Ranti menemukan berkas - berkas perusahaan milik orangtuanya Darel, tersimpan rapi di lantai bekas kamar ayahnya Darel.


Dengan sarung tangan pemindah Ranti mengambil sebuah kotak dan benar juga terdapat seluruh dokumen asli perusahaan.


Selesai mengambil semua dokumen itu, Ranti, memindai ruangan lain, dia melihat sebuah brankas di kamar utama, dan segera Ranti berpindah ke kamar itu mengambil semua isinya.


" lumayan untuk dibagikan untuk Delia, Diman, Nino dan juga Nuril", batin Ranti dan melesat ke arah hotel Queen of Diamond.


Hanya butuh 5 menit, Ranti sudah sampai di puncak gedung dan langsung masuk.


" Selamat datang Nona Muda", sambut Tim Rose yang bertugas menjaga menara kontrol itu.


" Terimakasih sambutannya, dan bagaimana pergerakan krisis yang mulai melanda di berbagai negara? tanya Ranti.


" Untuk saat ini, pergerakannya belum terlihat signifikan", jawab penanggung jawab menara kontrol.


" Pantau terus dan laporkan agar kita bisa lebih siap menghadapinya, juga bagaimana dengan pengumpulan bibit tanaman yang ku perintahkan", lanjut Ranti.


" Masih terus dalam proses pengumpulan dan disimpan di gudang, dan sudah di olah agar bisa awet untuk di simpan, Rose sudah memberikan ruangan khusus, agar bisa hingga ribuan tahun", ucap Penanggung jawab itu.


" Baiklah, lanjutkan pencariannya, saya ingin semua tanaman dan tumbuhan yang berada di semesta ini, khususnya untuk pangan agar di kumpulkan", perintah Ranti.


" Baik Nona Muda, jawabnya.


Sejam Ranti berada di menara kontrol, kemudian dia pergi lagi, menuju ke arah Depok, tepatnya ke Ruko tempat Adnan dan Winda.


Tiba disana, Ranti begitu bahagia, dia melihat bagiamana usaha Adnan yang cukup berhasil, Ranti memindai seluruh bangunan itu, ternyata rapi dan semua barang tertata dengan baik.


" Selamat malam, apa kabar kalian berdua", Ucap Ranti.


Adnan dan Winda terkejut melihat Ranti, orang yang sangat mereka hormati berada di depan mereka.


" Selamat malam Nona Muda Ranti, akhirnya anda datang mengunjungi kami, Winda sangat rindu dengan Nona Muda", ucap Winda.


" Lain kali telpon saja, jika saya gak bisa angkat, pasti saya telpon balik, lalu bagaimana dengan kuliah kamu? tanya Ranti.


" Baik-baik saja Nona, pokoknya 4 tahun pasti selesai", jawab Winda.


" Baguslah, dan pak Adnan bagaimana perkembangan usaha kalian ini? tanya Ranti ke pak Adnan.


" Sangat baik, banyak pelanggan yang puas dengan pelayanan kami", ucap Adnan


" Bagus kalau begitu, pertahankan, dan jangan pernah menjual spare part yang tidak berkualitas, dan juga pakai tenaga kerja yang juga berkualitas", ucap Ranti.


" Itu sudah pasti Nona Muda, memang banyak yang mengatakan service disini cukup mahal, tapi lebih banyak yang mengatakan mahal sedikit tidak masalah yang penting kualitas terjamin", Sambung Winda.


" Ada harga, ada kualitas, jadi kalian santai saja", ucap Ranti


Dan ini ambil buat kalian, tolong di terima, pak Adnan ini untuk kamu saya berikan deposito 150 milyar, dan untuk putramu 50 milyar juga deposito, sedangkan kamu Winda, saya berikan juga 150 milyar untuk Deposito, sedangkan ibu mu dan adikmu, masing-masing 50 milyar, sedangkan untuk biaya sehari-hari kalian semua saya berikan masing-masing 5 milyar", ucap Ranti sambil memberikan mereka ATM.


" Terimakasih Nona Muda, tapi mohon ijin saya dan keluarga mau pulang kampung sebentar, hanya mau lihat kuburan ayah saya", ucap Winda.


" Baiklah, tapi ingat jangan lama-lama, kasihan nanti abangmu Adnan dan ponakan kamu, ucap Ranti.


" Hehehehe maaf Nona Muda, kami semua ikut pulang, almarhum ayah Winda sudah saya anggap orangtua saya, makanya ibunya Winda, sudah saya anggap sebagai ibu saya", ucap pak Adnan.


" Oh bagus itu, saya senang mendengarnya, dan ini ongkos jalan kalian, naik pesawat kelas bisnis.


Ranti pamit dan melanjutkan perjalanannya ke Merak, laporan dari Aplikasi Mata Dewa menunjukkan, Aisyah, Anjeli dan Nayla sedang menunggu Ranti.

__ADS_1


Terlihat Wajah murung Aisyah, Ranti juga sedih melihat adik kesayangannya itu.


" Dek, kakak 10 menit lagi sampai, senyum dong", ucap Ranti lewat panggilan telpon.


" Kakak, Ade akan senyum kalau memeluk kakak", jawab Aisyah.


" Ya sudah, tunggu sebentar ya sayang, kakak sudah di pelabuhan", ucap Ranti dan langsung menghentikan waktu sebentar dan mengeluarkan mobilnya.


Aisyah saking rindunya dia berdiri menunggu di depan kios, sambil pandangannya mengarah jalur masuk kendaraan.


Mobil Rolls-Royce Cullinan Ranti cukup menarik perhatian, walau hari sudah malam.


" Kakak" teriak Aisyah.


" Ya sayang kakak sudah datang, jangan murung lagi", ucap Ranti sambil membelai rambut Aisyah.


" Selamat datang Nona Ranti, daritadi Aisyah menunggu Nona Ranti", ucap Anjeli.


" Dasar anak manja, makanya kakak jarang kasih tau kalau mau kesini, karena pasti kamu akan menunggu kakak, hingga lupa makan", ucap Ranti.


" Hehehehe sekarang saja, Ade belum makan malam", jawab Aisyah.


" Ya sudah buatkan kakak kopi seperti biasa dan kamu makan ya", ucap Ranti.


" Nayla, tolong telpon Diman agar bawakan sate kambing dan ayam masing-masing 4 porsi serta soup", ucap Ranti.


Selesai makan, mereka berempat pulang kerumah besar Aisyah.


" Besok kakak akan antar kamu ke sekolah", ucap Ranti.


" Terimakasih kak", jawab Aisyah.


" Senang ya sekarang, karena Nona Ranti akan mengantarmu", ucap Nayla.


" Hehehehe, Ade sangat bahagia, kalian memang kakak terbaik dan sayang sama Ade", ucap Aisyah.


" Makanya, jangan nakal dan rajin belajar, biar kami semakin sayang", ucap Anjeli.


" Itu sudah pasti, Aisyah akan buat kalian bangga", ucap Aisyah.


" Ya sudah kakak mau mandi dulu, kamu juga cuci muka dan sikat gigi, lihat sekarang sudah jam 11 malam", perintah Ranti.


Dengan patuh Aisyah mengerjakan perintah Ranti dan kemudian mereka semua terlelap.


" Ayo sini kakak mandikan", ucap Ranti.


Dengan cepat Aisyah melepaskan piyamanya dan masuk kamar mandi.


" Badan saja yang besar, tapi tetap saja manja", ucap Ranti


" Kamu itu, sudah tahu kakak pasti menyayangi kamu, masih saja bertanya", ucap Ranti.


" Terimakasih kak, atas segala yang kakak berikan untuk Aisyah", ucap Aisyah.


Ranti tak merasa lelah mengurus adik-adiknya, termasuk Aisyah.


Selesai mandi dan berganti seragam sekolah, mereka berempat langsung ke kios untuk sarapan.


" Apa kakak akan mengantar Aisyah dengan mobil ini? tanya Aisyah.


" Ia, atau kamu mau kakak antar pakai Buggati Chiron super sport 300+", tanya Ranti.


" Yang ini saja, tapi boleh gak saat jemput, kakak pakai yang Buggati", ucap Aisyah.


" Ya sudah nanti kakak jemput pakai mobil itu", jawab Ranti.


Nayla dan Anjeli hanya geleng-geleng kepala, mereka juga kagum dengan kasih sayang Ranti kepada Aisyah.


Selesai sarapan, mereka langsung berangkat ke sekolah Aisyah, Nayla dan Anjeli di suruh Ranti agar menunggunya di Kios Aisyah.


Ketika tiba disekolah, kembali lagi sekolah itu heboh, karena kedatangan mobil Ranti, tapi saat melihat mobil itu langsung mengarah ke parkiran khusus Aisyah, para guru dan siswa sudah tidak heran lagi.


Ranti mengantar Aisyah hingga sampai di kelasnya.


" Selamat pagi Nona Muda Ranti, selamat pagi Aisyah", sapa Nuril.


" Pagi juga Nuril, tolong jaga adikku ini, dan nanti tolong kirim semua laporan keuangan, penggunaan ATM sehari-hari", ucap Ranti.


" Baik Nona Muda, selesai pulang sekolah saya kirim ke email anda", jawab Nuril.


" Ya sudah, saya pamit dulu, jangan lupa, cek berkala semua mobil dan motor milik Aisyah", perintah Ranti.


" Baik Nona Muda", jawab singkat Nuril.


" Satu lagi, tolong persiapkan semua keperluan untuk ke Singapura, kamu juga harus ikut", tegas Ranti.


Setelah Ranti beranjak, seorang meneriaki Nuril sebagai pembantu.


" Eh Nuril, kasihan kamu di jadikan pembantu oleh Aisyah", ujar anak itu.


" Tidak apa-apa, yang penting saya bekerja untuk sahabatku, bayangkan saja kamu, apa kamu selesai SMA atau kuliah bakal langsung dapat pekerjaan", ucap Nuril.


" Hahahaha, itu sudah pasti, asal kamu tahu saja, rata-rata keluarga saya, memiliki jabatan di pemerintahan", ujar anak dengan sombong.


" Oh, berapakah gajinya, dan apakah sanggup mengalahkan gaji saya pertahun? tanya Nuril.


" Paling-paling kamu hanya di berikan uang jajan saja", jawab anak itu.

__ADS_1


" Hei, maaf aku lupa nama kamu, tapi asal kamu tahu, Nuril di gaji kakak saya lebih dari 1 milyar setahun, belum fasilitas yang lain", ujar Aisyah.


" Hahahaha sombong sekali Aisyah, apa kam tidak mengenal saya", ujarnya.


" Bukan tak kenal, tapi saya tak hafal nama kamu, lagian untuk menghafal nama kamu yang bukan temanku", jawab Aisyah setengah mengejek.


" Lagian saya juga malas berteman dengan kamu yang sok kaya", jawab anak itu tak mau kalah.


" Hahahaha, yang bilang saya kaya siapa, kalian saja menjauhi saya, dan bilang saya miskin, apakah saya pernah membantahnya? balik tanya Aisyah.


" Hei Aisyah memangnya kamu di kasih uang jajan berapa sebulan, dari kakakmu itu? tanya seorang siswi.


" Pokoknya ada, untuk apa kamu mau cari tahu?, tapi yang jelas gaji Ayahmu yang PNS, tak sampai 10% dari uang jajan ku, apalagi tabunganku", ucap Aisyah dengan santai.


" Sombong sekali kamu! hardik siswi itu.


" Kamu itu lucu, kamu tanya, dan saya jawab, ketika saya jawab, kamu bilang saya sombong", ucap Aisyah.


Semua murid terdiam dengan jawaban Aisyah, dan akhirnya pelajaran pertama di mulai.


Di posisi Ranti saat ini sedang berbicara dengan Nayla dan Anjeli.


" Kak Nayla, Anjeli, saya lagi membuat Mall untuk Aisyah, tolong kalian bantu saya, di kemudian hari Mall itu saya percayakan kepada kalian berdua", ucap Ranti.


" Baik Nona Muda, kami akan membantu anda dengan senang hati", jawab Nayla.


" Baiklah kalau begitu, nanti saat ada waktu tolong datangi proyek itu, kalian hanya cukup datang saja, yang mengerjakan itu adalah orang-orang kepercayaan saya", Ucap Ranti.


" Baik Nona Muda", jawab Nayla dan Anjeli serentak.


Lain hal dengan posisi pemerintah, yang saat ini sedang mengadakan rapat dengan 60 perusahaan BUMN, apalagi pihak Ranti sudah mengirimkan surat resminya, agar segera menyelesaikan kebocoran data Asiyah.


Sementara itu, keempat pria yang datang mengancam Aisyah sudah di tangkap polisi dan telah diinterogasi, ternyata kebocoran data tersebut, didalangi beberapa pejabat penting.


Mereka juga sudah di tangkap, kali ini polisi bekerja dengan cepat, karena masalah ini akan berdampak pada stabilitas ekonomi negara.


Ranti sendiri sebenarnya sudah tahu, dari laporan Aplikasi Mata Dewa, hanya saja, Ranti menginginkan pemerintah yang menyelesaikannya, hal ini suatu pengampunan besar yang Ranti berikan.


Suasana hangat di Kios Aisyah, terganggu dengan hadirnya, 6 orang pemuda dan duduk bersebelahan meja dengan Ranti.


" Hey Anjeli, apakah kamu sudah lupa dengan saya? tanya seorang pria.


" Oh kamu, pecundang seperti mu pasti ku ingat, apalagi kamu yang menghancurkan warung bakso tempat saya bekerja dulu", ucap Anjeli.


" Makanya kalau jadi cewek jangan jual mahal, tapi ngomong-ngomong siapa temanmu itu, keduanya sangat cantik, kamu juga sudah sangat cantik, bagaimana kalau kita jalan-jalan ke Jakarta naik mobil saya", ucap pria itu sambil menunjukkan kunci mobil Toyota Fortuner.


" Oh maaf ya, kami orang miskin, jadi tak pantas naik mobil mewah kamu itu", jawab Anjeli.


Ranti dan Nayla sampai merah mukanya menahan ketawa, secara Anjeli dan Nayla saja memiliki mobil sport Aston Martin DB 11, seharga 7 milyar, belum lagi Toyota Corolla Cross dan motor Kawasaki Ninja ZX 25 RR seharga 130 juta, tabungan lebih dari 5 triliun, dan tabungan biasa, lebih dari 300 milyar.


" Tidak apa-apa, kamu kan teman saya", jawab pria itu.


" Tapi maaf sekali lagi, saya dan kedua teman saya tidak tertarik naik mobil mewah.


" Sudah miskin belagu kamu", ucap pemuda itu.


" Terserah kamu mau ngomong apa, dan yang perlu kamu ingat bahwa aku bukan teman kamu !!, tegas Anjeli.


" Baiklah, saya juga tidak ingin berteman kamu, dan kamu pikir saya senang kamu naik mobilku", ucap pemuda itu.


" Hey kamu, kalau boleh tahu, berapa harga mobil kamu itu, apakah sampai 1 milyar atau lebih", pancing Ranti.


" Buat apa kamu tanya, memangnya kamu bisa membelinya, Hahahaha", ejek pemuda itu.


" Mobil tidak sampai 1 milyar saja sudah sombong, apalagi belinya kredit", balas Ranti.


" Memangnya kamu bisa memiliki mobil, hahahaha, di pasar banyak mobil mainan pakai remote control, silahkan kamu beli mobil seperti itu hahahaha.


" Drone hancurkan mesin mobil pria sombong itu", perintah Ranti.


" Aplikasi Mata Dewa, kuras semua uang laki-laki ini, berapapun jumlahnya, tinggalkan 1 juta rupiah saja, untuk bayar makanan", perintah Ranti.


" Baik Tuan", balas Aplikasi Mata Dewa.


" Maaf Nayla, Anjeli, saya mau ke kantor dulu", ucap Ranti sambil menekan tombol remote control miliknya.


Pemuda sombong itu langsung pucat melihat Ranti memasuki mobil Rolls-Royce Cullinan, begitu juga Nayla dan Anjeli yang juga menekan tombol remote control ke mobil Aston Martin DB 11, milik mereka.


" Hey orang kaya, apa kamu juga mobil seperti saya", teriak Aisyah dari dalam mobilnya.


Sepeninggal mereka, pemuda itu bertanya ke Bu Antara.


" Bu, cewek yang naik Rolls-Royce Cullinan itu siapa dan dimana dia tinggal? tanya pemuda itu.


" Maaf yang itu temannya anak saya", jawab Bu Antara.


" Lalu dia tinggal dimana? tanya pemuda itu lagi.


" Saya tidak tahu, lagian itu urusan saya", jawab Bu Antara.


" Mendingan kamu jangan bermasalah dengan Teman anak saya, jika kamu ingin hidup tenang', lanjut Bu Antara.


" Memangnya dia siapa, hingga terlihat begitu sombong", pemuda itu dan beranjak.


" Lapor Tuan, pengurasan uang pemuda itu, sudah selesai. Tabungan pemuda itu sebesar 15 milyar, ayahnya memiliki perusahaan penyeberangan dan juga logistik.


" Lumayan buat beli kerupuk", jawab Ranti.

__ADS_1


__ADS_2