
Jika Ranti sedang menikmati jalanan ke Bakauheni walau sempat di hadang, berbanding terbalik dengan suasana di Kantor Pusat Astra internasional Indonesia, Sasha dan Maureen, begitu tiba disana langsung melakukan semua perintah Ranti.
Direktur Utama segera di copot dari jabatannya.
Shasha dan Maureen melakukan mutasi para Direktur sesuai arahan dari Ranti, alhasil para Direktur dari anak cabang terkejut dengan surat perintah Ranti.
Ranti saat ini sudah tiba di pelabuhan merak, dia memutuskan terbang agar lebih cepat tiba di Merak.
Di kios Aisyah, kini terlihat Aisyah sedang di dapur membantu Ibunya, sambil menunggu Ranti kakaknya.
" Bunda, kakakku katanya sudah di kapal, Aisyah ingin masak yang enak, agar kak Ranti bisa makan lebih banyak", ucap Aisyah.
" Kamu mau kakakmu ini gemuk ya", sambung Ranti yang tiba-tiba menjawab.
" Kakak, selalu membuatku terkejut dengan kedatangan kakak yang selalu tiba-tiba", ucap Aisyah yang segera berpaling setelah mendengar suara Ranti.
" Dasar adik manja, badan saja yang gede, tapi manjanya gak ketulungan, cup, cup", ucap Ranti sambil mencium pipi adik manjanya.
" Hehehehe, di dunia ini, Aisyah hanya manja pada kalian semua", ucapnya.
" Ia sayang, kakak bahagia memiliki adik seperti kamu, ya sudah tolong buatkan kakak Milo susu dulu, Perintah Ranti.
" Kakak duduk manis saja, biar Adikmu ini melayanimu", ucap Aisyah dengan senyumnya.
Ranti merasakan kebahagiaan, saat dekat dengan orang yang di cintai nya.
" Dek, kakak nanti langsung pulang, karena Salma adikmu, besok pagi ada acara sekolah, jadi kakak harus menemaninya", ucap Ranti.
" Ia Kak, gak apa-apa, kakak sudah datang saja hari ini, Aisyah sudah bahagia, adik Salma lebih membutuhkan kakak, kasihan dia yang sudah tidak punya orangtua", ucap Aisyah.
" Ia sayang, terimakasih pengertiannya, kakak bahagia, jika semua saudara kakak saling mendukung", ucap Ranti.
" Halo adik-adik kesayangan kakak", sapa Robin yang tiba-tiba datang bersama Tiara.
" Yeay... kakak gantengku dan kakak ipar cantiku juga datang", ucap Aisyah, langsung berdiri, mencium tangan Robin dan Aisyah.
" Kamu senang gak kami datang menjengukmu? tanya Tiara.
" Sangat senang kak iparku sayang", ucap Aisyah sambil memeluk Tiara.
" Ranti, adik kita ini sangat manja, entah kapan dia tidak lagi manja sama kita", ucap Tiara ke Ranti.
" Biarkan saja, karena aku juga manja sama kak Robin", ucap Ranti yang juga memeluk Robin.
" Astaga, calon suamiku, punya adik yang sama-sama manja", ucap Tiara dengan bahagianya.
" Aisyah kakak boleh numpang tidur di rumahmu malam ini, soalnya kakak disuruh memeriksa pekerjaan ayah di Cilegon sini, ucap Robin.
" Boleh dong, Aisyah justru sangat bahagia", ucapnya.
Tiara sangat bahagia melihat Asiyah yang begitu manja kepada Robin, dia tidak pernah cemburu sama Aisyah dan juga Ranti, sebaliknya dia berbahagia dan sudah merasa menjadi kakak ipar buat keduanya.
Tiara, yang dulu pendiam selain kepada Ranti, kini sudah semakin terbuka, tapi tetap hanya kepada orang-orang terdekatnya.
" Bunda, Aisyah mau ke rumah dulu, biar ketiga Kakakku ini bisa mandi dan segar, baru kesini lagi untuk makan ", ucap Aisyah.
Mereka berempat beranjak dan masuk mobil Aisyah, mobil Robin dan Ranti di tinggalkan di Kios Aisyah.
Tiba di rumah Aisyah, mereka berempat langsung ke kamar untuk Mandi, Tiara mengambil pakaian ganti dari cincin ruang penyimpanan, begitu juga Robin.
Kini Tiara sibuk memandikan Ranti dan Aisyah, dia tak menyangka, jika akan memiliki adik yang sangat menyayanginya.
Robin yang sudah selesai mandi dan berganti pakaian, masuk ke kamar Aisyah.
" Astaga, kalian berdua ini, ngerepotin kakak ipar kalian saja, ucap Robin, yang melihat Tiara yang baru saja mengeringkan badan Ranti dan Aisyah seperti anak TK.
" Kalian berdua ganti pakaian, kakak mau mandi, minta tolong kakak kalian jika mau pakai baju, ucap Tiara.
" Ya sudah sini kalian berdua, biar kakak kalian mandi, Perintah Robin.
" Hahahaha, kak Ranti, kita berdua adalah adik yang paling bahagia memiliki kakak yang sangat baik dan sayang sama kita", ucap Aisyah.
" Ia sayang, ayo pakai. bajumu", ucap Ranti.
Robin membantu kedua adiknya memakai baju, Ranti dan Aisyah tidak malu telanjang di depan Robin.
Tiara hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah kedua adik ipar nya.
Robin, mengaitkan Bra milik Ranti dan Aisyah dengan penuh perhatian dan sayang, dia sendiri sangat bahagia karena hidupnya terasa lengkap, punya calon istri yang cantik dan juga lembut, di tambah lagi punya 2 adik perempuan yang juga sangat cantik dan begitu manja kepadanya.
" Terimakasih kak Robin, ucap Ranti dengan bahagianya.
" Ia Dek, kakak berdua akan selalu menyayangimu dan Aisyah", ucap Robin ke Ranti.
__ADS_1
" Ia kak, Ranti tau itu, hanya kak Robin dan kak Darel kakak laki-laki Ranti yang begitu sayang samaku", ucap Ranti.
" Aisyah juga tau, walau baru sebentar kak Robin menjadi kakakku, tapi Aisyah sangat nyaman berada di dekat kakak, apalagi, kakak ipar yang begitu lembut, sama seperti kedua kakak iparku yang lain, Aisyah berharap, kakak berdua cepat menikah, agar lebih sempurna kebahagiaan Aisyah", ucapnya.
" Ia sayang, kakak berdua tahun depan akan menikah", ucap Robin dengan hati gembira.
" Kakak, kalian berdua ini, tinggal tunggu waktu saja, jadi tenanglah, keluarga kita pasti akan lebih bahagia", ucap Tiara yang baru saja keluar dari kamar mandi dan sudah berpakaian lengkap.
Tiara hanya bisa geleng-geleng kepala, jika tunangannya sudah ketemu dengan kedua adiknya, karena pasti Robin akan di kuasai mereka berdua yang sangat manja.
" Ya sudah kak, Aisyah sudah lapar, ayo kita kembali ke Kios", ajak Aisyah.
Sementara di pelabuhan, terjadi hal yang sangat miris, seorang ibu dan anaknya, di temukan tergeletak pingsan, karena kelaparan, dan beruntung di temukan oleh Diman dan di tolongnya, hingga kedua orang itu sadar.
" Ayah, ada apa ? kenapa kios kita di penuhi banyak orang", tanya Aisyah.
Pak Antara dengan tenang menjelaskan kepada Aisyah, hal apa yang terjadi.
" Tuan, ibu dan anak itu, diusir keluarga mertuanya, 3 hari setelah suaminya meninggal, dan mereka berdua rencananya mau pulang ke Solo, kampung halaman si ibu itu, mereka juga di copet, hingga tidak ada uang yang tersisa", lapor Aplikasi Mata Dewa.
" Terimakasih laporannya", balas Ranti.
" Bu, minumlah air ini, berikan juga buat anakmu", ucap Ranti, sambil memberikan air mineral di campur air Surgawi.
" Terimakasih Nona", jawab itu dan meminum air pemberian Ranti.
Dalam sekejap terlihat ibu dan anak itu sudah segar, dan terlihat wajah cantiknya.
Orang-orang yang berkumpul segera membubarkan diri, dari arah dapur datang Bu Antara dan Delia membawa makanan.
" Makanlah dahulu, setelah itu ibu mandi dan ganti pakaian, baru kita ngobrol ucap Ranti.
" Mohon maaf, kalau boleh saya dan putra saya mandi dulu, kami sudah 2 hari tidak mandi, ujar ibu itu.
" Baiklah, Aisyah ayo antar ibu dan anaknya ke lantai 2", Perintah Ranti.
" Baik kak", singkat Aisyah.
Sementara, Aisyah dan Ranti membantu ibu dan anak itu, Robin dan Tiara, berbincang dengan Orangtua Aisyah.
" Nak Robin, nak Tiara, mohon jangan biasakan Aisyah manja seperti itu, karena kalian berdua pasti kerepotan dengan tingkahnya", ucap Bu Antara.
" Tidak masalah Bude, seumur saya hidup, Aisyah akan tetap menjadi adik kami berdua, kami bahagia melihat dia seperti itu, dan bude lihat sendiri dia dan kakaknya lengket seperti itu", ucap Robin.
" Tapi nanti dia mengganggu kalian", ucap Bu Antara.
" Hahahaha, justru kami sangat bahagia jika dia dan Ranti kakaknya seperti itu ke kakak laki-laki nya", jawab Tiara.
" Ibu hanya tidak ingin Aisyah merepotkan kalian semua, ibu Mengerti kalian sangat menyayanginya, dan ibu sangat bahagia melihatnya, dia memang di manjakan oleh kedua abangnya Anjas dan Atilla, di tambah lagi kedua istri mereka yang lebih memanjakan Aisyah", ucap Bu Antara.
" Biarkan kami menyayanginya seperti ini, saya tidak pernah sebahagia ini, ketika sebelum bertemu Ranti, dan tambah lagi dengan hadirnya Aisyah", jawab Tiara lagi.
" Saya sebagai kakak laki-laki nya akan lakukan apa saja demi kebahagiaan mereka berdua, apalagi jika mereka ada masalah, saya tidak mau Tiara bersedih, karena kedua adik iparnya", ucap Robin.
" Terimakasih Nak, ibu bahagia mendengarnya", ujar Bu Antara.
" Sudahlah Bun, jangan kuatir dengan Aisyah, sifatnya memang sudah begitu, tapi bersama nak Ranti dan Robin serta nak Tiara, coba bunda lihat anak kita, makin dewasa, dia hanya manja sama mereka dan kedua abangnya", ucap Pak Antara.
" Ia pah, bunda hanya kasihan dengan kakak-kakaknya yang sangat sibuk, namun tetap memperhatikan Aisyah yang selalu minta di manjakan", ucap Bu Antara.
" Sudah ibu jangan kuatir, seumur kami hidup Aisyah adalah Adikku, kebahagiaan dia adalah tanggungjawab saya, kasih sayang dan materi yang saya berikan bukan bertujuan memanjakannya, tapi saya mau Aisyah hidup nyaman tanpa ada kekurangan satupun", sergah Ranti yang tiba-tiba turun dari lantai 2, bersama dengan Aisyah dan ibu serta anak yang pingsan.
" Ibu jangan dengar kata orang, karena mereka sirik dengan kehidupan Aisyah saat ini yang bisa di katakan sudah masuk jajaran orang terkaya di Indonesia.
" Asal ibu tahu, saat ini uang Aisyah sudah mencapai 200 triliun, apalagi kakakku Robin dan Tiara, masing-masing sudah 450 dan 300 triliun, tapi ibu lihat juga cara berpakaian merek berdua, tetap sederhana", ucap Ranti.
" Baik nak Ranti, memang banyak yang mengatakan bahwa Aisyah memanfaatkan kebaikan hati nak Ranti", ucap Bu Antara.
" Saya tahu, siapa-siapa mereka yang mengatai Aisyah seperti itu, yang punya uang saya, dan saya bebas memberikan kepada siapa saja, apalagi Aisyah adalah adikku, walau bukan sekandung, tapi jangan sampai ada yang berani menyentuhnya, saya sanggup buat orang menjadi kaya dalam semalam tapi saya juga sanggup menghancurkan hidup seseorang dalam hitungan menit", ucap Ranti yang geram dengan orang yang mengatai Aisyah.
" Delia saja dikatai numpang kaya dari Aisyah, ucap Delia.
" Biarkan saja mereka mau bicara apa, kasih sayang Delia yang tulus buat adikku harus balas, terimakasih sudah membantu saya menjaga adikku ini", ucap Ranti sambil memeluk adiknya itu.
" Kakak, jangan apa-apakan mereka, biarkan, Aisyah tidak peduli semua itu, memiliki kakak saja Aisyah sudah bahagia, apalagi ada kak Robin dan kakak ipar, disini yang menyayangiku, hanya kak Delia saja yang tulus, kecuali keluargaku dan bibi kios sebelah serta paman yang lain", ucap Aisyah.
" Ia sayang, kakak hanya minta, agar jangan menjadi sombong, karena kakak tidak suka dengan orang Sombong, lihatlah kakakmu Robin dan kedua abangmu, Anjas dan Atilla", ucap Ranti menasehati Aisyah.
" Ia Kak, Aisyah akan turuti nasehat kakak, Aisyah ingin kakak bangga dengan Aisyah, juga Keponakanku Rosemary", jawab Aisyah.
" Sekarang, dan seterusnya belajar mandiri, ingat baik-baik, kamu bagian dari seluruh perusahaan milik kakak, suatu saat tanpa memamerkan kekayaan kamu, orang lain pasti akan tau kamu adalah orang kaya, apa Aisyah mengerti maksud kakak", ucap Ranti.
" Mengerti Kak, jawab Aisyah, sambil merangkul Robin dan Ranti.
__ADS_1
" Kakak percaya, Aisyah pasti membanggakan kakak, makanya kakak selalu berikan kamu yang terbaik, cup cup, hiduplah dengan bahagia adikku", ucap Ranti sambil mencium pipinya Aisyah.
" Ia kak, tapi kak Robin tak mau mencium ku", ucap Aisyah.
Hahahaha hahahah
Seketika mereka semua tergelak tawa melihat tingkah Aisyah yang tetap saja manja.
" Ya sudah sini biar kakak cium kamu, kak Robin dan kak Tiara mu juga sangat menyayangi kamu, cup cup", ucap Robin dan mencium Aisyah.
" Hehehehe, Aisyah jadi kayak anak TK saja, untung saja adik Salma tidak ada disini", ucap Aisyah yang berpindah bergelayut di di lengan Tiara.
" Kamu ini, ada-ada saja", ucap Tiara lembut.
" Bunda tadi aku di mandiin kakak ipar Aisyah yang sangat cantik ini dan baik hati, jadi ingin cepat jadi bibi dari anak mereka", ucap Aisyah menggoda Tiara.
" Ia, nanti bantu kakakmu ya, ucap Robin.
Ibu dan anak yang mereka tolong terbaru melihat mereka.
" Bu, apa ibu ingin pulang ke Solo atau bagaimana", tanya Ranti.
" ijinkan saya tinggal di Merak bersama putraku", ucap ibu itu.
" Ya sudah, tidak masalah, tunjukkan kepada keluarga mertua ibu, kalau ibu saat ini bisa hidup bahagia, dan tolong bantu Aisyah, dirumahnya ada 1 keluarga yang mengurus rumah itu, tapi ibu saya percayakan untuk mengontrol seluruh rumah kontrakan milik Aisyah,
Di serang, saya sudah beli 1 kompleks Perumahan dan Ruko atas nama Aisyah, rumah di sana ada 300 Unit, dan Ruko 100 Unit, bulan depan semuanya selesai renovasi, ibu urus siapa saja yang mau menyewa di sana, dan pastikan kompleks itu rapi dan bersih", ucap Ranti.
" Kakak, itu sangat banyak", ucap Aisyah.
" Hahahaha, kak Robin kamu masih lebih banyak, di Bandung dia memiliki 500 rumah dan 200 Ruko, kakak iparmu Tiara, sementara di bangun 5 unit Rusunawa di Surabaya, dan juga 150 unit ruko, belum lagi seluruh saudaraku yang lain", ucap Ranti santai.
" Nak Ranti, kapan kamu membelinya? tanya Bu Antara.
" 3 Hari yang lalu, saat pulang dari sini, tepatnya saya menyita properti itu dari orang yang gagal bayar utang, dan sulit untuk menagihnya, jadi saya beli saja, ketika bank saya hendak melelangnya", jawab Ranti.
" Terimakasih kak, berarti sekarang Aisyah sudah jadi tuan Tanah dong", ujarnya.
" Kamu itu, dan kakak sudah mengganti nama kompleks itu dengan ALIAN RESIDEN, alias Aisyah Aliyah Antara",jawab Ranti.
" Berterimakasih lah sama kakakmu", perintah Tiara.
" Terimakasih kak Ranti, Aisyah tak bisa bilang apa-apa terimakasih", ucap Aisyah.
" Nona Muda, terimakasih sudah memberikan saya kepercayaan", ucap wanita itu.
" Jangan buat saya kecewa, kamu tunggu sebentar, mobilmu akan datang, dan saya gaji kamu 500 juta pertahun, dan laporkan semuanya ke Nuril tiap bulannya", perintah Ranti.
" Baik Nona Muda, saya akan melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya, jawabnya dengan penuh semangat.
Dan benar saja, mobil untuk wanita itu datang, mobil SUV keluaran BMW kini terparkir sejajar dengan Lamborghini Urus milik Robin.
" Ya sudah, sekarang ini alamatnya, silahkan kamu cek kompleks nya, dan buat laporan", perintah Ranti.
" Dan ini alamat rumah kamu yang baru dan kuncinya, semua sudah lengkap, jadi malam ini kamu tinggal di sana", ucap Ranti.
" Terimakasih Nona Muda, saya Arsum, berjanji akan melayani Nona Muda Aisyah dengan penuh kebahagiaan, mohon bimbingannya', ucap Arsum.
" Kak Arsum, semua rumah sewa, saya percayakan kepadamu, dan laporannya berikan ke Nuril, dan tiap hari kak Arsum wajib mendatangi kompleks rumah saya, anggaplah kakak ngantor di sana, dan cari orang untuk membersihkan seluruh rumah itu, kemudian jika ada yang menyewanya, kirim datanya ke Nuril serta uang sewanya", perintah Aisyah.
" Baik Nona Muda, mulai besok saya akan berkantor di sana, dan saya butuh 3 orang untuk membersihkan setiap ada penyewa baru, sekaligus yang menata tanaman dan merawatnya, serta 1 orang administrasi, agar seluruh berkas penyewaan bisa lebih sempurna", jawab Arsum.
" Baiklah, carilah 5 orang, dan tentukan posisinya, kedepan kita butuh security agar kompleks kita bisa aman", ucap Aisyah.
Setelah mereka bercakap-cakap, merek semua menikmati makanannya, termasuk putra kecil Arsum, ditambah lagi Diman yang datang membawa sop kambing.
" Nona Ranti, mohon di cicipi, sop ini buatan saya", ucap Diman.
Ranti mengambil mangkok dan kemudian mengambil Sop dan mencicipinya.
" Sudah enak, hanya kurang garam sedikit", jawab Ranti.
" Terimakasih atas penilaian Nona, ini baru kali pertama saya membuat sop kambing sendiri", jawab Diman.
Tanpa disadari hari sudah semakin sore, Ranti berpamitan mau kembali ke Surabaya.
Arsum juga langsung berpamitan berangkat ke kompleks perumahan yang nantinya menjadi tempat kerjanya.
" Dek, kakak pulang dulu ya, jangan lupa hari Sabtu depan kamu ke Surabaya, adikmu Armando akan ulang tahun ke 12, tapi hari jumat malam kamu sudah harus ada di Surabaya",ucap Ranti.
" Baik kak, nanti Aisyah pulang sekolah langsung ke Bandara, sekarang Aisyah pesan tiketnya bersama kak Anjeli dan kak Nayla, serta Nuril", ucap Aisyah.
" Kamu datang naik pesawat kakak, jangan beli tiket pesawat umum', perintah Ranti.
__ADS_1
" Baiklah, ucap Aisyah tak membantah perintah Ranti.